14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Catatan Pelatihan Juru Bicara Pancasila (1): Merajut Kebhinekaan dalam Keberagaman

Jaswanto by Jaswanto
November 4, 2018
in Khas
Catatan Pelatihan Juru Bicara Pancasila (1): Merajut Kebhinekaan dalam Keberagaman

Peserta pelatihan juru bicara Pancasila di Permata Kuta Hotel

TERLETAK di daerah Tuban, Kuta, berjarak 5 menit berkendara dari Pantai Kuta dan Bandara Internasional Ngurah Rai, berjarak 5 menit berkendara dari Discovery Mall, Permata Kuta Hotel menjadi saksi bersejarah.

Mulai kemarin, tepatnya pada hari Jum’at tanggal 2 November 2018, Komunitas Bela Indonesia mengadakan Pelatihan Juru Bicara Pancasila dengan menghadirkan 40 peserta terpilih dari berbagai elemen (organisasi mahasiswa, organisasi masyarakat, dan masyarakat biasa) untuk duduk bersama, berdiskusi, menyamakan persepsi, mencari solusi, dan mencoba merumuskan sebuah konsep gerakan yang bertujuan untuk kembali mensosialisasikan dan berharap bisa mengamalkan nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat Bali khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Saya salah satu peserta yang mengikuti pelatihan tersebut. Pelatihan yang akan berlangsung selama 4 hari itu, berbicara banyak tentang Pancasila dan problem-problemnya. Kita tahu, bahwa semenjak Indonesia ini merdeka, Pancasila telah menjadi kesepakatan bersama untuk menjadi ideologi atau pondasi dan dasar negara.

Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan, bahwa Pancasila di era milenial ini, nilai-nilai atau eksistensinya semakin menurun. Walaupun dua lembaga survei, masing-masing Lingkaran Survei Indonesia (2018) dan Saiful Mujani Research and Consulting/SMRC (2017) pernah membuat survei mengenai topik terkait Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang menunjukkan hasil yang mirip satu sama lain dan berkesimpulan umum bahwa kedua survei tersebut, Pancasila dan NKRI masih kuat.

Publik Indonesia berpendapat Pancasila adalah ideologi terbaik dan final. Hanya saja, yang patut dicermati, cukup banyak (bekisar di angka 10 %-an) yang berpendapat Indonesia sebaiknya menjadi negara khilafah Islam.

Dalam buku Rumah Bersama Kita Bernama Indonesia, karangan Denny JA dan Tim, pada bulan Mei 2017, SMRC membuat survei dengan populasi nasional dan menanyakan kepada publik Indonesia, mana yang lebih pilih, apakah negara Indonesia berdasar pada Pancasila atau negara Islam. Sebanyak 79.3% memilih Pancasila dan 9.2% memilih negara Islam.

Survei SMRC juga menanyakan, apakah menurut publik Indonesia, NKRI yang berdasar pada Pancasila dan UUD 1945 sekarang sedang melemah ataukah tidak. Sebanyak 70% mengatakan NKRI baik-baik saja, sementara 14.5% merasa NKRI dalam bahaya. Bagi yang merasa NKRI dalam ancaman, SMRC membuat pertanyaan lanjutan, apa penyebabnya menurut publik. Hasilnya, sebagian besar mengatakan karena paham-paham agama tertentu (39.4%) dan pelaksanaan negara yang buruk (19.4%).

Nah, Pancasila yang di muka Kongres Amerika Serikat pada tanggal 16 Mei sampai 3 Juni 1956 (kalau tidak salah, kalau salah silakan dibenarkan) Bung Karno dengan kepercayaan diri berpidato menguraikan Pancasila dan dalam pidatonya di PBB, 30 September 1960, yang berjudul To Build the Word Anew (artinya… silakan cari sendiri), ia menyangkal pendapat seorang filsuf Inggris, Bertrand Russel, yang membagi dunia ke dalam dua poros ideologis─Manifesto Komunis dan Declaration of Independence─bisa jadi di zaman sekarang Pancasila hanya menjadi pajangan dinding yang diapit foto Pak Jokowi dan Jusuf Kalla di atas papan tulis sekolah atau dinding-dinding yang lain─termasuk dinding facebook.

