6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Segarkan Pikiran Siswa di Kelas, Jangan Remehkan Kertas Gambar, Pensil dan Warna

I Kadek Susila Priangga by I Kadek Susila Priangga
February 19, 2023
in Esai
Segarkan Pikiran Siswa di Kelas, Jangan Remehkan Kertas Gambar, Pensil dan Warna

Ilustrasi tatkala.co | Wiradinata

MENJADI seorang siswa, tentu pernah berada di posisi bosan, lelah dan penat mengikuti pembelajaran di sekolah. Apalagi ketika kebanyakan siswa merasa kurang suka dengan salah satu mata pelajaran. Biasanya pelajaran yang membuat siswa menghela napas adalah mapel yang berkaitan dengan hitung-hitungan dan hafalan. Matematika, IPA, IPS menjadi momok menakutkan bagi sebagian siswa yang cenderung malas dan cepat bosan dalam belajar.

Namun banyak pula siswa yang senang dan sangat antusias mengikuti pelajaran yang bagi sebagian siswa dianggap susah itu. Apalagi siswa yang suka tantangan, maka mapel Matematika adalah yang sangat ditunggu-tunggu. Ditambah lagi guru yang mengajar menarik dan cara mengajar yang menyenangkan, akan makin menambah semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran.

Berbicara mata pelajaran, di setiap jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah sampai Pendidikan Atas, diselipkan beberapa mata pelajaran sebagai tambahan seperti muatan lokal. Muatan lokal adalah mapel yang memberikan kesempatan memperkenalkan keunikan lokal yang dimiliki suatu daerah, seperti bahasa, dan kerajinan.

Beberapa mapel tambahan sering dianggap pelengkap mapel-mapel wajib yang didapat siswa. Namun pada dasarnya mapel yang dianggap pelengkap ternyata memiliki pengaruh yang besar terhadap pendidikan yang diberikan kepada siswa. Pengaruh tersebut seperti dampak yang dirasakan siswa, karena mapel tambahan tersebut sebenarnya difungsikan untuk mengurai kebosanan siswa menghadapi pelajaran yang berbasis hitungan dan hafalan.

Umumnya jadwal pelajaran disusun dengan memperhatikan susunan mapel dalam satu hari, mapel tambahan diselipkan di antara mapel wajib yang didapat siswa. Seakan mapel tambahan menjadi pendingin ketika pikiran siswa panas menerima pelajaran sebelumnya.

Berbicara mapel tambahan atau muatan lokal, seperti Mata Pelajaran Seni Budaya yang selalu ada di setiap jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Salah satu mata pelajaran yang seharusnya menghadirkan kegembiraan, santai dan menyenangkan.

Seperti fungsinya, Pelajaran Seni Budaya bertujuan untuk mendinginkan kembali kerja otak yang sebelumnya menerima pelajaran cukup berat. Misalnya, setelah mengikuti pelajaran matematika, dilanjutkan dengan seni budaya yang memberikan nuansa menyenangkan dan mengasyikan kepada siswa. Sistem kerja otak pun mulai sedikit dingin karena diajak menggambar, bermain warna, bernyanyi, dan bergerak. Sistem kerja otak pun direfresh sehingga siap mengikuti pelajaran selanjutnya.

Seni Budaya memiliki sifat Multilingual, Multidimensional, dan Multikultural. Multilingual berarti pengembangan kemampuan mengekspresikan diri secara kreatif. Dengan berbagai cara dan media, seperti bahasa rupa (gambar), gerak, bunyi, peran dan bahkan perpaduan berbagai cara tersebut.

Multidimensional bermakna pengembangan beragam kompetensi konsepsi, apresiasi, dan kreasi dengan memadukan unsur estetika, logika, kinestetik, dan etika.Sedangkan Multikultural bermakna menumbuhkembangkan kesadaran dan kemampuan apresiasi terhadap beragam budaya Nusantara dan Mancanegara yang memiliki keunikan tersendiri.

Memang logis ketika mapel seni budaya diharapkan memberikan sentuhan halus untuk mendinginkan sistem kerja otak dan mengajak mereka untuk segar kembali pada saat menghadapi mapel berat. Kerja mengekspresikan diri lewat gambar, bunyi, gerak dan peran memang efektif memberikan sentuhan halus terhadap siswa. Mereka akan merasa memiliki kebebasan penuh meluapkan kreativitas dalam berkarya.

Mata Pelajaran Seni Budaya terdiri dari empat cabang seni yakni  Rupa, Musik, Tari, dan Teater. Dalam materi Seni Rupa, siswa diajak untuk mengekspresikan diri melalui karya dua dan tiga dimensi, seperti gambar, lukis dan patung. Bermain garis, bidang, warna, tekstur, dan volume membuat siswa seakan diajak bermain sambil belajar.

Materi seni musik, siswa diajak untuk mengenal musik Nusantara, bernyanyi, memainkan musik sederhana yang tentunya akan meberikan rasa gembira terhadap siswa. Seni tari tentang gerak dan olah tubuh, bergerak untuk melenturkan badan dan otot-otot agar tidak tegang duduk mengikuti pembelajaran.

