26 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pesona Musik Bambu “Manuru” Idamdehe Gamsungi

Pinky Ariani So by Pinky Ariani So
December 10, 2018
in Khas
Pesona Musik Bambu “Manuru” Idamdehe Gamsungi

Ist

Warga desa Idamdehe Gamsungi Kecamatan Jailolo – Kabupaten Halmahera Barat, bersatu menghadirkan hampir seluruh kaum pria, berpartisipasi menyuarakan dengungan Musik Bambu Manuru. Mulai dari berbagai acara di desa hingga tingkat kabupaten, Kelompok Pemain Musik Bambu Manuru ingin mendengungkan ke kancah nasional hingga internasional.

Musik merupakan bahasa universal, karena melalui musik, manusia dapat saling berkomunikasi hingga menyentuh segala lapisan masyarakat bahkan melampaui masa ke masa. Umumnya digunakan untuk mengiringi gerak tarian dalam menyempurnakan keindahan dari suatu tarian.

Musik juga digunakan dalam ritual-ritual adat sebagai simbol keselarasan antara sesama manusia, alam dan penciptanya. Dilengkapi kearifan lokal, alat musik pun dibuat dengan sumber alam yang tersedia. Salah satunya adalah Musik Bambu “Manuru” Idamdehe Gamsungi di Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat yang menggunakan bambu sebagai bahan utama pembuatan alat musik.

Mau tahu lebih lanjut mengenai Musik Bambu Manuru, dipersilahkan untuk menjelajah tulisan di bawah ini.

Sejarah Musik Bambu Manuru

Menurut penuturan Bapak Agus Boky (47 tahun), Ketua Grup Musik Bambu Manuru Desa Idamdehe Gamsungi, musik ini diperkenalkan pertama kali oleh Bapak Manuru ± 120 tahun yang lalu. Bapak Manuru ini sendiri berasal dari daerah Sangir di Sulawesi, dimana beliau datang dan menetap di Desa Idamdehe Gamsungi mengajarkan mengenai musik bambu.

Musik ini diajarkan semata-mata sebagai sebuah sarana hiburan bagi warga. Karena pada umumnya mata pencaharian warga Desa Idamdehe Gamsungi adalah petani terutama petani rempah maka musik ini disuguhkan untuk menghilangkan penat seharian bertani hingga merayakan perjuangan hasil panen rempah. Maka dari sinilah Bapak Manuru mengajarkan Musik Bambu untuk dimainkan oleh warga Desa Idamdehe Gamsungi.

Di sisi lain menurut Bapak Frans May (65 tahun), Ketua Adat Desa Idamdehe Gamsungi bahwa sekitar abad ke -19 musik bambu sudah ada dan dapat hadir karena masuknya injil di Desa Idamdehe Gamsungi. Memang benar musik bambu bukan musik asli di Halmahera Barat. Tetapi bilamana kebudayaan atau kesenian itu sudah berusia diatas 50 tahun, musik itu sudah menjadi bagian dari kesenian budaya asli hingga dapat dikatakan berasal dari Desa Idamdehe Gamsungi.

Menurut cerita warga desa setempat, musik bambu ini pernah hilang dari Desa ini namun karena kepedulian orang-orang tua yang masih mengetahui musik tersebut maka dilestarikan kembali hingga saat ini. Itu sebabnya musik ini dimainkan oleh orang berusia mulai dari 25 tahun hingga 70 tahun, dengan didominasi oleh usia orang-orang tua.

Alat Musik Bambu Manuru

Alat musik yang digunakan pada Musik Bambu Manuru ini terdiri dari 14 alat musik, yaitu: Alat musik Bas, Mi Randah, Sol, Do, Mi, Sol Tinggi, Mi Tinggi, Bas Cabang, Mi Cabang, Sol Cabang, Do Cabang, Tenor, Suling dan Juk. Setiap alat musik dimainkan oleh 3 s/d 5 orang pemain musik.

