6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Teater Lama dan Teater Sebentar | Bagian II: Internalisasi

Ridwan Hasyimi by Ridwan Hasyimi
July 8, 2021
in Esai
Teater Lama dan Teater Sebentar | Bagian II: Internalisasi

Pedntas teater "Perempuan Tanpa Nama" oleh Komunitas Mahima, Buleleng, 23/07/2017 [Foto: Agus Wiryadi]

Tak dapat dipungkiri, ada kalangan yang memandang metode akting realis yang punya sekian varian itu sudah ketinggalan zaman. Apalagi dengan gempuran sejumlah aliran teater yang kini sering jadi perbincangan yang secara simpel dapat diringkas dalam bingkai teater kontemporer.

Tapi tetap saja, metode akting realis dibutuhkan. Seliar-gila apa pun aliran teater itu, sejauh masih berkaitan dengan aktor, metode ini masih relevan sebab ia adalah metode, cara, bukan gaya atau bentuk. Soal gaya, bentuk, dan aplikasinya, tentu bisa sangat kaya dan bermacam-macam sesuai dengan konsep pertunjukan yang disepakati.

Di tulisan sebelumnya, saya berbagi pengalaman tentang apa yang guru-guru saya ajarkan kepada saya tentang akting realis. Saya bukan anak kuliahan. Jadi, besar kemungkinan ada, atau bahkan banyak, perbedaan istilah atau apa pun dengan yang biasa digunakan oleh teman-teman kampus. Tapi itu tidak harus jadi soal. Teater jangan dikerangkeng di kampus melulu. Biarkan ia kawin dengan berbagai dunia mungkin yang ada yang barang tentu melahirkan terminologi yang boleh jadi berbeda satu sama lain.

Kembali ke soal akting. Di tulisan lalu, saya sampaikan bahwa sebelum aktor melakoni sebuah peran, pertama-tama ia harus tahu, kenal, sadar, paham, dan menerima tubuhnya. Setelah seorang aktor tuntas, atau setidaknya dianggap tuntas, barulah ia berkenalan dengan tubuh tokoh.

Sebetulnya, prosesnya tidak sekaku itu. Bisa sambil menyelam minum air. Sambil menganali tubuhku, kenali pula tubuh “aku yang lain”. Tapi, idealnya, ya, tuntas dulu dengan tubuh sendiri sebelum kenalan dengan tubuh tokoh.

Cara mengenalinya, pertama-tama, dari teks. Yang tidak tertera dalam teks, itulah ruang tafsir. Tapi jangan sampai tidak nyambung dengan teks. Misalnya, di teks tertulis ada seorang tokoh bernama Cecep Dadan Sobarna. Dikisahkan ia adalah seorang perantau. Sementara seting lakon berlangsung adalah di sebuah perdukuhan di Jepara, Jawa Timur, tahun 1980-an.

Aktor yang memerankan Cecep musti paham bahwa nama Cecep bukan nama yang nama yang umum bagi laki-laki di Jepara di tahun 80-an. Hal ini nyambung dengan keterangan dalam teks bahwa ia seorang perantau. Hanya saja, tidak ada informasi dari mana Cecep berasal. Lantas, dari mana Cecep berasal?

Cecep adalah nama yang umum digunakan oleh laki-laki di Jawa Barat (Sunda). Terlebih dengan kepanjangan Dadan Sobarna, hal ini lebih menguatkan lagi sebab baik Dadan maupun Sobarna juga adalah nama yang umum digunakan laki-laki di Jawa Barat.

Meski teks tidak menyuratkan daerah asal tokoh ini, namun, dari namanya besar kemungkinan Cecep berasal dari Jawa Barat. Hal ini penting diketahui sebab merupakan bagian dari biografi tokoh. Saya diajarkan oleh guru saya, Gusjur Mahesa, untuk menulis biografi tokoh selengkap mungkin. Jadi semacam cerpen atau autobiografi. Jadi, saya dan kawan-kawan aktor yang lain mengembangkan sejumlah keterangan yang tertulis di teks untuk kami jadikan biografi yang utuh. Lengkap dari mulai tokoh lahir sampai masa ketika peristiwa lakon berlangsung.

