6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Omakase’ Sebagai Tren Global: Membaca Arah Baru Industri Kuliner Indonesia

Luh Eka Susanti by Luh Eka Susanti
December 23, 2025
in Esai
‘Omakase’ Sebagai Tren Global: Membaca Arah Baru Industri Kuliner Indonesia

'Omakase' Sebagai Tren Global: Membaca Arah Baru Industri Kuliner Indonesia

SEORANG sushi chef berdiri tenang di balik meja kayu, menatap potongan ikan segar kemerahan. Tangannya bergerak perlahan namun pasti, mengiris, menata, dan menyajikan, tanpa banyak kata. Di hadapan tamu, tidak ada daftar menu panjang, hanya satu kalimat sederhana: “Percayakan pada saya.”

Inilah omakase, sebuah seni kuliner yang menuntut lebih dari sekadar kemampuan memasak. Di balik kesederhanaannya, tersimpan disiplin tinggi, jam terbang panjang, dan pemahaman mendalam tentang rasa, teknik, serta budaya. Fenomena inilah yang kini semakin diminati dan sekaligus membuka peluang baru bagi generasi muda yang ingin menekuni dunia kuliner secara profesional.

***

Dulu, menjadi chef identik dengan dapur panas dan kerja keras tanpa henti. Sekarang, dunia kuliner jauh lebih seru dan penuh gaya. Dari konten food vlog, open kitchen, sampai konsep omakase yang lagi hype, profesi chef, terutama sushi chef, makin dilirik generasi muda.

Omakase bukan cuma soal makan enak, tapi soal pengalaman, kepercayaan, dan keahlian yang keliatan simpel tapi sebenarnya penuh skill. Di tengah tren ini, pertanyaan besarnya adalah: sudah siapkah generasi muda kita, khususnya mahasiswa kuliner, untuk masuk ke industri yang makin kompetitif dan berstandar global?

Perkembangan tersebut turut menggeser paradigma lama yang mengidentikkan kuliner unggulan dengan fine dining atau masakan Barat semata. Saat ini, konsep-konsep kuliner Asia, termasuk Jepang, justru semakin mendapatkan tempat di hati konsumen.

Salah satu yang paling menonjol adalah omakase, sebuah konsep penyajian yang menekankan kepercayaan penuh kepada chef dalam menentukan menu terbaik berdasarkan bahan, teknik, dan filosofi rasa. Omakase kini bukan lagi konsep eksklusif yang hanya ditemui di kota-kota besar dunia, melainkan telah menjadi tren (happening) di berbagai destinasi wisata, termasuk Bali.

Kehadiran restoran omakase mencerminkan meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap kualitas, keaslian teknik, serta pengalaman bersantap yang personal dan berkelas. Hal ini sekaligus menandakan bahwa pasar kuliner Indonesia semakin matang dan berorientasi pada nilai pengalaman.

Seiring dengan tren tersebut, profesi sushi chef juga mengalami peningkatan pamor yang signifikan. Sushi chef tidak lagi dipandang sekadar sebagai juru masak, tetapi sebagai seniman kuliner yang memadukan ketelitian, estetika, dan filosofi dalam setiap sajian. Permintaan terhadap sushi chef yang kompeten pun terus meningkat, baik di restoran hotel berbintang maupun di restoran independen berkonsep modern. Namun demikian, menjadi seorang sushi chef bukanlah hal yang instan.

Profesi ini menuntut penguasaan keterampilan teknis yang mumpuni, mulai dari pemilihan dan penanganan bahan baku segar, teknik pemotongan ikan (knife skills), pemahaman rasa (flavor profiling), hingga konsistensi standar kebersihan dan keamanan pangan. Di balik kesederhanaan tampilan sashimi dan sushi, terdapat proses pembelajaran yang panjang dan disiplin yang tinggi.

