6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Saraswati Puja: Saatnya Mengakses Satyam Shivam Sundaram Dalam Diri

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
September 6, 2025
in Esai
Saraswati Puja: Saatnya Mengakses Satyam Shivam Sundaram Dalam Diri

SUNGGUH membahagiakan, saya dapat hadir dalam acara Ruang Bicara Penulis Hindu bertajuk “Samudra Sastra Nusantara” yang diselenggarakan oleh Yayasan Jnana Saraswati bekerja sama dengan Dharma Literary Festival (DLF), di Gedung PHDI Provinsi Bali, Jalan Ratna No. 71 Denpasar, Jumat, 5 September 2025. Kegiatan ini terasa istimewa karena dilaksanakan menjelang Hari Suci Saraswati yang jatuh pada Sabtu, 6 September 2025. Sebuah momentum yang tepat untuk merawat dan menghidupkan literasi Dharma sebagai dasar spiritualitas Nusantara.

Yang membuat saya surprise adalah kesempatan untuk kembali bertemu dengan Ida Acharya Wedananda (Prof. Made Titib, Ph.D.), seorang guru, cendekiawan, sekaligus teladan intelektual Hindu di Indonesia, sekaligus dosen saya tahun 1996 di Sekolah Tinggi Manajemen. Acara yang dipandu oleh Ketua DLF 2025, Dr. N.K. Surpi Arya Dharma, menghadirkan sejumlah penulis antara lain, Dr. I Gede Suwantana, Dr. Ayu Veronika Somawati, Jero Jemiwi, dr. I Gusti Ngurah Putra Eka Santosa, M.Fis., AIFO-K (dekan Fakultas Kedokteran Universitas Maha Saraswati), Ir. Nyoman Merta, M.I.Kom dari majalah Craddha,  Guru Dharma dan beberapa penulis lain.

Ida Acharya Wedananda mengungkapkan bahwa selama ini terjadi kesalahpahaman dalam mengartikan pasukan yang mendukung Rama dalam menyerang Alengka. Berdasarkan sumber otentik dan pengalaman beliau sebagai anggota TNI, mereka sesungguhnya bukanlah pasukan kera, namun seperti tentara yang dalam penyamaran memakai topeng kera sebagai kamuflase. Sedangkan Dr. Surpi Arya Dharma menjelaskan kekeliruan Max Muller menterjemahkan upacara penghormatan sapi sebagai upacara pengorbanan sapi. Penghormatan dan pengorbanan adalah dua kata yang berbeda.  

Berdasarkan pengalaman saya selama 20 tahun lebih belajar di Anand Ashram di bawah bimbingan langsung dari Guruji Anand Krishna, dan masih berlanjut sampai saat ini, walaupun beliau telah tiada secara fisik, saya sepakat dengan kedua pendapat di atas. Bagaimana mungkin Sanatana Dharma yang mengagungkan Sapi sebagai sosok Ibu Illahi, justru mengorbankan sapi? Soal adanya tradisi yang masih melakukan penyembelihan terhadap sapi, hal itu tidak perlu diperdebatkan karena menyangkut pemahaman sesusi dengan tingkat kesadaran masyarakat setempat.

Saya jadi teringat pengalaman saat mengikuti sebuah training di Sagamihara Jepang tahu 1994 saat masih aktif dalam tugas profesional di sebuah BUMN. Saat memperkenalkan diri sebagai seorang Hindu dari Bali, salah seorang dari staf perusahaan Tamura Telecomunication terkaget-kaget, ketika saya menyantap steak sapi yang dihidangkan. “Sebagai penganut Hindu kamu menyantap daging sapi?” Saya Cuma menjawab sesuai realita. “Tradisi kami di Bali ini sudah biasa.” Jawabannya tentu akan berbeda kalau dia menanyakan pada tahun 2003, setelah saya mengambil pensiun dini, karena telah menjalani Upavasa Vegetarian sampai saat ini. Mungkin saya akan menjawab: “Tipat cantok dan Begul (Beguling) bisa berdampingan secara harmonis di Bali.” Contonya di jalan Sutomo Denpasar, dagang Be Guling bisa bersebelahan dengan dagang Tipat Cantok ataupum Tahu Gerenceng.

Pertemuan menjelang Hari Saraswati ini mengingatkan saya pada artikel Guruji Anand Krishna berjudul “Saraswati Puja dan Cendekiawan” yang terbit dalam Warta Hindu Dharma edisi 343 tahun 1995, dan kemudian dibukukan secara utuh dalam salah satu bab dari karya beliau Intisari Ajaran Terkuno Umat Manusia: Memahami Kembali Ajaran Vedanta tahun 2024 lalu. Dalam tulisan tersebut, Guruji menjelaskan bahwa Saraswati adalah lambang tingkat kesempurnaan hidup yang meliputi tiga nilai utama: Satyam (kebenaran), Shivam (kemuliaan), dan Sundaram (keindahan).

