10 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Musik Baru – Musik Masa Depan, Hari Ini!

Wayan Gde Yudane by Wayan Gde Yudane
February 2, 2018
in Esai

Musik baru adalah kesinambungan tradisi musik klasik, yang mewakili perintisan dan kreativitas dari musik klasik tersebut. Lagi pula, musik baru dapat merangkum elemen dari banyak jenis musik, termasuk musik klasik, musik dunia (World Music), musik klasik yang berakar pada tradisi musik barat (Classical music) dan lain sebagainya. Kesimpulannya, musik baru itu adalah: musik yang baru saja digubah oleh komponis yang masih hidup.

Meskipun di sini ada banyak ide atau pemahaman yang bisa berlaku, tapi tulisan ini adalah tentang pemahaman subjektif saya terhadap seni musik baru, yang  setidaknya memiliki perspektif epistemologis yang sama dengan penciptaan musik baru di dunia musik barat.

Musik baru adalah istilah umum yang digunakan untuk mengacu pada tradisi musik yang menyiratkan pertimbangan struktural dan teoritis tingkat lanjut

Pada ungkapan “baru” kita tidak perlu melihat ke penemuan estetika baru yang bersifat revolusioner. Karena revolusi mendadak yang menghentikan semua diskusi dengan menghasilkan sebuah cara baru yang mutlak dalam komposisi musik dan menolak semua gaya yang telah berkembang selama ini, tidak berarti dalam konteks ini.

Saya tahu ini terlalu menyederhanakan.

Apa yang saya ingin tetap “hidup” adalah kualitas perhatian, jenis interaksi manusia, dan cara mengetahui dan mengalami yang ditemukan dalam praktek seni musik.

Jadi untuk saat ini, mari kita mencoba mengatakan bahwa seni musik baru membutuhkan perhatian yang secara sadar dan beberapa pengalaman untuk dapat memahaminya.

Musik baru ini memberi penghargaan pada ketaatan dengan berbagai lapisan makna dan perasaan yang kompleks.

Musik baru juga berarti ekplorasi: permainan musik yang mendobrak batasan menuju wilayah suara baru, pengaruh baru, tehnik baru, bentuk struktural baru, media baru, dan cara baru untuk menjabarkan dan memahami dunia  tempat kita hidup sekarang ini.

Dalam karya seni musik baru segala sesuatu mendapatkan arti yang nyata dari usaha tersebut, dan arti ini didapatkan dari bentuk keterhubungan detail, yang melawan, melanjutkan dan melewati satu sama lainnya sehingga menampakkan  bahwa musik bisa merupakan bagian dari kontruksi- sesuai dengan cara komposer mencipta karya.

Hubungan ini adalah “hidup” yang berarti, dimungkinkan berlanjut berkembang ke level dan detail yang lebih dalam.

Berbeda dengan musik populer  bentuknya  tidak berubah. Tidak berkembang tetapi ditutupi oleh jubah-jubah ornament yang menutupi “kesamaan”nya. Ini disengaja karena si pencita (dan pendengarnya) tidak menginginkan analisis atau interpretasi, tidak juga memerlukan reaksi yang standar.

Tujuan musik baru tidak semata-mata sekedar indah, tetapi melibatkan sesuatu yang lebih luas dalam tahapan emosi, intelektual, spiritual dan isu sosial.

Musik baru tidak juga merangkul sesuatu yang hanya “menarik” tanpa ada misteri, kompleksitas dan penemuan baru. Sikap ini sangat skeptikal dalam era komersial, atau dalam musik “pesanan”.

musik baru mengharap setiap komposer bisa mencurahkan sesuatu yang bernuansa, sesuatu yang mencerminkan kebenaran tentang dirinya, apapun bentuk dan bahasa komposisinya.

Sesuatu yang bertolak belakang dengan musik komersil, dibuat untuk konsumsi masal dan sangat biasa dan berlebihan ( dan tanpa nilai! ), kebalikan dari musik yang ditakdirkan untuk beberapa orang pilihan yang langka, lingkungan yang bernafas bebas, Musik baru bisa dijadikan pendekatan yang terbuka yang berselera – apapun bentuk dan gayanya.

Tentu saja musik ini merupakan ajang komunikasi dengan pendengar, sebagai akibat dimensi formal dan dalam hubungannya dengan pementasan dengan komposer, musisi dan pendengar.

Mungkin saja memerlukan beberapa kali pendengaran ulang atau pengalaman yang beragam untuk membangkitkan pemahaman terhadap musik baru yang terkadang kompleks.

