6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tulus dan Pesona Lirik Puitis: Menelusuri Jiwa Remaja dalam “Tujuh Belas”

Putu Gangga Pradipta by Putu Gangga Pradipta
March 31, 2025
in Ulas Musik
Tulus dan Pesona Lirik Puitis: Menelusuri Jiwa Remaja dalam “Tujuh Belas”

Tulus

MUSIK memiliki kekuatan magis untuk membangkitkan kenangan dan menyentuh kalbu, terlebih lagi ketika liriknya menyimpan makna yang mendalam. Tulus, penyanyi sekaligus penulis lagu yang dikenal dengan kepekaan bahasa dan puitisitasnya, telah berkali-kali membuktikan kemampuannya menciptakan karya yang tak hanya enak didengar, tetapi juga mengandung nilai estetika sastra yang tinggi.

Salah satu karya yang menonjol adalah “Tujuh Belas” dari album Manusia (2022), sebuah lagu yang tidak hanya menggambarkan nostalgia masa remaja, tetapi juga menyajikan rangkaian diksi dan majas yang memperkuat pesan jiwa remaja.

Menyelami Esensi Lirik “Tujuh Belas”

Pada intinya, “Tujuh Belas” adalah ode untuk masa remaja yang penuh gejolak, kebebasan, dan pencarian jati diri. Lagu ini mengajak pendengar untuk kembali sejenak menengok masa sekolah, mengingat hari-hari ketika segala sesuatu terasa lebih intens—baik dalam kebahagiaan maupun tantangan.

Bait pembuka, “Masihkah kau mengingat di saat kita masih 17?”, tidak hanya berfungsi sebagai ajakan untuk bernostalgia, tetapi juga membuka ruang bagi pendengar untuk meresapi setiap momen yang pernah mereka alami pada usia tersebut.

Melalui liriknya, Tulus dengan cermat menangkap dinamika emosi yang mewarnai fase transisi antara remaja dan dewasa. Pada saat itu, setiap peristiwa kecil—mulai dari tanggal merah yang membawa keistimewaan hingga tantangan mata pelajaran yang rumit—memiliki nilai emosional yang luar biasa.

Pendekatan ini sejalan dengan temuan dalam studi tentang memori emosional yang menunjukkan bahwa kenangan masa remaja memainkan peran penting dalam pembentukan identitas seseorang. (Referen Jurnal UHAMKA).

Diksi yang Memikat dan Gaya Bahasa yang Puitis

Salah satu kekuatan utama “Tujuh Belas” terletak pada pilihan diksi Tulus yang sangat terencana. Setiap kata dipilih dengan seksama untuk menggambarkan suasana hati dan suasana jiwa remaja yang penuh semangat dan kerapuhan. Ungkapan seperti “putaran bumi dan waktu yang terus berjalan menempa kita” tidak sekadar menggambarkan perjalanan waktu, melainkan juga menyiratkan bahwa setiap momen, sekecil apapun, memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kepribadian.

Gaya bahasa yang dipergunakan Tulus memiliki keunikan tersendiri. Ia menggabungkan bahasa sehari-hari dengan elemen sastra, sehingga liriknya terasa ringan namun penuh kedalaman. Penggunaan metafora, perumpamaan, dan majas secara halus membuat pendengar tidak hanya mendengar, tetapi juga “merasakan” pesan yang ingin disampaikan. Contohnya, pernyataan “Kita masih sebebas itu, rasa takut yang tak pernah mengganggu” menggambarkan semangat kebebasan dan keberanian yang mengatasi segala keraguan, sebuah refleksi dari jiwa remaja yang idealis dan penuh impian.

Para kritikus musik menilai bahwa kemampuan Tulus dalam menyusun diksi bukan hanya soal pemilihan kata, tetapi juga cara mengemasnya agar selaras dengan irama dan melodi. Seperti yang diulas oleh sejumlah pengamat di Kompas, kepekaan Tulus terhadap bahasa dan ritme liriknya memberikan warna tersendiri dalam industri musik Indonesia, yang kerap kali mengedepankan produksi bombastis namun kurang dalam hal isi dan keindahan bahasa.

Majas dan Keindahan Imaji dalam Lirik

Lagu “Tujuh Belas” kaya akan penggunaan majas yang menambah lapisan makna pada setiap baitnya. Majas hiperbola, misalnya, digunakan untuk menggambarkan intensitas perasaan masa remaja—di mana setiap pengalaman dipersepsikan seolah-olah memiliki bobot yang lebih besar daripada kenyataan. Ungkapan seperti “kenangan yang abadi di dalam relung hati” merupakan bentuk hiperbola yang menguatkan pesan bahwa memori masa muda adalah sumber kekuatan yang tak tergantikan, meskipun waktu terus berlalu.

