2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengenang Maestro Blangsinga: Presiden Soekarno Membuatnya Tak Punya Apa tapi Kaya

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
February 2, 2018
in Feature

Foto diolah dari sumber internet

DULU, seorang penari bisa fokus dengan laku pencarian terhadap Sang Hyang Taksu, Sang Pemilik Jiwa, tanpa banyak hirau dengan hal-hal yang bersifat material. Salah satu penari yang bisa disebut punya laku seperti adalah Ida Bagus Oka Wirjana atau terkenal dengan panggilan Ida Bagus Aji Blangsinga.

Bagi dia, taksu adalah hasil laku sadhana dalam menggeluti dunia kepenarian. Menari baginya adalah keyakinan hidup. Sehingga seluruh hati dan pikiran dicurahkan pada seni yang ditekuninya. “Fokus pada yang satu!” Begitu ia membahasakannya.

Disiplin latihan yang tinggi, fokus, selalu ingat pada ajaran sesepuh (pakem) dan memohon Sang Pemilik Jiwa (Taksu) agar berkenan hadir dalam diri, selalu terpatri dalam setiap laku hidupnya dalam menjalani keindahan dan beratnya tantangan perjalanan hidup sebagai seorang penari.

Karena keteguhannya dalam melakoni laku sebagai penari seperti itulah ia kerap menjadi panutan penari-penari generasi berikutnya. Banyak penari “belajar” kepada sang maestro, bukan hanya bagaimana bergerak saat menari, melainkan juga bagaimana menari dalam kehidupan.

Kini sang maestro sudah tiada. Ida Bagus Oka Wirjana berpulang sekitar pukul 11.00 wita, Kamis 3 Februari 2017, dalam usia hampir 90 tahun.

Kepergian sang maestro asal Banjar Blangsinga, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, ini bukan hanya meninggalkan anak-anak didik yang sedang giat-giatnya belajar, tapi juga meninggalkan spirit dalam menjalani laku sebagai penari, terutama menarikan tarian klasik Kebyar Duduk.

Ia memang sangat obsesif pada tari Kebyar Duduk. Sejak masih sangat muda ia memang mulai dengan belajar Tari Baris di bawah bimbingan pamannya, Ida Bagus Kompiang. Sebelum penjajahan Jepang, ia tinggal di Tabanan dan sangat intens memperhatikan Sang Maestro I Ketut Marya (pencipta Tari Kebyar Duduk) menari sekaligus mengajarkan tari Kebyar Duduk kepadanya. Sejak itulah ia bertekad untuk terus “menghidupkan” Tari Kebyar Duduk dalam dirinya, maupun “menghidupkan” dalam diri generasi penari berikutnya.

Setelah dari Tabanan, ia kemudian banyak mendapatkan bimbingan dari tokoh-tokoh kesenian di Gianyar seperti Anak Agung Gede (Puri Sukawati), Cokorde Oka (Puri Singapadu), Geriya dan Geredek (Singapadu). Selanjutnya ia sendiri yang membimbing anak-anak hingga menjelang akhir hidupnya. Ia melatih anak-anak secara gratis, dengan satu syarat ia hanya mengajarkan tari-tarian klasik.

Bukan materi yang penting, namun rasa genap dalam menjalani hidup sebagai penarilah sesungguhnya hal yang teramat penting. Sejak muda ia sudah melalang buana ke sejumlah negara besar di dunia. Ia menjadi duta negara dalam kunjungan ke Eropa, Asia, Amerika, dan Jepang.

Pada tahun 1954, bersama Made Darmi Rupawati, Gadung Arwati, Gusti Ayu Manjawati melawat ke Pakistan mengikuti Festival Tari, mewakili Indonesia. Tahun 1962 di bawah pimpinan Hemengku Buwono IX, ia bersama Sekaa Gong Sanur melawat ke Hawai (Honolulu), Tokyo Osaka, Hongkong, dan Singapura selama 3 bulan (1962). Bersama Sekolah STSI Denpasar melawat ke Swedia (Stockholm) tahun 1991.

