6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tak Mudah Menjadi Guru

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
November 25, 2025
in Esai
Tak Mudah Menjadi Guru

Foto ilustrasi guru | Sumber foto: Kaskus

MENJADI guru acap kali dianggap sebagai profesi yang sederhana: datang ke kelas, mengajar, memberikan nilai, kemudian pulang. Gambaran itu tampak begitu ringan hingga siapa pun bisa mengatakannya tanpa beban. Tetapi, bagi mereka yang benar-benar menjalani profesi ini, guru bukan sekadar pekerjaan, ia adalah perjumpaan terus-menerus dengan tantangan, kesabaran, sekaligus tanggung jawab moral yang besar.

Pertama, menjadi guru berarti berhadapan dengan keberagaman karakter dan latar belakang peserta didik. Di satu kelas, ada anak yang cepat memahami pelajaran, ada yang memerlukan pendekatan berbeda, dan ada pula yang sedang berjuang dengan persoalan keluarga atau tekanan pergaulan. Guru harus mampu menangkap isyarat yang tidak terucap, mulai dari tatapan murid yang kehilangan fokus, senyum yang menutupi kecemasan, atau diam yang sebenarnya adalah permintaan tolong. Dalam hal ini, mengajar di ruang kelas tentu bukan hanya soal mentransfer ilmu semata, tapi juga pemahaman psikologis.

Dalam menghadapi keberagaman itu, guru harus menyesuaikan metode mengajar secara spontan. Tidak ada jaminan bahwa rencana pelajaran yang sudah disusun rapi akan berjalan sesuai harapan. Kadang, guru harus menghentikan penjelasan panjang karena ada murid yang tampak kebingungan. Selain itu, guru juga harus memberikan ruang dialog agar kelas tetap hidup. Fleksibilitas ini tidak pernah tertulis dalam buku panduan, tetapi menjadi keahlian yang harus terus diasah. Setiap kelas adalah dunia kecil dengan ritmenya sendiri, dan guru dituntut mampu mengikuti ritme itu.

Kedua, guru dituntut beradaptasi dengan perubahan zaman yang begitu cepat. Kurikulum yang selalu berganti, teknologi pendidikan kian berkembang, dan ekspektasi masyarakat semakin tinggi. Guru harus belajar tanpa henti, memutakhirkan metode, serta menyeimbangkan tuntutan administratif dengan waktu untuk benar-benar mengajar. Di tengah tekanan itu, guru tetap diharapkan tampil penuh energi di depan kelas.

Tuntutan perubahan ini acap kali membuat guru berada dalam posisi serba salah. Ketika sekolah meminta penggunaan aplikasi tertentu, murid menuntut pembelajaran yang menarik, dan orang tua mengharapkan hasil akademik yang tinggi, guru menjadi sosok yang harus merangkul semuanya. Mereka menjadi pengajar, fasilitator, konsultan, bahkan terkadang mediator ketika terjadi persoalan antara murid, sekolah, atau keluarga. Semua itu harus dilakukan dengan profesional, kendati tak ada kompensasi waktu atau dukungan emosional yang memadai.

Ketiga, profesi guru adalah pekerjaan emosional. Ada hari ketika guru pulang membawa rasa puas karena muridnya memahami materi atau menunjukkan perubahan sikap. Namun, ada juga hari ketika guru pulang dengan lelah, frustrasi, dan bertanya-tanya apakah usahanya cukup berarti. Guru jarang mengeluh, karena sebagian besar dari mereka tidak ingin bebannya berpindah ke murid.

Momen-momen emosional itu kebanyakan tidak terlihat oleh publik. Tidak banyak yang tahu ketika seorang guru begadang menyiapkan materi agar lebih mudah dipahami, atau ketika ia menghabiskan waktu istirahat untuk mendengarkan cerita murid yang sedang menghadapi masalah. Guru tidak hanya mengajar pelajaran, tetapi juga menyediakan ruang aman bagi tumbuhnya kepercayaan diri, empati, dan keberanian. Beban emosional ini tentu tidak dapat diukur dengan angka, tetapi dirasakan dalam perjalanan panjang oleh setiap guru.

Keempat, penghargaan terhadap guru masih sering tidak sebanding dengan peran yang mereka emban. Dalam wacana publik, guru diagungkan sebagai ‘pahlawan tanpa tanda jasa’, tetapi dalam praktiknya mereka berjuang dengan keterbatasan fasilitas, kebijakan yang berubah-ubah, dan apresiasi sosial yang setengah hati. Gelar ‘pahlawan’ kerap tak diiringi dukungan nyata. Guru di sekolah-sekolah pelosok bekerja dengan fasilitas minim, guru di kota besar menghadapi tekanan kompetisi akademik. Di mana pun mereka berada, tantangannya tidak ringan.

Banyak guru yang bertahan bukan karena kemudahan, melainkan karena keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan panjang untuk memperbaiki nasib seseorang. Mereka melihat potensi dalam diri setiap murid, bahkan ketika murid itu sendiri belum mampu melihatnya. Mereka menanam benih yang mungkin baru terlihat hasilnya bertahun-tahun kemudian. Dan, kendati hasil itu tidak selalu kembali kepada guru dalam bentuk materi, ada kepuasan batin yang tumbuh ketika seorang mantan murid datang dan berkata, “Saya bisa seperti sekarang karena bimbingan Ibu/Bapak.” Kalimat sederhana itu kerap menjadi energi yang membuat guru terus bertahan.

Karena itu, menjadi guru memang tidak mudah. Profesi ini menguji kesabaran, menuntut ketulusan, sekaligus memerlukan komitmen yang tidak main-main. Guru bekerja pada wilayah yang sangat halus: membentuk karakter manusia. Di tangan mereka, masa depan generasi baru dirawat dan diarahkan. Kesalahan kecil bisa berdampak panjang, tetapi begitu pula kebaikan sederhana yang mereka tanam.

Maka, jika hari ini kita bertemu seorang guru, baik di sekolah, di media sosial, maupun dalam kenangan masa kecil, setidaknya kita bisa berhenti sejenak untuk menghargai usaha dan upaya yang mereka lakukan. Pendidikan berjalan karena ada orang-orang yang memilih profesi yang tidak mudah ini, dan tetap menjalankannya dengan sepenuh hati. [T]

Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: gurusekolah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Adakah Śakuni di Antara Kita?

Next Post

Guru: Masihkah “Digugu” dan Ditiru? —Catatan Hari Guru

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Guru: Masihkah “Digugu” dan Ditiru? ---Catatan Hari Guru

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co