10 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Surya Gemilang# Di Persimpangan Pendapat, Puisi Menulis Aku

Surya Gemilang by Surya Gemilang
February 2, 2018
in Puisi

Lukisan Nyoman Erawan

DI PERSIMPANGAN PENDAPAT

di desa ini
anak-anak tak berhak menghentikan
kematian

anak-anak hanya boleh bermain dengan
ketegangan kelamin dan keasaman
senja yang tak tertebak

di desa ini
pohon-pohon pencakar langit wajib menggantung
kebahagiaan untuk anak-anak di ketinggian
yang mustahil:
serangga-serangga penggigit menanti
di jarak yang mematikan;
keruncingan bumi mestilah mencintai
punggung anak-anak yang tak akan
pernah jatuh cinta

anak-anak tak boleh mengacungkan tangan
untuk bertanya pada guru di kelas. pertanyaan
macam apa pun terlalu berbahaya dan belum
pantas untuk kerontang usia mereka.
anak-anak hanya boleh mengangguk untuk
apa yang mereka mengerti maupun tidak

di desa ini
anak-anak bertumpahan dari rahim
untuk menambal retak di perut
dan ubun-ubun orang dewasa

anak-anak tak perlu menyadari betapa
rawannya dada mereka
di tengah desakan
sumber-sumber kematian

(Denpasar, 2016)

PUISI MENULIS AKU

ranting-ranting berjatuhan sebagaimana
kota-kota
isi-isian perut terburai sebagaimana
kata-kata
surat-surat cinta terbakar sebagaimana
kota-kota
mata-mata terbutakan sebagaimana
kata-kata
sungai-sungai tercekik arusnya sebagaimana
kota-kota
kaki-kaki pada pincang sebagaimana
kata-kata
remah-remah roti tersapu angin sebagaimana
kota-kota
kepala-kepala meledak sebagaimana
kata-kata

di belahan bumi yang tak terduga,
kota-kota hanya boleh ditinggali
oleh kata-kata—yang tak terduga.

(Denpasar, 2016)

SUSU LOKAL

saya menyusu dari sembahyang
dan tangis kalian. menyusu pula
dari pohon tarra*
dan puisi-puisi puang matua**

bila “waktu” tiba nanti,
di luar passiliran***,
adakah susu
yang tiba-tiba
menjadi fana?

(Denpasar, 2016)

*) Pohon besar—diameternya bisa mencapai 3 meter—yang dijadikan tempat untuk mengubur bayi di Toraja.
**) Tuhan.
***) Kuburan bayi di Toraja.

KEMEJA BASAH

menjemur kemeja putih di ruang berhujan
pintu dan jendela sila kaututup
agar panas pun angin tak mengganggu
ketenangan air

ratusan ekor lebah menjebak diri di dalam
pendingin ruangan
dua ekor ikan berenang-tanpa-jiwa
di langit-langit, mengitari bohlam yang
mewiru cahaya

sebuah kapal berlayar di kerah kemeja
itu. sesosok bayi kangguru dan bayi manusia
sekarat di dalam sakunya. para penduduk
desa mengungsi ke setiap kancing meski
mengetahui adanya bahaya di lubang-lubang
pasangannya.

*
terdengar ada yang mencakar-cakar pintu
ruang berhujan dari luar:
maaf, tapi aku tak memelihara anjing,
atau kucing, atau hewan apa pun yang bercakar
—lantas, siapa di luar sana?

terdengar ada yang mengetuk-ngetuk kaca jendela
ruang berhujan dari luar:
maaf, tapi tak ada orang lain yang hidup di negara
ini selain kami yang berada di dalam rumah ajaib
—lantas, siapa di luar sana?

*
menjemur kemeja putih di ruang berhujan
pintu dan jendela jangan kaubuka
agar tak ada apa-siapa pun yang terlibat
dalam hujan

pendingin ruangan mati. bohlam padam.
kapal karam. sesosok bayi kangguru dan
bayi manusia dibunuh musim. semua kancing
berjatuhan dari kemeja putih itu, membunuh
para penduduk desa yang mengungsi
sembari menantikan
bahaya di tiap-tiap lubang kancing.

tak ada yang mencakar-cakar pintu
tak ada yang mengetuk-ngetuk kaca jendela

menjemur kemeja putih di ruang berhujan:
lima menit lagi aku harus pergi ke kantor,
mengenakan kemeja itu

(Denpasar, 2016)

PERHITUNGAN

satu lembar gurun pasir
dua orang musafir

tiga ekor burung merpati
empat orang pemburu

lima butir pelor
enam kali senapan menyalak

tujuh mayat mengambang di kali
delapan orang perempuan menangis

*
tak ada yang sia-sia dalam perhitungan
tak ada yang berlebihan dalam kematian
tak ada yang akan berakhir jika tanpa permulaan

(Denpasar, 2016)

DI HADAPAN LAYAR KOMPUTER

kau tak bisa menghilang
puisi menjeratmu
menikam jantung katamu:
kau tak bisa menemukan
jasadmu sendiri di baris-
baris sajak ini

lantas, apa yang akan kautangisi?

“jasadku kausembunyikan di
sajakmu yang lain!”

(tapi diam-diam ada rindu
yang menjelma jadi malam.
tapi diam-diam ada sejarah
yang mengalir dari pangkal
pahamu. tapi diam-diam ada
cinta dan luka yang kehilangan
diamnya.)

“tapi diam-diam …”

(Denpasar, 2016)


PERMAINAN BULAN

apa yang membikinmu
lupa bertandang ke
pucuk bulan?