Dalam pertunjukkan Musik Bambu Manuru, seragam yang dikenakan wajib oleh pemain Musik adalah Tuala Pelangi, yang merupakan ikat kepala adat daerah Maluku Utara. Kelompok ini juga mempunyai kostum yang disesuaikan dengan acara dan tamu yang akan disambut, untuk tamu dari kesultanan mereka menggunakan pakaian adat, untuk acara resmi pemerintahan menggunakan batik, sedangkan untuk kegiatan di gereja mereka menggunakan baju putih.

Cara Memainkan Musik Bambu Manuru

Musik Bambu Manuru dimainkan oleh kelompok berjumlah 70 orang personil dan hanya terdiri dari kaum pria adalah bentuk permainan musik secara ensambel, yakni ada kelompok pemain musik yang bermain bersama secara tetap.

Musik ini ditampilkan pada saat upacara seremonial, penjemputan tamu baik tamu pemerintahan, tamu adat, dan dapat pula dipertunjukkan upacara iringan pengantin sebagai hiburan untuk tamu. Dapat difungsikan pula tampil pada kegiatan gerejawi umat kristiani seperti Ibadah Natal. Seperti halnya grup musik pada umumnya, Musik Bambu Manuru dimainkan sesuai fungsi alatnya masing-masing dan dikombinasikan menjadi satu irama yang pas dan enak didengar.

Untuk alat Musik Bambu Manuru dimainkan dengan cara ditiup dan jari-jemari bergantian buka tutup lubang udara pada alat musik bambu. Hanya ada satu yang dimainkan dengan cara dipetik, yaitu alat musik juk yang terdiri dari 4 senar persis seperti ukulele.

Lagu yang dikumandangkan oleh musik ini, umumnya lagu seperti Mars Idamdehe Gamsungi, lagu Indonesia Raya, lagu nasional lainnya, dan lagu permintaan dari tamu undangan.

Ayo, Perdengarkan ke seluruh dunia!

Dalam melestarikan kesenian tradisional daerah khususnya Musik Bambu Manuru, sebagai ajang promosi menampilkan pertunjukkan musik diluar Desa Idamdehe Gamsungi Kec. Jailolo Kabupaten Halmahera Barat, kelompok musik membutuhkan bantuan dana.

Bantuan Dana ini akan memfasilitasi seluruh pemain Musik Bambu Manuru mencapai ±70 orang dan memerlukan kebutuhan seragam tampil, perawatan alat musik hingga kesiapan menjelang tampil. Namun disamping semua itu, sangat tidak mengecewakan membantu Musik Bambu Manuru tetap eksis ke kancah nasional hingga internasional, karena sungguh mempesona. (T)

Tags: alamBudayamusikSeni
Share6TweetSendShareSend
Previous Post

Curhat Singkat HUT Korpri dari Anak Petani yang Jadi PNS

Next Post

Siswa Lokal Bali di Sekolah Internasional: Cari Ilmu atau Gengsi?

Pinky Ariani So

Pinky Ariani So

Mahasiswi STD Bali

Related Posts

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails
Next Post
Siswa Lokal Bali di Sekolah Internasional: Cari Ilmu atau Gengsi?

Siswa Lokal Bali di Sekolah Internasional: Cari Ilmu atau Gengsi?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali
Berita

Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-9 dengan menggelar serangkaian kegiatan sosial yang menyentuh langsung...

by tatkala
April 25, 2026
Serangga dalam Piring Makan Kita
Kuliner

Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

by Jaswanto
April 25, 2026
Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan
Cerpen

Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

CAKEH yang baru dilarikan ke rumah Pak Ik merintih kesakitan. Anak perempuan berumur 14 tahun itu baru digigit ular kobra...

by Depri Ajopan
April 25, 2026
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani
Puisi

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu
Esai

Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

KEKERASAN seksual di Indonesia telah menjadi luka yang tak kunjung usai, bahkan kini merebak di kampus - kampus ternama selain...

by Putu Ayu Sunia Dewi
April 25, 2026
Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’
Ulas Musik

Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’

DALAM tradisi hermeneutika, teks tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu lahir dari horison sejarah, budaya, dan kesadaran penuturnya. Apa yang...

by Ahmad Sihabudin
April 25, 2026
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co