29 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Boruto dan Tantangan “Kids Jaman Now” di Era Serba Ada

Ozik Ole-olang by Ozik Ole-olang
February 2, 2018
in Esai

Google

 

KIRANYA, atmosfer peralihan zaman yang dirasakan oleh penulis cerita kartun Boruto di Jepang dan di Indonesia tidak jauh berbeda. Perbedaan itu nyaris tak tampak, apalagi dengan sebuah istilah yang sempat muncul ke permukaan beberapa waktu lalu yang biasa dikenal orang dengan istilah “Kids Jaman Now”.

Bisa diperkirakan keadaan Jepang dan di Indonesia hampirlah sama. Hal ini ditunjukkan dengan kartun Boruto sebagai sebuah representasi dari ekspresi kebudayaan yang dirasakan oleh si penulis cerita.

Kartun Boruto adalah sebuah cerita manga lanjutan, atau generasi ke dua dari komik pendahulunya, yaitu Naruto. Boruto sebagai putra Naruto yang sudah menjadi hokage hidup di zaman yang sudah sangat berbeda jauh dari apa yang dulu bapaknya rasakan.

Bila pada masa kecil Naruto, meski memang belum terjadi perang antar Shinobi (sebutan untuk ninja dalam kartun tersebut), tetapi nyatanya waktu itu seluruh desa masih dalam hubungan yang kurang baik. Masing-masing memendam kekuatan untuk kelak dipersiapkan bila terjadi perang antardesa.

Apalagi ketika zaman Naruto masih kecil, desa tempat tinggalnya (Konoha) masih diliputi suasana ketakutan pasca kematian ayah Naruto (Minato) yang disebabkan oleh penyerangan monster Kyubi yang didalangi oleh Madara. Zaman Naruto kecil sungguh penuh dengan kisah konflik dan balas dendam sehingga semua Shinobi banyak yang berlatih keras menempa dirinya untuk menjaga diri dan desanya bila kelak konflik bergejolak kembali.

Lain halnya dengan di zaman Boruto yang sudah sangat dapat dikatakan damai, tentram, dan sejahtera. Sudah dapat dipastikan tidak ada permusuhan antar masing-masing desa. Namun di zaman Boruto inilah sesungguhnya ujian dan cobaan paling berat bagi diri Shinobi untuk dapat menemukan arah orientasi pergerakan praktis ideologinya.

Tapi bukan itu yang terpenting. Bila kita lihat secara majazi, kondisi antara zaman Naruto sampai Boruto sama persis seperti apa yang di negara kita terjadi.

Mulanya orang tua kita dulu hidup dalam kesengsaraan penjajahan dan penindasan sehingga mereka tidak boleh tidak pasti akan mengarahkan orientasi hidup mereka terhadap kemerdekaan dan kebebasan. Kemudian setelah kemerdekaan didapat dan Indonesia menjadi negara kesatuan yang sejahtera, lantas muncul kebingungan.

Kebingungan dalam hal orientasi apalagi yang harus dipilih oleh generasi bangsa dalam perjalanan hidup mereka. Merdeka sudah iya, tidak ada penjajahan, ditambah dengan pesatnya perkembangan teknologi yang membuat hidup serasa tanpa beban sama sekali.

Melalui representasi karya kartun yang berupa cerita Boruto ini, sesungguhnya apa yang dirasa dan ingin disampaikan penulis cerita sangatlah relevan dengan kondisi zaman sekarang. Di zaman yang modern di mana Boruto lahir dengan penuh keadaan damai, apakah masih diperlukan eksistensi Shinobi yang dalam hal ini dikenal dengan orang yang dapat menggunakan jurus atau jutsu luar biasa.

Urgensi macam apa lagi yang kemudian membutuhkan jutsu dan ilmu perninjaan di cerita Boruto itu bila dunia sudah diliputi dengan ketentraman. Seakan dunia Shinobi atau ninja sudah mencapai batas akhir kepunahan di era Boruto.

Jika digambarkan, dalam cerita manga tersebut, jutsu di zaman Boruto sudah hanya sekedar menjadi sebuah keahlian dan kreatifitas tanpa ada kontribusi dan orientasi yang kongkrit. Buat apa jutsu berlari secepat kilat kalau sudah ada kereta dan kendaraan lain. Buat apa jutsu petir toh listrik sudah banyak ditemui. Inilah tantangan Boruto sebagai “Kids Jaman Now” dalam cerita kartun tersebut.

Dalam dunia nyata seperti yang kita rasakan sekarang, munculnya istilah dan sebutan “Kids Jaman Now” menjadi sebuah teguran tersendiri baik bagi generasi penerus bangsa juga bagi para orang tua.

