6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Covid-19 dalam Alam Pikir Religi Nusantara – Catatan Harian Sugi Lanus

Sugi Lanus by Sugi Lanus
April 20, 2020
in Esai
Covid-19 dalam Alam Pikir Religi Nusantara – Catatan Harian Sugi Lanus

ILustrasi tatkala.co / Nana Partha

Ketika mara-bahaya agung melanda — tsunami, meteor jatuh, letusan mahadasyat gunung, atau Covid-19 — leluhur Nusantara punya jawaban puncak: Sang Hyang Jāti-Karuṇā di balik semuanya.

Apakah Sang Hyang Jāti-Karuṇā?

Jāti adalah “kesejatian hakiki”. Karuṇā adalah “welas-asih universal”.

“Sang Hyang Jāti-Karuṇā” adalah titik temu tertinggi ajaran religi Śiwa-Buddha dan religi-religi Nusantara mengenai konsep alam semesta, sebuah nama untuk Kekuatan Tiada Terhingga yang menggerakan alam semesta beserta isinya, dari dalam dan dari luar.

Sang Hyang Jāti-Karuṇā adalah “the universal force of love”, tenaga welas-asih universal.

Kenapa bencana terkait dengan “the universal force of love”?

Jāti-Karuṇā adalah kekuatan yang menyusupi dan melingkupi semua alam semesta, sekaligus mengerakkan fenomena yang beroperasi di alam semesta.

Jāti-Karuṇā wibawanya menembus dan menyusup kulit, tulang sumsum, detak jantung, pikiran, getar hati, serta melampaui alam sadar dan ketaksadaran manusia. — muṅguh pwa sira niṅ śarīra, siṅ jro niṅ pusuh pusuh, pinakasthānanira.

Rasa cinta, welas-asih, yang ada dalam diri manusia adalah partikel-partikel yang bisa diamati atau wujud kehadiran yang bisa dirasakan oleh manusia atas keberadaan Sang Hyang Jāti-Karuṇā.

Manusia merasakan cinta yang personal, cinta keluarga, welas-asih sesama; ini adalah bentuk-bentuk kekuatan Sang Hyang Jāti-Karuṇā yang hadir dalam diri manusia; ini menjadi pengatur relasi atau hubungan dengan sesama; ini menjadi “magnet dan gravitasi” yang mengatur relasi manusia secara universal.

Kalau lebih jauh “diturunkan” Jāti-Karuṇā hadir dalam kehidupan kita dalam bentuk karuṇā, lalu menjadi “cinta” yang menggebu — tresna-asih. Bencana di tataran hubungan antara manusia sering muncul oleh “maya” atau ilusi dari karuṇā ini. Jika tidak bisa dikendalikan, bisa terjadi akar keretakan antar manusia. Jika kuatan “cinta” terbuka di hati manusia, dan tidak terkendali, manusia akan mengalami dan merasa rasa ditolak, diam-diam merasa kehilangan harapan dan sakit hati, ini menjadi mara-bencana bagi yang mengalaminya. Stress dan rontok daya hidupnya, trauma seumur hidup, dan seterusnya.

Jika ilusi dari kekuatan Jāti-Karuṇā tidak terkendali, berubah menjadi marabahaya; membara menjadi api amarah dan kebencian. Ada banyak kisah cinta berujung kematian dan perang — disulut oleh energi “maya” Jāti-Karuṇā. Ini bukan kesejatian karuṇā, tapi ilusinya. Sepanjang masih terkendali tidak akan bertentangan dengan jalinan relasi kemanusiaan kita, tapi kalau tidak terkendali akan berbalik menjadi marabahaya antar manusia.

Jika “maya” ini bergerak liar di hati manusia, tidak terkendali, maka meluber menjadi api benci, dstnya. Demikian juga di balik semua fenomena alam tsunami, meteor jatuh, letusan mahadasyat gunung, atau Covid-19, ada Sang Hyang Jāti-Karuṇā. Energi mahadasyat Jāti-Karuṇā yang mengerakkan putaran kosmik, oleh sesuatu dan lain hal, bisa meluber menjadi tidak sepenuhnya terkendali.

