FAKTA bisa menjadi cerita yang menggugah ketika berada di tangan yang tepat. Semangat itulah yang mengemuka dalam Pekan Jurnalistik Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali) 2026. Melalui beragam karya, para pelajar SMA/SMK se-Bali menunjukkan kemampuan mengolah informasi menjadi sajian jurnalistik yang kreatif dan bermakna.
Ajang tahunan yang diselenggarakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jurnalistik UPMI Bali ini mencapai puncaknya pada Jumat, 23 Oktober 2026 ditandai dengan grand final lomba feature dan mading digital, sekaligus pengumuman pemenang dan penyerahan penghargaan di Gedung Paseban, UPMI Bali.
Mengusung tema “Taksu Jurnalis Muda: Mengelola Fakta, Menangkap Makna, Mencipta Karya”, kompetisi ini menghadirkan tiga kategori perlombaan, yakni majalah dinding (mading) digital, penulisan feature, dan fotografi jurnalistik. Masing-masing memberikan tantangan berbeda, tetapi berpijak pada semangat yang sama, yakni mengolah fakta, menemukan sudut pandang, dan menyampaikan informasi melalui karya yang menarik sekaligus bermakna.


Dari tiga kategori yang diperlombakan, SMK Negeri 1 Gianyar mencatatkan pencapaian paling menonjol. Sekolah ini membawa pulang empat penghargaan, termasuk gelar juara pertama pada kategori mading digital dan penulisan feature.
Pada kategori mading digital, sekolah tersebut keluar sebagai Juara I, disusul SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar sebagai Juara II dan SMA Negeri 1 Kuta Selatan di posisi ketiga. Adapun Juara Harapan diraih SMKS PGRI 4 Denpasar.
Kiprah SMK Negeri 1 Gianyar tak berhenti di sana. Dalam lomba penulisan feature, dua siswanya kembali mencatatkan prestasi. Ni Putu Listiarini Ratna Sari berhasil meraih Juara I, sementara Angelina Kristina We’e menempati posisi ketiga.
Di antara keduanya, posisi Juara II ditempati Putu Bela Inggrid Cahyanti dari SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar. Sekolah yang sama juga mengantarkan I Gusti Ayu Rhybka Julia Sazume Jelantik meraih Juara Harapan.
Bagi Putu Bela Inggrid Cahyanti, keberhasilan meraih Juara II bukan semata tentang penghargaan. Kompetisi ini juga memberinya kesempatan untuk memahami bahwa menulis membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan merangkai kata.
“Melalui lomba ini, saya belajar bahwa tulisan yang baik bukan hanya menarik untuk dibaca, tetapi juga harus berdasarkan fakta dan mampu menyampaikan pesan kepada pembaca. Pengalaman ini membuat saya semakin termotivasi untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan menulis,” ungkap Bela Inggrid, Juara II Lomba Feature.


Jika dalam lomba feature peserta ditantang bercerita melalui rangkaian kata, kategori fotografi jurnalistik menguji kepekaan mereka menangkap peristiwa melalui lensa kamera. Pada kategori ini, Ni Komang Ayu Santya Putri dari SMA Negeri 1 Bebandem berhasil meraih Juara I. Ni Kadek Dina Rania Putri dari SMK Negeri 1 Gianyar menyusul sebagai Juara II, sedangkan Juara III diraih I Wayan Yogi Mahandika Putra dari SMK Negeri 1 Denpasar. Sementara itu, penghargaan Juara Harapan diberikan kepada I Gusti Agung Ratnata Prawira dari SMA Negeri 1 Bebandem.
Atas karya dan usaha mereka, para peraih Juara I, II, dan III mendapatkan trofi, piagam penghargaan, serta uang pembinaan. Adapun penerima Juara Harapan memperoleh piagam penghargaan dan uang pembinaan.
Bagi Rektor UPMI Bali, Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, S.H., M.Hum., keberhasilan penyelenggaraan Pekan Jurnalistik tidak semata diukur dari banyaknya penghargaan yang diraih peserta. Lebih dari itu, ia berharap kegiatan tersebut menjadi bekal bagi generasi muda untuk terus mengembangkan kemampuan jurnalistiknya.
“Kami berharap Pekan Jurnalistik ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk meraih juara, tetapi juga ruang bagi generasi muda untuk mengasah kreativitas, berpikir kritis, dan belajar menyampaikan informasi secara bertanggung jawab. Karya jurnalistik harus mampu memberikan pengetahuan, nilai, dan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Penyerahan hadiah dan foto bersama menutup Pekan Jurnalistik UPMI Bali 2026. Namun, pelajaran yang diperoleh para peserta diharapkan tidak berhenti ketika kompetisi usai. Di tengah derasnya arus informasi, kemampuan membedakan fakta, menangkap makna, dan menyampaikannya secara bertanggung jawab menjadi bekal yang jauh lebih berharga daripada sekadar kemenangan.[T]
Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Jaswanto






