Munculnya istilah tersebut dapat mengindikasikan bahwa seakan sudah tidak ada lagi tindakan dan perilaku generasi bangsa yang dapat berkontribusi terhadap kemajuan peradaban, sehingga hal-hal yang senyatanya tidak penting bahkan tak bernilai sama sekalimereka jadikan tren dan gaya hidup.

Munculnya postingan-postingan aneh yang hanya mengejar popularitas tanpa integritas dan kualitas menjadi wabah akibat kurangnya orientasi atau pandangan hidup dalam diri generasi muda sebagai penerus bangsa. Akibatnya, mereka kurang mempunyai pikiran tentang perbuatan apa yang kiranya lebih bermanfaat untuk dilakukan.

Sehingga konstruk pikiran yang terbentuk adalah sudah tidak ada lagi yang perlu dilakukan di zaman yang penuh kejayaan ini dan akhirnya pemuda yang mengalami kebingungan orientasi hidup akan melakukan hal-hal tak bermanfaat. Dan parahnya, mereka memamerkan tindakan tersebut.

Oleh karena itu, dalam hikmah dan gagasan yang terdapat dalam kisah Boruto adalah bahwa sebisa mungkin pemuda sebagai generasi penerus bisa berpikiran dan menemukan orientasi hidup yang jelas sehingga akan berdampak pada perilaku dan tindakan yang lebih bermanfaat. Boruto dan kawan-kawannya sebagai penerus Naruto masih terus berusaha menemukan jati diri dan pandangan masa depan Shinobi di dunia mereka sekarang yang penuh perdamaian.

Kita sebagai genarasi Indonesia yang kelak akan menjalankan roda peradaban juga sepatutnya memikirkan hal tersebut mulai dari sekarang. Apa yang akan kita lakukan bagi masa depan kehidupan manusia kelak. Sebab perdamaian terkadang akan membawa pada keterlenaan, dan keterlenaan akan membawa kepada kelalaian, dan akhirnya kelalaian akan membawa kita kembali pada kegelapan.

Dengan terus mengarahkan diri kepada perilaku dan tindakan yang lebih membawa manfaat, setidaknya kita sudah tidak menyia-nyiakan perdamaian yang telah orang tua kita dulu perjuangkan. Sekian. (T)

Tags: Generasi Zaman NowIndonesiaJepangkartun
Share15TweetSendShareSend
Previous Post

Cerita Ngurah dari Papua# Saya, Bunga Papua, dan Kita (3)

Next Post

Seni dan Kesehatan Jiwa – Dari Puisi Angga Wijaya hingga Karya Rupa di Rumah Berdaya

Ozik Ole-olang

Ozik Ole-olang

Pemuda asal Madura yang lahir di Lamongan dan berdomisili di kota Malang.

Related Posts

Di Bawah Lampu Kerlap-Kerlip: Membaca Fenomena “Coffee Shop” sebagai Teks Budaya

by Tri Nugroho Adi
August 28, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Segelas kopi tidak pernah hanya berisi kopi. Di dalamnya terseduh sejarah, identitas, percakapan, bahkan cara manusia memahami dirinya sendiri." MENJELANG...

Read moreDetails

BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar

by I Ketut Suar Adnyana
August 27, 2026
0
BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar

Kebudayaan tidak pernah benar-benar hidup hanya karena diwariskan. Sebuah tradisi akan tetap hidup apabila pengetahuan, nilai, simbol, dan ingatan yang...

Read moreDetails

Destinasi “Detour”: Tren Wisata Alternatif Menyimpang Rute Utama

by Chusmeru
August 27, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERWISATA kadang berjalan tidak sesuai dengan yang direncanakan. Di awal perjalanan sudah ditentukan destinasi wisata mana yang akan dikunjungi. Namun...

Read moreDetails

Melampaui Ingatan di Batas-batas Desa ——Catatan dari Karya Agung Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini Desa Sibanggede

by Dharma Yuda
August 26, 2026
0
Melampaui Ingatan di Batas-batas Desa ——Catatan dari Karya Agung Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini Desa Sibanggede

RANGKAIAN Karya Pedudusan Agung, Ngusaba Desa, dan Ngusaba Nini yang berpusat di Pura Puseh Sibanggede sudah mencapai akhir melalui upacara...

Read moreDetails

Kalau Rakyat Harus Naik Bus ke Jakarta Agar Didengar, Ada Apa dengan Telinga Kekuasaan?

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 26, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

ADA yang menarik dari perjalanan sejumlah warga Pati menuju Jakarta menjelang aksi 27 Agustus 2026.  Mereka tidak sedang piknik. Empat...

Read moreDetails

Ibu Memasak di Kota

by Angga Wijaya
August 25, 2026
0
Ibu Memasak di Kota

MEMASAK, aktivitas yang sering diidentikkan dengan para ibu, baik yang usianya muda ataupun juga tua. Di kota, saya tidak tahu...