Jāti-Karuṇā bekerja mengikat akar pohon-pohon dengan air dan tanah. Ketika pohon-pohon ditebangi dan hutan digundulkan, energi Jāti-Karuṇā lepas dan tidak terkendali. Maka terjadilah banjir bandang, longsor dan runtuhnya perbukitan.

Seperti banjir bandang akibat lepas dan tidak terkendalinya energi yang mengikat pohon, tanah, air dan perbukitan, demikianlah gelombang kegaduhan antar manusia, kebencian yang menguasai dunia, dan tipisnya welas-asih antar manusia, semuanya bergema ke langit, laut, udara, tanah, dan semua partikel alam sekitar kita. Semakin besar gelombang kebencian dan kegaduhan antar manusia, semakin tidak terkendali energi Jāti-Karuṇā yang bekerja menjaga harmoni alam sekitar kita.

Dalam manuskrip-manuskrip kuno disebutkan: Kebencian diri yang ditahan akan mengendap menyebabkan seseorang jatuh sakit; kebencian antar sesama yang bertumpuk dan terus berlipat bergelombang menyebabkan muncul bermacam penyakit menular dan wabah, serta bencana.

Jika kita bersikap berseberangan dengan hakikat Jāti-Karuṇā — welas-asih yang hakiki tanpa batas — maka ia akan berpantul mengingatkan kita dengan gelombang mara-bahaya. Jika kita bekerja selaras dengannya, maka ia akan mendukung sepenuh perjalanan damai umat manusia.

Ajaran Sang Hyang Jāti-Karuṇā mengatakan bahwa tindakan kebajikan dan perbuatan welas-asih adalah generator energi untuk menyembuhkan dunia. Jika kebajikan dan welas asih universal terus diputar oleh semua manusia, maka energi karuṇā akan berlipat dan bekerja di alam raya selaras dengan energi magnet (tarik-menarik), cahaya (terang), gravitasi (keseimbangan) — harmonilah alam raya.

Dengan memahami prinsip ajaran Jāti-Karuṇā manusia akan dapat “mengendalikan” kekuatan alam semesta untuk mendukung kehidupan di dunia yang damai penuh welas-asih.

Ajaran Jāti-Karuṇā bukan hanya pedoman untuk bertahan hidup dalam harmoni, tapi juga pegangan untuk menemukan makna terdalam dari kehidupan dan penciptaan kosmik. Sanghyang Jāti-Karuṇā adalah jawaban puncak atas semua misteri kehidupan karena ia adalah intisari kehidupan.

Setiap manusia adalah generator cinta universal dan welas-asih — Karuṇā, Jāti-Karuṇā, Sanghyang Jāti-Karuṇā. Jika tidak diputar maka ia akan berkarat dan menjadi residu yang otomatis menimbulkan malas gerak, berat hati, cepat tersinggung, benci hati, dan mudah sakit hati. Jika diputar generator welas-asih, hati manusia akan lapang — terjadi proses penyucian dan pemurnian berkerja diam-diam dalam diri manusia.

Dengan memutar generator welas-asih yang ada di dalam diri kita masing-masing, kita terlibat dan turut serta bekerja memperbesar gelombang kebajikan Jāti-Karuṇā. Sekecil apapun putaran welas-asih, sesuai dharma masing-masing, akan berkontribusi memperbesar gelombang energi kebajikan Jāti-Karuṇā di sekitar kita, sumber harmoni manusia dan alam semesta. [T]

Catatan Harian Sugi Lanus, 20 April 2020

*Catatan ini adalah “resume” kecil atas pembacaan kitab Kalpabuddha dan Jñānasiddhânta, dua kitab kuno religi Nusantara, yang menyebutkan intisari terdalam dari kehidupan adalah Sang Hyang Buddha-jāti-Karuṇā dan Sang Hyang Siwa-jāti-Karuṇā.

Tags: covid 19NusantaraSugi Lanus
Share13TweetSendShareSend
Previous Post

Mendukung Pendirian Stiti Loka LPD Bali

Next Post

Bagaimana Jika Akhirnya Kita Terbiasa dengan Situasi ini? – [Renungan di Masa Pandemi]

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Bagaimana Jika Akhirnya Kita Terbiasa dengan Situasi ini? – [Renungan di Masa Pandemi]

Bagaimana Jika Akhirnya Kita Terbiasa dengan Situasi ini? – [Renungan di Masa Pandemi]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co