6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bhadrawada Masa | Bulan Penuh Kemuliaan

I Ketut Sumarta by I Ketut Sumarta
July 24, 2021
in Esai
Akar Pohon Keheningan | Renungan Nyepi

SELAIN sebagai nama satu metrum kakawin [puisi berbahasa Jawa Kuna], Bhadrawada atau Bhadrapada juga menunjuk nama bulan kedua dalam sistem kalender Nusantara, bulan Karwa yang di Bali diucapkan Karo, Juli-Agustus. Kata bhadra dalam tradisi Jawa Kuno—yang kemudian berpengaruh kuat di Bali—kerap dimaknakan ‘selamat, untung, mulia, ramah, cantik’, juga ‘bagus’.

Mereka yang berwatak baik, mulia, gagah berani, atau cantik, bagus, indah, kerap diistilahkan dengan sebutan bhadrika. Bahkan Dewa Siwa yang memiliki beribu nama sebutan pun digelari Bhadra-Iswara (Bhadreswara), Mahadewa Maha Penganugerah Yang Penuh Kemuliaan.

Bhadrawada atau Bhadrapada sejatinya divisikan sebagai bulan penuh anugerah kemuliaan (bhadranugraha), sekaligus pembebasan, kemerdekaan.

Mpu Yogiswara manakala mengakhiri mahakaryanya, kakawin Ramayana, bertepatan dengan bulan Bhadrawada, menyuratkan doa dan pengharapan begini: “… semoga nilai-nilai mulia Ramayana tetap harum dan meresap ke dalam hati. Dengan begitu, mahayogi suci mulia sekalipun akan kian bahagia, dan orang-orang sujana arif-bijaksana kian suci hati dan pikirnya usai membaca karya sastra ini. Tentu pula kian awas waspada tajam pandangannya dalam memilah memilih baik dan buruk, sebagai jalan menuju kelepasan, kemerdekaan. Dan, jika tepat benarlah caramu menjelaskan, walaupun kepada orang awam sekalipun, akan dapat menyebabkan dia mencapai alam pembebasan, alam kemerdekaan.”

TRADISI kewaktuan Bali agraris biasanya memvisikan sasih Karo (Karwa, bulan kedua), sebagai momentum memuliakan hidup dalam kehidupan. Sebagai penanda waktunya: langit berawan-gemawan di subuh hingga pagi hari, diiringi udara sejuk bahkan cenderung dingin. Adapula jenis pohon tertentu yang mulai rontok daun hingga gundul, untuk kemudian tumbuh lagi tunas-tunas baru bersamaan dengan dimulai sasih Katiga (bulan ketiga, Agustus-September) saat puncak kemarau di wilayah Khatulistiwa, lalu disertai mekar bingar bunga-bunga saat sasih Kapat (bulan keempat) September-Oktober.

Dalam momentum kewaktuan seperti itulah tetua-tetua Bali agraris mulai merespons memaknai bentangan pertanda perubahan alam dengan gelaran upacara, terutama bagi pemuliaan harkat kemanusiaan serta bakti tunduk pengabdian untuk pemuliaan orangtua dan atman leluhur. Pada pura jagat dengan siklus ritus ketat bulan per bulan, seperti di Pura Besakih dan Pura Batur, pertanda kesemestaan ini direspons dengan ritus bermakna pengharapan bagi kestabilan jagat. Di Pura Gelap Besakih, pada Purnama Karo, digelar aci Pangenteg Jagat, agar jagat enteg, dalam arti tegteg, degdeg, kukuh stabil, harmonis, tetap, abadi, tiada berguncang menggang-menggung gonjang-ganjing.

“Pembacaan” dari titik Bumi Nusantara Raya—yang pas tepat dibentangi garis Khatulistiwa—memahami: Matahari saat Bhadrawada ini tampak mulai mendekati titik tengah Khatulistiwa dari Kutub Utara. Tidak berlebihan bila momentum Purnama Karo atau Purnama Bhadrawada kerap dipahami sebagai bulan purnama paling terang dalam siklus setahun kalender Bali. Ini karena Matahari beranjak dari Kutub Utara mendekati garis Khatulistiwa yang menjadikan Bumi di Garis Khatulistiwa mendapat sinar Matahari penuh dan menyeluruh. Jarak waktu siang dengan malam pun sama: 12 jam.

Momentum kewaktuan dalam ruang berkemuliaan seperti itulah mengesan kuat manakala teks-teks Bali maupun Jawa Kuno melukiskan alam saat sasih Karo yang juga dinamakan Bhadrapada atau Bhadrawada ini.

Pada momentum kesemestaan keruangan dan kewaktuan seperti itulah para pejalan kesadaran kerap memilih Agustus sebagai peluang emas buat melakukan pembebasan final sang Jiwa dari kurungan badan. Tapi, putra-putri utama Nusantara Raya generasi Dwitunggal Soekarno-Hatta memilih Bhadrawada Masa sebagai momentum emas buat memproklamasikan Kemerdekaan Tanah-Air Nusantara Raya Indonesia dari penjajahan bangsa lain. Dan, Bali pun secara resmi menjadi Provinsi bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia pada momentum Bhadrawada Masa. Kedua momentum ini seakan memvisikan dan mengimplementasikan terang benderang perihal Bhadrawada sebagai bulan yang berlimpah anugerah buat memuliakan hidup dalam kehidupan.

Semoga Kita, Para Sahabat, mampu menjadikan bulan Bhadrawada ini sebagaimana harapan Mpu Yogiswara: //pinaka nimitta ning lepas//, sebagai jalan menuju pembebasan, pelepasan, pemerdekaan paripurna utuh-total-menyeluruh: dari yang tak-nyata menjadi Nyata; dari kegelapan menuju Terang; dari ketidakabadian menuju Keabadian.

Rahayu selalu, Sahabat.

  • Saniscara Umanis, Bala, Purnama Karo/Bhadrawada, Ishaka Warsa 1943
  • 24.07.2021
Tags: bulan purnamafilosofirenungan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Temui Aku Pada Hangat Senja di Tepi Pantai Ini | Cerpen Satria Aditya

Next Post

Perpanjangan PPKM: Babak Akhir Penanganan Covid-19?

I Ketut Sumarta

I Ketut Sumarta

Pejalan sunyi

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Bali dan Covid-19: Titik Balik Bali Untuk Masa Depan

Perpanjangan PPKM: Babak Akhir Penanganan Covid-19?

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co