6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Perayaan Imlek di Klenteng Ling Gwan Kiong: Kelincahan Barongsai, Sukacita Warga Singaraja

Yudi Setiawan by Yudi Setiawan
February 10, 2024
in Khas
Perayaan Imlek di Klenteng Ling Gwan Kiong: Kelincahan Barongsai, Sukacita Warga Singaraja

Barongsai | Foto: Bayu

SEJAK pukul lima sore, Jumat, 9 Februari 2024, orang-orang mulai berkumpul di sekitaran Klenteng Ling Gwan Kiong, di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng, Singaraja, Bali. Mereka tampak sibuk mencari tempat yang senyaman mungkin pada sore hari itu.

Ada yang duduk, ada yang berdiri. Ada yang berdesak-desakan, ada pula yang sudah berada di atap gedung Museum Sunda Kecil. Itu semua mereka lakukan untuk satu tujuan: menonton atraksi barongsai.

Di saat yang sama, di dalam Klenteng, warga keturunan Tionghoa, terutama yang mukim di Singaraja, mulai berdatangan dan silih berganti untuk melakukan persembahyangan pada perayaan Tahun Baru Imlek yang ke 2575. Busana merah mendominasi, lampion-lampion berwarna merah terpajang apik, hiasan bunga, kertas merah bertuliskan sajak, dan keriangan anak-anak, menjadikan Klenteng Ling Gwan Kiong bersolek malam itu.

Selain ada yang bersembahyang, ada juga ibu-ibu yang tampak sibuk menyiapkan kudapan untuk dihidangkan kepada umat yang datang. Ada yang sibuk merapikan makanan, ada yang sibuk menggoreng tahu, dan bapak-bapak mulai bertegur sapa.

Di sisi depan—masih di dalam Klenteng, lamat-lamat suara gamelan Bali mulai terdengar. Suaranya mendayu-dayu. Suaranya mengiringi setiap langkah orang yang hendak melakukan persembahyangan.

Meskipun berbeda budaya, masyarakat Bali—khususnya Singaraja— menyambut Tahun Baru Imlek dengan rasa keharmonisan yang dijunjung tinggi. Hal itu terbukti dengan adanya keterlibatan Sekaa Gong Taman Sari, Kelurahan Kampung Baru, Singaraja, selalu turut memeriahkan perayaan Tahun Baru Imlek pada setiap tahunnya. Apalagi, di Bali, Tahun Baru Imlek juga disebut sebagai Galungan Cina—dimiripkan dengan Hari Galungan yang dirayakan umat Hindu.

Nah, siap-siap. Malam tiba. Tambur, Lin dan Jik sudah dibunyikan. Barongsai mulai beratraksi lapangan agak luas di areal pelabuhan. Masyarakat pun mulai bersorak sorai. Kemeriahan atraksi barongsai, seakan membius penonton untuk tetap tidak mengedipkan mata meski sedetik saja. Ya, perayaan itu, benar-benar sangat memanjakan mata.

Tari Naga Liong | Foto: Bayu

Salah satu penonton yang hadir adalah Hilda Aulia. Wanita muda dengan hijab bergaya kekinian itu, benar-benar terpukau dalam kemerihan perayaan malam Tahun Baru Imlek pada malam hari itu.

“Bagus banget,” ucapnya, dengan wajah sumringah dan sorot matanya masih tetap terpaku dengan atraksi barongsai.

Ia mengaku baru pertama kali menyaksikan pertunjukan barongsai, terkhusus mengikuti perayaan Tahun Baru Imlek.

“Ini kali pertamaku menonton barongsai secara langsung, dan ini pengalaman pertamaku juga mengikuti perayaan Imlek,” katanya kepada tatkala.co, Jum’at malam itu.

Pada perayaan Tahun Baru Imlek tahun 2024 ini, Klenteng Ling Gwan Kiong, selain menampilkan atraksi barongsai, juga menampilkan atraksi tari Naga Liong. Kedua tarian tersebut menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, merupakan suatu cara yang dapat mengusir roh jahat dan membawa keberuntungan dan kesuksesan.

