6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mendengar Cerita tentang Dagang dan Jasa Kurir di Kopiwriting JNE

Julio Saputra by Julio Saputra
September 28, 2018
in Khas
Mendengar Cerita tentang Dagang dan Jasa Kurir di Kopiwriting JNE

“Kopiwriting”, talkshow dan diskusi interaktif bertajuk “Dari Lokal untuk Global” di Hotel Aston Denpasar, Kamis, 27 September 2018.

AWALNYA saya agak ragu ketika ditugaskan tatkala.co untuk menjadi peserta sekaligus menulis acara “Kopiwriting”, talkshow dan diskusi interaktif bertajuk “Dari Lokal untuk Global” di Hotel Aston Denpasar, Kamis, 27 September 2018.

Acara itu digelar Jalur Nugraha Ekakurir atau yang lebih dikenal dengan JNE Express menggandeng Kompasiana Bali 2018.

Saya ragu karena selama ini saya terbiasa menulis kegiatan-kegiatan budaya, dan tak pernah menulis masalah-masalah ekonomi. Takutnya nanti tulisan saya tentang acara itu tak begitu bagus.

Namun ketika disebutkan bahwa yang akan memebrikan materi salah satunya adalah Niluh Djelantik, saat itulah saya bersemangat untuk ikut. Saya sebenarnya tak begitu kenal juga dengan tokoh wanita itu, namun karena namanya cukup sering masuk ke telinga, saya jadi ingin tahu juga. Kamis sore, dari Singaraja, saya langsung ke Hotel Aston di Denpasar, dan mungkin saya termasuk penulis yang tiba paling awal.

Dalam acara itu, akhirnya saya mendengar semua narasumber, karena ternyata semua narasumber bicara soal pengalaman menarik mereka jadi pengusaha yang berhubungan dengan jasa kurir. Cerita selalu menarik untuk didengar, termasuk cerita tentang bagaimana jatuh-bangunnya seseorang dalam melakukan usaha dagang.

Narasumber itu memang dipilih karena mereka orang-orang yang sukses dan ahli di bidangnya.A ntara lain Head of Cargo Sales JNE Freight Reza Arfandy, serta dua orang pelaku bisnis Bali yang usahanya mendunia, yaitu A.A.A. Mas Utari Noviyanthi pemilik Beehandycrafts Bali, serta Ni Luh Ary Pertami Djelantik selaku pemilik Niluh Djelantik. Mereka membagi berbagai kisah, pengalaman, dan pemahaman tentang awal mula menjadi wirausaha hingga tantangan yang dihadapi dalam mencari pasar untuk produk usaha mereka.

Hadir juga Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali I Gde Wayan Suamba, S.E, yang pada kesempatan itu mewakili Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali.

Mereka bicara hubungan antara usaha, kreativitas, dan jasa kurir dalam memasarkan produksi ke luar daerah dan ke negara-negara di luar Indonesia. Mereka tentu saja cerita soal JNE.

Acara ini merupakan bagian dari dukungan JNE sebagai jasa kurir ekspres dan logistik yang telah menjalankan bisnisnya selama hampir 28 tahun di Indonesia. JNE diceritakan karena telah membantu perkembangan usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) lokal di Bali agar mampu menembus pasar global.

Barang dari Bali memang melimpah ruah dikirim ke luar negeri, karena Pulau Bali punya keistimewaan tersendiri sebagai destinasi wisata dunia, sehingga potensi keunggulan produk UMKM juga menjadi penggerakan perekonomian nasional. Produk UMKM yang banyak diproduksi di Bali antara lain produk makanan ringan, minuman, produk kecantikan, produk spa, sarung Bali, kerajinan tangan, hingga tenun. Semua produk tersebut diminati tak hanya di pasar nasional tetapi juga dalam lingkup pasar global.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Pusat Data dan Sistem Informasi Kementrian Perdagangan RI, diketahui perkembangan ekspor non migas di bulan Juni 2018 mengalami peningkatan 7,65% yaitu sebesar 148,2 % dibandingkan dengan bulan Januari 2017yang hanya mencapai angka 30.840 usaha dan masih terus berkembang dengan berjalannya waktu.

