SETELAH merilis single “Air Keras”, Jangar melanjutkan perjalanan menuju album penuh kedua mereka, Raja Pasir, dengan melepas dua lagu sekaligus, “K3” dan “Waktu”, dalam format maxi-single pada Rabu, 16 September 2026.
Dua lagu itu membawa cerita berbeda. “K3” berangkat dari pengalaman personal sang bassist, Rai Biomantara setelah mengalami sejumlah kecelakaan, sementara “Waktu” mengajak melihat kembali bagaimana manusia menjalani waktu yang dimilikinya.
“K3” merupakan singkatan dari “Kajeng Kliwon Kronikel”. Gagasan lagu itu muncul ketika Rai menengok kembali sejumlah kecelakaan yang pernah dialaminya dan menemukan sebuah pola. Beberapa kejadian tersebut bertepatan dengan Kajeng Kliwon, hari yang dikeramatkan dalam kepercayaan masyarakat Bali.
Salah satu pengalaman yang paling membekas terjadi pada 9 Januari 2024, ketika Kajeng Kliwon bertepatan dengan malam Siwaratri. Saat itu Rai tersengat listrik, kehilangan kendali, dan berada dalam situasi yang ia gambarkan sebagai pengalaman mendekati kematian.
“Entah itu kebetulan, takdir, atau hanya cara otak manusia memahami sesuatu yang tidak mampu dijelaskan. Dari sanalah ‘K3’ atau ‘Kajeng Kliwon Kronikel’ lahir,” ungkap Rai.

Jika “K3” bertolak dari pengalaman yang sangat personal, “Waktu” bergerak pada pertanyaan yang lebih luas mengenai cara manusia menjalani hidupnya.
Bagi sang drummer, Pasek Darmawaysya, lagu tersebut bermula dari satu pertanyaan: sampai kapan kita menunggu sesuatu yang tidak pernah datang?
Menurut Pasek, manusia acap menghabiskan waktu menunggu sebuah kemungkinan dengan keyakinan bahwa menunggu merupakan bentuk lain dari harapan. Ia mengibaratkannya seperti menyimpan tiket togel selama bertahun-tahun dengan harapan suatu hari mendapatkan rezeki mendadak.
Namun, mengejar sesuatu juga tidak selalu menjadi jawaban.
Dalam sebuah pengejaran, manusia terkadang tanpa sadar meninggalkan banyak hal yang sebenarnya sudah ada di sepanjang perjalanan. Waktu untuk melihat perkembangan anak, berbincang dengan orang tua, hingga menghabiskan waktu bersama sahabat-sahabat dekat bisa terlewat ketika perhatian terus diarahkan pada sesuatu yang belum tentu terjadi.
“Lagu ini tidak mencoba memberikan jawaban tentang pilihan mana yang benar. Sebaliknya, ‘Waktu’ adalah sebuah ajakan untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilewati, kesempatan yang diambil, kesempatan yang dilewatkan, dan hal-hal yang ditinggalkan demi sesuatu yang belum tentu terjadi,” jelas Pasek.

“K3” dan “Waktu” menjadi lanjutan setelah “Air Keras”, single pertama yang membuka perjalanan Jangar menuju ‘Raja Pasir’. Pada lagu sebelumnya, kuartet asal Denpasar itu berbicara mengenai tindakan represif pemilik kuasa terhadap mereka yang berani bersuara, serta menempatkan akal dan kata-kata sebagai bentuk perlawanan terhadap sistem yang dianggap cacat.
Kali ini, Jangar yang digawangi Pasek Darmawaysya pada drum, Dewa Adi Sanjaya pada gitar, Rai Biomantara pada bass, dan Gusten Keniten pada vokal membawa pendengar ke wilayah yang lebih personal dan reflektif.
Meski bertolak dari dua kegelisahan berbeda, “K3” dan “Waktu” sama-sama meninggalkan pertanyaan. “K3” berada di antara kebetulan, takdir, dan cara manusia mencoba memahami pengalaman yang sulit dijelaskan. Sementara “Waktu” mempertanyakan apa yang mungkin terlewat ketika manusia terlalu lama menunggu atau terlalu jauh mengejar sesuatu.
Kedua lagu itu menjadi bagian dari rangkaian menuju ‘Raja Pasir’, album penuh kedua Jangar yang dijadwalkan rilis pada 6 Oktober 2026. Album tersebut menjadi penerus ‘Jelang Malam’ yang dirilis pada 2019, sekaligus rilisan panjang terbaru mereka setelah album mini ‘Malam’ pada 2024.
“K3” dan “Waktu” dirilis melalui Silver Records dan kini sudah dapat didengarkan di berbagai layanan musik streaming. [T]
Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole
BACA JUGA:






