Read moreDetails

PROFESOR BAHASA BALI TERBAIK DARI JEPANG  — Kiprah Profesor Mayuko Hara dalam Riset Bahasa Bali Aga Pedawa dan Bahasa Indonesia

by Sugi Lanus
August 25, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 25 Agustus 2027 Siapa pakar terbaik Bahasa Bali di Jepang? Jika pertanyaan itu ditujukan ke...

Read moreDetails

Karnaval dan Kemacetan Sosial

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
0
Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

Read moreDetails

Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

by Agung Sudarsa
August 24, 2026
0
Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

Read moreDetails

Mengantar Saut Situmorang ke Salon

by Angga Wijaya
August 24, 2026
0
Telenovela

MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

Read moreDetails
Next Post

Seni dan Kesehatan Jiwa – Dari Puisi Angga Wijaya hingga Karya Rupa di Rumah Berdaya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Di Bawah Lampu Kerlap-Kerlip: Membaca Fenomena “Coffee Shop” sebagai Teks Budaya

"Segelas kopi tidak pernah hanya berisi kopi. Di dalamnya terseduh sejarah, identitas, percakapan, bahkan cara manusia memahami dirinya sendiri." MENJELANG...

by Tri Nugroho Adi
August 28, 2026
Kemarau di Kalianget
Buku Tatkala

Kemarau di Kalianget

Judul: Kemarau di Kalianget Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Luh Arik Sariadi ISBN: Masih dalam proses Tebal: 145 halaman...

by Buku Tatkala
August 28, 2026
Agung Ngurah Astara, Kepala Sekolah SMKN 5 Denpasar dengan Perubahan dan Harapan Baru
Pendidikan

Agung Ngurah Astara, Kepala Sekolah SMKN 5 Denpasar dengan Perubahan dan Harapan Baru

SEMUA berawal dari kesungguhan, keteguhan, disiplin dan upaya kreatif dalam menggapai sebuah kemuliaan. Tidak mudah melewati dan menghadapi  tantangan dalam...

by Nyoman Budarsana
August 27, 2026
BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar
Esai

BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar

Kebudayaan tidak pernah benar-benar hidup hanya karena diwariskan. Sebuah tradisi akan tetap hidup apabila pengetahuan, nilai, simbol, dan ingatan yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 27, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Destinasi “Detour”: Tren Wisata Alternatif Menyimpang Rute Utama

BERWISATA kadang berjalan tidak sesuai dengan yang direncanakan. Di awal perjalanan sudah ditentukan destinasi wisata mana yang akan dikunjungi. Namun...

by Chusmeru
August 27, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [7]: Rezim Algoritma dan Pembubaran Standar Sastra

Semua tekanan yang sudah diuraikan dalam bagian-bagian sebelumnya bisa dibaca sebagai masalah-masalah yang terpisah. Namun semuanya adalah gejala dari satu...

by Andre Syahreza
August 26, 2026
Melampaui Ingatan di Batas-batas Desa ——Catatan dari Karya Agung Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini Desa Sibanggede
Esai

Melampaui Ingatan di Batas-batas Desa ——Catatan dari Karya Agung Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini Desa Sibanggede

RANGKAIAN Karya Pedudusan Agung, Ngusaba Desa, dan Ngusaba Nini yang berpusat di Pura Puseh Sibanggede sudah mencapai akhir melalui upacara...

by Dharma Yuda
August 26, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Kalau Rakyat Harus Naik Bus ke Jakarta Agar Didengar, Ada Apa dengan Telinga Kekuasaan?

ADA yang menarik dari perjalanan sejumlah warga Pati menuju Jakarta menjelang aksi 27 Agustus 2026.  Mereka tidak sedang piknik. Empat...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 26, 2026
Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya
Ulas Rupa

Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya

DI penghujung bulan Agustus, tepatnya pada tanggal 25 hingga 31 agustus mendatang – akan digelar Pameran senirupa yang bertajuk “The...

by Hartanto
August 26, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
Ibu Memasak di Kota
Esai

Ibu Memasak di Kota

MEMASAK, aktivitas yang sering diidentikkan dengan para ibu, baik yang usianya muda ataupun juga tua. Di kota, saya tidak tahu...

by Angga Wijaya
August 25, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PROFESOR BAHASA BALI TERBAIK DARI JEPANG  — Kiprah Profesor Mayuko Hara dalam Riset Bahasa Bali Aga Pedawa dan Bahasa Indonesia

— Catatan Harian Sugi Lanus, 25 Agustus 2027 Siapa pakar terbaik Bahasa Bali di Jepang? Jika pertanyaan itu ditujukan ke...

by Sugi Lanus
August 25, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co