“Bali memiliki banyak produk-produk khas yang dihasilkan IKM dan UKM lokal, sehingga berpotensi dipasarkan maupun dijual di seluruh nusantara dan keluar negeri agar semakin berdampak positif terhadap perekonomian,” ujar Head of Cargo Sales JNE Freight Reza Arfandy.

Ia juga mengatakan bahwa JNE dari sisi kapabilitas sebagai perusahaan pengiriman ekspres dan logistik terus berupaya mewujudkan dukungan kepada perkembangan UMKM lokal, seperti memberikan peluang kerjasama kemitraan untuk masyarakat serta program JLC (JNE Loyalty Card) agar pelanggan mendapatkan benefit dari tiap aktivitas pengiriman. “Selain itu, JNE juga memiliki JNE International Service yang siap mendukung pemacaran atau penualan produk khas Bali ke mancanegara”, tambahnya.

A.A.A Mas Utari Noviyanthi, membagi pengalamannya menghadapi berbagai tantangan dalam memasarkan produk usahanya. Selaku pengrajin kipas, ia menjaga eksistensi budaya nusantara khususnya Bali yang tersohor dengan kebudayaannya yang kental dengan memanfaatkan limbah kain kabaya dan endek menjadi kerajinan tangan kipas yang mampu menarik perhatian dan dengan design yang update, namun tetap menjaga keasrian budaya Bali dalam kipas tersebut.

“Tantangan yang dihadapi para pelaku bisnis adalah bagaimana mencari pasar untuk produk kita, membuat produk yang disukai oleh pasar. Selain itu yang tak kalah penting adalah menjaga produksi sesuai order yang kita terima, baik dari segi kualitas dan kuantitas, menjada ketepatan waktu pengiriman, serta inovasi dalam pembuatan produk,” ujar A.A.A Mas Utari yang akrab disapa Gek Mas.

Ni Luh Ary Pertami Djelantik alias Mbok Niluh juga bercerita hal serupa. Saya benar-benar mendengarnya.

Niluh Djelantik membangun usaha produksi sepatu dengan label Niluh Djelantik sejak tahun 2008. Atas konsistensi dalam menjaga kualitas produk, inovasi desain, dan selalu bekerja dengan cinta, hingga saat ini sepatu buatannya sudah bisa ditemukan di seluruh belahan dunia dan di berbagai negara, seperti Australia dan Salandia Baru.

“Kami ingin mempersembahkan sebuah hasil karya anak bangsa Indonesia, yang dibuat tangan dan berkualitas tinggi, dan yang paling utama adalah dibuat di Indonesia. Di mana kita berpijak di mana kita bekerja di mana kita berkarir kita harus melakukannya dengan serius, konsisten, jujur, punya prinsip dan memperjuangkan tempat kita bekerja,” ujarnya.

Mbok Niluh juga mengatakan bahwa salah satu komponen penting agar produk-produk usaha lokal mampu menembus pasar global adalah adanya jasa pengiriman, dan JNE hadir sebagai salah satu perpanjangan tangannya untuk memasarkan produk usahanya ke luar negeri.

“Sampai saat ini saya menjadi pelanggan setia JNE. Pokoknya tiada hari tanpa JNE. Ibaratnya JNE punya kantor di sebelah workshop kami karena dalam sehari kami bisa tiga kali datang ke sana. Pagi datang, siang datang. Kadang jam setengah satu pagi datang. Ada saja. Dan kita sangat setia dengan JNE” tambahnya.

Sebagai perwakilan pemerintah, I Gde Wayan Suamba, S.E. sangat senang dan mengapresiasi acara ini. Ia mengungkap harapannya terhadap pelaku industri di Provinsi Bali agar dapat memproduksi barang sesuai selera pasar dan laku di pasar baik domestic maupun ekspor, tentunya produk tersebut harus berkualitas baik, memiliki harga kompetitif dan tepat waktu pengirman, di samping pelayanan yang baik.