Selain itu, penggunaan majas metafora sangat kental dalam lagu ini. Bandingkan, misalnya, antara perjalanan hidup dengan “putaran bumi” yang tiada henti. Imaji ini bukan hanya menyiratkan siklus waktu, tetapi juga mengajak pendengar untuk merenung bahwa setiap liku dan tantangan dalam hidup merupakan bagian dari proses pembentukan diri. Konsep ini selaras dengan pandangan para ahli komunikasi yang menekankan bahwa metafora dalam seni dapat memperdalam pemahaman terhadap realitas kehidupan (Siregar, 2021, dalam Jurnal Komunikasi Nusantara).

Gaya bahasa yang puitis ini juga menunjukkan bahwa bahasa Indonesia memiliki potensi artistik yang luar biasa. Tulus membuktikan bahwa lirik lagu tidak harus dibuat sederhana atau klise agar bisa diterima publik. Justru, dengan memilih kata-kata yang jarang dipakai dalam percakapan sehari-hari, ia membuka ruang bagi kekayaan bahasa dan menumbuhkan apresiasi terhadap sastra dalam musik populer.

Pesan Filosofis dan Nilai Budaya yang Terpancar

Di balik keindahan diksi dan penggunaan majas, “Tujuh Belas” menyimpan pesan-pesan filosofis yang mendalam. Lagu ini bukan sekadar bernada nostalgia, melainkan juga merupakan refleksi atas perjalanan hidup dan pencarian jati diri. Baris “seberapa pun dewasa mengujimu, takkan lebih dari yang engkau bisa” mengandung pesan optimisme yang kuat—sebuah pengingat bahwa setiap tantangan merupakan peluang untuk tumbuh dan belajar.

Nilai budaya juga hadir dalam setiap lirik lagu ini. Latar belakang budaya Minangkabau yang dimiliki Tulus tercermin dalam kepekaannya terhadap keindahan bahasa Melayu, yang tercermin dari pilihan kata yang elegan dan penggunaan majas yang khas. Identitas budaya ini tidak hanya memberikan warna tersendiri pada lagu, tetapi juga menghubungkan pendengar dengan akar budaya yang kaya, menjadikan setiap bait lirik sebagai warisan kearifan lokal yang relevan dalam konteks modern. Hal ini sejalan dengan beberapa studi yang menunjukkan pentingnya nilai budaya dalam pembentukan identitas remaja (Hidayat, 2020, dalam Jurnal Psikologi Musik).

Integrasi Musik dan Lirik: Simfoni Emosi yang Harmonis

Kekuatan “Tujuh Belas” tidak hanya terletak pada liriknya yang mendalam, melainkan juga pada sinergi antara kata-kata dan aransemen musik. Musik yang lembut, melodius, dan penuh kehangatan berfungsi sebagai wadah yang menyampaikan pesan lirik dengan lebih intens. Irama yang mengalun seiring dengan bait-bait lirik menciptakan suasana yang hampir seperti simfoni emosi, di mana pendengar dapat merasakan setiap nuansa yang diungkapkan oleh Tulus.

Pendekatan ini membuat lagu “Tujuh Belas” menjadi lebih dari sekadar rangkaian nada dan kata; ia menjadi sebuah pengalaman mendalam yang mengajak pendengar untuk merenungkan perjalanan hidup mereka. Sebagaimana diungkapkan dalam penelitian mengenai pengaruh musik terhadap perkembangan emosional remaja, simbiosis antara musik dan lirik mampu memberikan dampak positif dalam membentuk identitas dan kekuatan batin seseorang (Hidayat, 2020, dalam Jurnal Psikologi Musik).

Refleksi: Kenangan sebagai Sumber Inspirasi dan Perjalanan Hidup

Pada akhirnya, “Tujuh Belas” merupakan karya yang menyuarakan betapa pentingnya menghargai setiap momen dalam hidup, terutama masa remaja yang penuh dengan impian dan tantangan. Lagu ini mengajarkan bahwa kenangan, betapapun sederhana, dapat menjadi sumber inspirasi dan kekuatan untuk menghadapi segala ujian di masa depan. Pesan ini sangat relevan di era modern, di mana arus kehidupan yang serba cepat seringkali membuat kita lupa untuk sesekali berhenti dan mengenang kembali perjalanan hidup yang telah dilalui.

