6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mobil Kembar Toyota dan Daihatsu, Sebuah Studi Kolaborasi

Gede Subianta Eka Kresnawan by Gede Subianta Eka Kresnawan
March 4, 2022
in Esai
Mobil Kembar Toyota dan Daihatsu, Sebuah Studi Kolaborasi

Mungkin banyak yang bertanya-tanya kenapa Toyota dan Daihatsu kok bisa-bisanya buat mobil yang serupa tapi tak sama. Harusnya mereka ini berkompetisi bisnisnya. Ini kok malah berkolaborasi dengan kompetitor.

Kolaborasi ini pun tak main-main. Tercatat sudah ada 5 jenis mobil yang diproduksi oleh ADM (Astra Daihatsu Motor) dan kelima-limanya laku keras di pasaran Indonesia. Nothing to worry. Daihatsu profit, Toyota pun profit. Berdua sama-sama bertumbuh. Kenapa? Mari kita simak bersama.

  • Sejarah Kolaborasi

Pertama-tama yang harus disadari bahwa ternyata saham Daihatsu per tahun 1998 itu sudah dikuasai 51% oleh Toyota Motor Group. Kenapa Toyota ingin menguasai majority saham Daihatsu? Karena Toyota ingin membuat berkurangnya persaingan industri mobil. Daihatsu memang dikenal memiliki keunggulan untuk penjualan di negara-negara berkembang, dari Indonesia, Malaysia, sampai Afrika. Mobil Daihatsu yang harganya lebih terjangkau daripada Toyota banyak peminatnya di negara-negara tersebut. Ceruk pasar ini yang ingin dicicipi pula oleh Toyota.

Daripada mengembangkan mobil baru dengan harga terjangkau yang tentunya butuh waktu perancangan, riset, pengujian, dan lainnya yang akan sangat banyak memakan waktu dan biaya. Maka jalan pintas ditempuh oleh Toyota adalah menguasai saham Daihatsu, kemudian meminta Daihatsu untuk memproduksi mobil bersama-sama antara Toyota dan Daihatsu.

Maka sejak saat itulah, Daihatsu mulai berhenti bersaing dengan Toyota. Sebagai keluarga besar Toyota Group, mereka sekarang tinggal fokus memperlebar pasar dan bersaing dengan brand-brand lainnya, seperti Honda, Mitsubishi, Nissan, dan lainnya.

  • Berbagi Pasar

Karena sudah dalam satu induk perusahaan Toyota Group, maka Toyota dan Daihatsu pun membagi pasarnya agar bisa memimpin persaingan yang ada. Daihatsu difokuskan oleh garap mobil yang identik dengan harga murah dan merakyat. Sangat cocok di negara-negara berkembang yang pasar menengah ke bawahnya sangat besar. Sedangkan Toyota tetap bermain di kelas medioker, menengah ke atas. Selain itu juga, Toyota juga punya brand Lexus yang hanya bertarung untuk kelas premium.

Jadi secara garis besar, Toyota Group ingin menguasai persaingan industri mobil secara menyeluruh. Ini akan memberatkan kompetitor lainnya untuk bertarung langsung dengan Toyota Group karena mereka sekarang memiliki resources yang kuat. Hal ini tentunya berpengaruh sangat besar pada struktur biaya produksinya yang menjadi lebih murah dan pertarungan di pasar pun jadi lebih leluasa sehingga margin profitnya bisa makin lebar.

Cakep kan kalo bisa begini. Hal yang diidam-idamkan oleh semua pebisnis ketika cost of production bisa rendah dan pada saat yang bersamaan, sales juga meningkat. Cuannya jadi lebar sehingga plot biaya untuk riset, marketing, distribusi dan lainnya bisa dieksekusi lebih masif lagi. Mantaapppp..

  • Perbedaan Fitur

Walau produksi yang dilakukan dalam 1 pabrik, namun Toyota dan Daihatsu tetap mengusung hal yang berbeda yang menjadi ciri khas mereka. Hasil produksinya beti alias beda tipis, serupa tapi tak sama. Teknologi yang diusung dari masing-masing brand ini pun berbeda.