Di sinilah peran pendidikan vokasi menjadi sangat strategis. Program studi D3 Perhotelan IPB Internasional, khususnya konsentrasi Tata Boga, dituntut untuk tidak hanya mengajarkan dasar-dasar memasak, tetapi juga membaca arah perkembangan industri dan menyiapkan mahasiswa dengan kompetensi yang relevan.

Keterhubungan antara dunia pendidikan dan dunia industri menjadi kunci dalam mencetak lulusan yang adaptif dan siap kerja. Kegiatan guest lecture yang diselenggarakan oleh Program Studi D3 Perhotelan konsentrasi Tata Boga melalui tema “Fusion on the Plate: Omakase Sashimi Experience with Japanese Inspiration” merupakan salah satu wujud nyata dari upaya tersebut.

Dengan menghadirkan praktisi industri seperti Chef I Nyoman Budi Artana, mahasiswa tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga wawasan langsung dari pelaku yang berkecimpung di dunia profesional.

Kehadiran praktisi dalam ruang akademik diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara pembelajaran di kelas dan realitas industri. Mahasiswa dapat memahami bagaimana standar kerja profesional diterapkan, bagaimana filosofi omakase dijalankan, serta bagaimana kreativitas dan disiplin berjalan beriringan dalam praktik kuliner modern. Pengalaman semacam ini sulit diperoleh melalui pembelajaran konvensional semata.

Lebih jauh, guest lecture semacam ini juga berperan penting dalam meningkatkan literasi industri mahasiswa. Mereka tidak hanya belajar “bagaimana memasak”, tetapi juga “mengapa” suatu teknik digunakan, “bagaimana” industri bergerak, dan “apa” kompetensi yang dibutuhkan untuk bertahan dan berkembang di dalamnya. Dengan demikian, mahasiswa menjadi lebih melek industri dan mampu memetakan peluang karier sejak dini.

Pada akhirnya, pesatnya perkembangan industri kuliner, dari tren omakase hingga meningkatnya kebutuhan akan sushi chef professional, menjadi sinyal kuat bahwa dunia pendidikan vokasi tidak bisa berjalan sendiri tanpa keterhubungan nyata dengan industri.

Kegiatan guest lecture yang menghadirkan praktisi ke ruang kelas bukan sekadar agenda seremonial, melainkan jembatan penting untuk membuka wawasan, membentuk mental profesional, dan menyiapkan mahasiswa agar benar-benar siap terjun ke dunia kerja. Ketika kampus dan industri mampu berjalan beriringan, mahasiswa tidak hanya belajar memasak, tetapi juga belajar membaca arah zaman.

Pertanyaannya kini, apakah kita siap menjadikan ruang kelas sebagai pintu masuk menuju standar kuliner global, atau masih ingin bertahan pada cara belajar lama yang semakin tertinggal oleh perkembangan industri? [T]

Penulis: Luh Eka Susanti
Editor: Adnyana Ole

Tags: IPB InternasionalJepangkulinerOmakasePendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perempuan Buleleng Berkumpul, Lalu Deklarasikan Komunitas Perempuan Bali Utara: Berdaya, Bermakna, Berdampak

Next Post

‘Free Bird’: Spirit Perjuangan Rock Selatan

Luh Eka Susanti

Luh Eka Susanti

Luh Eka Susanti, S.Pd.,M.Pd lahir di Denpasar, 19 Agustus 1988 silam. Ia memperoleh gelar Magister Pendidikan Bahasa Inggris dari Universitas Pendidikan Ganesha pada tahun 2013. Karirnya menjadi dosen Bahasa Inggris dimulai sejak tahun 2010. Dia juga mengajar Bahasa Inggris untuk caddy golf, hotelier dan spa therapist, serta menekuni Pembelajaran BIPA. Selain itu, ia pernah menjadi salah satu pemenang dalam lomba Menulis Bahan Ajar Membaca Dini oleh Balai Bahasa Bali Tahun 2019 dan Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Sisa SD Kelas Awal

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
‘Free Bird’: Spirit Perjuangan Rock Selatan

'Free Bird': Spirit Perjuangan Rock Selatan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co