6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Guru Kontrak yang Terjerumus ke Dunia Rias: Cita-cita dan Suka-suka

Rina Wijayanti by Rina Wijayanti
April 5, 2019
in Esai
Guru Kontrak yang Terjerumus ke Dunia Rias: Cita-cita dan Suka-suka

Foto ilustrasi (Dok Penulis)

Terlahir sebagai seorang anak petani tambak  yang dari kecil lebih akrab dengan bubu, sau, anco, titi, udang, ikan, kepiting, air asin, air payau dan kawan-kawannya, kadang saya merasa lucu, kerena sekarang lebih sering asik bergaul dengan pondation, bedak, eyesahadow, blush on, pensil alis dan kuas-kuasnya.

Biar saya ceritakan sedikit tentang diri saya dulu, saya anak gadis dari dua bersaudara dan kini menyandang status sebagai seorang istri dari seorang suami yang baik hati (menurut saya) karena tidak pernah mematahkan apapun keinginan saya, kecuali mungkin hal-hal yang bertentangan dengan kaidah kesetiaan dalam menjalin sebuah hubungan. Saya pernah punya cita-cita besar menjadi seorang guru Bahasa Indonesia karena memang diakrabkan dengan puisi dan cerpen oleh guru semasa SD dan SMP saya.

Bapak presiden pertama kita pernah berkata, “Gantunglah cita-citamu setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.”

Saya rasa benar begitu, saya pernah punya cita-cita tinggi menjadi seorang guru, kini menjadi guru, bahkan mendapat kesempatan menjadi guru Bahasa Indonesia seperti yang memang saya inginkan. Tapi apa daya, lima tahun di sekolah saya pernah tidak digaji, karena harus bertanggung jawab dengan cita-cita saya tetap bertahan. Lalu pernah digaji tujuh ribu lima ratus rupiah per jam. Lalu pernah juga menerima gaji pukul rata, lima ratus ribu rupiah per bulan, lalu lima puluh ribu rupiah per jam.

Lalu kebijakan pemerintah membawa saya ke status pegawai kontrak provinsi dengan upah yang bagi saya lumayan untuk membangun cita-cita lain dan saya tetap bahagia. Tetap menjadi seorang guru. Eh, kok saya jadi curhat, sudah jangan dipikirin.

Ternyata benar apa yang dikatakan oleh bapak presiden pertama kita, saya pernah punya cita-cita tinggi dan saya sedang merasa jatuh di antara bintang-bintang. Bukan berarti saat saya merasa mentok menjadi guru kontrak saya patah hati terus membunuh semua siswa yang ada di sekolah atau menjadi aktor kasus pornografi, terus saya terkenal, masuk koran, masuk TV, dan menjadi daftar pencaharian teratas di internet. Jadi bintang gitu. Ya enggaklah ya.

Pernah menjadi siswa dengan nama yang tidak terlalu baik (tak terlalu formal) saat SMA, membuat saya berkelimpahan teman. Ditambah lagi saat kuliah, saya memilih menjadi mahasiswa yang tidak normal maksudnya tidak hanya K3 (Kampus, Kost, Kampung), tetapi intinya lebih banyak main-main dari pada serius kuliah. Lebih senang mencari teman daripada belajar.

Punya banyak teman inilah yang membuat saya merasa jatuh di antara bintang-bintang saat saya merasa cita-cita saya yang tinggi tak kunjung membuat saya menari-nari seperti awan di angkasa. Sebab, setelah saya menekuni dunia rias-merias, teman adalah makhluk ajaib yang paling setia percaya begitu saja pada pulasan tangan saya, tentunya dengan banyak alasan dan mereka paham ini tidak cuma-cuma. Dan saya, meski awalnya hanya suka-suka, kini benar-benar suka.  Dan kombinasi dari keduanya menimbulkan suka-cita.