Kami juga menuliskan pandangan tokoh terhadap tokoh lain. Hal ini sangat penting karena akan menjadi dasar bagi aktor untuk eksplorasi dan mengembangkan karakter serta sikap luar-dalamnya kepada tokoh lain.

Setelah semua informasi prihal tubuh dan biografi tokoh didapat, selanjutnya tinggal menginternalisasikan ke dalam tubuh luar-dalam sang aktor. Proses internalisasi ini sebetulnya tidak kaku dalam arti tidak musti dilakukan setelah semua informasi ketokohan diperoleh.

Seperti yang pernah saya sampaikan di bagian awal, jawaban atas berbagai pertanyaan untuk menguak karakter tokoh kadang kala tidak ketemu dalam waktu singkat. Jadi, proses internalisasi itu ibarat memaham biak: dikunyah, ditelan, dikunyah lagi, ditelan lagi, dan seterusnya sampai pada titik pas. Akting dan teater secara umum adalah soal takaran. Ukurannya adalah pas.

Proses internalisasi meliputi segala hal ihwal tubuh luar-dalam, termasuk pikiran. Kalau untuk menjiwai emosi tokoh, biasanya aktor sudah punya metode untuk itu. Misalnya, dengan cara sang aktor mengingat momen tertentu dalam hidupnya yang mengandung muatan emosi yang mirip dengan emosi tokoh dalam suatu adegan.

Yang biasanya sukar—atau tepatnya sering dilupakan—adalah soal menginternalisasikan pikiran, atau lebih tepatnya, pola pikir tokoh. Tiap orang kan punya pikiran yang terbentuk dari suatu pola pikir atau paradigma tertentu. Pola pikir ini dibentuk dan ditentukan oleh banyak faktor. Agama, ideologi, bacaan, teman pergaulan, akar budaya, sejarah hidup, dan lain sebagianya adalah sejumlah faktor yang mempengaruhi terbentuknya pola pikir seseorang.

Seorang aktor, sebagai manusia beradab dan berbudaya, barang tentu punya pola pikir sendiri. Demikian pula seorang tokoh. Meski, katakanlah, fiksi, namun ia harus hadir di panggung sebagai manusia utuh, punya tubuh luar-dalam yang utuh, termasuk pikiran dan pola pikir.

Ada kalanya pola pikir seorang aktor tabrakan dengan pola pikir tokoh. Umpamanya, dalam kehidupan sehari-hari aktor A adalah seseorang yang sangat religius. Suatu ketika, ia mendapat peran sebagai seorang atheis. Pola pikir orang religius tentu sangat berbeda dengan orang atheis. Nah, yang jadi tantangan sekaligus keasyikan buat aktor adalah bagaimana cara menyerap pola pikir tokoh secara utuh tanpa kemudian “kebawa-bawa” ke kehidupan pribadi.

Yang harus elastis dari aktor bukan cuma tubuh luarnya, tapi juga emosi dan pikirannya. Aktor harus mampu mengikuti arus namun jangan sampai terbawa arus. Apalagi terseret-seret. Kalau sampai terseret-seret jadinya bukan akting, tapi kesurupan. Repot.

Kira-kira, butuh waktu berapa lama menginternalisasikan tubuh luar-dalam (termasuk emosi, pikiran, dan pola pikir) tokoh ke dalam tubuh aktor? Sebentar atau lama?   [T]

___

BACA JUGA:

Teater Lama dan Teater Sebentar | Bagian I : Teks dan Tubuh

Teater Lama dan Teater Sebentar | Bagian I : Teks dan Tubuh

Tags: seni pertunjukanTeaterTubuh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pendidikan Ekokritik dalam Tiga Cerpen Pemenang Lomba Bulan Bahasa Bali III Tahun 2021

Next Post

Perupa Arya Palguna | Kembali ke Bali, Menyambung Ingatan

Ridwan Hasyimi

Ridwan Hasyimi

Pekerja Seni. Tinggal di Tasikmalaya, Jawa Barat

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Perupa Arya Palguna | Kembali ke Bali, Menyambung Ingatan

Perupa Arya Palguna | Kembali ke Bali, Menyambung Ingatan

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co