6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Robert Walker dan Lonceng yang Tak Pernah Padam

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
October 29, 2025
in Esai
Robert Walker dan Lonceng yang Tak Pernah Padam

Sumber foto: Wikipedia

Di Balik Dinding Tua Oxford

Di sebuah ruangan tenang di Clarendon Laboratory, Oxford University, berdiri sebuah kotak kaca sederhana.

Di dalamnya, dua tabung logam tegak berdampingan seperti dua lilin yang tak pernah padam. Di antara keduanya, bola kecil berayun pelan, memukul lonceng kanan lalu kiri, menghasilkan dentang samar yang hanya bisa didengar jika kita benar-benar mendekat — dan hening.

Itulah Oxford Electric Bell, juga disebut Lonceng Abadi Oxford, yang telah berdenting tanpa henti sejak tahun 1840. Lebih dari satu setengah abad berlalu, dunia telah berubah, peradaban telah melesat ke era digital, namun lonceng itu terus menyanyikan waktunya sendiri — pelan, pasti, abadi.

Sang Pembuat yang Tak Ingin Dikenang

Di balik misteri itu ada sosok yang jarang disebut dalam buku besar sains: Robert Walker (1779–1852).

Ia bukan ilmuwan flamboyan seperti Faraday atau Newton. Ia adalah seorang pengajar fisika eksperimental yang sederhana di Universitas Oxford, pada masa ketika listrik masih dianggap permainan ajaib yang bisa memunculkan percikan petir di ruang kuliah.

Walker dikenal teliti dan sabar. Ia lebih sering terlihat di bengkel laboratoriumnya, memperbaiki tabung kaca, memotong pelat logam, atau mengajar mahasiswanya membuat alat sederhana untuk membuktikan hukum listrik dan magnet.

Ia tidak mengejar ketenaran ilmiah, hanya ingin memahami bagaimana alam bekerja dalam diam.

Sekitar tahun 1840, Walker merangkai dua baterai kering (dry piles) dengan dua lonceng kecil di bagian bawah dan menggantungkan bola perak mungil di antara keduanya. Ia bermaksud menunjukkan prinsip muatan listrik statis — bagaimana muatan negatif dan positif saling tarik dan tolak.

Tak ada yang istimewa pada hari itu. Namun alat kecil yang ia buat, ternyata menolak berhenti bekerja.

Lonceng yang Tak Mau Diam

Beberapa hari menjadi minggu, beberapa minggu menjadi bulan.

Para mahasiswa Clarendon Laboratory memperhatikan alat itu terus berdentang lembut, bola kecilnya berayun tanpa lelah dari satu lonceng ke lonceng lain.
Ketika Walker meninggal pada tahun 1852, alat itu masih berdentang.

Dan kini, setelah lebih dari 180 tahun, ia tetap melakukannya — tanpa henti, tanpa tenaga tambahan, tanpa pernah diperbaiki.

Misteri yang Tak Terjawab

Selama dua abad, para ilmuwan mencoba menyingkap rahasianya.

Apa yang membuat baterainya tak pernah habis?

Bagaimana mungkin energi listrik statis dapat bertahan lebih dari seratus tujuh puluh tahun?

Namun tak ada yang benar-benar tahu.

Baterai itu — dua silinder besar di atas lonceng — diduga berisi lapisan tipis seng, mangan dioksida, dan sulfur, seperti sel Volta kuno. Namun belum ada yang berani membukanya.

Karena jika dibuka, eksperimen itu akan berakhir selamanya. Dan mungkin, sebagian dari pesonanya akan ikut lenyap bersama dentang terakhirnya.

Para peneliti menyebut alat ini sebagai contoh dari “perangkat eksperimental terlama dalam sejarah sains” — sebuah percobaan yang berjalan terus tanpa intervensi manusia.

Sebagian menyebutnya “mesin abadi”, meski secara ilmiah itu mustahil.

Namun, sebagaimana misteri besar alam, mungkin bukan soal bagaimana ia bekerja, melainkan mengapa ia tetap bekerja.

