NAMA I Gede Wahyu Surya Wiguna (23) saat ini cukup diperbincangkan di kalangan lifter angkat berat Bali, nasional, bahkan internasional. Beberapa bulan lalu, ia baru saja memenangkan ajang Asian African Pacific Powerlifting and Bench Press Championship 2025. Di ajang ini ia berhasil meraih emas bahkan memecahkan rekor dunia untuk angkatan deadlift kelas 59 kg, yaitu 276,5 kg.
Dengan modal ini, laki-laki 23 tahun yang akrab dipanggil Wahyu ini dengan sangat bahagia dapat turun di Porprov Bali XVI 2025. Dia turun di nomor andalannya: 59 kg. Sudah jelas dan pasti ia akan keluar menjadi juaranya. Hal ini memang dengan sengaja dia lakukan, mengingat ia sedang mengumpulkan pendanaan untuk mengikuti ajang angkat berat dunia di Dubai tahun 2026 mendatang.
“Ini memang strategi saya, bonus Porpov ini akan saya gunakan modal untuk berangkat ke Dubai. Kemarin saat ke Jepang saya juga lebih banyak mengunakan uang pribadi,” tuturnya via telpon.
Wahyu memang cukup cerdas membaca peluang. Sebelum menjadi atlet angkat berat, ia merupakan atlet kempo. Sadar dengan postur tubuhnya yang tidak terlalu tinggi, saat masih sebagai atlet kempo, ia sering dikalahkan oleh atlet dengan postur yang lebih tinggi. Ia merasa jika terus berada di kempo maka ia tidak akan berkembang dan beralih ke angkat berat, sekitar lima tahun lalu.

I Gede Wahyu Surya Wiguna mendapatkan medali emas di Porprov Bali 2025 untuk cabang angkat berat | Foto: Dok. Wahyu
Tahun 2023 merupakan tahun pertamanya mengikuti ajang Porpov dan saat itu meraih medali perak. Tahun 2025 dia berhasil meningkatkan prestasinya di Porprov menjadi medali emas 59 kg.
Saat dihubungi via telpon, Wahyu menceritakan situasi di ruang persiapan. Beberapa atlet luar Buleleng, katanya, langsung mengucapkan,“Sudahlah, kamu sudah pasti emas, langsung ambil bonusnya…”.
Wahyu juga mengakui, tidak ada persiapan khusus dalam ajang Porprov Bali XVI 2025. Ia hanya menjaga agar tubuhnya tetap bugar dan tidak cedera. Pertandingan di Proprov Bali tahun ini, dia hadapi dengan lebih tenang dan santai. Bahkan ia menurunkan angkatan, strategi yang penting bisa menang, dan tidak cedera.
Laki-laki yang bulan November mendatang baru berusia 24 tahun ini, targetnya ke depan bisa mengikuti banyak ajang dunia angkat berat. Semuanya ia fokuskan sebagai lifter, berjuang untuk capaian-capaian yang lebih tinggi.
Selain menjadi atlet, Wahyu juga cukup serius mengelola media sosialnya, kini memiliki follower IG mencapai 69,2 ribu pengikut. Hal ini juga menunjang dirinya dalam mengembangkan prestasi sebagai lifter.
Banyak tawaran endorse yang datang dan bahkan kini ia telah menjadi brand ambassador salah satu produk nutrisi untuk lifter. Sekali lagi, yang dia lakukan semata-mata untuk pengembangan prestasinya.
Dalam perbincangan via telpon ia berkata, “Tiket pesawat PP saja 8,5jt, belum lagi biaya hidup di sana 1 minggu. Lebih banyak bonus Porprov daripada bonus kejuaraan dunia. Jaket Indonesia saja, itu saya beli sendiri.”

