6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pameran Seni Rupa Pertiwi Negeriku Toba Exihibition: Berkontribusi Membangun Toba

tatkala by tatkala
September 19, 2023
in Pameran
Pameran Seni Rupa Pertiwi Negeriku Toba Exihibition: Berkontribusi Membangun Toba

Tim Pameran Seni Rupa Pertiwi Negeriku Toba Exihibition | Foto: Ist

PADA TANGGAL 22 September sampai 25 Oktober 2023, kawasan Danau Toba akan semakian meriah dengan kehadiran seniman-seniman seni rupa yang akan menggelar pameran seni rupa dengan tema “Weaving The Colours of The Archipelago”.

Ada tujuh lokasi yang akan dijadikan sebagai tempat serangkaian pameran, yakni Kampus IT DEL Laguboti, Toba Caldera Resort (The Kaldera), Coffee Hotel Ayola Dolok Sanggul, Damar Toba Balige, Pizza Andaliman Balige, Piltik Coffee Silangit, dan Pondok Berata Dapdap Tarabunga.

Acara peresmian akan dimulai dari kampus IT DEL yang juga akan dihadiri oleh Menteri Luhut Panjaitan. Pada setiap venue lokasi pameran juga akan diselenggarakan sejumlah kegiatan termasuk jumpa seniman dan masyarakat, workshop seni rupa, serta acara lainnya.

Pameran ini adalah rangkaian kegiatan seni rupa di Toba yang digagas oleh kelompok seniwati yang tergabung dalam Pertiwi, bersama promotor handal Bernard Tampubolon yang ikut memainkan perannya dari jauh di Perth, Australia, kemudian disambut bersama para sahabat dan didukung oleh berbagai pihak. Semuanya tergerak atas dasar semangat yang sama: berkontribusi membangun Toba.

Program ini merupakan bagian dari proyek “Merajut Nusantara (Weaving The Colours of The Archipelago) Melalui Karya Seni”. Program tersebut berawal dari napak tilas atas perjalanan rupa yang telah dimulai Erland Sibuea dan Ni Ketut Ayu Sri Wardani (pelukis Bali yang diberi marga boru Girsang).

Kemudian disambut oleh Gusti Ketut Oka Armini, Ni Nyoman Sani dan Nick Djatnika serta ditemani kurator Wayan Seriyoga Parta. Mereka bersama-sama mengunjungi Danau Toba untuk dapat menangkap kosmos dan spirit alam serta kebudayaan Toba.

Program dimulai sejak bulan Maret 2023, di mana tim Pertiwi melakukan perjalanan, mengamati, merasakan, bersentuhan langsung dan menyerap keindahan alam dan kebudayaan Toba.

Tak hanya itu, mereka juga bersosialisasi, membuat workshop, edukasi ke sekolah dan masyarakat tentang Seni Rupa. Walaupun dalam waktu yang singkat, besar harapan dapat bersua dengan seniman-seniman dan pelaku kreatif asal Toba yang punya potensi dalam seni rupa dan berkarya. Kegiatan berkesenian sudah seharusnya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keindahan alam Toba sebagai kekayaan Indonesia yang begitu mempesona.

Gayung bersambut, maksud itu disambut antusias oleh berbagai pihak terutama para seniman Toba, sehingga terjalin kolaborasi yang penuh kehangatan dengan seniman lokal di KDT seperti, fotografer Sebastian Hutabarat, Charis Martin Purba, Edward Tigor Siahaan, Tunggul Panjaitan, Febrantonius Sinaga, Aan Turnip, seniman gorga Jesral Tambunan, serta pelaku kreatif lainnya.

Atas inisiatif Sebastian Hutabarat, Toba Art Gallery yang terletak di Pizza Andaliman Balige, turut merespon acara ini dengan membuat serangkaian program melibatkan seniman lokal, pelaku UMKM, bersama guru-guru, anak-anak sekolah dan masyarakat umum.

Puluhan karya seni rupa dipamerkan dan tersebar di tujuh ruang di daerah Toba, mulai dari lukisan, seni grafis (cetak cukil), fotografi, desain fashion instalasi, seni kriya gorga, tenun khas toba.

Semua karya tersebut mengangkat tema-tema keindahan alam dan kehidupan sosial masyarakat serta kebudayaan Toba. Lukisan ekspresif Ayu Sri Wardani dengan media cat minyak di kanvas yang cukup besar mengangkat tema alam dan sosok-sosok perempuan Toba.

Lukisan cat air  di kertas dan fotografi dari Nyoman Sani yang mengangkat tema “the look of Toba” menghadirkan keindahan tatapan mata yang tajam baik laki-laki dan terutama perempuan Toba. Cukilan di atas karet lino dengan mengangkat motif gorga nan artistik serta culikan alam Toba yang menakjubkan, gubahan Oka Armini dicetak di kertas.

Nick Djatnika, pegiat Wastra Nusantara, mengangkat keindahan dan keragaman tenun Batak Toba untuk disandingkan dengan keragaman kain tenun Nusantara lainnya, dalam rancangan elok fashion bergaya etnik.