Yang menarik, pernah pada satu masa ia terjebak selama 4 jam dalam susana perang dan melihat peluru bersliweran di atas kepala. Tentu saja, karena ia juga beberapa kali menjalani tugas sebagai penari Angkatan Perang di tahun 50-an. Tugasnya, ya, menari bagi pasukan Angkatan Darat melalui DUKT (Dinas Urusan Kesejahteraan Tentara).

Ia juga kerap menari di Istana Kepresidenan pada masa pemerintahan Soekarno. Sehingga ia sangat dekat dengan Soekarno. Kedekatannya dengan Presiden RI pertama itu memberi pengaruh terhadap prinsipnya untuk terus melabuhkan pilihan pada jalan hidup bersahaja dan sederhana, sebagai seorang seniman.

“Pak Presiden ngeranaang Aji ten medue napi. Tapi Aji sugih ken nyama braya, timpal, pengalaman, to ne alih, to ne langgeng. (Bapak Presiden yang membuat saya tak punya apa-apa. Tapi saya kaya keluarga, kerabat, teman, dan pengalaman. Itulah yang dicari, karena itu yang langgeng”. Begitu kata Aji Blangsinga pada satu kesempatan ngobrol dengan Dayu Ani, penari dari Sanggar Maha Bajra Sandhi, yang memang sangat setia menyerap spirit dari sang maestro.

Ungkapan itu tentu saja bukan ungkapan penyesalan. Namun sesungguhnya adalah sebuah ajaran tentang bagaimana sikap seorang seniman yang tak mementingkan materi, namun lebih menjunjung kekeluargaan, kekerabatan, pertemanan, dan tentu saja pengalaman hidup. Sikap idealisme yang kukuh, karena memang hal-hal semacam itulah yang langgeng dan tetap akan abadi sampai seniman itu meninggalkan dunianya.

Di usia menjelang 90 tahun, ia masih aktif menari dan melatih anak-anak. Terakhir ia menari saat upacara melaspas geria (upacara syukur atas selesainya pembangunan rumahnya dan mohon agar dapat menempatinya dengan segala limpahan berkah). Geria/rumahnya direnovasi atas bantuan Pemerintah Kabupaten Gianyar dan di-plaspas pada April 2016.

Sebelumnya ia beberapa kali menunjukkan gerak tariannya yang masih enerjik. Misalnya, pada saat acara “Tribute to Maestro Blangsinga, 75 Tahun Berkarya”, Sabtu, 28 September 2013 di Bentara Budaya Bali. Acara itu digelar Bentara Budaya Bali bersama Yayasan Tetamian Griya Blangsinga.

Saat ngobrol dengan Dayu Ani, 26 November 2016, kondisi kesehatannya sudah tampak menurun akibat kurang cairan dan sakit pada lambung. Dalam nafas berat ia sempat mengungkapkan kegalauanya tentang belum adanya penari yang mampu menangkap getaran jiwa sang maestro. Ada seorang penari sebenarnya yang bisa diharapkan, namun orang itu memutuskan berhenti menjadi penari. “Terlalu banyak kegiatan anak anak sekarang,” katanya.

Selain itu, yang membuat sanga maestro gelisah, kini tak banyak penari yang selalu ingat menyalakan sepasang dupa sebelum menari untuk memohon pada Hyang Taksu. “Itulah makanya taksu menjauh, mekohkeh (jungkir balik) anak-anak sekarang menari namun tak mampu menyentuh hati penonton,” katanya. (T)

Catatan: tulisan ini diolah dari beberapa sumber, terutama dari hasil wawancara Dayu Ani yang dimuat di sebuah media di Bali)

Tags: Ida Bagus Blangsingain memoriamseni taritari bali
Share62TweetSendShareSend
Previous Post

Ayudha Puja di India, Tumpek Landep di Bali – Hari Penyucian Alat Kerja

Next Post

Pilkada 2012, PASS Menang karena Pemilih Buleleng Rasional – Bagaimana Kini?

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
0
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails
Next Post

Pilkada 2012, PASS Menang karena Pemilih Buleleng Rasional - Bagaimana Kini?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co