Meskipun perayaan malam Tahun Baru Imlek di Singaraja tak semeriah seperti di kota-kota besar lainnya, seperti Jakarta, Medan dan Singkawang, namun, hal itu tidak menyurutkan niat para pelaku tari barongsai dan Liong untuk tetap semangat dalam menyambut malam Tahun Baru Imlek tahun ini.

Salah satu penari yang berhasil tatkala.co temui adalah Made Suardana. Pemuda Bali keturunan etnis Tionghoa ini mengaku bahwa untuk mempersiapkan diri menarikan barongsai, ia berlatih bersama rekan-rekannya selama satu bulan.

“Kami latihannya satu minggu, tiga kali selama satu bulan,” jelasnya.

Sesaat setelah memberi jeda, ia menambahkan, “Kami setiap tahun selalu menampilkan barongsai. Dan, setiap tahun juga kami deg-degan,” ucapnya sembari tertawa.

Umat Tionghoa bersembahyang | Foto: Bayu

Suardana adalah salah satu penari barongsai dari sanggar seni Bahana Surya Dharma yang dibentuk di Klenteng Ling Gwan Kiong. Menurutnya, dalam menarikan barongsai dan liong, hal paling dasar yang dilatih adalah kekompakan. Sebab, dari kekompakanlah akan membuat barongsai menari dengan lincah dan indah.

“Yang pertama dilatih itu kekompakan. Agar barongsainya lincah, dan kemudian baru melatih kekuatan kaki dan tangan,” katanya.

Sebagai seorang penari barongsai, ia merasa bangga bisa menampilkan sebuah pertunjukan atraksi barongsai dengan ditonton oleh ratusan orang malam itu. Dan, apa yang dilakukan oleh Made Suardana dan warga etnis Tionghoa lainnya di Singaraja ini, mampu memberikan sebuah hiburan tersendiri untuk masyarakat Singaraja dan sekitarnya.

Made Winarsa Polos—dengan nama cina Po Hwe Min—selaku sekertaris di Tempat Ibadah Tridharma Klenteng Ling Gwan Kiong, mengatakan persiapan dalam perayaan Tahun Baru Imlek ke 2575 tidak ada perubahan yang signifikan. Maksudnya, masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Persiapan perayaan ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada bedanya,” terangnya.

Namun, ia kemudian menambahkan bahwa pihak Klenteng telah berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait mengenai perayaan Imlek tersebut, dengan maksud bahwa perayaan itu murni sebuah perayaan untuk etnis Tionghoa. Hal tersebut ia tekankan karena prosesi perayaan imlek ini berdekatan dengan akan dilangsungkannya Pemilu 2024.

“Kami sudah koordinasi dengan pihak terkait kalau perayaan ini tidak ada tujuan politik dan pemilu,” jelasnya.

Sebagai salah satu pengurus di Klenteng Ling Gwan Kiong, Winarsa mengaku bahwa umat Tionghoa yang datang untuk bersembahyang di Klenteng Ling Gwan Kiong untuk tahun ini mengalami peningkatan.

“Mungkin karena ini long weekend, ya, jadinya banyak umat yang pulang kampung ke Singaraja dan  datang untuk bersembahyang,” jelasnya.

Umat Tionghoa bersembahyang | Foto: Bayu

Prosesi perayaan Malam Tahun Baru Imlek kali ini menurutnya tidak ada acara khusus yang akan diselenggarakan. Namun, meskipun demikian, ia mengaku bahwa tidak akan mengurangi nilai esensi dari perayaan imlek tersebut.

“Acara khusus sih, tidak ada. Setelah bersembahyang, nanti dihibur dengan pertunjukan barongsai,” jelasnya.

Mengenai makanan yang telah disediakan untuk orang-orang yang hadir tersebut, Winarsa menjelaskan bahwa pihak Klenteng pada tiap tahunnya selalu mempersiapkan makanan gratis bagi siapa saja yang datang pada saat malam perayaan tersebut.

“Setiap tahunnya kami memang menyediakan makanan gratis untuk siapa saja. Karena kami yakin semuanya itu dari umat dan untuk umat,” jelasnya.

