2 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Catatan Minikino dari “Short Film Market” di Perancis: Menghormati Film Pendek Setinggi-tingginya

tatkala by tatkala
April 30, 2019
in Khas
Catatan Minikino dari “Short Film Market” di Perancis: Menghormati Film Pendek Setinggi-tingginya

Suasana pintu masuk di Short Film Market 2019 di Perancis. (Foto: Dok Edo Wulia)

Di awal tahun 2019 Minikino yang diwakilkan oleh Edo Wulia selaku direktur festival, berkesempatan untuk pergi ke Short Film Market terbesar di dunia.

Short Film Market ini adalah bagian dari festival film pendek, Clermont Ferrand International Short Film Festival (CFISFF) di Perancis. Festival film pendek ini termasuk yang terbesar dan tertua di dunia, berlangsung sejak 1979.  Di Perancis sendiri festival ini merupakan festival film terbesar kedua setelah Cannes Film Festival, atas perbandingan jumlah penonton dan kehadiran para profesional di bidang terkait.

CFISFF secara resmi menyatakan bahwa setiap tahunnya festival mereka dihadiri lebih dari 160.000 (Seratus enam puluh ribu) pengunjung ditambah 3.500 (tiga ribu lima ratus) profesional, termasuk para filmmaker dan produser. Selain aktivitas pemutaran film dan diskusi, festival ini juga terkenal dengan program Short film Market yang telah dijalankan sejak 1986.

Edo Wulia mengatakan, dalam masa kunjungannya pada tanggal 1 sampai 8 Februari 2019 di Clermont-Ferrand, tercatat bahkan lebih dari 4.000 profesional hadir tahun ini.

Short Film Market atau Pasar Film Pendek di CFISFF memiliki definisi lebih lanjut daripada sekedar kata “pasar” yang kita kenal sehari-hari. Film Market yang dimaksudkan di sini adalah sebuah ajang pameran (showcase) yang diikuti berbagai badan yang terkait dengan festival film dari berbagai belahan dunia.

Badan-badan pemerintah yang berhubungan dengan pengembangan film pendek untuk pengembangan budaya dan industri pariwisata jugamelibatkan diri dalam acara ini. Ajang film market CFISFF secara efektif digunakan untuk berbagai pertemuan dan pembentukan jaringan kerja sama, serta pertukaran informasi global di bidang seni, budaya dan pariwisata.

Short Film Market pada dasarnya diadakan untuk mendorong nilai ekonomi dari sebuah film pendek. Namun pergerakan ekonomi yang terjadi dalam kegiatan pasar film pendek di CFISFF tercipta setelah terbentuknyajaringan kerja global antar filmmaker, festival, distributor, serta badan-badan kenegaraan yang terkait.


Edo Wulia bersama Giulio Vita (Director & Animation Programmer)& Sara Fratini (Co-Director, Animation Programmer & Curator of the Illustration Exhibition “Artists For La Guarimba”) dari Italia (Foto Dok Edo Wulia)

Edo Wulia bersama Pilar Garcia Elegido, dari Comunidad De Madrid, badan pemerintah untuk departemen kebudayaan dan pariwisata, kota Madrid, Spanyol. (Foto Dok Edo Wulia)

Di sinilah seluruh pekerja yang terkait dalam ekosistem film pendek berkesempatan bertemu, berdialog dan mengadakan rapat formal maupun informal. Nilai ekonomi yang dibangun sifatnya jangka panjang dan dengan pemahaman yang lebih mendalam daripada sekedar sebuah kegiatan jual dan beli retail yang kita kenal sehari-hari.

Menurut Edo, sisi komersil film pendek di dalam Short Film Market memang disinggung sebagai salah satu tujuan ketika beberapa perusahan distribusi dan stasiun televisi di beberapa negara, terutama yang berada di region Eropa memang memiliki kemampuan untuk membeli hak tayang dan distribusi. Namun sisi ini relatif merupakan aktivitas khusus (segmented) dan bukan menjadi tujuan pertama dari kebanyakan instansi yang hadir.

Kunjungan kerja Edo Wulia selaku Direktur Festival Minikino Film Week ini dapat terlaksana berkat dukungan pendanaan perjalanan yang diberikan oleh Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Republik Indonesia.

Dalam laporan tertulisnya Edo kepada BEKRAF RI, Edo mengatakan:

“Saya elihat langsung bagaimana penyikapan negara-negara Eropa dan juga berbagai negara dari region lain yang hadir di Clermont-Ferrand, termasuk Asia yang pada tahun 2019 ini terwakili oleh Korea, Jepang dan Taiwan, saya langsung tergelitik membandingkannya dengan pencapaian Indonesia dalam bidang produksi dan eksibisi film pendek.

