SORAK sorai memenuhi Ruang Taksu, Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar, pada Jumat, 25 Juli 2025. Sedari pukul 10.00 Wita, ruang megah itu disesaki ratusan pendukung dari sembilan kabupaten/kota di Bali. Di atas panggung, 10 besar pasang finalis tampil penuh percaya diri dan totalitas, mempersembahkan yang terbaik bukan hanya untuk meraih gelar, tapi juga membawa misi: menjadi teladan generasi muda Bali yang sehat, cerdas, dan ceria.
Kala itu tengah berlangsung Grand Final Pemilihan Duta Generasi Berencana (GenRe) Provinsi Bali Tahun 2025, menjadi puncak acara dari seluruh rangkaian panjang kegiatan yang telah berlangsung sejak akhir Mei itu. Perhelatan tahun ini bertemakan, “Kalyana Renjana Aksata”, yang bermakna menyalakan semangat kebaikan dan dedikasi yang berkelanjutan bagi semua orang. Dari tema tersebut, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan semata, tetapi juga ruang pembinaan karakter, dengan menjadikan filosofi asah, asih, asuh sebagai acuan utama di setiap tantangan yang dilalui para peserta.
Pemilihan Duta GenRe (Pildugen) Provinsi Bali 2025 menjadi perhelatan dengan jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah penyelenggaraannya. Sebanyak 54 peserta, terdiri dari 27 pasang, mewakili sembilan kabupaten/kota di Bali. Masing-masing daerah mengirimkan tiga pasang duta unggulan yang sebelumnya telah melalui seleksi di tingkat kabupaten/kota.

Opening dance 10 besar pasang finalis Pildugen Bali 2025│Foto: Dok. GenRe Bali
Rangkaian Pildugen Bali 2025 dimulai dengan pembukaan pendaftaran pada 26 Mei hingga 4 Juni, lalu dilanjutkan seleksi tahap pertama pada 7 Juni. Tantangan media sosial selama tiga hari (9–11 Juni) ─ menjadi pemanasan awal, menilai kreativitas dan pengaruh peserta di media sosial. Setelah itu, 10 besar pasang finalis diumumkan pada 14 Juni, menandai dimulainya proses seleksi yang semakin ketat.
Para finalis menjalani serangkaian kegiatan yang mengasah wawasan, kepemimpinan, dan kepedulian sosial. Dimulai dari GenRe Inklusi (25 Juni), sesi photoshoot (29 Juni), pelatihan dalam GenRe Empowerment (30 Juni), hingga pembekalan materi intensif pada 26–27 Juni dan 1 Juli. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang sedemikian rupa untuk memperkuat karakter serta pemahaman peserta terhadap isu remaja, kesehatan reproduksi, dan perencanaan masa depan.
Tak habis sampai di situ, tantangan berlanjut dengan sesi live Instagram (3–6 Juli), unjuk bakat dalam GenRe Got Talent (11 Juli), diskusi mendalam di Focus Group Discussion (13 Juli), hingga penguatan konten digital dalam GenRe in Medsos (17–19 Juli). Karantina finalis berlangsung pada 22–24 Juli ─ menjadi masa refleksi dan persiapan menjelang hari Grand Final.

Foto bersama setelah pemberian penghargaan kepada juara II Duta GenRe Bali 2025│Foto: Dok. GenRe Bali
Di balik suksesnya acara ini, ada kerja keras yang senyap namun nyata dari seluruh panitia, dipimpin oleh Dwi Januardana, yang akrab disapa Dwik. Ia terpilih sebagai Ketua Panitia pada Desember tahun lalu lewat mekanisme voting, Dwik mengaku merasa sangat tertantang. Saat itu, ia juga menjabat sebagai Ketua Forum GenRe Kabupaten Gianyar dan tengah fokus menyelenggarakan Pildugen tingkat kabupaten. Baru pada April 2025, setelah tuntas mengawal ajang kabupaten, ia mulai menyusun strategi penuh untuk Pildugen Bali.
Dwi Januardana mengatakan, salah satu tantangan terbesar tahun ini adalah soal efisiensi anggaran. Pemangkasan dari Kemendukbangga/BKKBN Bali menyebabkan sejumlah elemen-elemen penting kegiatan tidak teranggarkan, termasuk dana sewa gedung. Namun keterbatasan itu justru memantik semangat gotong royong. “Kami berinisiatif mengadakan bazar makanan sebagai salah satu cara mencari dana tambahan,” ujar Dwik, singkat.
Bukan hanya soal logistik, panitia juga melakukan inovasi dengan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. “Kami ingin meringankan beban peserta, sekaligus menjadikan Pildugen Bali 2025 sebagai momentum kolaborasi lintas sektor,” tambahnya.
Sebagai bentuk penghargaan, para pemenang juga mendapat dukungan dari sponsor. Salah satunya adalah Padma Ganesh yang memberikan beasiswa dana pendidikan kepada para pemenang. “Saya tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada seluruh sponsor dan Forum GenRe kabupaten/kota yang telah memberikan dukungan luar biasa,” ucapnya.

