2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mendengar Cerita Perajin Anyaman Bambu dari Desa Tigawasa di Musim Pandemi

Ni Komang Aprilia Enisari by Ni Komang Aprilia Enisari
July 28, 2020
in Khas
Mendengar Cerita Perajin Anyaman Bambu dari Desa Tigawasa di Musim Pandemi

Perajin anyaman bambu dari Desa Tigawasa, Buleleng

Awalnya hanya karena penasaran dengan kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh dosen, lalu saya tertarik  kegiatan pengabdian, menjadi volunteer, atau hal sejenisnya, maka saya berkunjung ke Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar, Buleleng.

Untuk pertama kalinya saya mengunjungi ke desa itu. Dengan dalih niatan membantu dosen dalam program pengabdian, saya menemukan hal menarik, yakni aktivitas sehari-hari warga sekitar, terutama anak-anak yang rata-rata menekuni keterampilan menganyam bambu. Tentu saja, ini hal yang berbeda ketika banyak anak-anak seumuran mereka yang memilih bermain gadget. Nah…sangat-sangat langka dan berbeda bukan di era modernisasi seperti sekarang?

Pekerjaan ini sudah menjadi bagian warisan nenek moyang yang patut di lestarikan oleh warga Desa Tigawasa. Bisa dikatakan, sampai sekarang hampir sebagian besar warga desa menekuni bidang usaha anyaman, yang termasuk golongan UMKM ini.  Berkunjung ke Desa Tigawasa, tak heran, pengunjung akan disuguhi pemandangan hutan bambu yang menjadi ciri khas di sekitaran rumah-rumah warga. Bukan tanpa alasan, bambu sudah menjadi bagian penghidupan bagi warga Desa Tigawasa, serta desa-desa lain yang termasuk bagian masyarakat Bali Aga, di Buleleng.

Kunjungan pertama saya di tanggal 21 Juli 2020 ke Desa Tigawasa disambut antusias oleh warga sekitar. Etos masyarakat yang ramah tamah sangat kental terasa, bahkan diantara mereka tidak malu-malu untuk menyapa atau bertanya. Fokus utama saya ketika berkunjung ialah mengamati aktivitas warga sekitar yang tergabung dalam kelompok UMKM peganyam bambu I Putu Suriasa.

Produk yang dihasilkan kelompok UMKM Putu Suriasa alias Kelaceng, dinilai sangat inovatif, kreatif, dan bervariasi. Kelaceng, panggilan akrabnya, selalu mengikuti trend permintaan di pasaran, dan juga menerima pesanan khusus dari pelanggannya. Namun, mendengar cerita Kelacaeng di masa pandemi seperti sekarang, produk anyaman bambu yang diproduksinya seperti (Bedeg, Sokasi, Tempat Tissue, Saab, Tas, dan produk inovasi rumah tangga lainnya) sepi permintaan di pasaran. Alhasil produknya banyak diserahkan ke distributor, seperti pengepul atau dijual langsung dengan harga lebih murah.

“Saya sempat menjual sokasi ukuran sedang, seharga 20 ribu saat musim korona, normalnya sekitar 70 ribuan. Apalagi dari sebelumnya saya tidak ada bakat pemasaran, hanya sebagai pekerja saja. Promosi di facebook saja baru-baru musim korona begini saya tau, masih gaptek teknologi. Yaa…sudah dicoba baru-baru ini lumayan ada yang laku saya jual di facebook, karena masih sepi musim korona,” cerita I Putu Suriasa.

Saat berkunjung ke kediamannya, Suriasa mengaku belum memiliki banyak stok produk, karena sepinya permintaan dan terkendala distribusi langsung saat pandemi, iamengurangi produksi produk-produk anyaman tersebut. Meski begitu, untungnya ada beberapa pesanan khusus dari pelanggan yang masih ia terima, sehingga masih cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saat seperti sekarang, ia dan kelompok sedang merancang sokasi dan jenis produk anyaman sejenis dengan kreasi baru, agar saat permintaan kembali stabil produknya tetap dapat bersaing dan diterima di pasaran.

 Aktivitas rutin sebagai pengrajin bambu tidak serta-merta dilakukannya sendiri, ia juga turut mengajarkan kepada anak-anaknya. Salah satunya adalah Ketut Ayu Wirayanti, anak ke-empat yang sangat piawai menganyam bambu. Berkat didikan sang ayah, Ayu panggilan akrabnya berhasil meraih juara 1 Nasional bidang keterampilan menganyam bambu yang diselenggrakan oleh Kemenristekdikti tahun lalu. I Putu Suriasa, sebagai orang tua menceritakan secara menggebu-gebu atas prestasi Ayu yang menjadi kebanggaan keluarga, dan warga Desa Tigawasa tersebut. Selain mendidik anak-anaknya agar bisa melestarikan budaya anyaman bambu, ia juga sering melibatkan anak-anak tetangga sekitar agar mau belajar.

“Saya juga tetap mengajarkan anak-anak disini yang mau belajar untuk ikut melestarikan anyaman ini, setiap pulang sekolah saya sering ajak, mereka ikut membantu saya, tetelah itu sebagai apresiasi karena mau belajar, yaaa saya  gajih supaya mereka semangat dan ada tambahan bekal kesekolah.”

Untuk bahan baku diperoleh dari ladang sendiri, terutama bambu yang diambil secara langsung, jadi ketika ditanya modal yang dikeluarkan untuk memproduksi produk anyaman ini, Putu Suriasa cukup sulit memberikan total nilai yang ia keluarkan.

Selain itu bahan tambahan yang diperlukan tentu saja alat-alat, aksesoris tertentu dan cat sebagai tambahan untuk aksen kreasi. Meski tidak mengetahui pasti modal awal dan total biaya yang ia keluarkan untuk usahanya, namun ia bisa memastikan bahwa sejauh ini laba tetap stabil ia peroleh.

Sekian tahun menekuni profesi sebagai penganyam bambu, ia sangat berharap untuk regenerasi atau keturunannya bisa meneruskan usaha ini, dan ikut melestarikan budaya warisan Desa Tigawasa. Terutama agar lebih baik lagi pada aspek pemasaran dan perencanaan keuangan yang selama ini kurang ia perhatikan, harapannya tentu saja kepada anak-anaknya yang lebih paham penggunaan teknologi, karena ia mengaku sejauh ini kurang berbakat di sistem tata kelaola.

“Biarlah anak-anak saya saja, saya tidak cocok…cukup jadi pekerja saja, nanti supaya anak saya yang memanajemen,” tutupnya. [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bahasa Bali, Cipta Lagu di Antara Pilihan – [Webinar Talksow #4 SAPBB STAHN Mpu Kuturan Singaraja]

Next Post

Mencari Lahan Sepermainan di Ibu Kota

Ni Komang Aprilia Enisari

Ni Komang Aprilia Enisari

Mahasiswa Jurusan Akuntansi Program S1 Undiksha, suka budaya, suka organisasi

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Sop Kaki Kambing

Mencari Lahan Sepermainan di Ibu Kota

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co