Berangkat dari kenyataan itulah, Komunitas Bela Indonesia, berinisiatif membuat Pelatihan Juru Bicara Pancasila.

***

Sebal. Ketawa. Dan bahkan miris melihat situasi di Indonesia yang berkubu-kubu ini. Terpecah belah. Cebong dan Kampret. Gampang terprofokasi, memberhalakan wacana tanpa diimbangi sikap kritis, bagaikan gelembung air laut yang terombang-ambing, gampang pecah.

Semua itu diperparah dengan fatwa-fatwa yang tak jelas sanad keilmuannya, menjadikan agama sebagai barang komoditi, dll. Dan media sosial hadir memberikan panggung bebas kepada siapa pun kini. Di atas panggung bebas itu, Anda, saya, dan mereka dipersilakan, untuk merayakan apa saja. Tetapi, ingat pula, di atas panggung itu jugalah jati diri kita terpamerkan sepenuhnya tanpa tedeng aling-aling, begitu tulis Pak Edi Mulyono dalam bukunya Berhala-Berhala Wacana.

Keadaan itu sangat meresahkan. Belum lagi perseteruan  terbuka antar sesama umat di kolom-kolom komentar sebuah status, konflik frontal, ujaran kebencian, pemaksaan kehendak, termasuk klaim kebenaran (truth claim) dan klaim keselamatan (salvation claim) mutlak sebagai milik sendiri dan kelompoknya.

Dulu, Pancasila lahir untuk menyatukan perbedaan tersebut. Tapi nyatanya sekarang, sepertinya Pancasila itu fana, dan cebong-kampret itu yang abadi.

Di Permata Hotel Kuta, berkumpul beberapa anak muda dari kalangan organisasi mahasiswa (HMI, KMHDI, PMK, KAMMI, Patria, dll), tokoh ormas (NU dan Ahmadiyah) dan beberapa masyarakat biasa, sedang berdiskusi, menyamakan persepsi, merajut kebinhekaan dalam perbedaan. Sama-sama mencoba menertawakan diri sendiri, terbuka satu sama lain, dan merumuskan satu gerakan yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila.

Di samping itu, acara ini juga diisi dengan materi-materi tulis-menulis kreatif, berdebat, dan tentu saja mengkampanyekan Pancasila.

Akhirnya, izinkan saya selaku penulis dan salah satu peserta Pelatihan Juru Bicara Pancasila, untuk menyampaikan sebuah kata-kata bijak yang mengatakan:

Jangan hidup seperti gunting, walaupun berjalan lurus, tanpa kita sadari ia telah memisahkan apa yang telah menyatu. Tapi hiduplah seperti jarum, walaupun ia harus berjalan menusuk-nusuk, tanpa disadari bahwa ia telah menyatukan apa yang sudah berpisah. Perbedaan harus dikatakan, bukan dembunykan, beragama secara terbuka, bukan dengan ketakutan. “Jika kita tak bisa mengakhiri perbedaan, setidaknya bersama kita bisa membuat dunia lebih aman untuk hidup dalam keberagaman dan perbedaan”, begitu kira-kira kata John F. Kennedy. (T)

Kita Pancasila, Kita Indonesia.

#KBIPancasila

#KBIBali

Tags: negarapancasilaPendidikan
Share64TweetSendShareSend
Previous Post

Punya Tampang Boyolali, Boleh Saja “Ndeso” Tapi Sering “Bejo”

Next Post

Warna Warni Satu Tujuan – Pentas Teater Taksu di Parade Teater Canasta 2018

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Warna Warni Satu Tujuan – Pentas Teater Taksu di Parade Teater Canasta 2018

Warna Warni Satu Tujuan - Pentas Teater Taksu di Parade Teater Canasta 2018

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co