“Kalau kita berbicara UMKM, jumlah UMKM sampai Maret 2018 dari data yang diambil di Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali adalah 313.822 orang. Cukup banyak. Nah, sekarang kan era digital, yang saya harapkan adalah bagaimana produk lokal berjaya di era digital menuju pasar global. Pengiriman ke luar negeri juga perlu digalakan.”

Melalui acara ini, diharapakan informasi mengenai perkembangan industri kreatif, baik yang dihasilkan oleh IKM ataupun UKM lokal, dapat bersaing dan tumbuh untuk para pelakunya, terutama dalam era digital yang sangat dinamis saat ini. Selain acara ini, JNE juga sudah melakukan kegiatan lain untuk mendukung UMKM lokal di Bali agar bisa naik kelas dan tembus pasar global, seperti membuat program Rumah UKM yang saat ini bekerja sama dengan Dinas UMKM Provinsi Bali. Beberapa kali JNE sudah melakukan seminar dan pelatihan bagi para pelaku UKM, seperti pelatihan marketing dan packaging. (T)

Tags: ekonomijasa kurirwirausaha
Share9TweetSendShareSend
Previous Post

“Apple Mart”, Ngejus di Singaraja, Ngejus di Denpasar, Sama Rasanya…

Next Post

Humanisasi Kota #Kolom Made Metera

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

by Agung Sudarsa
March 2, 2026
0
Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

“Jiwa muda adalah jiwa penuh energi, penuh semangat. Maka, dengan sendirinya penuh gejolak pula. Ia bisa membangkang, bisa memberontak, bisa...

Read moreDetails

Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

by Putu Ayu Ariani
February 27, 2026
0
Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

DESA Singapadu, Kabupaten Gianyar, dikenal sebagai salah satu tempat kerajinan perak di Bali. Di tengah arus modernisasi dan persaingan produk...

Read moreDetails

‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

by Dede Putra Wiguna
February 23, 2026
0
‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

TIGA dasawarsa bukanlah perjalanan yang singkat. Bagi Pemuda Theravāda Indonesia (Patria), 30 tahun adalah rentang pengabdian, pembelajaran, dan konsistensi dalam...

Read moreDetails

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

by Jaswanto
February 22, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

“SAYA menangis saat survei sekolah setelah lolos seleksi P3K,” ujar Samsul Rizal bercerita kepada saya pada malam yang gerah di...

Read moreDetails

Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
February 22, 2026
0
Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

SABTU pagi itu datang dengan suara burung dan kokok ayam yang bersahutan. Di sela suasana yang masih lengang, telepon genggam...

Read moreDetails

Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

by Made Chandra
February 21, 2026
0
Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

CATATAN ini berawal dari ajakan Bli Vincent Chandra—seorang pemuda yang berapi-api ketika bercumbu dengan kebudayaan, untuk mengajakku untuk menyambangi Museum...

Read moreDetails

Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 19, 2026
0
Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

WIMBAKARA (Lomba) Opini Berbahasa Bali serangkaian Bulan Bahasa Bali mirip sebuah ujian sekripsi atau tesis. Peserta tidak hanya menyelesaikan sebuah...

Read moreDetails

Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

by Dede Putra Wiguna
February 18, 2026
0
Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

WAJAH-wajah kecil itu tampak amat serius pagi itu. Jas dokter kecil yang mereka kenakan terlihat rapi, lengkap dengan pin dan...

Read moreDetails

Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

by I Nyoman Darma Putra
February 15, 2026
0
Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet di Nyuhkuning, Ubud, Gianyar, Minggu, 15 Februari 2026, ditandai dengan peluncuran dan bedah empat buku...

Read moreDetails

Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

by Son Lomri
February 15, 2026
0
Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

MANG ADI memegang sebilah paku dengan gaya seperti layaknya memegang pena. Dengan ujung paku yang runcing itu, ia menggurat garis...

Read moreDetails
Next Post
Humanisasi Kota #Kolom Made Metera

Humanisasi Kota #Kolom Made Metera

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co