29 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Surya Gemilang# Di Persimpangan Pendapat, Puisi Menulis Aku

Surya Gemilang by Surya Gemilang
February 2, 2018
in Puisi

Lukisan Nyoman Erawan

DI PERSIMPANGAN PENDAPAT

di desa ini
anak-anak tak berhak menghentikan
kematian

anak-anak hanya boleh bermain dengan
ketegangan kelamin dan keasaman
senja yang tak tertebak

di desa ini
pohon-pohon pencakar langit wajib menggantung
kebahagiaan untuk anak-anak di ketinggian
yang mustahil:
serangga-serangga penggigit menanti
di jarak yang mematikan;
keruncingan bumi mestilah mencintai
punggung anak-anak yang tak akan
pernah jatuh cinta

anak-anak tak boleh mengacungkan tangan
untuk bertanya pada guru di kelas. pertanyaan
macam apa pun terlalu berbahaya dan belum
pantas untuk kerontang usia mereka.
anak-anak hanya boleh mengangguk untuk
apa yang mereka mengerti maupun tidak

di desa ini
anak-anak bertumpahan dari rahim
untuk menambal retak di perut
dan ubun-ubun orang dewasa

anak-anak tak perlu menyadari betapa
rawannya dada mereka
di tengah desakan
sumber-sumber kematian

(Denpasar, 2016)

PUISI MENULIS AKU

ranting-ranting berjatuhan sebagaimana
kota-kota
isi-isian perut terburai sebagaimana
kata-kata
surat-surat cinta terbakar sebagaimana
kota-kota
mata-mata terbutakan sebagaimana
kata-kata
sungai-sungai tercekik arusnya sebagaimana
kota-kota
kaki-kaki pada pincang sebagaimana
kata-kata
remah-remah roti tersapu angin sebagaimana
kota-kota
kepala-kepala meledak sebagaimana
kata-kata

di belahan bumi yang tak terduga,
kota-kota hanya boleh ditinggali
oleh kata-kata—yang tak terduga.

(Denpasar, 2016)

SUSU LOKAL

saya menyusu dari sembahyang
dan tangis kalian. menyusu pula
dari pohon tarra*
dan puisi-puisi puang matua**

bila “waktu” tiba nanti,
di luar passiliran***,
adakah susu
yang tiba-tiba
menjadi fana?

(Denpasar, 2016)

*) Pohon besar—diameternya bisa mencapai 3 meter—yang dijadikan tempat untuk mengubur bayi di Toraja.
**) Tuhan.
***) Kuburan bayi di Toraja.

KEMEJA BASAH

menjemur kemeja putih di ruang berhujan
pintu dan jendela sila kaututup
agar panas pun angin tak mengganggu
ketenangan air

ratusan ekor lebah menjebak diri di dalam
pendingin ruangan
dua ekor ikan berenang-tanpa-jiwa
di langit-langit, mengitari bohlam yang
mewiru cahaya

sebuah kapal berlayar di kerah kemeja
itu. sesosok bayi kangguru dan bayi manusia
sekarat di dalam sakunya. para penduduk
desa mengungsi ke setiap kancing meski
mengetahui adanya bahaya di lubang-lubang
pasangannya.

*
terdengar ada yang mencakar-cakar pintu
ruang berhujan dari luar:
maaf, tapi aku tak memelihara anjing,
atau kucing, atau hewan apa pun yang bercakar
—lantas, siapa di luar sana?

terdengar ada yang mengetuk-ngetuk kaca jendela
ruang berhujan dari luar:
maaf, tapi tak ada orang lain yang hidup di negara
ini selain kami yang berada di dalam rumah ajaib
—lantas, siapa di luar sana?

