4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

NOL KILOMETER ̶S̶I̶N̶G̶A̶R̶A̶J̶A̶ BULELENG : Titik Start Berbenah, Bukan Sekadar Bersolek dan Beautifikasi

Sugi Lanus by Sugi Lanus
August 4, 2026
in Esai
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Sugi Lanus

ADA banyak sambutan positif dan keceriaan di tengah peresmian tugu Nol Kilometer di depan Kantor Bupati Buleleng. Titik yang dibenahi ini menjadi simbol baru kehadiran pemerintah sekarang untuk membenahi Buleleng. Menjadi catatan: Momentum ini bukan sekadar penanda geografis atau pemanis wajah kota. Bersolek di depan Kantor Bupati ini harus dimaknai sebagai tonggak tanggung jawab yang berat bagi Bupati Buleleng untuk memulai pembaharuan di segala lini.

Masyarakat dan pejabat di Buleleng harus menyadari bahwa: Nol Kilometer yang dibiayai penataan dan beautifikasi itu bukanlah Nol Kilometer Kota Singaraja, melainkan Nol Kilometer Buleleng. Kita sedang bicara tentang sebuah kabupaten terluas di Pulau Bali, pemilik garis pesisir terpanjang, dengan jumlah penduduk paling besar di Bali.

Artinya, tanggung jawab bupati tidak boleh terkungkung di pusat kota saja. Nol Kilometer adalah titik start. Perjalanan panjang membangun Buleleng justru baru dimulai dari sana untuk menjangkau wilayahnya yang sangat cukup luas.

Tidak Terjebak Beautifikasi Kota

Pemerintah daerah tidak boleh terjebak dalam jebakan bersolek dan agenda beautifikasi semata. Menata taman dan mempercantik pusat kota memang penting, tetapi kebijakan tersebut tidak akan ada artinya jika tidak menyentuh akar rumput di pelosok-pelosok desa.

Tugas utama pemimpin Buleleng bukan hanya memperindah pandangan mata di sekitar kantornya, melainkan menyentuh, melindungi, dan mengangkat harkat serta martabat hidup masyarakatnya. Bupati harus bertanggung jawab penuh untuk mencari celah inovatif agar pertumbuhan pendapatan daerah naik, terutama pada dua sektor pondasi utama Buleleng:

  • Sektor Pertanian: Petani Buleleng membutuhkan pendampingan terintegrasi, mulai dari kepastian pasokan pupuk, teknologi modern, hingga solusi penanganan pasca-panen agar harga jual meningkat.
  • Sektor Nelayan: Sebagai daerah dengan pesisir terpanjang di Bali, para nelayan membutuhkan perhatian serius berupa bantuan armada, alat tangkap yang memadai, akses pasar yang adil, serta perlindungan wilayah tangkap guna mendongkrak kesejahteraan mereka.

Darurat Sampah: Sungai, Desa, dan Pesisir Wajib Diintervensi

Luasnya wilayah Buleleng juga membawa konsekuensi logistik yang besar, salah satunya adalah penanganan limbah. Kehadiran bupati sangat dinantikan untuk mengatasi masalah sampah yang kian mengepung pertahanan lingkungan kita:

  • Sampah di Sungai dan Pedesaan: Minimnya fasilitas penampungan dan sistem pengangkutan membuat sungai-sungai dan kawasan pedesaan kerap menjadi tempat pembuangan sampah liar. Pemerintah wajib hadir memberikan pendampingan infrastruktur pengelolaan sampah berbasis desa.
  • Krisis Sampah Pesisir: Sebagai kabupaten dengan garis pantai terpanjang, pesisir Buleleng menjadi korban utama kiriman sampah. Sektor ini membutuhkan edukasi masyarakat yang masif serta sinergi lintas sektor agar pariwisata, ekosistem laut, dan kesehatan warga pesisir tidak hancur.