Tulus, melalui lirik puitis dan gaya bahasa yang penuh majas, tidak hanya menghadirkan sebuah karya musik, tetapi juga menyuguhkan sebuah pelajaran tentang pentingnya kejujuran dalam berkarya serta penghargaan terhadap nilai-nilai budaya dan keindahan bahasa. Karya-karyanya, khususnya “Tujuh Belas,” telah mengukirkan kesan mendalam bagi pendengarnya, menjadikannya sebagai simbol perjalanan hidup yang penuh warna dan makna. [T]

Penulis: Putu Gangga Pradipta
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Pembacaan Heuristik dan Hermeneutik Lagu “Guru Oemar Bakrie” Karya Iwan Fals
Pementasan Musik “Gala Resonant”: Perpaduan Tradisi dan Modernitas dalam Narasi Filosofis
Tembang Puitik Ananda Sukarlan: Penerjemahan Intersemiotik
Berimajinasi Bersama Repertoar “Canson” Karya Noé Clerc Trio dari Prancis
Tags: musikmusik pop indonesiaresensi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Idulfitri ala Mahasiswa Rantau di Singaraja: Bertamu, Menelepon Ibu, dan Menangis Usai Sholat Ied

Next Post

Mudik Tanpa Tiket: Pulang dalam Ingatan, Bukan dalam Langkah

Putu Gangga Pradipta

Putu Gangga Pradipta

Lahir di Surabaya, kini sedang menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Singaraja.

Related Posts

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
0
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

Read moreDetails

The Cascades, Ketika Hujan tak Lagi Romantis

by Nyoman Sukaya Sukawati
March 1, 2026
0
The Cascades, Ketika Hujan tak Lagi Romantis

“Rhythm of the Rain” yang dinyanyikan oleh The Cascades tetaplah lagu yang sama seperti ketika pertama kali kita memutarnya puluhan...

Read moreDetails

‘Lalu Biru’; Menggali Keterlambatan Manusia dalam Menyadari Nilai Kehidupan

by Radha Dwi Pradnyani
February 23, 2026
0
‘Lalu Biru’; Menggali Keterlambatan Manusia dalam Menyadari Nilai Kehidupan

“Kenapa baru memberikan bunga ketika orang itu sudah membiru…?” Kalimat ini dilontarkan oleh pacar saya setelah dirinya melewati hari yang...

Read moreDetails

Movin’ On dan Pelajaran tentang Keindahan

by Nyoman Sukaya Sukawati
February 18, 2026
0
Movin’ On dan Pelajaran tentang Keindahan

"Yang paling dalam tidak pernah berisik, ia tahu kapan harus berbunyi, dan kapan memberi jeda" * SAYA pertama kali memegang...

Read moreDetails

Desperado:  Tentang Kesendirian dan Keberanian Mencintai

by Ahmad Sihabudin
February 16, 2026
0
Desperado:  Tentang Kesendirian dan Keberanian Mencintai

DALAM hidup setiap manusia adalah seorang desperado. Pengembara  yang menempuh jalan panjang antara keinginan untuk bebas dan kebutuhan untuk dicintai....

Read moreDetails

‘Chet Baker’: Keindahan yang Diekstraksi dari Rasa Sakit

by Nyoman Sukaya Sukawati
February 13, 2026
0
‘Chet Baker’: Keindahan yang Diekstraksi dari Rasa Sakit

“Look for the Silver Lining” lahir dari kegelapan, merayap seperti bisikan yang mengubah cara kita mendengar kesedihan. Chet Baker tidak...

Read moreDetails

‘All I Am’: Balada yang Lahir dari Kursi Roda

by Nyoman Sukaya Sukawati
February 8, 2026
0
‘All I Am’: Balada yang Lahir dari Kursi Roda

Bayangkan sebuah suara yang lahir dari tubuh yang tak lagi bisa bergerak, namun justru bergerak paling jauh, menembus dinding waktu,...

Read moreDetails

‘Another Day’: Balada Puitis Dream Theater

by Nyoman Sukaya Sukawati
February 5, 2026
0
‘Another Day’: Balada Puitis Dream Theater

Ada lagu yang tidak untuk mengguncang, melainkan berbicara tenang menemani kita. 'Another Day' adalah bisikan pelan di tengah hiruk-pikuk album Images...

Read moreDetails

‘Leaving on a Jet Plane’: Bisikan Nostalgia dan Takdir

by Nyoman Sukaya Sukawati
January 31, 2026
0
‘Leaving on a Jet Plane’: Bisikan Nostalgia dan Takdir

"Leaving on a Jet Plane” karya John Denver bukan sekadar lagu tentang bandara dan koper yang ditutup rapat. Ia adalah...

Read moreDetails

Mark Knopfler: Denting Gitar yang Melampaui Kata-kata

by Nyoman Sukaya Sukawati
January 29, 2026
0
Mark Knopfler: Denting Gitar yang Melampaui Kata-kata

Dunia jarang benar-benar sunyi. Ia dipenuhi suara, tuntutan, berita buruk, dan kegelisahan yang tak kunjung reda. Namun, di sela kebisingan...

Read moreDetails
Next Post
Mudik Tanpa Tiket: Pulang dalam Ingatan, Bukan dalam Langkah

Mudik Tanpa Tiket: Pulang dalam Ingatan, Bukan dalam Langkah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co