— Catatan Harian Sugi Lanus, 15 September 2025
Bapa: Bali mengalami stroke ringan. Kalau masyarakatnya tetap koh ngomong (malas bicatra) akan disusul stroke tingkat lanjut.
Putu: Kenapa begitu Bapa?
Bapa: Sungai, pangkung, telabah, aungan, jelinjingan, got dan selokan; semua saluran air dan ekosistemnya adalah urat nadi (pembuluh darah) gumi Bali. Bantaran dan sempadan adalah dinding pembuluh darahnya.
Sekarang dimana-mana sempadan dan bantaran sungai diotak-atik. Alur sungai dialihfungsikan menjadi bangunan. Tanah lebih sekitar bantaran-sempadan sungai yang dulunya berfungsi sebagai ‘bumper area‘ dibuatkan sertifikat dan dikavling jadi hunian dan akomodasi bisnis.
Putu: Bapa sudah lihat korban banjir kemarin?
Bapa: Sudah. Bapa keliling ketika para pejabat itu masih tidur nyenyak. Semua titik luapan dan lokasi terparah banjir berada di sepanjang sempadan-bantaran sungai dan saluran air lainnya yang mengalami penyempitan dan bahkan telah diurug total di beberapa titik.
Seperti penyempitan pembuluh darah, arteri menyempit karena ada penumpukan plak kolesterol, lemak, dan zat lain di dinding pembuluh darah, mengakibatkan aliran darah ke organ vital seperti jantung dan otak akan terganggu.
Itulah yang terjadi di Bali sekarang. Bali kena stroke.
Putu: Bapa pernah bilang penyempitan pembuluh darah ini prosesnya dari sejak lama?
Bapa: Iya. Puluhan tahun pejabat-pejabat yang berkuasa tidak berubah. Punya gaya hidup tidak sehat. Suka kong-kali-kong. Melakukan pembiaran bahkan memberikan ijin alihfungsi resapan air, ikut mempermudah mensertifikatkan dan mengkavling tanah sempadan, meluaskan bangunan di bantaran sungai, membiarkan ada pembangunan di sepanjang alur sungai, serta pembiaran pengurugan tepian sungai dan telabah untuk dijadikan dan fasilitas umum, dan lain-lain.
Kalau pejabat tegas, masyarakat akan ikut aturan. Kalau pejabatnya sibuk ‘cari proyek’, masyarakat bawah biasanya ikut-ikutan jadi maling sempadan dan bantaran sungai, dll.
Putu: Bapa punya solusi?
Bapa: Berhenti Putu koh ngomong. Lakukan protes dan ajak masyarakat peduli. Review kinerja pejabat daerah dan pusat. Gen Z dan pemuda Bali harus berani menyuarakan dan membela alam Bali.
Alam Bali dirusak dan Putu tetap koh ngomong? Lihat maling masuk rumah dan Putu tidak teriak? Diam berarti Putu pendukung maling.
Suud koh ngomong.
Kalau tetap koh ngomong sama dengan menunggu letusan bom waktu. Cepat atau lambat Bali akan diterjang stroke tingkat dewa.
BANTARAN & SEMPADAN
Bantaran sungai adalah area di tepi sungai yang tergenang saat banjir, berfungsi sebagai area luapan air dan pengendali energi.
Sempadan sungai adalah zona perlindungan yang lebih luas, mencakup bantaran sungai, potensi longsoran tebing, dan area ekologis serta keamanan lainnya, yang diatur untuk fungsi dan kelestarian sungai.
Bantaran sungai dalam bahasa Bali disebut ‘abingan‘. Sempadan sungai meliputi ‘abingan, ‘rejeng’, ‘pangkung’, ‘bebengan’, ‘telajalan‘ dan ‘teba‘. [T]


