*
menjemur kemeja putih di ruang berhujan
pintu dan jendela jangan kaubuka
agar tak ada apa-siapa pun yang terlibat
dalam hujan

pendingin ruangan mati. bohlam padam.
kapal karam. sesosok bayi kangguru dan
bayi manusia dibunuh musim. semua kancing
berjatuhan dari kemeja putih itu, membunuh
para penduduk desa yang mengungsi
sembari menantikan
bahaya di tiap-tiap lubang kancing.

tak ada yang mencakar-cakar pintu
tak ada yang mengetuk-ngetuk kaca jendela

menjemur kemeja putih di ruang berhujan:
lima menit lagi aku harus pergi ke kantor,
mengenakan kemeja itu

(Denpasar, 2016)

PERHITUNGAN

satu lembar gurun pasir
dua orang musafir

tiga ekor burung merpati
empat orang pemburu

lima butir pelor
enam kali senapan menyalak

tujuh mayat mengambang di kali
delapan orang perempuan menangis

*
tak ada yang sia-sia dalam perhitungan
tak ada yang berlebihan dalam kematian
tak ada yang akan berakhir jika tanpa permulaan

(Denpasar, 2016)

DI HADAPAN LAYAR KOMPUTER

kau tak bisa menghilang
puisi menjeratmu
menikam jantung katamu:
kau tak bisa menemukan
jasadmu sendiri di baris-
baris sajak ini

lantas, apa yang akan kautangisi?

“jasadku kausembunyikan di
sajakmu yang lain!”

(tapi diam-diam ada rindu
yang menjelma jadi malam.
tapi diam-diam ada sejarah
yang mengalir dari pangkal
pahamu. tapi diam-diam ada
cinta dan luka yang kehilangan
diamnya.)

“tapi diam-diam …”

(Denpasar, 2016)


PERMAINAN BULAN

apa yang membikinmu
lupa bertandang ke
pucuk bulan?

“bulan hilang dari jendela
kamarku. bulan hilang dari
pucuk kelaminku. bulan
hilang dari rimba benakku.
bulan hilang dari riuh kotaku!”

bukankah bulan ya bulan,
ya orang yang mengatakan
bulan? bukankah lelaki
yang bulan ya bulannya
bulan yang hilangnya bulan?
bukankah bulan adalah pucuk
rindu yang kepada bulan ya
bukan orang yang bulan?

“tapi aku bukan permainan kata-
kata,” bulan menjawab.

lantas, apa yang membikinmu
lupa jalan pulang
dari bualan bulan?

(Denpasar, 2016)

Tags: Puisi
Share15TweetSendShareSend
Previous Post

Cinta Kasih Penjaga Kebhinekaan – Renungan Waisak 2017

Next Post

Pentas Teater Ilalang dan Komunitas Mahima: Pertunjukan Bagus, Hanya Kurang Pengayaan

Surya Gemilang

Surya Gemilang

Lahir di Denpasar, 21 Maret 1998. Antologi cerpen tunggal pertamanya berjudul Mengejar Bintang Jatuh (2015). Tulisan-tulisannya yang lain dapat dijumpai di lebih dari delapan antologi bersama dan sejumlah media massa.

Related Posts

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
0
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

Read moreDetails

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

by Gus Surya Bharata
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

MESEH LAWANG Nuju dinane anulampahe napak lawangannilar pekaranganngapti segere tan mari lali napak lawangane di arepanggane matureksasungkan tan pasangkanmeduuh aduh...

Read moreDetails

Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

by Senny Suzanna Alwasilah
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

ANTARA JAKARTA DAN SEOUL Aku tiba di negerimu yang terik di bulan Agustussaat Jakarta telah jauh kutinggalkan dalam larik-larik sajakSejenak...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

by Kim Young Soo
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

MELINTASI LANGIT KALIMANTAN Pada puncak antara umur 20-an dan 30-an aku pernah lihatair anak sungai berwarna tanah liat merah mengalir...

