12 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Catatan Minikino dari “Short Film Market” di Perancis: Menghormati Film Pendek Setinggi-tingginya

tatkala by tatkala
April 30, 2019
in Khas
Catatan Minikino dari “Short Film Market” di Perancis: Menghormati Film Pendek Setinggi-tingginya

Suasana pintu masuk di Short Film Market 2019 di Perancis. (Foto: Dok Edo Wulia)

Di awal tahun 2019 Minikino yang diwakilkan oleh Edo Wulia selaku direktur festival, berkesempatan untuk pergi ke Short Film Market terbesar di dunia.

Short Film Market ini adalah bagian dari festival film pendek, Clermont Ferrand International Short Film Festival (CFISFF) di Perancis. Festival film pendek ini termasuk yang terbesar dan tertua di dunia, berlangsung sejak 1979.  Di Perancis sendiri festival ini merupakan festival film terbesar kedua setelah Cannes Film Festival, atas perbandingan jumlah penonton dan kehadiran para profesional di bidang terkait.

CFISFF secara resmi menyatakan bahwa setiap tahunnya festival mereka dihadiri lebih dari 160.000 (Seratus enam puluh ribu) pengunjung ditambah 3.500 (tiga ribu lima ratus) profesional, termasuk para filmmaker dan produser. Selain aktivitas pemutaran film dan diskusi, festival ini juga terkenal dengan program Short film Market yang telah dijalankan sejak 1986.

Edo Wulia mengatakan, dalam masa kunjungannya pada tanggal 1 sampai 8 Februari 2019 di Clermont-Ferrand, tercatat bahkan lebih dari 4.000 profesional hadir tahun ini.

Short Film Market atau Pasar Film Pendek di CFISFF memiliki definisi lebih lanjut daripada sekedar kata “pasar” yang kita kenal sehari-hari. Film Market yang dimaksudkan di sini adalah sebuah ajang pameran (showcase) yang diikuti berbagai badan yang terkait dengan festival film dari berbagai belahan dunia.

Badan-badan pemerintah yang berhubungan dengan pengembangan film pendek untuk pengembangan budaya dan industri pariwisata jugamelibatkan diri dalam acara ini. Ajang film market CFISFF secara efektif digunakan untuk berbagai pertemuan dan pembentukan jaringan kerja sama, serta pertukaran informasi global di bidang seni, budaya dan pariwisata.

Short Film Market pada dasarnya diadakan untuk mendorong nilai ekonomi dari sebuah film pendek. Namun pergerakan ekonomi yang terjadi dalam kegiatan pasar film pendek di CFISFF tercipta setelah terbentuknyajaringan kerja global antar filmmaker, festival, distributor, serta badan-badan kenegaraan yang terkait.


Edo Wulia bersama Giulio Vita (Director & Animation Programmer)& Sara Fratini (Co-Director, Animation Programmer & Curator of the Illustration Exhibition “Artists For La Guarimba”) dari Italia (Foto Dok Edo Wulia)

Edo Wulia bersama Pilar Garcia Elegido, dari Comunidad De Madrid, badan pemerintah untuk departemen kebudayaan dan pariwisata, kota Madrid, Spanyol. (Foto Dok Edo Wulia)

Di sinilah seluruh pekerja yang terkait dalam ekosistem film pendek berkesempatan bertemu, berdialog dan mengadakan rapat formal maupun informal. Nilai ekonomi yang dibangun sifatnya jangka panjang dan dengan pemahaman yang lebih mendalam daripada sekedar sebuah kegiatan jual dan beli retail yang kita kenal sehari-hari.

Menurut Edo, sisi komersil film pendek di dalam Short Film Market memang disinggung sebagai salah satu tujuan ketika beberapa perusahan distribusi dan stasiun televisi di beberapa negara, terutama yang berada di region Eropa memang memiliki kemampuan untuk membeli hak tayang dan distribusi. Namun sisi ini relatif merupakan aktivitas khusus (segmented) dan bukan menjadi tujuan pertama dari kebanyakan instansi yang hadir.

Kunjungan kerja Edo Wulia selaku Direktur Festival Minikino Film Week ini dapat terlaksana berkat dukungan pendanaan perjalanan yang diberikan oleh Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Republik Indonesia.

Dalam laporan tertulisnya Edo kepada BEKRAF RI, Edo mengatakan:

“Saya elihat langsung bagaimana penyikapan negara-negara Eropa dan juga berbagai negara dari region lain yang hadir di Clermont-Ferrand, termasuk Asia yang pada tahun 2019 ini terwakili oleh Korea, Jepang dan Taiwan, saya langsung tergelitik membandingkannya dengan pencapaian Indonesia dalam bidang produksi dan eksibisi film pendek.

Walaupun belum ada yang meraih penghargaan utama di Clermont-Ferrand, namun beberapa film pendek produksi Indonesia sudah beberapa kali masuk dalam sesi kompetisi. Begitu bergengsinya festival ini, sehingga untuk ikut dipertimbangkan dalam sesi kompetisi festival ini saja sudah merupakan sebuah kebanggaan.

Ketatnya seleksi dan standard film-film pendek yang tampil, saya menyaksikan bagaimana festival besar ini menyikapi dan menghormati karya-karya film yang berhasil lolos ke sesi kompetisi. Demikian juga antusiasme penonton merayakannya sebagai sebuah pencapaian yang membanggakan ketika layar-layar raksasa tersebut kemudian memproyeksikan film-film pendek yang luar biasa ini.”


