SABTU pagi, 20 Desember 2025, SMA Negeri 10 Denpasar (SMANDA) tampak berbeda dari biasanya. Sedari pukul 09.00 Wita, ruang rapat sekolah telah dipenuhi siswa, panitia, dan para undangan. Mereka datang dengan satu tujuan: menyaksikan Grand Final Pemilihan Duta GenRe (Generasi Berencana) SMANDA 2025/2026 yang diselenggarakan oleh PIK-R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja) Abhinaya Dharma Widya.
Di balik senyum yang terpahat rapi, ketegangan tak sepenuhnya bisa disembunyikan oleh para finalis. Berbulan-bulan persiapan, latihan, dan seleksi, kini bermuara pada satu momen krusial. Degup jantung mereka seolah berpacu dengan waktu, menunggu giliran tampil di panggung penentuan.
“Saat berdiri di panggung, jujur saya gugup. Tapi saya mencoba tetap fokus dan menikmati prosesnya,” ujar I Komang Triyatna Arta Sanjaya, salah satu finalis, mengenang detik-detik penampilannya.

Ketegangan itu perlahan mencair ketika rangkaian acara dibuka dengan tari penyambutan. Gerak yang anggun dan musik yang mengalun seolah menjadi jembatan menuju suasana yang lebih hangat. Doa bersama kemudian dipanjatkan oleh panitia, peserta, dan undangan, menghadirkan nuansa khidmat sebelum memasuki inti acara.
Lagu Indonesia Raya dan Mars Keluarga Berencana berkumandang lantang, dinyanyikan bersama dengan penuh semangat. Momen ini menjadi pengingat bahwa Duta GenRe bukan sekadar duta sekolah, melainkan representasi nilai kebangsaan dan kepedulian terhadap perencanaan masa depan generasi muda.

Dalam sambutannya, Pembina PIK-R SMAN 10 Denpasar, Ida Ayu Putu Sri Udiyani, S.Pd., mengungkapkan rasa lega yang selalu ia rasakan setiap kali pemilihan Duta GenRe berhasil digelar. “Di balik rasa lega itu, ada deg-degan yang tak pernah hilang. Koordinasi dengan para siswa yang masih belajar menyesuaikan diri menjadi tantangan tersendiri. Namun di sanalah proses belajar itu terjadi ─ mengenal manajemen waktu dan pembagian tugas layaknya dunia kerja,” tuturnya.
Menurut Sri Udiyani, ajang ini bukan hanya kompetisi, melainkan ruang kolaborasi yang memperkaya pengalaman dan relasi siswa. Ia berharap Pemilihan Duta GenRe mampu memberi dampak positif bagi remaja sekolah, membentuk karakter sesuai slogan GenRe: sehat, cerdas, dan ceria.

Usai sambutan, lima besar pasang finalis tampil dalam opening dance, berparade singkat di hadapan dewan juri. Setiap langkah, senyum, dan gestur tak luput dari sorot mata juri dan audiens. Acara berlanjut dengan pengenalan juri dan opening number finalis, sebelum akhirnya diumumkan tiga besar pasangan yang lolos ke tahap akhir ─ hasil akumulasi dari seluruh proses seleksi sebelumnya.
Ketegangan mencapai puncaknya pada sesi tanya jawab. Pertanyaan juri menggali wawasan, sikap, dan kemampuan berpikir kritis para finalis terkait isu remaja serta perencanaan masa depan. Jawaban demi jawaban menjadi penentu, sekaligus cerminan kesiapan mereka mengemban peran sebagai Duta GenRe.
Setelah jeda hiburan, panggung kembali menjadi milik Duta GenRe SMANDA 2024. Melalui last speech dan catwalk perpisahan, mereka melangkah dengan bangga, menyerahkan tongkat estafet kepada generasi penerusnya.

Tak berselang lama, pengumuman juara pun berlangsung. Satu per satu nama pemenang diumumkan. Untuk kategori Duta GenRe Intelegensia, terpilih I Wayan Wicaksana Putra Bagiawan dan I Gusti Ayu Anggun Amelia Putri, yang dinilai unggul dalam pemikiran dan wawasan. Sementara kategori Duta GenRe Favorit diraih oleh Muhamad Alif Bagus Irawan dan Delia Nurahmadani.
Pengumuman berlanjut pada runner up dua yang diraih Gema Fabian Kusumo dan Ni Putu Asti Pradani. Runner up satu disabet oleh I Komang Triyatna Arta Sanjaya dan Ni Ketut Okta Maharani, pasangan yang tampil konsisten dan memukau sejak awal. Puncak acara akhirnya tiba ketika nama Subahan Eka Maulana dan Nindi Kaysa Kasalufi diumumkan sebagai Winner Duta GenRe SMANDA 2025/2026. Tepuk tangan membahana, selempang disematkan, senyum haru pun merekah di wajah para pemenang.
Sebagai penutup, first walk Duta GenRe SMANDA 2025/2026 digelar, diikuti sesi foto bersama untuk mengabadikan momen tersebut. Grand Final Pemilihan Duta GenRe SMANDA 2025/2026 pun resmi ditutup. Menurut Sri Udiyani dalam penutupan sambutannya, “Ajang ini menjadi ruang pembelajaran nyata bagi remaja, untuk mengenal diri, bekerja sama, dan menyiapkan masa depan. Melalui kegiatan ini, kami berupaya menegaskan komitmen untuk mencetak generasi berencana yang siap melangkah dengan karakter kuat dan visi yang jelas,” katanya. [T]
Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole



























