SETELAH mencuri perhatian sebagai unit rock tunanetra asal Bali lewat single “Keidela”, “I’m a Fire”, dan “3”, kini Filla memasuki babak baru dalam perjalanan musiknya. Grup yang sebelumnya dikenal dengan formasi band penuh energi itu resmi bertransformasi menjadi sebuah solo project.
Kabar tersebut diumumkan langsung oleh Surya Aufilla Ramadhan alias Kasur, sang vokalis sekaligus sosok di balik lahirnya Filla. Perubahan ini menjadi langkah besar setelah para personel lainnya memutuskan tidak lagi dapat melanjutkan aktivitas bermusik bersama.
Meski demikian, Kasur memastikan bahwa Filla tidak akan berhenti berkarya. Semangat yang sejak awal menjadi pondasi perjalanan mereka disebut masih terus menyala dan kini memasuki arah baru.
“Filla akan tetap ada dan terus berkarya, dan saat ini menggunakan additional player,” ujar Kasur.

Sebelumnya, Filla dikenal sebagai grup rock asal Bali dengan konsep yang cukup unik dan inspiratif. Hampir seluruh personelnya merupakan musisi tunanetra, kecuali Kasur yang juga berperan sebagai gitaris. Kehadiran mereka mulai mencuri perhatian publik sejak resmi diperkenalkan pada November 2024 lalu.
Nama Filla sendiri berasal dari penggalan nama lengkap Kasur, Aufilla Surya Ramadhan. Awalnya, Filla merupakan solo project sebelum akhirnya berkembang menjadi grup band. Saat menjabat sebagai Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Musik di salah satu kampus negeri di Bali periode 2023–2024, Kasur bertemu dengan sejumlah musisi tunanetra yang memiliki kemampuan bermusik luar biasa. Dari pertemuan itulah Filla kemudian lahir sebagai wadah kreatif untuk berkarya bersama.
Pada 18 November 2024, Filla resmi diperkenalkan sebagai band rock tunanetra yang mengusung lagu-lagu berbahasa Inggris. Formasi awal mereka terdiri dari Rudi alias Ben pada keyboard, Rivan alias Gordon di bass, Mahesa alias Buls pada gitar, Juliawan alias Kevin di drum, serta Kasur sebagai vokalis sekaligus gitaris.
Dalam proses bermusik, Filla banyak terinspirasi dari band-band internasional seperti Arctic Monkeys, Maneskin, hingga Avenged Sevenfold. Pengaruh tersebut kemudian dipadukan dengan karakter masing-masing personel hingga membentuk identitas musik Filla yang khas.
Kini, setelah merilis tiga single dan melewati berbagai perjalanan bersama, Filla kembali ke bentuk awalnya sebagai solo project. Namun bagi Kasur, perubahan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru.
Dengan dukungan additional player, Filla akan tetap melanjutkan karya-karyanya dan menjaga semangat yang sejak awal dibangun: membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk terus berkarya dan bersuara di industri musik. [T].
Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole
BACA JUGA:




























