KEBENCIAN, iri hati, dan perasaan negatif lainnya dikategorikan sebagai emosi dengan vibrasi rendah yang memiliki dampak merusak secara signifikan, baik terhadap kesehatan mental maupun fisik seseorang. Emosi ini menciptakan stres kronis yang memicu berbagai penyakit psikologis dan fisik.
Banyak studi mengatakan, kebencian, kemarahan, dan cemburu kronis meningkatkan risiko penyakit jantung dan darah tinggi.
Stres jangka panjang yang dipicu oleh rasa iri dan benci dapat merusak sistem kekebalan tubuh, membuat seseorang lebih rentan terhadap penyakit, bahkan meningkatkan risiko kanker
Rasa iri yang mendalam seringkali terwujud dalam keluhan pencernaan dan dapat memicu perubahan berat badan yang tidak sehat.
Ketika pikiran yang terus-menerus terbebani oleh iri hati juga menyebabkan kelelahan kronis dan gangguan tidur, yang berakibat fatal bagi kesehatan.
Dampak yang lain juga akan mengalami kecenderungan mengalami penuaan dini karena terlalu banyak memikirkan hal-hal negatif.
Di samping dampak terhadap kesehatan fisik juga berdampak terhadap kesehatan mental dan emosional.
Dalam ilmu kesehatan jiwa, iri hati berkaitan erat dengan depresi, kecemasan, dan rasa tidak bahagia dalam hidup. Dan pada orang spt ini cenderung merasa tidak aman (insecure), mudah marah, dan bermusuhan. Dan ketika perasaan negatif seperti ini yang terus-menerus akan menempatkan tubuh dalam keadaan stres kronis, dan kondisi seperti ini tentunya banyak menguras energi mental, dan menghilangkan ketenangan hati.
Dalam konteks vibrasi, emosi seperti kebencian, kemarahan, dan iri hati berada pada frekuensi yang rendah (<62 Hz), yang berbanding terbalik dengan kondisi kesehatan optimal.
Vibrasi frekuensi rendah ( <62 HZ ) terkait dengan stres kronis, gangguan depresi, dan kerentanan terhadap penyakit.
Dan vibrasi frekuensi tinggi (> 70 Hz) berkaitan dengan emosi positif seperti kasih sayang, rasa syukur, dan perasaan bahagia yang meningkatkan resiliensi mental dan fisik.
Jadi menyimpan kebencian dan rasa iri lebih banyak menyiksa diri sendiri dibandingkan orang yang dibenci atau diirikan. Hal ini karena penyakit hati ini memakan energi dan merusak tubuh dari dalam, menghalangi seseorang dari kebaikan dan keberkahan.
Tanpa disadari dengan memendam kebencian dan rasa iri dalam hati sebenarnya kita sedang bunuh diri pelan pelan
Momentum Hari Vallentine 14 feb 2026, adalah momen untuk menghilangkan kebencian dan iri dengki dalam diri sekaligus memupuk rasa cinta kasih terhadap sesama, sehingga kita terus bertumbuh dan kedamaian akan terwujud. [T]
Penulis: Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
Editor: Adnyana Ole


























