SETIAP mahluk hidup perlu bernapas untuk keberlangsungan hidupnya, manusia, hewan bahkan tumbuhan perlu bernapas untuk bisa hidup.
Bernapas adalah proses memasukkan oksigen ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan, dan melepaskan sisa-sisa metabolisme tubuh berupa CO2 (karbon dioksida) keluar tubuh.
Apabila terjadi masalah dalam proses ini tentunya akan menimbulkan masalah pada tubuh itu sendiri.
Napas adalah tanda kehidupan, dan setiap tarikan dan embusan napas memiliki makna yang dalam. Pernapasan yang baik dapat membawa keseimbangan dan harmoni dalam tubuh dan pikiran.
Pernapasan sangat penting untuk kehidupan.
Karena dalam pernapasan memungkinkan tubuh mendapatkan oksigen yang dibutuhkan untuk proses metabolisme dan menghasilkan energi serta membantu mengeluarkan karbon dioksida yang tidak dibutuhkan oleh tubuh, sehingga akan tetap terjaga keseimbangan asam-basa darah.
Dengan keseimbangan tersebut maka keasaman (pH) tubuh akan tetap terjaga, dan sudah pasti fungsi organ tubuh akan tetap terjaga.
Dengan demikian, pernapasan yang sehat dan efektif sangat penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.
Semua makhluk hidup, dari yang paling sederhana hingga yang kompleks, membutuhkan oksigen untuk melakukan proses metabolisme dan menghasilkan energi. Tanpa oksigen, sel-sel tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik, dan kehidupan tidak dapat dipertahankan.
Dari proses pernapasan ini kita seolah mendapatkan pesan bahwa; kita selalu harus menjaga keseimbangan antara menerima dan memberi. Bahkan ada pernyataan, “Hanya orang yang suka memberi akan menerima” .
Ketika kita menerima oksigen melalui hirupan udara, dan tidak diikuti dengan melepaskannya atau menahan napas, maka apa yang terjadi? Otomatis kita akan lemas bahkan lama kelamaan akan mati.
Ketika kita tidak melepaskan atau menghembuskan napas, maka tidak ada kesempatan masuknya oksigen yang mutlak diperlukan untuk hidup.
Sadarilah kekuatan manusia normal menahan napas hanya antara 1-2 menit.
Dari napas kita belajar, hanya dengan memberi kita akan menerima. Dan dalam kehidupan sehari-hari kita menyaksikan tidak ada orang yang jatuh miskin dan susah hidupnya karena suka bersedekah, suka menolong, dan suka berbagi .
Proses napas ini mengajarkan kita akan pentingnya menjaga keseimbangan dalam kehidupan. Keseimbangan untuk menjaga dan menerima dualitas sebagai realitas kehidupan sehingga akan terwujud kehidupan yang harmonis. [T]
Penulis: Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
Editor: Adnyana Ole


