Pemilihan Duta GenRe Provinsi Bali 2025│Foto: Dok. GenRe Bali
Kembali ke hari grand final, di akhir kegiatan, dewan juri dan panitia menobatkan I Ketut Dave Narada Putra dari Forum GenRe Badung (PIK-R SMAN 2 Kuta Selatan) dan Made Melda Yogiani dari Forum GenRe Buleleng (PIK-M Pelana Undiksha) sebagai Juara I Duta GenRe Provinsi Bali 2025.
Sementara itu, Juara II berhasil diraih oleh Putu Bayu Yudha Oka Pratama (Forum GenRe Gianyar, PIK-R SMAN 2 Sukawati) dan Dhea Prasasti (Forum GenRe Gianyar, PIK-R Sila Shanti Yowana). Kemudian untuk Juara III diraih oleh Kadek Adi Anugerah Wijaya dan Ida Ayu Made Kirana Anjani dari Forum GenRe Klungkung (PIK-R Dharma Yowana).
Selain itu, terdapat pula gelar Juara Harapan I yang ditepatkan kepada Gian Eko Apui (Forum GenRe Jembrana, PIK-R Abhyasa – SMAN 1 Negara) dan Ni Komang Pande Oktivia Suryani (Forum GenRe Badung, PIK-R SMAN 1 Abiansemal). Sedangkan Juara Harapan II diraih oleh I Putu Jorgi Pratama (Forum GenRe Klungkung, PIK-R Nusa Husada) dan Ni Made Sherly Presyilia Erlyn (Forum GenRe Tabanan, SMAN 2 Tabanan).
Penghargaan khusus pun diberikan kepada beberapa peserta yang menonjol. Gelar Duta Berbakat diraih oleh Kadek Adi Anugerah Wijaya dan Ni Made Santi Ditariani (Forum GenRe Klungkung). Sementara itu, Made Wiranata Adnyana (Forum GenRe Badung) dan Ni Wayan Nadia Ramania Darma Putri (Forum GenRe Denpasar) terpilih sebagai Duta Intelegensia. Adapun Duta Favorit berdasarkan hasil voting diraih oleh I Putu Jorgi Pratama (Forum GenRe Klungkung) dan Desak Putu Cintya Ayu Dare (Forum GenRe Badung).

Foto bersama setelah pemberian penghargaan kepada juara I Duta GenRe Bali 2025│Foto: Dok. GenRe Bali
“Harapan kami dari kepanitiaan dan Forum GenRe Provinsi Bali, duta yang terpilih mampu menjalankan tugas dengan dedikasi dan kontribusi nyata,” ujar Dwik. Ia menambahkan bahwa partisipasi remaja sangat dibutuhkan saat ini, terutama sebagai perpanjangan tangan Forum GenRe di tingkat sekolah maupun masyarakat, melalui PIK-R dan PIK-M.
“Kami berharap mereka bisa menjadi teladan, serta membina remaja Bali untuk merencanakan masa depan yang lebih baik serta menjauhkan diri dari Triad KRR: pernikahan dini, seks bebas, dan penyalahgunaan napza,” tegasnya.
Lebih dari sekadar ajang pemilihan, Pildugen Bali 2025 adalah ruang tumbuh. Ia mempertemukan anak muda dari berbagai penjuru Bali, membekali mereka dengan nilai dan pengalaman, lalu memercikkan semangat agar terus menyala ─ menjadi suluh perubahan, di masa kini hingga nanti. [T]
Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole
- BACA JUGA:











![Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam](https://tatkala.co/wp-content/uploads/2025/01/chusmeru.-cover-cerita-misteri-75x75.jpg)















