12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kelor untuk Kesehatan: Dari Mistis hingga Bisnis, Dari “Jukut” hingga “Laklak”

Dian Suryantini by Dian Suryantini
July 5, 2019
in Khas
Kelor untuk Kesehatan: Dari Mistis hingga Bisnis, Dari “Jukut” hingga “Laklak”

Laklak daun kelor di Desa Dencarik, Bukeleng. (Foto-foto: Dian Suryantini)

Mendengar kata kelor, sepintas yang ada di pikiran pastilah sayur. Atau orang Bali menyebut Jukut Kelor. Rasanya enak. Apalagi dicampur santan dan kacang merah. Ditemani sambal terasi. Disajikan dengan nasi hangat. Waahhh,,,surga!

Tanaman kelor biasanya banyak dijumpai di kebun-kebun. Bisa juga ditemukan di pinggir jalan. Karena memang tanaman kelor bisa tumbuh di mana saja. Mandiri sekali ya si kelor ini. Hehehe.

Selain hanya sebagai bahan makanan dan bisa dikonsumsi, konon tanaman kelor juga berkhasiat sebagai alat penangkal ilmu hitam atau roh-roh jahat. Mungkin dari kita pernah mendengar ada makhluk gaib yang disebut Buto Ijo/Kolor Ijo atau apalah itu sebutannya. Nah, untuk menangkal roh tersebut masuk ke dalam rumah kita, kelor-lah alatnya.


Daun kelor

Kelor dipercaya dapat mencegah atau mengusir roh itu mendekati rumah kita. Tanaman kelor cukup disematkan di atas pintu masuk dengan diberi mantra-mantra tertentu. Di sebagian kalangan masyarakat Jawa, kelor sering digunakan sebagai campuran air untuk memandikan jenazah.

Kelor juga dapat digunakan sebagai penangkal guna-guna dan ilmu hitam lainnya. Caranya cukup dengan mengibas-ngibaskan setangkai daun kelor ke bagian muka korban. Atau air rendaman kelor disiramkan ke sekujur tubuhnya.

Percaya atau tidak, periksa sendiri. Boleh juga dicoba.

Tapi, jangan bantah, tanaman kelor adalah tanaman yang banyak khasiatnya. Tanaman dengan nama latin Moringa Oleifera ini merupakan tanaman tahunan yang biasa disebut sebagai Miracle Tree atau Pohon Ajaib, karena kandungan gizi dan khasiatnya yang sangat luar biasa.

Dulu tanaman ini dipercaya untuk pengobatan penyakit atau sesuatu yang berhubungan dengan hal mistis, tapi sekarang sudah mulai banyak masyarakat yang mengkonsumsinya dalam kehidupan sehari-hari. Sebenarnya sudah dari dulu, tapi sekarang lebih sering.

Tanaman ini sangat bermanfaat bagi kesehatan, mulai dari akarnya, batang, bunga, buah hingga daunnya. Nutrisi terbanyak terdapat pada daun kelor.

Berbicara mengenai bisnis, Pohon kelor yang sering dijumpai diperkebunan atau di beberapa tempat kini bisa dikembangkan menjadi objek agribisnis oleh masyarakat. Selain pembibitannya mudah, tanaman kelor juga mudah dibudidayakan, tidak diperlukan masukan sarana produksi kimia, tidak boros air, cepat panen, bisa dipanen harian/mingguan, pasar terjamin, harga yang menguntungkan, ramah lingkungan serta produknya dapat digunakan sebagai bahan baku untuk diolah menjadi produk lain yang dibutuhkan pasar.

Laklak Kelor

Selain dikembangkan menjadi agribisnis bagi petani, kelor juga dapat diolah menjadi berbagai produk makanan yang tak kalah nikmat. Contohnya seperti Jaja Laklak yang terbuat dari kelor. Jaja Laklak ini dapat dijumpai di Banjar Dinas Bajangan, Desa Dencarik Kecamatan Banjar. Enak dan murah. Cukup Rp. 5.000,- saja, sudah dapat 6 buah laklak dalam satu porsi. 


Angkringan Moringa

Lokasinya sangat gampang untuk dicari. Jika sudah menjumpai perempatan Desa Dencarik, ambil haluan menuju ke utara. Lurus saja pasti ketemu. Lokasinya di pinggir jalan dengan nama Angkringan Moringa.