Suasana antrian penonton di Clermont-Ferrand International Short Film Festival 2019, Perancis. (Foto: Dok Edo Wulia)

Dalam kunjungan ini Edo Wulia juga semakin menyadari bagaimana Indonesia masih memiliki “pekerjaan rumah” yang perlu diselesaikan terlebih dahulu. Untuk ikut berlaga pada ajang Short Film Market di Clermont-Ferrand, tentu saja lebih jauh daripada sekedar kemampuan menyewa stan.

Dalam kondisi sosial politik di Indonesia yang masih menempatkan karya film-film pendek atau karya film pada umumnya terbatas hanya sebagai komoditi politik dan ekonomi, kondisi ini sedikit banyak mempengaruhi karya-karya yang dihasilkan. Aturan-aturan perfilman yang seharusnya fleksibel dan bergerak dinamis, tidak berhasil disosialisasikan dengan baik.

Hegemoni lembaga sensor yang lebih dari sekedar mengklasifikasi, namun sampai pada pengguntingan karya. Ditambah tindakan persekusi oknum-oknum di masyarakat kepada penyelenggaraan pemutaran masih sering terdengar. Diperburuk lagi oleh pembiaran-pembiaran oleh aparat negara, bahkan seringkali malah berpihak pada pelaku persekusi.

Karya-karya film di Indonesia secara umum bereaksi pada situasi ini. Perkembangan produksinya dari tahun-ke-tahun yang umumnya berhenti pada hiburan ringan yang berharap mengejar sukses komersil, atau sekedar selesai pada pameran teknis semata.

Walaupun relatif belum terlalu diperhatikan oleh pemangku kebijakan ataupun lembaga sensor,  situasi ini juga berdampak pada karya-karya film pendek. Dampak yang terjadi lebih parah, karena dengan nilai ekonominya yang minim akhirnya juga dengan konteks sosial budaya yang dangkal, tanpa benefit yang jelas.

Secara perlahan kondisi ini akan mematikan ekosistem film pendek Indonesia, baik di dalam masyarakat Indonesia sendiri dan juga di dunia Internasional.


Suasana menonton acara di festival Clermont-Ferrand 2019, dengan layar raksasa dan ruang berkapasitas 1000 orang. (Foto: Dok Edo Wulia)

Kondisi memprihatinkan ini sangat kontras dengan penyikapan pada karya film pendek yang diusung dan dipromosikan dalam Short Film Market Global di Clermont-Ferrand. Karya-karya film pendek dipahami sebagai karya seni, sosial dan budaya dengan penghormatan setinggi-tingginya. Film pendek berkualitas yang mengejar kekuatannya untuk memberi dampak pada nilai-nilai sosial dan budaya dirayakan, dan secara implisit menjadi cerminan cara berpikir dan wawasan masyarakat di mana karya tersebut dibuat. Karya film pendek yang tetap memiliki kepentingan untuk merangkul penontonnya, bukan untuk hasil penjualan tiket, namun untuk mengajak penonton memikirkan kembali tayangan yang baru saja mereka tonton.

Dan disinilah esensi dari kekuatan film pendek yang sebenarnya. Sebuah karya yang sejak tahap produksi seharusnya berfokus pada kualitas daripada mimpi-mimpi tentang sukses finansial.

Kemampuan sebar film pendek yang khas, menjadikannya sebuah bentuk kesenian yang bisa menyentuh  berbagai lapisan masyarakat. Menjadikannya perangkat yang jitu untuk membangun kembali budaya sinema di Indonesia. Tentu negara perlu bijaksana untuk mengarahkan, melindungi dan menempatkannya dalam konteks seni dan budaya. Mengarahkan pemahaman masyarakat untuk menerima sebuah karya film pendek dan karya seni lainnya dalam arti yang lebih luas, sebagai produk budaya, selanjutnya sebagai kekayaan pustaka yang bisa digunakan sebagai materi diskusi, penelitian dan wacana yang bisa digali terus untuk pemahaman yang lebih luas dan mendalam. Secara bersamaan, membentuk kekuatan penonton dan masyarakat Indonesia yang lebih berani dan kritis pada tontonannya, lawan kata dari sikap ketakutan dan ketidak-pedulian.

Clermont-Ferrand International Short Film Festival ini telah membuktikan bahwa film pendek merupakan perangkat ampuh untuk menjalin hubungan kebudayaan, sosial, pendidikan lintas disiplin dan lebih jauh lagi adalah pendidikan lintas budaya. Pada sisi tertentu hal ini juga berpengaruh pada posisi sebuah bangsa di mata dunia. Nilai ekonomi dan terbentuknya pondasi untuk pembangunan industri hanyalah hasil dari sebuah proses. Didukung oleh kemampuan berpikir panjang ke depan dan sikap yang terbuka untuk ikut berdialog dan berdebat. Serta terlepas sama sekali dari kepentingan untuk menebar rasa takut dan ancaman. [T] [*]

Tags: Clermont Ferrand International Short Film Festivalfilmfilm pendekMinikinoperancisShort Film Market
Share19TweetSendShareSend
Previous Post

Penerimaan dan Memaafkan Diri

Next Post

Gugurnya Ratusan Pengawal Suara & Usul “Dilan” dalam Pemilu Berikutnya

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Gugurnya Ratusan Pengawal Suara & Usul “Dilan” dalam Pemilu Berikutnya

Gugurnya Ratusan Pengawal Suara & Usul “Dilan” dalam Pemilu Berikutnya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga
Esai

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik
Buku Tatkala

Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik

Judul: Sandyakalaning Demokrasi - Sekumpulan Esai Sosial dan Politik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 9, 2026
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki
Ulas Film

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University
Persona

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya
Panggung

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca
Esai

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co