Sedangkan Seni teater mengajak siswa bermain peran, mengekspresikan diri melalui peran yang dimainkan akan memberikan kesan ramai dan gembira pada siswa.

Keempat cabang seni ini memberikan siswa cara belajar yang menyenangkan dan tidak membosankan; memberikan kebebasan untuk mengkespresikan diri melalui berbagai media; memecah kebosanan dan memberikan asupan semangat mengikuti pembejalaran selanjutnya.

Dalam seni rupa dasar, materi masih pada tahap menggambar, melukis dan membuat patung. Bahan-bahan yang digunakan pun masih tergolong sederhana, seperti kertas gambar, pensil, dan pewarna.

Dari bahan-bahan sederhana tersebut terdapat banyak manfaat untuk menenangkan pikiran dan mungkin banyak orang belum tahu tentang manfaat kertas, pensil dan pewarna untuk rutinitas keseharian yang tentu sering menemui kendala.

Kertas gambar misalnya, ketika menghadapi masalah yang berat, atau sedang marah besar. Kita dapat meluapkan kekesalan kita pada selembar kertas, dengan merobek kertas tersebut sampai berkeping-keping diyakini dapat meredakan amarah kita yang sedang meluap.

Meluapkan emosi kita pada selembar kertas akan membuat kita merasa puas, dan amarah akan mulai berkurang. Semakin kita berusaha merobek kertas menjadi kepingan yang kecil dan banyak, maka amarah dan kekesalan kita akan sesuatu semakin berkurang dengan sendirinya.

Pensil, di saat kita menghadapi masalah atau sedang marah, membuat garis datar berulang-ulang diyakini dapat membuat emosi kita mereda.

Di sini kita diajak untuk mencoba mengontrol emosi kita dengan mengalihkannya ke garis datar yang berulang. Sehingga emosi teralihkan dan amarah mereda dengan sendirinya. Garis datar akan membuat kita sedikit fokus dan pernapasan sedikit demi sedikit mulai teratur, sehingga berdampak pada emosi kita yang mulai mereda.

Selain garis datar yang berulang, ketika kita sedang buntu dan tak tahu harus berbuat apa, membuat bentuk lingkran secara terus-menerus diyakini akan membuat kebuntuan yang kita hadapi akan terpecahkan.

Garis melingkar yang terus berlanjut tanpa putus akan memberikan inspirasi untuk kita─untuk terus maju ke depan memecah kebuntuan yang dihadapi. Kita akan digiring untuk berpikir mencari solusi seiring menggambar lingkaran secara terus menerus.

Lalu menggambar, ketika kita merasa putus asa dan lelah, menggambar jalanan diyakini memberikan kebebasan untuk kita. Menggambar jalan yang lurus tak berujung pada sebuah kertas akan memberikan kesan kebebasan sebebas gambar jalanan yang kita gambar.

Kita akan merasa berada di jalanan tersebut, dan merasakan kebebasan yang kita inginkan sehingga rasa putus asa yang kita rasa akan hilang dengan sendirinya.

Bermain warna erat kaitannya dengan perasaan, ketika kita merasa sedih, menggambar sebuah pelangi yang penuh warna akan membuat kita merasa bahagia.

Kesan warna yang di tampilkan dari gambar pelangi yang dibuat akan membuat kita melupakan kesedihan kita dan mengalihkannya menjadi kebahagiaan. Warna akan membuat mata memberikan sinyal bahagia ke seluruh tubuh, kesedihan pun akan berubah menjadi kebahagiaan.

Ketika dengan bahan yang sederhana dapat memberikan dampak positif yang begitu besar bagi seseorang, maka dampak positif yang sama akan dirasakan oleh siswa dengan materi seni budaya yang didapat ketika pembelajaran.

Siswa sedih jadi bahagia, siswa mendapat inspirasi ketika menemui kebuntuan, siswa marah jadi tenang, dan tidak ada keputusasaan dalam menghadapi pembelajaran. Rumus yang tepat untuk mendinginkan suasana siswa dalam mengikuti pembelajaran setelah dan sebelum otak bekerja lebih berat mengikuti pembelajaran.[T]

Acara Pelepasan di Sekolah, Momen Berliterasi bagi Para Siswa
Tags: pelajaran menggambarPendidikansekolahsiswa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mai Nongki ke Desa Les: Mereguk Kopi, Menikmati Menu dan Ingatan Tentang Desa

Next Post

Widi Sedhana Putra, Ikut FTBI di Jakarta, Awalnya Baca Aksara Bali di Tembok Kelas

I Kadek Susila Priangga

I Kadek Susila Priangga

Lahir di Karangasem. Guru seni budaya di SMPN 3 Sukasada, Buleleng, Bali

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Widi Sedhana Putra, Ikut FTBI di Jakarta, Awalnya Baca Aksara Bali di Tembok Kelas

Widi Sedhana Putra, Ikut FTBI di Jakarta, Awalnya Baca Aksara Bali di Tembok Kelas

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co