Daihatsu difokuskan pada pengembangan teknologi yang irit bahan bakar sehingga customernya bisa lebih hemat dalam membeli bensin. Persis dengan karakter target marketnya yang menengah ke bawah. Tentu ini menjadi fitur unggulan yang dinanti-nanti.

Sementara itu Toyota, lebih mengedepankan mobil yang lebih ramah lingkungan dan mengedepankan kenyamanan penggunanya. Fiturnya setingkat lebih berkelas dari Daihatsu.

Singkatnya, kalau mau nyaman saat berkendara, belilah Toyota. Tapi kalo duitmu terbatas tapi butuh mobil, maka beli saja Daihastu. Tapi kalau mau yang mewah, ya beli Lexus.

Ketiga brand ini membawa gengsi yang berbeda sesuai dengan profil customernya. Tentu hal ini sudah dipetakan baik oleh Toyota Group dengan serangkaian riset hingga ke tahap eksekusinya.

Ternyata begini konsep bisnis yang dimainkan oleh Toyota Group untuk pasar Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya. Tak heran pula jika melihat data penjualan yang dilansir oleh Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) yang menunjukkan bahwa kedua brand Toyota dan Daihatsu ini menguasai 51% market share penjualan mobil di Indonesia. Pencapaian ini konsisten terjadi dari tahun 2011 hingga kini.

  • Saatnya Berkolaborasi

Kolaborasi ini mengingatkan saya pada pertemuan dengan Alex Chandra, founder BPR Lestari bersama kawan-kawan HIPMI Buleleng beberapa saat yang lalu. Ia menyatakan pula bahwa saat ini BPR Lestari terus melakukan kolaborasi dengan BPR-BPR lainnya di seluruh Indonesia.

Rangkaian penandatangan Memorandum of Understanding terus dilakukan oleh Alex Chandra. Tentu kerjasama ini sifatnya simbiosis mutualisme. Everybody is happy. Ada klausul tertentu yang membuat kerjasamanya menjadi menarik bagi kedua belah pihak.

BACA JUGA:

  • Nama Supermarket Mirip Nama Koperasi, Apa Ada Pengaruhnya Terhadap Pelanggan?
  • Ilmu Bisnis Ada di Mana-mana, Jika Hanya Rebahan Tak Bakal Ketemu
  • “Bertumbuh atau Mati”, Pesan Singkat Penuh Makna untuk Pengusaha

Buat saya, sungguh menarik melihat dunia bisnis sekarang. Sudah saatnya melakukan kolaborasi demi kolaborasi dalam rangka menjaga pasar yang ada. Daripada berkompetisi sengit, gontok-gontokan yang berakhir dengan win or lose, maka arah bisnis mendatang lebih ke arah bagaimana bisa you win and I win. Sebuah paradigma bisnis yang menarik untuk dicermati.

Semoga tulisan ini bisa menginspirasi kita semua agar bisa menjadi pelaku utama dalam industri masing-masing. Jangan ragu untuk berkolaborasi ketika itu yang terbaik untuk kemajuan bisnis anda.

Akhir kata, ijinkan saya mengutip sebuah quote sebagai penutup tulisan ini.

“Datang bersama adalah awal,
tetap bersama adalah kemajuan,
dan bekerja bersama adalah kesuksesan”
– Henry Ford –

Tags: bisnisEkonomi dan Bisnisotomotif
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Politik Ogoh-ogoh, Ogoh-ogoh Politik

Next Post

Puisi-puisi Mas Ruscitadewi | Hari Itu Kau Habiskan Cerita

Gede Subianta Eka Kresnawan

Gede Subianta Eka Kresnawan

Pegiat kewirausahaan

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Mas Ruscitadewi | Hari Itu Kau Habiskan Cerita

Puisi-puisi Mas Ruscitadewi | Hari Itu Kau Habiskan Cerita

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co