6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Memaafkan 6000

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ by dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ
May 29, 2020
in Esai
Ketidakpastian Pandemi: Dukungan Psikososial Vs Teori Konspirasi

Ilustrasi tatkala.co | Nana Partha

“Forgive others, not because they

deserve forgiveness, but because

you deserve peace.”

  -Jonathan Lockwood Huie

______

Beberapa hari terakhir ini saya teringat film favorit saya yang mengatakan “I Love You 3000” Cinta 3000 dan belakangan media sosial banyak mengaitkan dengan “Memaafkan dengan Materai 6000 Rupiah.” Banyak kontroversi yang ada di sana.

Saya tidak akan membahas soal itu. Tetapi sesungguhnya seperti kata teman saya yang beragama Islam memaafkan itu harus dari lahir dan batin, artinya bukan hanya di mulut tapi juga di hati. Jadi memaafkan yang di mulut untuk orang yang dimaafkan, yang di hati untuk diri kita sendiri. Benar sekali, dari sudut kesehatan jiwa banyak orang mengalami gangguan psikologis karena ketidakmampuan memaafkan.

Ketika kita mengalami luka batin akibat perkataan atau perilaku orang lain terhadap diri kita. Mungkin orang yang mengatakan atau melakukan hal itu sudah lupa. Tetapi buat kita kemudian kita selalu ingat dan ketika kita mengingatnya luka itu makin dalam. Dan, seringkali kemudian menjadi gangguan cemas, gangguan depresi, psikosomatis dan sebagainya. Jadi kemampuan memaafkan adalah sesuatu yang sangat penting.

Yang perlu diingat, memaafkan bukan berarti membenarkan hal hal-hal salah, hal-hal buruk yang orang lain lakukan terhadap diri kita. Memaafkan adalah proses yang ada dalam diri kita, di mana kita membebaskan diri kita dari dampak buruk perbuatan salah yang orang lain lakukan terhadap diri kita.

Ada yang lebih sulit dari memaafkan orang lain, yaitu memaafkan diri sendiri. Saya sering menemui banyak klien yang mengalami gangguan psikologis sumbernya dari sini. Kita manusia adalah sangat manusiawi ketika kita melakukan kesalahan. Tetapi pada beberapa orang sulit sekali menerima atau memaafkan dirinya bahwa dia pernah melakukan kesalahan itu.

Yang lebih baik untuk diri kita adalah memaafkan.Sekali lagi bukan membenarkan hal-hal salah, hal-hal buruk yang pernah kita lakukan. Ya, itu salah dan itu sudah terjadi. Yang bisa kita lakukan adalah mempunyai komitmen memperbaiki diri kita untuk tidak lagi membuat kesalahan-kesalahan yang sama. Dan kita berhak atas rasa maaf untuk diri kita sendiri.

Lalu bagaimana dengan fenomena materai 6000, yang kemudian dikaitkan memaafkan seharga 6000 rupiah? Kembali lagi, memaafkan itu untuk diri kita sendiri. Yang saya tangkap kebanyakan memaafkan untuk orang lain sebetulnya. Meminta maaf untuk terbebas dari hal-hal buruk yang bisa terjadi pada diri kita. Saya akan fokus pada satu kasus yang menarik dari sudut pandang saya sebagai psikiater.

Media sosial sempat gempar oleh ucapan-ucapan kebencian dari salah satu akun media sosial yang belakangan sudah diklarifikasi bahwa yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa berat yang sedang dalam pengobatan. Saya sungguh sangat trenyuh melihat komentar-komentar dari proses materai 6000, di mana keluarga mengklarifikasi bahwa kejadian yang sebenarnya seperti itu.

Tapi komentar-komentar yang ada sungguh luar biasa menyedihkan menurut saya. Di mana orang kemudian tetap marah dan mengatakan bahwa jangan-jangan bukan orang gangguan jiwa bahkan mengatai bahwa itu orang gila dan sebagainya. Dan muncul teori-teori konspirasi bahwa yang bersangkutan tidak benar seperti itu.

Marilah kita meningkatkan empati. Rasa maaf bisa muncul dari sebuah empati. Bagaimana kalau kita mempunyai keluarga yang sedang dirawat mengalami gangguan jiwa berat di mana dia tidak punya kendali terhadap dirinya kemudian memposting macam-macam. Lalu banyak muncul pertanyaan, kalau memang gangguan jiwa berat lalu kenapa kok bisa main handphone (HP) kemudian memposting di akun media sosialnya dan sebagainya.

Marilah memperluas pengetahuan kita bahwa orang gangguan jiwa atau yang dinamakan skizofrenia bukanlah hilang ingatan, bukan seratus persen.kehilangan kemampuannya. Jadi ada beberapa kemampuan yang bisa masih muncul, hanya yang terganggu adalah kendali. Ia bisa merasa curiga yang berlebihan, kemudian ada suara-suara di telinga yang didengarnya padahal itu tidak nyata. Hal itu bisa terjadi pada seseorang.

Marilah kita berempati, bagaimana keluarga kemudian harus mengklarifikasi secara terbuka bahwa anggota keluarganya mengalami gangguan jiwa, dan itu merupakan sesuatu yang sungguh sangat berat. Marilah kita membantu dirinya dan keluarganya untuk terus bisa berobat.  Ketika ada kesalahan-kesalahan marilah kita memaafkan, memakluminya sebagai salah satu bagian dari sebuah proses.

Hal itu bisa terjadi pada siapa saja, pada agama mana pun. Tentu kita ingat bahwa dulu juga pernah ada yang gangguan jiwa menyetir mobil, datang ke sebuah masjid membawa anjing. Itu pun sempat gempar. Bagaimana gangguan jiwa berat, sungguhkah itu, kok ternyata bisa menyetir bisa membawa anjing dan sebagainya. Saat itu juga muncul teori-teori konspirasi dan sebagainya

Jadi sebenarnya hal-hal semacam itu bersifat universal, ada di mana pun dan bisa terjadi pada agama mana pun. Marilah kita dengan damai pada diri kita sendiri menerima hal-hal itu bisa terjadi dan menyisihkan rasa kebencian kita, rasa curiga kita.

Marilah tumbuh menjadi masyarakat yang memaafkan. Kita munculkan agama apa pun dengan wajah.memaafkan. Karena memaafkan adalah kunci dari kesehatan jiwa yang lebih baik. Dan, saya pikir memaafkan nilainya jutaan kali lipat, bukan hanya 6000 Rupiah. Semoga kita semua menjadi insan yang penuh rasa maaf baik untuk orang lain dan diri kita sendiri di hati masing-masing. Salam mantap jiwa. [T]

Tags: filosofiGangguan Jiwarenungan
Share49TweetSendShareSend
Previous Post

Optimisme dalam Membangun Kembali Perekonomian yang Baru Pasca Covid-19

Next Post

Selain Ksatria (Dewa/Ngakan), Nusa Penida Tak Mengenal Triwangsa Lain?

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ

Psikiater di Klinik Utama Sudirman Medical Center (SMC) Denpasar, Founder Rumah Berdaya, Pegiat kesehatan jiwa di Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) simpul Bali dan Komunitas Teman Baik

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Selain Ksatria (Dewa/Ngakan), Nusa Penida Tak Mengenal Triwangsa Lain?

Selain Ksatria (Dewa/Ngakan), Nusa Penida Tak Mengenal Triwangsa Lain?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co