12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tubuh Gatal “Kewanian”, Si Penderita Sembahyang dan Menari di Pohon Wani

Kardian Narayana by Kardian Narayana
January 8, 2020
in Khas
Tubuh Gatal “Kewanian”, Si Penderita Sembahyang dan Menari di Pohon Wani

Penderita kewanian bisa sembuh setelah sembahyang dan menari-nari mengelilingi pohon wani [Foto Kardian]

“Percaya dengan mitos kewanian?” Pertanyaan itu saya terima lewat WA. 

Kewanian? 

Dengan gamblang saya jawab, saya tidak tahu. Istilah itu baru pertama kali saya dengar.

Percakapan via WA pun saya lanjutkan tentang kewanian. Perlahan teman saya menjelaskan tentang kewanian, yang intinya menderita gatal karena terpapar getah, serat atau apalah itu yang terkait dengan Pohon Wani. Pohon Wani merupakan tanaman buah yang masuk dalam kelas manga-manggan, yang bahasa latinnya Mangifera × odorata Griffith, dikenal juga dengan Kuweni atau Kuwini.

Buah Wani, saya yakin banyak yang sudah tahu, tapi pohonnya belum tentu banyak yang tahu, apalagi mitos tentang pohon wani. Maklum saja, mungkin lahirnya terlalu kota atau diderahnya tidak ada pohon wani. Saya sangat suka dengan buah wani, baik yang mentah maupun yang sudah matang.

Buah wani yang mentah sangat enak kalau pakai rujak, dan buah yang sudah matang apalagi matang pohon rasanya sangat manis dan tekstrunya lembut berserat. Saya tidak tahu banyak tentang pohon wani, jika sekarang diajak ketempat yang banyak pohon waninya, saya pasti akan bertanya “ini pohon apa?”. Hehehe…


Buah Wani [Foto Kardian]

Kembali membahas tentang kewanian, istilah yang pertama kali saya dengar. Seperti biasa dijaman sekarang, selalu merasa kalau semua hal ada di google.

Oke google apa itu kewanian? Google ternyata tidak memberikan jawab, dan pencariannya pun cukup kacau. Selanjutnya saya mencoba bertanya di grup WA, ternyata ada teman yang tahu dan pernah mengalami kewanian. Dari penjelasan teman saya mulai mengetahui pohon wani itu dapat menyebabkan gatal-gatal alias ngenitin.

Merasa sudah mendapatkan penjelasan tentang pohon wani, saya kembali bertanya kepada teman yang pertama kali bertanya tentang kewanian. Ada apa dengan kewanian dan siapa korbannya? Dia menjelaskan beberapa karyawan BPBD Buleleng sedang mengalami kewanian setelah melakukan  penanganan pohon wani tumbang yang menutup jalan, di Desa Pegadungan Kecamatan Sukasada Buleleng Bali.

Dia pun kembali menjelaskan tentang mitos kewanian. Katanya, bagi mereka yang kewanian agar cepat sembuh harus menari mengelilingi pohon wani sebanyak tiga kali dengan mengunakan topi dadi kukusan bambu. Wah… ini menjadi sesuatu yang baru bagi saya, apalagi yang kewanian itu teman-teman TRC (Tim Reaksi Cepat) BPBD Buleleng dan akan melukan mitos kewanian.

Informasi tentang kewanian saya kabarkan kepada teman-teman wartawan lainnya karena ada beberapa media massa yang mempunyai kolom khusus membahas tentang mitos dan ritual. Demi memenuhi hasrat keingintahuan tentang kewanian, saya merelakan untuk mengorbankan jam tidur saya berkurang, maklum tidurnya selalu dini hari, jani bangun pagi itu cukup berat. TRC BPBD Buleleng akan kelokasi jam 8 pagi.

Sebelum jam 8 pagi, saya sudah ada di kantor BPBD Buleleng, saya mulai mencari teman-teman TRC yang kewanian. Saya masuk ke ruangan bidang kedaruratan. Baru saja masuk ruangan semua staf menyambut dengan ketawa, dan menebak pasti akan liputan mengenai kewanian. Saya datang bukan untuk liputan tapi ingin memenuhi hasrat keingintahuan saja tentang kewanian. Saya menanyakan siapa saja yang kewanian, disebutkan ada empat orang yang kewanian, kondisi paling parah dialami oleh Agra Kusuma, wajahnya penuh dengan bintik-bintik kecil memerah seperti biang keringat. Wajahnya pun bengkak. Raut wajahnya terlihat sangat sayu, menahan rasa gatal disekujur tubuhnya.



Wajah seorang staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng gatal-gatal yang dipercaya sebagai akibat dari kewanian [Foto Kardian]

Teman-teman TRC pun bercerita bahwa, ini peristiwa kedua kalinya yang mereka alami. Sekitar dua tahun lalu, sempat mengalami hal yang sama, saat itu mereka juga menangani pohon wani di Desa Galungan. Bahkan dua tahun lalu ada lebih parah menderita kewanian.  Pengalaman dua tahun lalu, yang kewanian, sempat berobat kedokter dan tidak mempan malahan didiagnose alergi makanan. Dua tahun lalu pun, mereka melakukan mitos kewanian di Desa Galungan, setelah itu gatal-gatal mulai hilang dan sembuhnya sangat cepat.