Malam itu, keharmonisan antar umat beragama tumbuh dalam kemeriahan perayaan Malam Tahun Baru Imlek di Klenteng Ling Gwan Kiong. Kebahagiaan terpancar dari raut wajah, baik yang datang untuk bermebahyang maupun masyarakat yang datang untuk menonton aksi pertunjukan barongsai.

Semua bahagia. Semua bersuka cita. Doa-doa baik dan harapan-harapan keluar dari mereka yang hadir dan merayakan Imlek pada malam hari itu.

Dan, untuk menutup prosesi perayaan Malam Tahun Baru Imlek malam itu, ada proses pelepasan balon sebagai simbol pergantian tahun dan disusul dengan adanya pesta kembang api tepat di jam 00.00 WITA.

Gong Xi Fa Cai…

Reporter: Yudi Setiawan
Penulis: Yudi Setiawan
Editor: Adnyana Ole

Di Bali, Imlek juga Disebut Galungan Cina
Ditunggu Karena Makna, Isi Angpao itu Bonus | Cerita Engkong Tentang Imlek
Galungan Ngelawang Barong Bangkung, Imlek Ngelawang Barongsai
Tags: balibulelengHari Raya ImlekImlekSingarajaTionghoa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Toleransi 2 Hari | Cerpen I Made Ariyana

Next Post

“Sandyakalaning” Demokrasi Indonesia

Yudi Setiawan

Yudi Setiawan

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

by Agung Sudarsa
March 2, 2026
0
Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

“Jiwa muda adalah jiwa penuh energi, penuh semangat. Maka, dengan sendirinya penuh gejolak pula. Ia bisa membangkang, bisa memberontak, bisa...

Read moreDetails

Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

by Putu Ayu Ariani
February 27, 2026
0
Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

DESA Singapadu, Kabupaten Gianyar, dikenal sebagai salah satu tempat kerajinan perak di Bali. Di tengah arus modernisasi dan persaingan produk...

Read moreDetails

‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

by Dede Putra Wiguna
February 23, 2026
0
‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

TIGA dasawarsa bukanlah perjalanan yang singkat. Bagi Pemuda Theravāda Indonesia (Patria), 30 tahun adalah rentang pengabdian, pembelajaran, dan konsistensi dalam...

Read moreDetails

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

by Jaswanto
February 22, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

“SAYA menangis saat survei sekolah setelah lolos seleksi P3K,” ujar Samsul Rizal bercerita kepada saya pada malam yang gerah di...

Read moreDetails

Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
February 22, 2026
0
Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

SABTU pagi itu datang dengan suara burung dan kokok ayam yang bersahutan. Di sela suasana yang masih lengang, telepon genggam...

Read moreDetails

Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

by Made Chandra
February 21, 2026
0
Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

CATATAN ini berawal dari ajakan Bli Vincent Chandra—seorang pemuda yang berapi-api ketika bercumbu dengan kebudayaan, untuk mengajakku untuk menyambangi Museum...

Read moreDetails

Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 19, 2026
0
Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

WIMBAKARA (Lomba) Opini Berbahasa Bali serangkaian Bulan Bahasa Bali mirip sebuah ujian sekripsi atau tesis. Peserta tidak hanya menyelesaikan sebuah...

Read moreDetails

Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

by Dede Putra Wiguna
February 18, 2026
0
Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

WAJAH-wajah kecil itu tampak amat serius pagi itu. Jas dokter kecil yang mereka kenakan terlihat rapi, lengkap dengan pin dan...

Read moreDetails

Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

by I Nyoman Darma Putra
February 15, 2026
0
Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet di Nyuhkuning, Ubud, Gianyar, Minggu, 15 Februari 2026, ditandai dengan peluncuran dan bedah empat buku...

Read moreDetails

Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

by Son Lomri
February 15, 2026
0
Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

MANG ADI memegang sebilah paku dengan gaya seperti layaknya memegang pena. Dengan ujung paku yang runcing itu, ia menggurat garis...

Read moreDetails
Next Post
Kekuatan Politik Baru Itu Bernama Majelis Desa Adat

“Sandyakalaning” Demokrasi Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co