Intinya adalah, bahwa sepanjang abad ini musik telah diperkaya oleh suara yang mengijinkannya untuk mengekspresikan kedalaman dan kepekaan, meskipun tidak dalam konteks universal, paling tidak dalam arti yang relevan dan kekinian. Oleh karena itu kita harus menempatkan diri kita pada posisi yang terhubung dengan masa lalu , dan juga memperhitungkan keberadaan musik dan suara, termasuk kemungkinan teknis akustik, yang sebagian bisa jauh melampaui daya dengar manusia. Pastilah sangat berguna bagi kita sekarang untuk memiliki kemampuan untuk mendengar segalanya.

Pemahaman musik baru setidaknya memiliki perspektif epistemologis yang sama dengan penciptaan musik baru di dunia musik barat. (kalau tidak mau dianggap mengada-ada)

Musik baru juga memiliki kecenderungan untuk memprioritaskan unsur kejutan, mengandung unsur tak terduga, dan mengungkapkan pikiran pada nilai-nilai kekinian.

Elemen tak terduga seperti manifestasi dari pikiran-pikiran tertentu bisa eksis dalam berbagai bentuk: melalui bahan ekspresi, media ekspresi, dan cara berekspresi yang belum pernah terjadi dalam budaya musik. Sifat avant-garde yang ada dalam musik baru ditandai dengan pertunjukan artistik diisi dengan inteligensia yang mengembangkan hal-hal baru.

Membicarakan musik baru bukanlah hal yang baru untuk waktu yang lama. Pada awal abad ke-20, musik serial Schoenberg dianggap baru. Kontras dengan tonalitas itu adalah ide baru dalam banyak hal, meskipun bentuk, instrumentasi dan orkestrasi masih dipinjam dari masa lalu. Musik Schoenberg tidak lagi baru ketika bisa diberi label oleh para ahli sebagai “serialism” dan karena itu kehilangan label “baru”.

Tentu saja ada banyak lagi contoh-contoh perkembangan musik baru dari abad ke-20. Awal musik computer dan musik John Cage mendorong batas-batas dan menyebabkan banyak orang untuk memikirkan kembali konsep mereka sendiri tentang apa yang dan bukan musik. Untuk sementara waktu, jenis musik bisa diberi label seperti baru, tapi sekarang hal tersebut merupakan bagian dari kaidah atau norma dan telah diberi label sebagai sesuatu yang lain dari yang baru. Musik Baru adalah musik yang mendorong batas-batas dan tantangan sistem label. Tanpa label yang jelas, musik disebut “baru” dan ketika ada cukup musik yang sama, label baru dan deskriptif yang lebih baru mesti diciptakan.

Tidak semua musik baru akan menarik bagi semua orang, tetapi pasti ada sesuatu bagi setiap orang: ” mudahnya sebuah lantunan musik untuk dicerna saat pertama kali didengar bukan ukuran yang mutlak atas nilai musik itu.”

Dengan begitu, inovasi dan kesempatan bukanlah merupakan akhir. Tetapi bukankah inovasi itu sungguh mendasar, mengingat kreasi kita memang begitu berbeda, seperti halnya kita semua berbeda? (T)

 

Tags: musikSeni
Share113TweetSendShareSend
Previous Post

Bukan Caka, tapi Saka – Selamat Tahun Baru Saka, Selamat Nyepi…

Next Post

Buku, Gaya Hidup, dan Keterasingan…

Wayan Gde Yudane

Wayan Gde Yudane

Komponis. Mendapat Anugerah Kebudayaan Indonesia 2020 untuk katagori Pencipta Pelopor Pembaru

Related Posts

‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan

by Agung Sudarsa
June 10, 2026
0
‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan

Dari Puputan Badung Menuju Perjuangan Zaman Kini PADA tanggal 20 September 1906, dunia menyaksikan sebuah peristiwa yang hingga kini masih...

Read moreDetails

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

by Abdul Karim Abraham
June 9, 2026
0
GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis...

Read moreDetails

Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

by I Nyoman Tingkat
June 9, 2026
0
Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni...

Read moreDetails

Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

by Dede Putra Wiguna
June 9, 2026
0
Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

 “Kalau menurutmu, apa yang paling menentukan nasib manusia?” tanya Wayan Tulus sambil memeriksa saluran air yang mengaliri sawahnya. Di sampingnya,...

Read moreDetails

Tentang Lauk yang Dipindahkan Diam-Diam dari Piring MBG

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 9, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah mendengar orang tua mengucapkan kata cinta setiap hari. Generasi...

Read moreDetails

Guru Bahasa di Era Digital, Siapkah Menghadapi Perubahan?

by Dede Putra Wiguna
June 8, 2026
0
Guru Bahasa di Era Digital, Siapkah Menghadapi Perubahan?

KEMAJUAN teknologi digital telah mengubah cara manusia berkomunikasi, memperoleh informasi, dan belajar. Dalam hitungan detik, seseorang dapat mengakses berbagai sumber...

