2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tubuh Gatal “Kewanian”, Si Penderita Sembahyang dan Menari di Pohon Wani

Kardian Narayana by Kardian Narayana
January 8, 2020
in Khas
Tubuh Gatal “Kewanian”, Si Penderita Sembahyang dan Menari di Pohon Wani

Penderita kewanian bisa sembuh setelah sembahyang dan menari-nari mengelilingi pohon wani [Foto Kardian]

“Percaya dengan mitos kewanian?” Pertanyaan itu saya terima lewat WA. 

Kewanian? 

Dengan gamblang saya jawab, saya tidak tahu. Istilah itu baru pertama kali saya dengar.

Percakapan via WA pun saya lanjutkan tentang kewanian. Perlahan teman saya menjelaskan tentang kewanian, yang intinya menderita gatal karena terpapar getah, serat atau apalah itu yang terkait dengan Pohon Wani. Pohon Wani merupakan tanaman buah yang masuk dalam kelas manga-manggan, yang bahasa latinnya Mangifera × odorata Griffith, dikenal juga dengan Kuweni atau Kuwini.

Buah Wani, saya yakin banyak yang sudah tahu, tapi pohonnya belum tentu banyak yang tahu, apalagi mitos tentang pohon wani. Maklum saja, mungkin lahirnya terlalu kota atau diderahnya tidak ada pohon wani. Saya sangat suka dengan buah wani, baik yang mentah maupun yang sudah matang.

Buah wani yang mentah sangat enak kalau pakai rujak, dan buah yang sudah matang apalagi matang pohon rasanya sangat manis dan tekstrunya lembut berserat. Saya tidak tahu banyak tentang pohon wani, jika sekarang diajak ketempat yang banyak pohon waninya, saya pasti akan bertanya “ini pohon apa?”. Hehehe…


Buah Wani [Foto Kardian]

Kembali membahas tentang kewanian, istilah yang pertama kali saya dengar. Seperti biasa dijaman sekarang, selalu merasa kalau semua hal ada di google.

Oke google apa itu kewanian? Google ternyata tidak memberikan jawab, dan pencariannya pun cukup kacau. Selanjutnya saya mencoba bertanya di grup WA, ternyata ada teman yang tahu dan pernah mengalami kewanian. Dari penjelasan teman saya mulai mengetahui pohon wani itu dapat menyebabkan gatal-gatal alias ngenitin.

Merasa sudah mendapatkan penjelasan tentang pohon wani, saya kembali bertanya kepada teman yang pertama kali bertanya tentang kewanian. Ada apa dengan kewanian dan siapa korbannya? Dia menjelaskan beberapa karyawan BPBD Buleleng sedang mengalami kewanian setelah melakukan  penanganan pohon wani tumbang yang menutup jalan, di Desa Pegadungan Kecamatan Sukasada Buleleng Bali.

Dia pun kembali menjelaskan tentang mitos kewanian. Katanya, bagi mereka yang kewanian agar cepat sembuh harus menari mengelilingi pohon wani sebanyak tiga kali dengan mengunakan topi dadi kukusan bambu. Wah… ini menjadi sesuatu yang baru bagi saya, apalagi yang kewanian itu teman-teman TRC (Tim Reaksi Cepat) BPBD Buleleng dan akan melukan mitos kewanian.

Informasi tentang kewanian saya kabarkan kepada teman-teman wartawan lainnya karena ada beberapa media massa yang mempunyai kolom khusus membahas tentang mitos dan ritual. Demi memenuhi hasrat keingintahuan tentang kewanian, saya merelakan untuk mengorbankan jam tidur saya berkurang, maklum tidurnya selalu dini hari, jani bangun pagi itu cukup berat. TRC BPBD Buleleng akan kelokasi jam 8 pagi.

Sebelum jam 8 pagi, saya sudah ada di kantor BPBD Buleleng, saya mulai mencari teman-teman TRC yang kewanian. Saya masuk ke ruangan bidang kedaruratan. Baru saja masuk ruangan semua staf menyambut dengan ketawa, dan menebak pasti akan liputan mengenai kewanian. Saya datang bukan untuk liputan tapi ingin memenuhi hasrat keingintahuan saja tentang kewanian. Saya menanyakan siapa saja yang kewanian, disebutkan ada empat orang yang kewanian, kondisi paling parah dialami oleh Agra Kusuma, wajahnya penuh dengan bintik-bintik kecil memerah seperti biang keringat. Wajahnya pun bengkak. Raut wajahnya terlihat sangat sayu, menahan rasa gatal disekujur tubuhnya.



Wajah seorang staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng gatal-gatal yang dipercaya sebagai akibat dari kewanian [Foto Kardian]

Teman-teman TRC pun bercerita bahwa, ini peristiwa kedua kalinya yang mereka alami. Sekitar dua tahun lalu, sempat mengalami hal yang sama, saat itu mereka juga menangani pohon wani di Desa Galungan. Bahkan dua tahun lalu ada lebih parah menderita kewanian.  Pengalaman dua tahun lalu, yang kewanian, sempat berobat kedokter dan tidak mempan malahan didiagnose alergi makanan. Dua tahun lalu pun, mereka melakukan mitos kewanian di Desa Galungan, setelah itu gatal-gatal mulai hilang dan sembuhnya sangat cepat.

