ADA satu hal menarik pada saat kegiatan senam lansia yang dilaksanakan di RSUD Kabupaten Buleleng pada minggu keempat setiap bulannya. Senam lansia ini dihadiri oleh oma dan opa lansia sehat yang tergabung dalam Komunitas Lansia Siap RSUD Kabupaten Buleleng.
Kebetulan saat itu saya menjadi salah satu narasumber dalam sesi diskusi hangat setelah kegiatan senam lansia berlangsung. Saya menyampaikan topik terkait dengan makanan sehat untuk mencegah alzaimer, yaitu terkait dengan adanya penurunan fungsi kognitif seperti memori, berpikir dan bahasa yang secara umum menjadi penyebab terjadinya demensia pada kelompok lansia.
Seorang oma lansia sehat yang datang mengajukan pertanyaan terkait dengan konsumsi gula.
“Pak, saya tidak senang ngopi maupun teh, saya hanya minum air putih saja tanpa menggunakan gula. Pola makan saya relatif stabil dan konsisten. Terbiasa dengan pola makan porsi makan kecil tetapi lebih sering, karena saya tidak bisa makan dengan porsi yang terlalu banyak. Terus, apakah tubuh saya nanti tidak menjadi kekurangan gula, Pak?“.
Pertanyaan itu menurut saya menjadi sangat menarik untuk kita diskusikan mengingat oma lansia sehat yang sudah berumur hampir 84 tahun itu selalu menjaga kesehatan tubuhnya sendiri di usia yang sudah senja, aktif bergerak serta rutin menjaga pola makannya. Hal ini juga sangat menarik untuk disimak, mengingat banyak sekarang, orang di usia masih muda dan produktif sudah sakit dan daya tahan tubuh yang tidak optimal lagi.
Gula merupakan salah satu sumber energi utama bagi tubuh kita. Namun meskipun memiliki peran utama bagi tubuh kita, gula sendiri tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. Anjuran konsumsi gula per orang per hari sesuai dengan permenkes adalah 10 persen dari total energi kita atau setara dengan 4 sendok makan per orang per hari atau sekitar 50 gram per orang per hari.
Asupan gula yang melebihi standar ini dapat meningkatkan risiko terkena penyakit tidak menular seperti diabetes, kanker maupun penyakit kardiovaskuler. Apakah dengan tidak konsumsi gula dalam kopi maupun teh akan membuat tubuh kita akan kekurangan gula? jawabannya adalah tidak.
Dalam kehidupan kita sehari-hari tidak akan terlepas dari konsumsi gula. Faktanya adalah hampir semua makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari mengandung gula dalam bentuk berbagai jenis, tetapi secara umum adalah gula alami dan gula tambahan.
Gula alami ini banyak terdapat dalam makanan seperti buah-buahan maupun sayur-sayuran yang kita makan setiap hari. Sementara gula tambahan banyak ada ditemukan di produk olahan seperti gula pasir, sirup maupun pemanis buatan.
Gula pasir yang sering kita pakai sehari-hari untuk bumbu dapur maupun sebagai tambahan pada saat kita ngopi maupun ngeteh adalah salah satu pemanis jenis sukrosa. Jenis gula ini banyak ditemukan pada gula pasir, gula aren atau gula bali maupun gula batu. Juga pada produk makanan olahan yang tinggi gula seperti kue, biskuit, roti manis, coklat maupun makanan siap saji. Tentu penggunaan jenis gula ini harus kita batasi penggunaannya.
Kalau buah dan sayur yang kita konsumsi sehari-hari jenis gula utamanya adalah fruktosa, gula alami yang sangat manis, tidak beraroma dan merupakan gula alami dari buah yang jumlahnya tidak terlalu banyak. Sayur dapat kita konsumsi setiap hari namun pada kelompok lansia sayur lebih direkomendasikan untuk dikonsumsi dalam keadaan matang. Karena kalau dikonsumsi dalam keadaan mentah risiko timbulnya refluks atau perut kembung akan lebih besar.
Konsumsi sayur juga akan membuat kebutuhan serat tubuh kita akan tercukupi jadi BAB menjadi lebih lancar, sedangkan untuk kelompok buah diharapkan setiap hari kita dapat konsumsi buah meskipun dengan jumlah sedikit dan selalu diingat bahwa sayur dan buah tidak bisa saling menggantikan.
Jadi dapat dikatakan bahwa jika kita tidak menambahkan gula sebagai tambahan dari makanan dan minuman kita sehari-hari, kebutuhan tubuh akan gula tetap bisa terpenuhi kok dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Tetap terapkan pola hidup yang sehat, makan yang seimbang dan bervariasi, jangan lupa berolahraga dan pastikan tubuh kita terpenuhi asupan zat gizi untuk kehidupan kita yang lebih baik.
Salam sehat oma opa Komunitas Lansia Siap RSUD Kabupaten Buleleng. [T]
Penulis: Gede Eka Subiarta
Editor: Adnyana Ole
- BACA artikel lain dari penulis GEDE EKA SUBIARTA


