Dalam pameran ini rancangannya dikemas dalam sajian presentasi yang sedikit berbeda dikomposisikan dengan ukiran kreasi gorga dengan bingkai kayu, menjadi sebentuk rancangan fashion yang instalatif.

Fotografi dengan tema keindahan alam yang tak tertandingi, kaldera terbesar di Indonesia, dan kehidupan kebudayaan masyarakat Toba, kegigihan perempuan Batak Toba yang tersirat dalam raut wajah bahasa mimik yang khas, menjadi sasaran bidikan lensa Sebastian Hutabarat, Charis Martin Purba dan terutama fotografer senior Edward Tigor Siahaan menjadi sajian khas mata lensa dalam perspektif pecinta keindahan asal Toba.

Program Nekat dan Spirit Toba

Keindahan Toba memang tak pernah habis untuk diungkapkan dengan berbagai sudut pandang, sebagaimana lukisan Tunggul Panjaitan yang menangkap lanskap perkampungan (huta) dengan siluet perbukitan nan asri, Febrantonius Sinaga melukis dengan menyusun bahan alternatif jerami yang sebelumnya adalah sampah sawah. Serta Aan Turnip yang terinspirasi dari karya bang Erland dan akhirnya tergerak berkarya melukis aktivitas masyarakat Danau Toba.

Program ini terbilang cukup ‘nekat’ dengan menggelar pameran serempak di tujuh lokasi yang dengan koordinasi intensif direspon menjadi ruang pameran seni rupa. Proses persiapannya membutuhkan waktu dan koordinasi yang sangat panjang serta penuh dengan tantangan.

Terlepas dari segala kronik persoalan dan dinamikanya, program Pertiwi Negeriku Toba Exhibition tidak hanya menjadi ajang unjuk untuk seniman Pertiwi tetapi juga kolaborasi yang elok untuk membangun medan sosial seni rupa di Toba. Respon tujuh venue yang begitu antusias dapat menjadi awalan yang baik untuk membangun infrastruktur dan mengembangkan suprastruktur Seni Rupa di Toba.

Sebagaimana diketahui bersama, keindahan alam kaldera Toba dan kebudayaannya yang otentik telah lama menjadi magnet yang begitu menarik bagi masyarakat dunia untuk berkunjung. Kini saatnya untuk menata kembali keindahan dan keartistikan tersebut untuk  meningkatkan nilai destinasi Toba sebagai pariwisata berbasis alam dan kebudayaan.

Mengunjungi Toba tidak hanya menikmati alam dengan indra mata, tetapi juga merasakan alam dengan seluruh indra dan terutama menghirup oksigen yang masih murni, maka dari itu mutlak dibutuhkan keseimbangan dalam menjaga hubungan selaras manusia dengan alam.

Kebudayaan tua Toba menjadi saksi betapa leluhur masyarakat Toba sangat menghormati alam dan bersahabat dengan alam, kita bisa saksikan dalam bentuk rumah adat mulai dari strukturnya yang mempertimbangkan mitigasi alam, bahan baku yang dipakai berupa kayu dan ijuk sebagai atap yang sangat menimbang kenyamanan dan selaras dengan alam.

Hingga diejawantahkan ke dalam ornamen yang penuh simbol dalam ukiran gorga yang semuanya berhubungan dengan alam, motif paku tumbuhan yang hidup menyerap mineral dan kaya dengan gizi.

Simbol naga Padoha Niaji menjadi penanda kita hidup dalam ring of fire, sebagaimana mitologi naga menjadi simbol yang terdapat di seluruh Nusantara. Naga dikaitkan dengan kekuatan api, panas bumi, lava vulkanik yang ada di perut bumi Ibu Pertiwi, yang senantiasa bergejolak menghasilkan kegempaan, letusan gunung berapi, dan peristiwa alam lainnya.

Simbol naga merupakan pesan simbolik para tetua Nusantara sebagai ingatan akan pentingnya kesadaran mitigasi masyarakat, yang hidup berdampingan dengan dinamika kebencanaan tanah pertiwi. Dan sekaligus juga memberikan segala kesuburannya, sehingga semua makhluk dapat hidup, tumbuh dan berkembang di atasnya.

Mengangkat tema Toba dalam proyek ini tidak hanya sebatas mengangkat keindahan nyata alam dan kebudayaan tanah Batak, tetapi juga tersisipkan spirit untuk membangun kebersamaan mengembangkan Toba melalui daya kreativitas seni, dan digerakkan dengan kesadaran. Kesadaran menjalin hubungan antar sesama dan hubungan selaras dengan alam serta kesadaran sebagai bagian kecil (noktah) yang terhubung dalam jalinan kosmos, demikian pungkas kurator seni rupa Wayan Seriyoga Parta.[T][Jas/*]

Tags: PameranPameran Seni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menyangsikan Dutar & Papaya Sebagai Sinematik Eksperimental Nonkonvensional: Bukti Kita Butuh Pembacaan Ulang

Next Post

Film Soma (Muasal): Sebuah Usaha Mengenalkan dan Melestarikan Subak

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Pameran Foto “Magic in the Waves” Menjadi Pengingat Perlunya Menjaga Pantai di Bali

by tatkala
February 19, 2026
0
Pameran Foto “Magic in the Waves” Menjadi Pengingat Perlunya Menjaga Pantai di Bali

Foto-foto karya yang dipertunjukkan Bagus Made Irawan alias Piping dalam pameran Magic in the Waves di Warung Kubukopi, Denpasar, 18-28...