Walaupun belum ada yang meraih penghargaan utama di Clermont-Ferrand, namun beberapa film pendek produksi Indonesia sudah beberapa kali masuk dalam sesi kompetisi. Begitu bergengsinya festival ini, sehingga untuk ikut dipertimbangkan dalam sesi kompetisi festival ini saja sudah merupakan sebuah kebanggaan.

Ketatnya seleksi dan standard film-film pendek yang tampil, saya menyaksikan bagaimana festival besar ini menyikapi dan menghormati karya-karya film yang berhasil lolos ke sesi kompetisi. Demikian juga antusiasme penonton merayakannya sebagai sebuah pencapaian yang membanggakan ketika layar-layar raksasa tersebut kemudian memproyeksikan film-film pendek yang luar biasa ini.”


Suasana antrian penonton di Clermont-Ferrand International Short Film Festival 2019, Perancis. (Foto: Dok Edo Wulia)

Dalam kunjungan ini Edo Wulia juga semakin menyadari bagaimana Indonesia masih memiliki “pekerjaan rumah” yang perlu diselesaikan terlebih dahulu. Untuk ikut berlaga pada ajang Short Film Market di Clermont-Ferrand, tentu saja lebih jauh daripada sekedar kemampuan menyewa stan.

Dalam kondisi sosial politik di Indonesia yang masih menempatkan karya film-film pendek atau karya film pada umumnya terbatas hanya sebagai komoditi politik dan ekonomi, kondisi ini sedikit banyak mempengaruhi karya-karya yang dihasilkan. Aturan-aturan perfilman yang seharusnya fleksibel dan bergerak dinamis, tidak berhasil disosialisasikan dengan baik.

Hegemoni lembaga sensor yang lebih dari sekedar mengklasifikasi, namun sampai pada pengguntingan karya. Ditambah tindakan persekusi oknum-oknum di masyarakat kepada penyelenggaraan pemutaran masih sering terdengar. Diperburuk lagi oleh pembiaran-pembiaran oleh aparat negara, bahkan seringkali malah berpihak pada pelaku persekusi.

Karya-karya film di Indonesia secara umum bereaksi pada situasi ini. Perkembangan produksinya dari tahun-ke-tahun yang umumnya berhenti pada hiburan ringan yang berharap mengejar sukses komersil, atau sekedar selesai pada pameran teknis semata.

Walaupun relatif belum terlalu diperhatikan oleh pemangku kebijakan ataupun lembaga sensor,  situasi ini juga berdampak pada karya-karya film pendek. Dampak yang terjadi lebih parah, karena dengan nilai ekonominya yang minim akhirnya juga dengan konteks sosial budaya yang dangkal, tanpa benefit yang jelas.

Secara perlahan kondisi ini akan mematikan ekosistem film pendek Indonesia, baik di dalam masyarakat Indonesia sendiri dan juga di dunia Internasional.


Suasana menonton acara di festival Clermont-Ferrand 2019, dengan layar raksasa dan ruang berkapasitas 1000 orang. (Foto: Dok Edo Wulia)

Kondisi memprihatinkan ini sangat kontras dengan penyikapan pada karya film pendek yang diusung dan dipromosikan dalam Short Film Market Global di Clermont-Ferrand. Karya-karya film pendek dipahami sebagai karya seni, sosial dan budaya dengan penghormatan setinggi-tingginya. Film pendek berkualitas yang mengejar kekuatannya untuk memberi dampak pada nilai-nilai sosial dan budaya dirayakan, dan secara implisit menjadi cerminan cara berpikir dan wawasan masyarakat di mana karya tersebut dibuat. Karya film pendek yang tetap memiliki kepentingan untuk merangkul penontonnya, bukan untuk hasil penjualan tiket, namun untuk mengajak penonton memikirkan kembali tayangan yang baru saja mereka tonton.

Dan disinilah esensi dari kekuatan film pendek yang sebenarnya. Sebuah karya yang sejak tahap produksi seharusnya berfokus pada kualitas daripada mimpi-mimpi tentang sukses finansial.