Read moreDetails

Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

by Zahra Vatim
April 11, 2026
0
Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

PERAHU KATA Ingin kau tatap ombak dari tepi gunungterlintas segala pelayaran yang usai dan landaidaun kering terpantul cahayabatu pijak dipeluk...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

by Chusmeru
April 10, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

Lagu Terlewat Tak mengapa bila senyum itu bukan untukkuKarena tawa usai berpestaTapi cinta adakah meranaBila setapak pernah bersamaSemai akan tetap...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

by IBW Widiasa Keniten
April 5, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

Beri Aku Tuhan beri aku bersimpuh, tuhandi kaki padma sucimu beri aku bersujud, tuhanjiwa raga terselimuti jelaga kehidupan beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

by Made Bryan Mahararta
April 4, 2026
0
Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

Perang Teluk Peristiwa penting dalam babak sejarah duniaGeopolitik modern yang tersirat krisis internasionalKonflik regional yang penuh ambisi dan amarahNegara kawasan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Iwan Setiawan | Senja yang Tersesat di Rambut Seorang Perempuan

by Iwan Setiawan
March 28, 2026
0
Puisi-puisi Iwan Setiawan | Senja yang Tersesat di Rambut Seorang Perempuan

SENJA YANG TERSESAT DI RAMBUT SEORANG PEREMPUAN Puisi ini aku dedikasikan untuk Lea Kathe Ritonga di rambutnya, senja tersesat seperti...

Read moreDetails
Next Post

Pentas Teater Ilalang dan Komunitas Mahima: Pertunjukan Bagus, Hanya Kurang Pengayaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026
Khas

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
Annam Brahman: Makanan adalah Tuhan
Esai

Annam Brahman: Makanan adalah Tuhan

Dari Dapur Menuju Kesadaran Ungkapan Annam Brahman dari Taittiriya Upanishad sering terdengar sederhana, bahkan terasa “terlalu duniawi” untuk ukuran nilai-nilai...

by Agung Sudarsa
April 28, 2026
Buku Terbit, Lalu Terlalu Banyak Selebrasi
Esai

Buku Terbit, Lalu Terlalu Banyak Selebrasi

BUKU terus lahir, hampir setiap waktu. Dari penulis lama, penulis baru; dari yang sudah punya nama, sampai yang masih mencari...

by Angga Wijaya
April 28, 2026
Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya
Esai

Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya

TAK dapat dipungkiri lagi bahwa Seba Baduy bukan lagi dimaknai hanya sebagai acara ritual sakral semata, tapi sudah melebihi dari...

by Asep Kurnia
April 27, 2026
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali
Persona

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi
Panggung

Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

LOMBA Tari Bali yang digelar pada 25–26 April 2026 di Auditorium Redha Gunawan, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali), menjadi...

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan
Esai

Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan

DUNIA mengakui1 April adalah tanggal olok-olok. Orang boleh berbohong pada 1 April yang disebut dengan April Mop. Tidak demikian dengan...

by I Nyoman Tingkat
April 27, 2026
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram
Esai

Masalahnya Bukan Hanya Anggaran

SETIAP kali angka besar muncul di ruang publik, reaksi yang mengikuti hampir selalu serupa, yakni cepat, emosional, dan penuh kecurigaan....

by Isran Kamal
April 27, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

Ketika Orang Bali Terpapar Jadi Pasukan Payuk Jakan & Cicing Borosan

— Catatan Harian Sugi Lanus, 27 April 2027 Lihatlah berbagai kejadian orang Bali cekcok, adu mulut terbuka, saling berhadapan-hadapan, berkelahi...

by Sugi Lanus
April 27, 2026
Menghitung Kekuatan Politik Giri Prasta
Esai

Teatrikal Politik Lingkungan di Bali

BALI sedang tidak baik-baik saja. Setidaknya pernyataan tersebut valid dalam perspektif lingkungan. Telah menjadi diskursus publik bahwa Bali saat ini...

by Teddy Chrisprimanata Putra
April 26, 2026
Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali
Esai

Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali

KEDATANGAN wisatawan ke Bali pada dasarnya bukan semata-mata karena hotel mewah, pusat hiburan, atau tempat belanja. Mereka datang karena ingin...

by Nyoman Mariyana
April 26, 2026
Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?
Esai

Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?

SEKOLAH selalu menjadi objek sosialisasi bagi kesuksesan program pemerintah, baik pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Gaungnya makin kencang setelah reformasi...

by I Nyoman Tingkat
April 26, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co