Read moreDetails

“Wianta & Legacy”: Perayaan Warisan Kosmik Made Wianta di The Apurva Kempinski Bali

by I Gede Made Surya Darma
January 25, 2026
0
“Wianta & Legacy”: Perayaan Warisan Kosmik Made Wianta di The Apurva Kempinski Bali

Pameran “Wianta & Legacy” resmi dibuka pada tanggal 23 Januari 2026 di Gallery of Art, The Apurva Kempinski Bali, menghadirkan...

Read moreDetails

Merespon Isu Interseksionalitas dan Merayakan Keragaman Manusia pada Pameran MANUSIA 4.0: Diver(city)

by tatkala
January 18, 2026
0
Merespon Isu Interseksionalitas dan Merayakan Keragaman Manusia pada Pameran MANUSIA 4.0: Diver(city)

RIUH ramai terdengar berbeda di salah satu venue Berbagi Ruang & Kopi, Denpasar, Sabtu 17 Januari 2026. Jika biasanya ia...

Read moreDetails

Menengok Lukisan Bercorak ‘Young Artist Style’ di The 1O1 Bali Oasis Sanur

by Nyoman Budarsana
January 17, 2026
0
Menengok Lukisan Bercorak ‘Young Artist Style’ di The 1O1 Bali Oasis Sanur

Wisatawan yang sedang melakukan check in ataupun check out di The 1O1 Bali Oasis Sanur tiba-tiba terhenti sejenak. Mereka bukan...

Read moreDetails

Ayo, Pameran “Simbiosa Kreatif: dari Norma Objektif ke Ekspresi Kreatif” Sudah Dibuka di Kencu Ruang Seni, Kuta, Bali

by tatkala
January 5, 2026
0
Ayo, Pameran “Simbiosa Kreatif: dari Norma Objektif ke Ekspresi Kreatif” Sudah Dibuka di Kencu Ruang Seni, Kuta, Bali

DI Kencu Ruang Seni di Kuta, Bali, pameran "Simbiosa Kreatif: dari Norma Objektif ke Ekspresi Kreatif", sebuah rekonstruksi perjalanan kreatif...

Read moreDetails

Pulang ke Palung: Estetika yang Meraba-raba

by Made Chandra
January 4, 2026
0
Pulang ke Palung: Estetika yang Meraba-raba

---Sebuah catatan reflektif tentang pameran yang meleburkan batas-batas kelokalan MENJELANG satu purnama, sejak kami—para peraba mimpi—dipertemukan oleh sebuah perhelatan kebudayaan...

Read moreDetails

Menelisik Ketimpangan dan Ketergantungan Melalui Pameran “Revolusi Setangkai Jerami”

by I Komang Sucita
December 7, 2025
0
Menelisik Ketimpangan dan Ketergantungan Melalui Pameran “Revolusi Setangkai Jerami”

“Dua serigala terjaga dalam kalut kekhawatiranakan tingkah gembala BELOGyang kian menggiring domba dombaMenuju keterasingan” -- Secarik puisi metafor pembuka KALA...

Read moreDetails

Enam Perupa Sad Rasa Pamerkan ‘Paradiso’ di ARMA Ubud: Ungkap ‘Surga’ yang Kian Compang-camping

by Nyoman Budarsana
December 6, 2025
0
Enam Perupa Sad Rasa Pamerkan ‘Paradiso’ di ARMA Ubud: Ungkap ‘Surga’ yang Kian Compang-camping

Sad Rasa yang terdiri dari enam perupa Bali menggelar pameran bersama di Museum Agung Rai (ARMA) Ubud. Pameran bertajuk “Paradiso”...

Read moreDetails

Pameran ‘BUMI’ di Surabaya: Ajak Publik Menyentuh Ulang Hubungan Manusia dan Tanah

by Arief Rahzen
December 4, 2025
0
Pameran ‘BUMI’ di Surabaya: Ajak Publik Menyentuh Ulang Hubungan Manusia dan Tanah

Gelaran seni bertajuk BUMI: Integralitas Tubuh–Rasa resmi dibuka di Galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS) pada 1 Desember 2025 malam. Pameran...

Read moreDetails

Pesan 7 Perupa Wanita Lewat Karya Lukisnya di ARTOTEL Sanur

by Nyoman Budarsana
November 22, 2025
0
Pesan 7 Perupa Wanita Lewat Karya Lukisnya di ARTOTEL Sanur

PECINTA seni rupa seakan dikejutkan dengan karya-karya yang kreatif dari 7 perupa perempuan ketika melakukan pameran di Artspace, ARTOTEL Sanur...

Read moreDetails
Next Post
Film Soma (Muasal): Sebuah Usaha Mengenalkan dan Melestarikan Subak

Film Soma (Muasal): Sebuah Usaha Mengenalkan dan Melestarikan Subak

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co