Saraswati: Harmoni Sains dan Seni

Saraswati bukan sekadar dewi ilmu pengetahuan, melainkan representasi keselarasan antara sains dan seni, otak kiri dan otak kanan. Tanpa sentuhan seni, seorang cendekiawan berisiko menjadi kering, dingin, bahkan menyerupai robot dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Sebaliknya, seorang seniman tanpa ketajaman berpikir hanya akan melahirkan sentimentalitas yang rapuh. Maka, Saraswati adalah jembatan yang menyatukan logika dan rasa, analisis dan imajinasi, struktur dan keindahan.

Refleksi: Mengakses Saraswati dalam Diri

Perayaan Saraswati Puja bukan sekadar ritual, menyalakan dupa, dan menyajikan banten  atau sesajen pada lontar atau buku. Lebih dari itu, ia adalah undangan untuk masuk ke ruang batin, mengakses Saraswati yang sesungguhnya—yakni kemampuan untuk hidup dengan kebenaran, kemuliaan, dan keindahan.

1. Satyam (सत्यं) → Kebenaran

  • Satyam adalah keselarasan dengan kenyataan tertinggi (ultimate reality), kebenaran yang tidak berubah meskipun waktu, tempat, atau kondisi berbeda.
  • Dalam konteks hidup, satyam berarti kejujuran, otentisitas, dan keberanian menghadapi realitas apa adanya.
  • Ketika seseorang tetap berkata benar meski harus menghadapi risiko, ia sedang menegakkan satyam.

2. Shivam (शिवं) → Kemuliaan

  • Shivam adalah kualitas kemuliaan hati, welas asih, kasih sayang, keadilan, dan kebaikan yang menyejukkan.
  • Kalau satyam lebih rasional (berbasis pada kebenaran obyektif), shivam lebih etis bagaimana kebenaran itu diwujudkan dalam tindakan yang penuh kasih.
  • Seorang hakim bisa tahu kebenaran fakta hukum (satyam), tetapi bagaimana ia memutus dengan bijaksana, penuh keadilan, itulah shivam.

3. Sundaram (सुन्दरम्) → Keindahan, Harmoni, Estetika

  • Sundaram adalah keindahan yang lahir dari keselarasan batin dan keseimbangan hidup.
  • Bukan hanya keindahan visual atau estetika seni, melainkan juga keindahan jiwa, tutur kata, tindakan, bahkan relasi antar-manusia dan dengan alam.
  • Musik, tarian, dan jenis seni lainnya adalah wujud keindahan saraswati.

“Wihout musics, life would be a mistake,” kata Friedrich Nietzsche. Begitu juga Albert Einstein, biola dan sains merupakan satu kesatuan utuh, sehingga mampu melahirkan teori relativitas yang mengguncang dunia, merorobohkan bangunan teori Newton yang berlangsung berabad-abad.

Dalam kehidupan modern yang serba cepat, kita kerap terjebak di level kesadaran rendah: takut kehilangan, marah terhadap perbedaan, atau bangga secara semu dengan pencapaian material. Saraswati Puja mengingatkan bahwa jalan kembali selalu ada: keberanian untuk jujur pada diri sendiri (Satyam), keluhuran sikap dalam menghadapi sesama (Shivam), dan keindahan jiwa yang menumbuhkan harmoni (Sundaram).

Guruji Anand Krishna sering menegaskan, “Layanilah Tuhan dengan melayani kemanusiaan dan masyarakat.” Pelayanan itu akan bermakna bila dilakukan dengan jiwa Saraswati—akal yang jernih, hati yang lembut, dan jiwa yang indah.

Maka, ketika kita merayakan Saraswati Puja, sejatinya kita merayakan peluang untuk naik setingkat lebih tinggi dalam tangga kesadaran Hawkins. Dari kegelapan menuju terang, dari kebingungan menuju kejernihan, dari kebencian menuju cinta, dari kehampaan menuju keindahan.

Semoga setiap doa, setiap lontar dan buku yang kita haturkan sesajen, bukan hanya menjadi simbol, tetapi juga menjadi pengingat bahwa Saraswati bukanlah entitas di luar diri, melainkan potensi dalam diri yang siap mekar. Saat kita mampu menghidupi Satyam Shivam Sundaram, saat itu pula kita telah memasuki ruang kesadaran yang lebih luhur—kesadaran Saraswati itu sendiri.

Semoga kemuliaan Dewi Saraswati mewarnai setiap langkah kita semua. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

Tags: Hari Raya SaraswatiHari Saraswati
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Rezeki di Hari Raya Saraswati

Next Post

“Aneka Warna Gaya di Kota Pelangi”, Pameran Maha Rupa Batukaru, Diharap Jadi  Momentum Titik Balik Perkembangan Seni Rupa di Tabanan

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
“Aneka Warna Gaya di Kota Pelangi”, Pameran Maha Rupa Batukaru, Diharap Jadi  Momentum Titik Balik Perkembangan Seni Rupa di Tabanan

"Aneka Warna Gaya di Kota Pelangi", Pameran Maha Rupa Batukaru, Diharap Jadi  Momentum Titik Balik Perkembangan Seni Rupa di Tabanan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co