I Gede Wahyu Surya Wiguna saat berlaga di Porprov Bali 2025 untuk cabang angkat berat | Foto: Kardian
Saat mengikuti pertandingan di Jepang, dia berhasil menjadi pemenang dan berhasil mencatatkan nama di ajang dunia, namun tidak ada bonus uang, yang dia terima hanya medali. Puluhan juta telah dia habiskan untuk satu turnamen di luar negeri. Syukurnya dapat bonus dari Pemkab Buleleng, tambahan dari KONI Buleleng dan Pabersi Buleleng. Walau masih terhitung kecil dari jumlah yang dihabiskan saat ke Jepang.
Ia terpaksa harus berpikir secara realistis untuk memenuhi keinginannya menjadi atlet profesional. Berharap ada yang mau menjadi sposor dirinya ke ajang-ajang dunia. Berharap juga dapat dipanggil ke Pelatnas Angkat Berat. “Pokoknya apa sajalah, yang penting saya bisa ikut turnamen dunia,” tegas wahyu di telpon.
Godaan sebelum Porprov itu banyak sekali. Banyak kabupaten/kota di Bali yang menginginkannya. Tawarannya pun beragam, hingga siap membiayai keberangkatan ke turnamen-turnamen dunia. Dan, yang serunya lagi, sempat tercetus nilai transfer atlet yang angkanya mencapai ratus juga rupiah. “Sudah seperti bursa transfer, Bli, dan nilainya ratusan itu, mana mungkin Buleleng mau lepas. Hehehe,” ucapnya.
Angkat berat ini tergolong olahraga yang cukup mahal dan rentan cedera. Selain latihan fisik di gym, nutrisinya juga harus bagus. Wahyu sendiri menghabiskan dana sekitar Rp.40jt untuk membuat tempat latihan di rumahnya sendiri.
Endore nutrisi yang dia dapat juga sangat menunjang peningkatan prestasinya selama ini. Tempat latihan pribadi yang dia investasikan, menjadi ladang untuk konten di media sosialnya. Adanya risiko cedera yang terjadi cukup disadari oleh Wahyu. Dia sendiri pun pernah mengalami cedera pada lowerback (pinggang bawah). Terapi fisioterapi ia lakukan dan terapi mandiri dengan balsem. Terapi balsem yang dia coba-coba lakukan ternyata sangat berdampak pada tubuhnya, cederanya pun mulai pulih.

I Gede Wahyu Surya Wiguna saat berlaga di Asian African Pacific Powerlifting and Bench Press Championship 2025 | Foto: Dok. Wahyu
“Nah, kalau yang melumuri tubuh dengan balsem itu temuan saya sendiri, bukan mengikuti dari orang lain. Itu cukup efektif buat saya, sebelum latihan maupun bertanding. Efektif membuat otot jadi panas, otot panas kemungkinan cedera berkurang,” Wahyu menjelaskan tentang pengunaan balsem yang seriang di posting pada akun Ignya @__wahyusurya.
Diwawancarai selama 30 menitan, berkali-kali Wahyu mengatakan bahwa dirinya ingin dapat terus bertanding di event-event dunia. Datang ke pertandingan dengan tim yang lengkap pelatih, official, dan atlet.
Seperti yang ia sempat lihat saat event di Jepang. Misalnya, tim dari New Zealand, mereka datang dengan tim lengkap dan jika dibandingkan dengan dirinya yang hanya datang sendiri itu seperti bumi dan langit. Walau menang, tapi rasanya cukup berbeda jika datang bertim, katanya. Dengan kondisi ini jelas butuh pendaan yang lebih serius. “Ini harus mendapat dukungan dari banyak pihak,” ungkapnya.
Di Porprov Bali XVI 2025, Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) Buleleng berhasil keluar sebagai juara umum dengan capaian 4 emas, 2 perak dan 2 perunggu. Wahyu sebagai penyumbang medali emas pertama untuk Pabersi Buleleng pada pertandingan Sabtu, 6 September 2025.
Selanjutnya, disusul oleh I Made Alit Prawira Kelas 66 kg Putra (medali perunggu). Hari kedua, Minggu, 7 Sepetember 2025, Gede Wahyu Rusdiana Kelas 83 kg Putra (medali emas), I Kadek Gangga Cahya Ady Negara Kelas 74 kg Putra dan Ni Putu Ratih Weda Sari Kelas 63 kg Putri (medali perak), I Komang Budiasa Kelas 83 kg Putra (medali perunggu).
Hari ketiga, Senin, 8 September 2025, Ketut Iwan Wardana Kelas 93 kg Putra dan Putu Shinta Pramudya Wardani Kelas 69 kg Putri, keduanya medali emas. Pertandingan angkat berat dilaksanakan di Wantilan Puspem Badung.[T]
Reporter/Penulis: Kardian Narayana
Editor: Jaswanto



