Read moreDetails

Maraknya Pernikahan Anak, Kontrasepsi di Kalangan Remaja Sudah Mendesak?

by Putu Arya Nugraha
June 7, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

BERDASARKAN data, selain kasus kekerasan seksual dan kasus HIV/Aids, kasus pernikahan anak juga termasuk paling tinggi di Buleleng. Sebagai ketua...

Read moreDetails

Filosofi Sepiring Prasmanan: Ketika Isi Perut Menguji Isi Kepala

by T.H. Hari Sucahyo
June 7, 2026
0
Filosofi Sepiring Prasmanan: Ketika Isi Perut Menguji Isi Kepala

SETIAP kali menghadiri acara hajatan, seminar, reuni, atau pertemuan keluarga besar, ada satu momen yang hampir selalu ditunggu banyak orang:...

Read moreDetails

Kesalahan-kesalahan Umum dalam Membaca Puisi —Catatan Juri Lomba Baca Puisi HUT SMAN 1 Petang

by Wayan Esa Bhaskara
June 7, 2026
0
Kesalahan-kesalahan Umum dalam Membaca Puisi —Catatan Juri Lomba Baca Puisi HUT SMAN 1 Petang

Catatan ini diniatkan sebagai evaluasi bagi para peserta dan pembina lomba baca puisi serangkaian HUT ke-37 SMA Negeri 1 Petang....

Read moreDetails

Kita Semua Saling Terkait: Membaca Yajña, Pancakosha, Chakra, Hawkins, dan Fritjof Capra dalam Satu Kesadaran

by Agung Sudarsa
June 7, 2026
0
Kita Semua Saling Terkait: Membaca Yajña, Pancakosha, Chakra, Hawkins, dan Fritjof Capra dalam Satu Kesadaran

Yajña: Dari Ritual Persembahan Menuju Laku Kehidupan Banyak orang memandang yajña sebagai ritual keagamaan yang diwujudkan melalui sesajen, canang, bunga,...

Read moreDetails
Next Post

Buku, Gaya Hidup, dan Keterasingan...

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘The Adventure Seekers’, Drama Musikal yang Menghidupkan Makna Perpisahan di SDN 1 Ungasan
Panggung

‘The Adventure Seekers’, Drama Musikal yang Menghidupkan Makna Perpisahan di SDN 1 Ungasan

PULUHAN pesawat kertas melayang serentak dari atas panggung SD Negeri 1 Ungasan, Badung. Para siswa bersama guru yang berdiri berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
June 10, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan
Esai

‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan

Dari Puputan Badung Menuju Perjuangan Zaman Kini PADA tanggal 20 September 1906, dunia menyaksikan sebuah peristiwa yang hingga kini masih...

by Agung Sudarsa
June 10, 2026
GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan
Esai

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis...

by Abdul Karim Abraham
June 9, 2026
Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan
Ulas Pentas

Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

“Salah satu hal yang membuat pelecehan sulit dikenali adalah karena ia sering hadir dalam bentuk yang tampak biasa: candaan, gurauan,...

by Rezky Chiki
June 9, 2026
Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  
Esai

Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni...

by I Nyoman Tingkat
June 9, 2026
Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan
Pendidikan

Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tahun 2026 ini, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menyediakan total daya tampung sebanyak 8.484 kursi untuk...

by Wahyu Mahaputra
June 9, 2026
Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong
Esai

Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

 “Kalau menurutmu, apa yang paling menentukan nasib manusia?” tanya Wayan Tulus sambil memeriksa saluran air yang mengaliri sawahnya. Di sampingnya,...

by Dede Putra Wiguna
June 9, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Tentang Lauk yang Dipindahkan Diam-Diam dari Piring MBG

SIDANG pembaca yang budiman, sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah mendengar orang tua mengucapkan kata cinta setiap hari. Generasi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 9, 2026
‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa
Pendidikan

‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa

MENGUNJUNGI Desa Pedawa di Kecamatan Banjar, Buleleng, yang terkenal dengan adat dan budaya yang unik, bagi publik akademik di kalangan...

by tatkala
June 8, 2026
Sihir Tiga Kode Huruf
Bahasa

Sihir Tiga Kode Huruf

PERNAHKAH Anda menyadari bahwa hidup kita hari ini perlahan-lahan dikendalikan oleh mantra tiga kode huruf? Dunia modern adalah rimba aksara...

by I Made Sudiana
June 8, 2026
I Gusti Ngurah Rai di Atas Panggung Marga Fest II : Perang yang Dramatis dan Tragis dalam Balutan Teater Tari
Panggung

I Gusti Ngurah Rai di Atas Panggung Marga Fest II : Perang yang Dramatis dan Tragis dalam Balutan Teater Tari

“Dini lade Pak Ngurah Rai nginep ajak pasukanne. Likangi ada, dini ada. Kak sing nawang, nak teka peteng. Di kenkenne,...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co