Sains, Kesabaran, dan Keabadian

Dalam dunia yang serba cepat, Oxford Electric Bell seakan menertawakan ambisi manusia.
Ia bekerja tanpa henti, tanpa pamrih, tanpa ketenaran.

Seperti gurunya, Robert Walker, lonceng itu berfungsi karena kodratnya — bukan karena kehendak untuk dikenal.

Dari alat sederhana ini, kita belajar bahwa sains sejati bukan hanya tentang hasil, tetapi juga tentang kesetiaan terhadap proses.

Walker tidak tahu bahwa eksperimennya akan bertahan hampir dua abad. Ia hanya ingin menunjukkan prinsip dasar listrik. Tapi keikhlasan dan ketelitiannya melahirkan karya yang abadi.

Ketika Ilmu Bertemu Filsafat

Lonceng ini sering disebut sebagai “nyanyian waktu”.
Ia mengingatkan bahwa energi tidak pernah benar-benar hilang — hanya berubah bentuk, bertransformasi dalam ritme alam.

Dalam pandangan spiritual, lonceng ini seperti napas semesta, denyut energi kesadaran yang tak berhenti mengalir.

David R. Hawkins mungkin menyebutnya sebagai energi pada level keikhlasan dan kedamaian, energi yang tidak didorong oleh ego, melainkan oleh harmoni alami alam semesta.

Guruji Anand Krishna mungkin akan menyebutnya “tindakan tanpa pamrih” — karma yoga dalam bentuk benda.

Lonceng itu tidak menuntut perhatian, tidak mengeluh, hanya menjadi.

Ia berdentang sebagaimana air mengalir dan matahari bersinar.

Misteri yang Menjaga Martabat Pengetahuan

Oxford University memilih tidak membongkar baterai misterius itu. Sebuah keputusan yang sarat makna etis: tidak semua misteri harus dipecahkan.
Kadang, membiarkan sesuatu tetap misterius justru memberi kita ruang untuk kagum, untuk rendah hati di hadapan alam.

Keputusan itu membuat lonceng Walker menjadi lebih dari sekadar alat sains — ia adalah monumen kebijaksanaan ilmiah, simbol bahwa pengetahuan sejati tidak selalu datang dari membedah segala sesuatu, tapi dari menghormati keajaiban yang masih belum kita pahami.

Pesan Abadi dari Seorang Guru yang Sunyi

Robert Walker mungkin tidak pernah menulis teori besar, tidak meninggalkan laboratorium megah, tidak memiliki murid terkenal. Namun satu ciptaannya terus bekerja, menentang waktu, dan mengajarkan makna kesabaran, keheningan, dan ketekunan.

Lonceng itu adalah perpanjangan dari jiwanya: tenang, presisi, dan terus bekerja bahkan setelah ia tiada. Mungkin ia tak tahu bahwa lewat alat kecil itu, ia mengajarkan manusia untuk mendengar kembali suara waktu — dentang halus yang kita abaikan di tengah kebisingan modern.

Epilog: Nyanyian Waktu

Kini, siapa pun yang datang ke Clarendon Laboratory bisa berdiri di depan kaca dan melihat dua tabung tua itu.
Tidak ada gerakan mencolok, tidak ada cahaya, hanya bola kecil yang berayun pelan — seperti meditasi yang tak berkesudahan.

Setiap dentangnya berkata pelan:

“Energi tidak mati. Waktu tidak berhenti. Pengetahuan sejati bukanlah rahasia yang dibuka, melainkan misteri yang dihormati.”

Di dalam kotak kaca itu, waktu bersenandung.

Dan Robert Walker, sang guru yang sederhana, terus berbicara kepada dunia — lewat dentang lembut yang tak pernah padam. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

Tags: Oxford UniversityRobert Walkersains
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

Next Post

Jiwa-jiwa Muda dalam Wayang Wong dari Desa Demulih, Bangli

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Jiwa-jiwa Muda dalam Wayang Wong dari Desa Demulih, Bangli

Jiwa-jiwa Muda dalam Wayang Wong dari Desa Demulih, Bangli

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co