2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Pelacak Bon” dari Mahasiswa Undiksha: Menghidupkan Seni Kecak Desa Bona

Julio Saputra by Julio Saputra
February 2, 2018
in Feature

Malam itu, 5 Juli 2017, Wantilan Pura Puseh di Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, ramai. Selain dipenuhi anak muda, juga banyak para orang tua. Mereka seakan ingin bernostalgia menonton Tari Kecak dari desa setempat yang dulu sempat redup, dan kini sedang dihidupkan kembali dengan gairah yang menyala.

Tari Kecak dibawakan oleh para remaja putra-putri yang tergabung dalam Sekaa Teruna Yowana Kerti Yasa. Tari Kecak di Bona memang berbeda dengan tari kecak umumnya. Kecak Bona sempat berjaya dan dikenal luas, terutama ketika gemuruh pariwisiata masuk ke Gianyar, termasuk ke Desa Bona. Namun Kecak Bona kemudian redup, tak banyak yang berminat untuk menari lagi dengan berbagai alasan.

Untuk itu, tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Pengabdian Pada Masyarakat mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menghidupkan kembali Tari Kecak itu sehingga berhasil dipentaskan di Wantilan Pura Puseh, 5 Juli lalu.

PKM dari mahasiswa Undiksha itu bertajuk PELACAK BON: Pelatihan Kecak untuk Melestarikan Tari Warisan Leluhur di Desa Bona. Program itu tentu membawa dampak yang positif bagi kesenian Bali, bagi Desa Bona, dan bagi masyarakat Desa Bona itu sendiri. Mereka dapat menjadikan tari kecak sebagai tari khas Desa Bona, karena lahir di Desa Bona. Di samping itu, wisatawan dari manapun memiliki animo yang cukup besar terhadap tari kecak, terbukti dengan terbentuknya sekaa-sekaa kecak di berbagai wilayah di Bali yang sebanding dengan permintaan akan konsumsi hiburan budaya Tari Kecak.

Mereka juga memilih sasaran yang tepat untuk diproyeksikan dengan program ini, yaitu Sekaa Teruna di Desa Bona. Karena notabene mereka belum berpenghasilan dan memiliki tanggungan, sehingga menjadi pelakon pelestarian budaya bisa dilakulan mereka tanpa ada halangan atau hambatan. Anggota Sekaa Teruna yang dipilih berusia antara 17 sampai dengan 20 tahun. Usia yang bisa dikatakan sebagai usia remaja, yang tentu saja sebagian besar belum berpenanggungan.

Dengan begitu, mereka bisa fokus ke pelestarian Tari Kecak tanpa harus memikirkan atau mengorbankan tanggungan keluarga. Barangkali, tujuan utama dari program ini memang untuk melestarikan tari kecak, namun program ini juga membawa dampak lain di luar tujuan utama tersebut. Hari-hari mereka, para anggota sekaa teruna, juga akan diisi dengan kegiatan yang positif, dan bisa jadi mereka akan menambah penghasilan sendiri nantinya dengan membawakan hiburan budaya, seperti Tari Kecak itu sendiri. Nah, yang paling penting lagi, mereka juga akan terhindar dari penyimpangan-penyimpangan sosial.

Riwayat dan Perkembangan Program

Mahasiswa yang tergabung dalam program itu adalah Kadek Wirawan, Ni Komang Sophize Yustitie , I Wayan Rudiartadi, I Wayan Adi Suryawan, dan Ni Komang Putri Lusiana Dewi.

Dari hasil observasi awal diketahui Kecak Bona memang sempat jaya dan terkenal. Karena alasan ekonomi, anggota sekaa (group) Kecak Bona satu per satu mulai meninggalkan budaya warisan leluhur ini. Minimnya promosi dan rutinitas pertunjukkan serta kurang baiknya manajemen sekehaa Tari Kecak ini berimplikasi pada terjadinya degradasi pelestarian budaya Tari Kecak di tanah kelahiran tari Kecak tersebut.

Selain melestarikan Kecak Bona, program itu juga berisi pengembangan seni kecak itu sendiri agar lebih menarik.

Aspek Gendingan, sebelumnya kecak hanya menggunakan suara mulut saja dan sangat konvensional, setelah treatment, gendingan kecak disajikan dengan kolaborasi variasi gerakan tangan (tepuk tangan) yang menjadi harmoni tersendiri dalam pementasan.

Aspek pementasan, sebelumnya pementasan tari Kecak di Desa Bona hanya dilakukan secara Insidental dan sangat jarang, setelah tim melakukan penyadaran dan pengkapasitasan dirujuklah kesepakatan pementasan rutin kesenian Kecak setiap acara STT dan Karang Taruna (Menyesuaikan dengan kalender kerja desa tiap tahunnya). Hal ini dapat menjadi motivasi dan pioneer dalam memperkenalkan kembali Kecak Bona yang pernah redup.

Aspek manajemen, sebelumnya manajemen sekaha tidak jelas dan hanya mengandalkan pertemuan insidental saja, setelah tim melakukan pendekatan dan pengkapasitasan, serta pelembagaan maka terbentuklah sekaha yang secara de facto dan terdiri dari seorang ketua, seorang sekretaris, dan seorang bendahara, serta seorang humas.

Aspek trickle down effect, sebelumnya tidak ada efek imbas yang timbul dari pementasan Kecak. Treatment yang dilaksanakan berupa peningkatan kualitas personil sehingga nilai jual estetika menjadi tinggi dan unik yang akan memberikan trickle down effect pada masyarakat lainnya.

Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program ini adalah metode PALS (participation action learning system) yang terintegrasi melalui 4P, yaitu penyadaran, pengkapasitasan, pendampingan, dan pelembagaan. (T)

Tags: Gianyarmahasiswaseni pertunjukanUndiksha
Share23TweetSendShareSend
Previous Post

Catatan Harian Sugi Lanus: Mada & Prapanca

Next Post

Kumpulan Esai Serba-serbi KKN: Cinlok, Uji Kesetiaan dan Pembuktian Kaum Jomlo

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
0
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails
Next Post

Kumpulan Esai Serba-serbi KKN: Cinlok, Uji Kesetiaan dan Pembuktian Kaum Jomlo

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co