LEWAT single perdana “Langkah Kita”, Vertical Limit menandai langkah awal perjalanan karir bermusik mereka. Band yang digawangi empat remaja ini muncul dengan energi segar dan semangat yang tak main-main.
Mereka menamakan diri Vertical Limit, sebuah nama yang sejak awal menyimpan filosofi tentang mimpi besar dan keberanian untuk terus melangkah lebih tinggi. Vertical Limit hadir dengan warna pop alternatif yang fresh, energik, dan penuh vibe positif. Band ini digawangi empat talenta muda yang memiliki karakter berbeda namun berpadu dalam satu semangat yang sama: bermusik dengan penuh keyakinan.
Band ini terbentuk melalui proses audisi di Debeat Music Course Bali. Dari proses tersebut terpilih empat personel yang kini menjadi fondasi utama Vertical Limit: Shea sebagai vokalis, Jadid pada gitar, Zee pada bass, dan Ello di drum.

Shea dikenal sebagai vokalis dengan suara yang powerful dan penuh karakter. Di sisi lain, Jadid menghadirkan permainan gitar yang enerjik dengan riff yang mudah melekat di telinga. Zee memperkuat fondasi musik lewat permainan bass dengan groove yang khas, sementara Ello menjadi penggerak irama dengan permainan drum yang penuh tenaga.
Chemistry di antara mereka terbentuk tidak hanya melalui latihan, tetapi juga dari persahabatan yang tumbuh selama proses bermusik bersama. Ikatan itu pula yang kemudian memberi warna dalam karya perdana mereka.
Nama Vertical Limit sendiri bukan sekadar identitas. Nama itu memuat filosofi yang mereka pegang sejak awal perjalanan. “Vertical” berarti terus melangkah naik tanpa ragu, dan “Limit” adalah puncak tertinggi yang ingin mereka taklukkan.

Filosofi tersebut menjadi semacam kompas bagi perjalanan mereka di dunia musik. Prinsipnya sederhana namun kuat: tidak ada kata berhenti sebelum sampai di puncak. Semangat itu tercermin dalam single perdana mereka berjudul “Langkah Kita”.
Lagu ini mengusung genre pop rock yang penuh semangat, optimisme, dan energi positif khas anak muda. “Langkah Kita” bercerita tentang perjalanan meraih mimpi bersama ─ tentang persahabatan, proses bertumbuh, jatuh bangun, serta keyakinan bahwa selama melangkah bersama, tidak ada mimpi yang terlalu tinggi untuk dicapai.
Lagu ini juga menjadi ajakan bagi para pendengarnya untuk terus maju tanpa ragu, bahkan ketika jalan yang ditempuh terasa tidak mudah.
Secara musikal, “Langkah Kita” dikemas dengan aransemen gitar yang kuat, bass yang dinamis, serta beat drum yang enerjik. Perpaduan tersebut menghadirkan warna musik yang catchy dan ceria, namun tetap menyimpan makna yang mendalam. Liriknya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari membuat lagu ini terasa relatable bagi remaja masa kini.

Bagi Vertical Limit, lagu ini bukan sekadar karya pertama. Single tersebut menjadi simbol komitmen mereka untuk terus berkembang dan melangkah lebih tinggi dalam perjalanan musik.
Proses kreatif “Langkah Kita” juga melibatkan sejumlah musisi yang membantu mematangkan karya tersebut. Iwan dan Arel terlibat sebagai music director sekaligus music producer, sementara proses mixing dan mastering dipercayakan kepada Deny Surya dari band Dialog Dini Hari.
Melalui lagu ini, Vertical Limit berharap musik mereka bisa lebih dikenal dan mendapat tempat di hati pendengar. Bagi empat remaja ini, perjalanan mungkin baru dimulai. Namun seperti nama yang mereka pilih, arah langkahnya jelas: terus naik, menembus batas, dan menuju puncak. [T]
Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole




