Seluruh TRC yang kewanian, sudah berkumpul, mereka pun berangkat ke Desa Pegadungan, mengendarai mobil warna orange kendaraan dinas BPBD Buleleng. Saya mengikuti dari belakang. Sekitar lima belas menit perjalanan, akhirnya sampai, lokasinya berdekatan dengan kantor kepala Desa Pegadungan. Seperti biasa, laporan dulu dengan Prebekel Desa Pegadungan Ketut Sudiara. Ditemani oleh Pak Mekel (kepala desa), TRC BPBD Buleleng, menuju pohon wani yang tumbang. Seluruh perlengkapan telah dibawa, canang sari dan kukusan yang telah dipakai.

Saat dilokasi saya, cukup kaget melihat pohon wani yang tumbang, diameter batangnya lebih dari 50cm dengan tinggi lebih dari 10 meter. Saat mulai tahu pohon wani itu bisa membuat gatal-gatal, saya juga rada-rada takut kewanian juga. Agra Kusuma, yang parah menderita kewanian,  langsung menyiapkan canang sari dan diletakkan tepat dibawah batang pohon wani.

Dupa dinyalakan dan diletakan diatas canang sari. Anggota TRC yang kewanian, melakukan persembahyangan, saya yakin doanya pasti memohon kesembuhan. Setelah itu, meraka mengambil kukusan, diletakkan diatas kepala seperti topi dan bergegas berjalan mengelilingi pohon wani sebanyak tiga kali sambil menari. Saat menari diiringi dengan gambelan dari youtube, hehehe… Terasa sangat lucu, percaya atau tidak ya begituklah adanya. Berselang satu jam gatal-gatal yang mulai terasa berkurang dan terasa lebih baik.


Tukang penek (pemanjat) pohon wani di Buleleng [Foto Kardian]

Saat sedang melakukan mitos kewanian, ditempat yang sama, ada yang sedang memanen buah wani, mereka pun menyaksikan tim TRC BPBD Buleleng, melakukan mitos kewanian, sambil tersenyum-tersenyum. Setelah usai melakukan mitos kewanian,  saya menyempatkan diri untuk menunggu yang sedang memanen buah wani sampai selesai. Menunggu tukang penek (tukang naik pohon) turun, ingin sekedar mengkonfirmasi tentang mitos kewanian. 

Nengah Sedana, mengaku telah menjadi tukang penek wani sejak masih muda hingga kini. Nengah Sedana, menjelaskan kalau pohon wani itu dapat menyebabkan gatal-gatal. Tidak semua orang akan bisa kewanian, dirinya yang telah menjadi tukang penek wani, yang sudah lebih dari 20 tahun tidak pernah sekalipun kewanian. Ia menuturkan, jika kewanian rasa gatalnya sangat parah, badan terasa panas, kalau tidak kuat bisa sampai pingsan.

Walau sudah lama menjadi tukang penek wani, nengah mengaku jarang melihat orang kewanian, apalagi sampai melakukan mitos kewanian, dengan mengelilingi pohon wani sambil menari. Namun ia, juga meng-iyakan bawah ada yang mempercayai mitos itu. Nengah juga menjelaskan, jika memang tidak cocok dengan pohon wani, terpapar asap kayu bakar pohon wani saja bisa gatal-gatal. Tidak saja di Desa Pegadungan, istilah kewanian juga di kenal di Desa Nagasepaha, Desa Alasangker serta Desa Galungan.

Memang tidak banyak orang yang mengetahui istilah kewanian. Saya saja baru pernah mendengar satu kali ini, bagi masyarakat yang daerahnya banyak terdapat pohon wani mitos kewanian pastilah sudah lumbrah. kewanian berupa gatal-gatal semacam alergi pada makanan, gatal yang diderita pun terasa panas dan permukaan kulit menjadi tebal. Percaya atau tidak, di berbagai daerah mitos kewanian ada, bahkan ada daerah yang masyarakatnya selalu memberikan nama terhadap setiap pohon wani mereka, sehingga saat kewanian, harus mengelilingi pohon wani sambil menari dan menyebutkan nama pohon wani.

Sekali lagi, percaya atau tidak tapi mitos kewanian itu ada, saya belum mengetahui kandungan apa yang ada dipohon wani, sehingga bisa menyebabkan gatal-gatal,,, yang tahu lebih banyak tentang pohon wani, mungkin bisa menjelaskan dengan membalas tulisan ini, agar lebih banyak yang tahu tentang Pohon Wani. [T]

Tags: alambalibulelengmitospohon
Share74TweetSendShareSend
Previous Post

#AKEBULELENG Bikin Lagu Sampah…

Next Post

Distrik Manang, Potongan Kecil Himalaya

Kardian Narayana

Kardian Narayana

Hobinya serabutan, dari teater, menari, musik, pramuka, fotografi, film, hingga dunia tulis-menulis. Kini bekerja agak tetap menjadi video jurnalis di sebuah TV nasional

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Distrik Manang, Potongan Kecil Himalaya

Distrik Manang, Potongan Kecil Himalaya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co