Saya sedang merias

Entah sejak kapan saya menyukai dunia tatarias memilih bergaul dengan sederet bedak dan koloni-koloninya. Sering kali saya merasa ini lucu tapi saya yakin ini ada hubungannya dengan teman-teman saya. Terakhir yang saya ingat, saya sering dipaksa teman-teman  untuk membantu merias aktor  saat pentas teater.

Kata mereka riasan saya bagus, entah benar begitu atau sengaja dibilang begitu biar nanti-nanti saya rajin membantu lagi. Setelah di sekolah sebagai guru Bahasa Indonesia, saya terlalu sering membuat orang salah tanggap, dikiranya saya Guru Seni Budaya. Kadang, di sekolah saya lebih suka kalau mendapat tugas merias anak-anak yang akan mengikuti lomba-lomba dari pada mendapat tugas membina penulisan karya ilmiah.

Ah, saya merasa benar-benar mulai terjerumus. Dan salah seorang yang menjerumuskan saya adalah guru seni budaya di sekolah tempat saya mengajar. Beliau selalu memberi ruang, memberi pujian, dan bahkan memberi kesempatan untuk menambah penghasilan saat ada acara-acara tertentu di sekolah karena beliau sadar saat itu saya belum memiliki penghasilan apapun.

Hingga kini, saya merasa semakin gila di dunia tatarias. Dulu masih suka menyuruh teman membawa make-up untuk saya pinjam kalau ada yang meminta saya untuk merias, saat ada wisuda misalnya. Kini saya sedang giat belajar tentang aneka merek make-up, jenis, dan fungsinya serta sangat rajin membelinya karena bukan rahasia lagi berapa honor perias untuk merias sepasang pengantin, untuk upacara metatah atau merias anak-anak di hari perpisahan.  

Honor yang menggila ini tentu tidak bisa saya dapatkan semudah membalikkan telapak tangan, meskipun tarif saya belum sefuntastis perias hits lainnya, namun ini tetap harus disyukuri.

Saat merias selain menjual keterampilan saya juga menjual sabar karena belakangan saya merasa setiap client yang datang terutama calon pengantin  punya kecerewetan tersendiri yang menguji kesabaran saya. Ini mungkin juga dialami oleh perias lain sampai-sampai saya mengkatagorikannya ke dalam empat jenis calon pengantin yang hendak dirias.

Pertama, calon pengantin tukang tawar. Kedua, calon pengantin rela bayar mahal tapi gak tau trend, dan, ketiga, calon pengantin dramakuin.

Meski tak jarang juga mendapat client yangpasrah, baik hati, ramah-tamah dan tidak sombong. Nanti saya akan ceritakan detail pertemuan saya dengan berbagai jenis calon pengantin ini serta cara efektif menanganinya dalam tulisan berikutnya.

Terimakasih telah membaca tulisan saya yang tidak terlalu penting ini. Intinya saya tetaplah seorang anak petani tambak yang harus bertanggung jawab atas cita-cita saya dengan perasaan yang bahagia datang ke sekolah setiap pagi, juga menjadi perias yang bijaksana karena inilah dunia yang dibangun oleh teman-teman saya untuk saya tetap hidup di antara bintang-bintang. [T]

Tags: gurukecantikanperiassukacita
Share48TweetSendShareSend
Previous Post

Buku Puisi “Laila Kau Biarkan Aku Majnun”: Peristiwa dan Kenangan Tak Senilai Berita

Next Post

Demi Ilmu, 12 Jam Bersama Laut, Dari Pulau Kecil di Madura ke Undiksha di Bali

Rina Wijayanti

Rina Wijayanti

Setelah lulus dari Undiksha Singaraja, ia jadi guru yang ulet di Jembrana, Bali barat, juga menekuni make-up artist. Sesekali menulis puisi. Statusnya bahagia bersama suami yang juga sesekali menulis puisi

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Demi Ilmu, 12 Jam Bersama Laut, Dari Pulau Kecil di Madura ke Undiksha di Bali

Demi Ilmu, 12 Jam Bersama Laut, Dari Pulau Kecil di Madura ke Undiksha di Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co