Kemampuan sebar film pendek yang khas, menjadikannya sebuah bentuk kesenian yang bisa menyentuh  berbagai lapisan masyarakat. Menjadikannya perangkat yang jitu untuk membangun kembali budaya sinema di Indonesia. Tentu negara perlu bijaksana untuk mengarahkan, melindungi dan menempatkannya dalam konteks seni dan budaya. Mengarahkan pemahaman masyarakat untuk menerima sebuah karya film pendek dan karya seni lainnya dalam arti yang lebih luas, sebagai produk budaya, selanjutnya sebagai kekayaan pustaka yang bisa digunakan sebagai materi diskusi, penelitian dan wacana yang bisa digali terus untuk pemahaman yang lebih luas dan mendalam. Secara bersamaan, membentuk kekuatan penonton dan masyarakat Indonesia yang lebih berani dan kritis pada tontonannya, lawan kata dari sikap ketakutan dan ketidak-pedulian.

Clermont-Ferrand International Short Film Festival ini telah membuktikan bahwa film pendek merupakan perangkat ampuh untuk menjalin hubungan kebudayaan, sosial, pendidikan lintas disiplin dan lebih jauh lagi adalah pendidikan lintas budaya. Pada sisi tertentu hal ini juga berpengaruh pada posisi sebuah bangsa di mata dunia. Nilai ekonomi dan terbentuknya pondasi untuk pembangunan industri hanyalah hasil dari sebuah proses. Didukung oleh kemampuan berpikir panjang ke depan dan sikap yang terbuka untuk ikut berdialog dan berdebat. Serta terlepas sama sekali dari kepentingan untuk menebar rasa takut dan ancaman. [T] [*]

Tags: Clermont Ferrand International Short Film Festivalfilmfilm pendekMinikinoperancisShort Film Market
Share19TweetSendShareSend
Previous Post

Penerimaan dan Memaafkan Diri

Next Post

Gugurnya Ratusan Pengawal Suara & Usul “Dilan” dalam Pemilu Berikutnya

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
0
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

Read moreDetails

Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

by Emi Suy
November 1, 2026
0
Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...

Read moreDetails

Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

by Wahyu Mahaputra
October 30, 2026
0
Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

SETIDAKNYA 7,05 juta wisatawan mancanegara melintasi pintu gerbang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai setiap tahunnya. Bali telah lama...

Read moreDetails

Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

by Nyoman Budarsana
October 30, 2026
0
Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

WAJAH-wajah polos penuh semangat memenuhi Jimbaran Hub, Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Kamis pagi, 29 Oktober 2026. Sisa air hujan...

Read moreDetails

Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
0
Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

ALUNAN lembut gamelan gangsa dan moncong reong berpadu dengan tembang-tembang klasik nan sakral, menghadirkan suasana khidmat yang sarat nuansa spiritual....

Read moreDetails

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
0
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

Read moreDetails

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails
Next Post
Gugurnya Ratusan Pengawal Suara & Usul “Dilan” dalam Pemilu Berikutnya

Gugurnya Ratusan Pengawal Suara & Usul “Dilan” dalam Pemilu Berikutnya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur
Pameran

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional
Khas

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

by tatkala
November 1, 2026
Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026
Bahasa

Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026

SAYA merasa bangga dan terharu melihat pemuda Bali dalam ajang Konferensi Pemuda Bali (KPB 2026). Betapa tidak, tagar #PemudaBersuaraBerdaya ini membuat...

by I Made Sudiana
November 1, 2026
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik
Esai

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual
Esai

Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

SETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....

by I Wayan Artika
November 1, 2026
Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak
Khas

Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...

by Emi Suy
November 1, 2026
Saraswati dan Kenaikan Kelas
Esai

Saraswati dan Kenaikan Kelas

ADA suasana yang hampir selalu sama setiap kali tahun pelajaran berakhir. Wajah-wajah murid tampak sumringah ketika menerima rapor. Sebagian tersenyum...

by I Wayan Yudana
October 31, 2026
Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital
Esai

Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

BAGAIMANA jika perpustakaan sekolah tidak lagi sekadar ruang sunyi berisi rak buku, tetapi tempat yang "hidup" dan ada di genggaman...

by tatkala
October 31, 2026
Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda
Kuliner

Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda

PAGI-PAGI, Jalan Surapati di Singaraja memiliki kehidupan yang berbeda. Di antara bangunan-bangunan tua yang menyimpan ingatan masa kolonial, ada sebuah...

by I Wayan Artika
October 31, 2026
Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung
Panggung

Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

HUJAN deras mengguyur Ubud pada Sabtu sore, 24 Oktober 2026. Namun, di Rumah Kayu, Taman Baca Ubud, suasana tetap hangat...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?
Esai

Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

ADA satu hari ketika buku-buku diupacarai. Buku pelajaran, buku cerita, kitab suci, hingga lontar-lontar tua mendapat perlakuan istimewa. Semuanya ditata...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co