Esensi Kehadiran Pemerintah di Sektor Fasilitas Publik

Sebagai kabupaten terluas dengan penduduk terbanyak, kehadiran nyata pemerintah juga sangat dinantikan pada fasilitas dasar:

  • Pendidikan: Bupati harus hadir langsung di sekolah-sekolah dan perpustakaan sekolah yang rusak guna memastikan ruang belajar yang aman dan layak bagi generasi muda.
  • Infrastruktur: Perbaikan jalan-jalan rusak yang selama ini menghambat mobilitas warga dan distribusi hasil bumi di wilayah luas Buleleng harus diprioritaskan.
  • Fasilitas Umum: Pasar-pasar tradisional yang jorok perlu ditata ulang agar menjadi pusat ekonomi warga yang bersih, sehat, dan nyaman. Pasar-pasar tradisional harus mengelola sampah organik yang berlimpah dan berujung menjadi pasokan pupuk taman kota dan petani desa yang berniat mengalihkan pertanian pupuk kimia ke organik.
  • Kesehatan: Puskesmas-puskesmas di pelosok harus naik kelas dalam hal mutu pelayanan untuk melayani populasi penduduk yang besar, bukan sekadar hadir sebagai formalitas.

Sorotan Publik: Darurat Sosial dan Keamanan

Harkat dan martabat warga Buleleng juga dipertaruhkan lewat penyelesaian berbagai persoalan sosial dan keamanan yang kerap terjadi akhir-akhir ini. Bupati harus hadir di garis depan untuk mengatasi masalah-masalah akut ini:

  • Kafe dan Hiburan Liar: Perlunya ketegasan tata ruang dan penegakan hukum dari pemda terhadap tempat hiburan malam yang melanggar izin dan memicu gesekan sosial. Catatan penting: Ini adalah “daya tolak” dan “daya bunuh” pariwisata Buleleng, bukan daya tarik kalau hiburan dan kafe yang muncul hanya gaaduh dan sekedar rusuh dengan polusi suara, tanpa kelas dan ketertiban malah menjadi daya usir wisatawan dan pengembang fasilitas wisata yang ingin ulur tangan membangun desa-desa sebagai destinasi.
  • Maraknya Kriminalitas Pencurian: Menuntut penguatan keamanan lingkungan serta program kesejahteraan ekonomi untuk menekan angka pencurian di tengah masyarakat. Buleleng harus berjuang serius salah satu desanya dicap sarang maling.
  • Kekerasan Seksual dan Pemerkosaan: Kasus pemerkosaan yang kerap menimpa pelajar dan mahasiswi di Buleleng merupakan noda moral yang harus dituntaskan melalui perlindungan hukum yang agresif, ruang aman bagi korban, dan edukasi sosial yang masif. Pendidikan budi pekerti dan ruang-ruang kegiatan seperti olah raga, sastra, dan kegiatan bagi pelajar yang positif mesti dikawal dengan anggaran yang jelas ditangani langsung oleh Bupati dan para pengambil kebijakan yang di bawahnya. Pendidikan yang berkelas dan punya mutu secara merata di pedesaan-pedesaan adalah kunci bagi Buleleng untuk bisa mengentaskan berbagai masalah Buleleng.

Harapan dan Semangat Bergerak Maju

Masyarakat secara luas mengapresiasi upaya penataan wajah kota, namun pembangunan fisik jangan sampai menjadi “kosmetik” belaka. Tantangan nyata Bupati dan para wakil rakyat Buleleng saat ini adalah menyembuhkan “bopeng-bopeng” pembangunan, menghentikan pencemaran lingkungan, menekan angka kriminalitas, serta meningkatkan pendapatan rakyatnya yang berjumlah besar.

Tugas berat ini hanya bisa diselesaikan dengan membawa anggaran yang berimbang, penegakan hukum yang tegas, serta kreativitas dalam menggenjot ekonomi rakyat.

Selamat berkeliling ke desa-desa, pasar, pesisir pantai, hingga pos-pos keamanan di pelosok Buleleng, Pak Bupati. Jangan sampai usaha baik ini hanya berhenti sebatas bersolek di depan kantor Pak Bupati saja. Teruslah melangkah dari titik Nol Kilometer ini untuk berbenah di segala lini, demi kedamaian, pendidikan yang bermutu, layanan kesehatan yang berkelas, kebersihan wilayah, pelestarian lingkungan, dan martabat seluruh masyarakat Buleleng. [T]

Penulis: Sugi Lanus, alumni SMAN 1 Singaraja & Pembaca Perpustakaan Kirtya

Tags: bulelengSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

Next Post

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co