“bulan hilang dari jendela
kamarku. bulan hilang dari
pucuk kelaminku. bulan
hilang dari rimba benakku.
bulan hilang dari riuh kotaku!”

bukankah bulan ya bulan,
ya orang yang mengatakan
bulan? bukankah lelaki
yang bulan ya bulannya
bulan yang hilangnya bulan?
bukankah bulan adalah pucuk
rindu yang kepada bulan ya
bukan orang yang bulan?

“tapi aku bukan permainan kata-
kata,” bulan menjawab.

lantas, apa yang membikinmu
lupa jalan pulang
dari bualan bulan?

(Denpasar, 2016)

Tags: Puisi
Share15TweetSendShareSend
Previous Post

Cinta Kasih Penjaga Kebhinekaan – Renungan Waisak 2017

Next Post

Pentas Teater Ilalang dan Komunitas Mahima: Pertunjukan Bagus, Hanya Kurang Pengayaan

Surya Gemilang

Surya Gemilang

Lahir di Denpasar, 21 Maret 1998. Antologi cerpen tunggal pertamanya berjudul Mengejar Bintang Jatuh (2015). Tulisan-tulisannya yang lain dapat dijumpai di lebih dari delapan antologi bersama dan sejumlah media massa.

Related Posts

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

by IRZI
June 13, 2026
0
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

by Angga Wijaya
June 6, 2026
0
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails
Next Post

Pentas Teater Ilalang dan Komunitas Mahima: Pertunjukan Bagus, Hanya Kurang Pengayaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menafsir Makna Bahasa di Ruang Digital
Esai

Menafsir Makna Bahasa di Ruang Digital

TRANSFORMASI digital telah membawa perubahan mendasar dalam pola interaksi manusia. Perkembangan media sosial, aplikasi percakapan, platform berbagi video, forum daring,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 9, 2026
Timbulan Sampah dan Timbunan Sampah dalam Istilah Lingkungan
Bahasa

Timbulan Sampah dan Timbunan Sampah dalam Istilah Lingkungan

PERNAHKAH Anda membaca berita lingkungan dan merasa bingung dengan dua istilah yang mirip: timbulan sampah dan timbunan sampah? Sekilas keduanya tampak sama, tetapi...

by I Made Sudiana
August 9, 2026
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman
Khas

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’
Kuliner

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

"BU, kulo mung mbekto kuluban godhong kates nggih? Lha ya mung niku sing wonten teng  nggriyo ." (Bu, saya hanya...

by Tri Nugroho Adi
August 9, 2026
Sastra Terjemahan sebagai Diplomasi Budaya: Mengenang Peran Vern Cork sebagai Penerjemah Sastra Indonesia dari Australia
Esai

Sastra Terjemahan sebagai Diplomasi Budaya: Mengenang Peran Vern Cork sebagai Penerjemah Sastra Indonesia dari Australia

SASTRA terjemahan telah lama menjadi salah satu media diplomasi budaya Indonesia. Namun, keberadaannya sebagai bagian dari kegiatan diplomasi budaya yang...

by I Nyoman Darma Putra
August 8, 2026
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz
Khas

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
Bhisma yang Tak Pernah Mati di Kurukshetra: Membaca “Satya–Tyagya–Dharma” Karya Prof. Dr. Drs. I Wayan Suardana, M.Sn.
Ulas Rupa

Bhisma yang Tak Pernah Mati di Kurukshetra: Membaca “Satya–Tyagya–Dharma” Karya Prof. Dr. Drs. I Wayan Suardana, M.Sn.

DI Bali, mitos tidak pernah benar-benar menjadi masa lalu. Ia tidak hanya tinggal dalam lembar-lembar lontar atau cerita yang dituturkan...

by Angga Wijaya
August 7, 2026
Sudahi Isme-Ismemu Itu!
Kritik Seni

Sudahi Isme-Ismemu Itu!

ADA satu pertanyaan yang masih menjadi survei teratas ketika publik bertanya tentang karya seorang seniman. Karyamu ini gayanya apa? Abstrak,...

by Made Chandra
August 7, 2026
Indonesia dalam Secangkir Kopi
Esai

Indonesia dalam Secangkir Kopi

PAGI itu saya duduk di sebuah cafe kecil di pinggiran kota. Tidak ada yang istimewa. Meja kayu yang mulai kusam,...

by Ahmad Fatoni
August 7, 2026
Fakultas Bahasa dan Seni, UPMI Bali, Lepas 67 Sarjana dan Magister—‘Jangan Jadi Sarjana Kertas!
Pendidikan

Fakultas Bahasa dan Seni, UPMI Bali, Lepas 67 Sarjana dan Magister—‘Jangan Jadi Sarjana Kertas!

“HARI ini saya tidak sedang melihat sekelompok calon wisudawan. Saya sedang melihat sekumpulan wajah yang menyimpan cerita perjalanan yang berbeda-beda.”...

by Dede Putra Wiguna
August 7, 2026
“Tung Tung Uma”: Ketika Sawah Menjadi Medan Pertaruhan
Ulas Film

“Tung Tung Uma”: Ketika Sawah Menjadi Medan Pertaruhan

ADA satu hal yang langsung terasa begitu duduk menonton Tung Tung Uma, bagaimana Amrita Dharma memetakan setiap adegannya dengan begitu...

by Satria Aditya
August 7, 2026
Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  
Tualang

Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

Sejak dahulu, Jimbaran, Kedonganan, Kelan, dan Kuta adalah daerah nelayan. Namun, yang terkenal hanya Jimbaran dan Kuta. Ketika Asosiasi Kepala...

by I Nyoman Tingkat
August 7, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co