Oke, mari kita membahas Jaja Laklak dulu.

Jaja Laklak dari kelor ini warnanya hujai. Karena terbuat dari kelor dan dicampur sedikit dengan ekstrak daun suji (don kayu sugih). Bahan-bahannya sangat mudah. Ada tepung kelor, tepung beras, air hangat, air kapur, ekstrak daun suji, garam, daun pandan harum.

Semua bahan dicampur rata dengan cara diuleni dengan mencampurkan 500 gram tepung beras dan 100 gram tepung kelor. Masukkan air sedikit demi sedikit sampai membentuk adonan sedikit padat, lalu campukan ektrak daun suji sedikit demi sedikit kemudian kembali diuleni sampai membentuk adonan kental. Jangan lupa campurkan garam dan air kapur agar Jaja Laklak lebih gurih (nyangluh).


Adonan tepung kelor, tepung beras, dan lain-lain

Setelah selesai, adonan lalu dimasukkan kedalam cetakan yang sudah dipanaskan dan diolesi minyak. Cukup pakai api kecil saja supaya Jaja Laklak matang sempurna. Untuk mendapatkan hasilyang enak, jaja laklak sebaiknya dimasak menggunakan tungku dan kayu bakar. Boleh saja menggunakan kompor bila tidak ada kayu bakar, tapi hasilnya tidak senikmat menggunakan kayu bakar.

Perlahan adonan dimasukkan ke dalam cetakan yang berbentuk bulat-bulat lalu ditutup. Tunggu sekitar 5 menit, jaja laklak langsung diangkat dari cetakan tanpa terlalu puun atau gosong. Karena apapun yang berlebihan pasti tidak enak. Setelah itu, jaja laklak siap dinikmati dengan dicampur gula merah dan arutan kelapa. Sungguh nikmat. Apalagi ditemani kopi tubruk panas (bagi yang suka ngopi), sambil membaca koran. Lengkap sudah.

Manfaat Kelor

Selain sebagai lahan bisnis dan penangkal ilmu magis, tanaman kelor juga bermanfaat bagi kesehatan. Beberapa manfaat daun kelor untuk kulit antara lain mempercepat proses penyembuhan luka, mencegah infeksi, mengurangi radang jerawat, melembabkan kulit, memperlambat proses penuaan dini.


Pelanggan laklak kelor di Dencarik, Buleleng

Menurut sebuah laporan yang diterbitkan di Asia Pacific Journal Of Cancer Prevention, kelor mengandung campuran asam amino, fitonutrien karotenoid, antioksidan dan senyawa antibakterial yang saling bekerja sama dalam mencegah pertumbuhan sel abnormal penyebab kanker. Penyakit-penyakit seperti sariawan panas dalam, kesehatan otak, tiroid dan saraf dapat diatasi dengan daun kelor.


BACA JUGA:

  • Catatan Harian Sugi Lanus# Wabah Difteri Dalam Lontar Usada?

Berdasarkan informasi yang didapatkan dari DKBM (Daftar Komponen Bahan Makanan) Indonesia, daun Kelor atau Merunggai mengandung 82-92 kalori energi, 6,7 gram protein, 1,7 gram lemak, 14,3 gram karbohidrat, 440 mg kalsium, 70 mg fosfor, 7 mg zat besi, 11.300 IU vitamin A, 0,21 vitamin B dan 220 mg vitamin C serta 0,9 gram serat.

Bagaimana? Mau sehat, kaya dan terhindar dari hal-hal mistis? Mulailah menanam kelor. Sehat iya, kaya bisa, ilmu hitam lenyap (tapi tidak dijamin ya). Hehehe. [T]

Tags: bisnisbulelengkelorkesehatankulinerkuliner khas balimistis
Share469TweetSendShareSend
Previous Post

“Puisi-Musik”, – Misi Agar Puisi Menjangkau Publik yang Lebih Luas.

Next Post

Mitos Patriarki Dalam Sinetron “Dunia Terbalik”

Dian Suryantini

Dian Suryantini

Kuliah sambil kerja di Singaraja

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Mitos Patriarki Dalam Sinetron “Dunia Terbalik”

Mitos Patriarki Dalam Sinetron “Dunia Terbalik”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co