Seluruh TRC yang kewanian, sudah berkumpul, mereka pun berangkat ke Desa Pegadungan, mengendarai mobil warna orange kendaraan dinas BPBD Buleleng. Saya mengikuti dari belakang. Sekitar lima belas menit perjalanan, akhirnya sampai, lokasinya berdekatan dengan kantor kepala Desa Pegadungan. Seperti biasa, laporan dulu dengan Prebekel Desa Pegadungan Ketut Sudiara. Ditemani oleh Pak Mekel (kepala desa), TRC BPBD Buleleng, menuju pohon wani yang tumbang. Seluruh perlengkapan telah dibawa, canang sari dan kukusan yang telah dipakai.

Saat dilokasi saya, cukup kaget melihat pohon wani yang tumbang, diameter batangnya lebih dari 50cm dengan tinggi lebih dari 10 meter. Saat mulai tahu pohon wani itu bisa membuat gatal-gatal, saya juga rada-rada takut kewanian juga. Agra Kusuma, yang parah menderita kewanian,  langsung menyiapkan canang sari dan diletakkan tepat dibawah batang pohon wani.

Dupa dinyalakan dan diletakan diatas canang sari. Anggota TRC yang kewanian, melakukan persembahyangan, saya yakin doanya pasti memohon kesembuhan. Setelah itu, meraka mengambil kukusan, diletakkan diatas kepala seperti topi dan bergegas berjalan mengelilingi pohon wani sebanyak tiga kali sambil menari. Saat menari diiringi dengan gambelan dari youtube, hehehe… Terasa sangat lucu, percaya atau tidak ya begituklah adanya. Berselang satu jam gatal-gatal yang mulai terasa berkurang dan terasa lebih baik.


Tukang penek (pemanjat) pohon wani di Buleleng [Foto Kardian]

Saat sedang melakukan mitos kewanian, ditempat yang sama, ada yang sedang memanen buah wani, mereka pun menyaksikan tim TRC BPBD Buleleng, melakukan mitos kewanian, sambil tersenyum-tersenyum. Setelah usai melakukan mitos kewanian,  saya menyempatkan diri untuk menunggu yang sedang memanen buah wani sampai selesai. Menunggu tukang penek (tukang naik pohon) turun, ingin sekedar mengkonfirmasi tentang mitos kewanian. 

Nengah Sedana, mengaku telah menjadi tukang penek wani sejak masih muda hingga kini. Nengah Sedana, menjelaskan kalau pohon wani itu dapat menyebabkan gatal-gatal. Tidak semua orang akan bisa kewanian, dirinya yang telah menjadi tukang penek wani, yang sudah lebih dari 20 tahun tidak pernah sekalipun kewanian. Ia menuturkan, jika kewanian rasa gatalnya sangat parah, badan terasa panas, kalau tidak kuat bisa sampai pingsan.

Walau sudah lama menjadi tukang penek wani, nengah mengaku jarang melihat orang kewanian, apalagi sampai melakukan mitos kewanian, dengan mengelilingi pohon wani sambil menari. Namun ia, juga meng-iyakan bawah ada yang mempercayai mitos itu. Nengah juga menjelaskan, jika memang tidak cocok dengan pohon wani, terpapar asap kayu bakar pohon wani saja bisa gatal-gatal. Tidak saja di Desa Pegadungan, istilah kewanian juga di kenal di Desa Nagasepaha, Desa Alasangker serta Desa Galungan.

Memang tidak banyak orang yang mengetahui istilah kewanian. Saya saja baru pernah mendengar satu kali ini, bagi masyarakat yang daerahnya banyak terdapat pohon wani mitos kewanian pastilah sudah lumbrah. kewanian berupa gatal-gatal semacam alergi pada makanan, gatal yang diderita pun terasa panas dan permukaan kulit menjadi tebal. Percaya atau tidak, di berbagai daerah mitos kewanian ada, bahkan ada daerah yang masyarakatnya selalu memberikan nama terhadap setiap pohon wani mereka, sehingga saat kewanian, harus mengelilingi pohon wani sambil menari dan menyebutkan nama pohon wani.

Sekali lagi, percaya atau tidak tapi mitos kewanian itu ada, saya belum mengetahui kandungan apa yang ada dipohon wani, sehingga bisa menyebabkan gatal-gatal,,, yang tahu lebih banyak tentang pohon wani, mungkin bisa menjelaskan dengan membalas tulisan ini, agar lebih banyak yang tahu tentang Pohon Wani. [T]

Tags: alambalibulelengmitospohon
Share74TweetSendShareSend
Previous Post

#AKEBULELENG Bikin Lagu Sampah…

Next Post

Distrik Manang, Potongan Kecil Himalaya

Kardian Narayana

Kardian Narayana

Hobinya serabutan, dari teater, menari, musik, pramuka, fotografi, film, hingga dunia tulis-menulis. Kini bekerja agak tetap menjadi video jurnalis di sebuah TV nasional

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Distrik Manang, Potongan Kecil Himalaya

Distrik Manang, Potongan Kecil Himalaya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co