4 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Putu Bela Inggrid Cahyanti, Juara 1 Lomba Menulis ‘Feature’ : Awalnya Tak Suka Baca, Kini Ketagihan Menulis

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
November 8, 2025
in Persona
Putu Bela Inggrid Cahyanti, Juara 1 Lomba Menulis ‘Feature’ : Awalnya Tak Suka Baca, Kini Ketagihan Menulis

Putu Bela Inggrid Cahyanti │Dok. Bela

MUNGKIN terdengar aneh, seseorang yang awalnya tidak terbiasa membaca dan menulis, tapi lewat jalan pendidikan yang cukup berliku, ia akhirnya ketagihan membaca, menulis, dan aktif dalam pelatihan jurnalistik.

Itulah yang dialami oleh Putu Bela Inggrid Cahyanti (17) ─ akrab disapa Bela ─ siswi SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Ia yang awalnya tak suka membaca dan menulis, kini justru berhasil menjadi juara satu dalam lomba menulis feature (berita kisah) tingkat SMA/K se-Bali.

Pada Jumat, 24 Oktober lalu, dalam ajang Pekan Jurnalistik UPMI Bali 2025, Bela berhasil keluar sebagai juara satu lomba menulis feature, setelah melewati dua tahap: penilaian naskah dan presentasi karya. Kemenangan itu mengejutkan banyak pihak, termasuk dirinya sendiri.

“Saya nggak nyangka bisa menang. Soalnya nggak suka baca, nggak suka nulis. Dan, ternyata menang. Itu rasanya luar biasa. Saya kira bakat saya bukan di sini, tapi ternyata saya bisa,” ujarnya, tersenyum.

Bela saat menerima penghargaan juara di Pekan Jurnalistik UPMI Bali 2025 │Foto: tatkala.co/Dede

Bela tinggal di Jimbaran, Badung. Tetapi, ia adalah gadis kelahiran Singaraja, 11 Oktober 2008, dan besar di Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Ia menempuh pendidikan di TK Kumara Giri Wanagiri, SD Negeri 6 Munduk, SMP Negeri 2 Banjar Desa Kayu Putih, dan kini melanjutkan pendidikan di Jurusan Farmasi Klinis dan Komunitas, SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar.

Selama bersekolah, Bela tinggal di asrama, karena orang tuanya tidak mengizinkannya ngekos. “Orang tua takut saya salah pergaulan, apalagi saya anak tunggal,” katanya.

Putri dari pasangan Putu Ary Adnyana dan Luh Dian Wismayani ini mengaku sempat bimbang menentukan sekolah saat hendak melanjutkan pendidikan menengah.

“Awalnya saya mau jadi polwan. Bapak juga ingin punya anak polwan. Tapi saya banyak keraguan. Akhirnya saya masuk ke jurusan farmasi. Kebetulan tante saya yang bekerja di bidang itu, bilang peluangnya besar,” ucap gadis berambut pendek itu.

Bela saat melakukan presentasi karya │Foto: tatkala.co/Dede

Bela juga mengaku sempat berniat bersekolah di salah satu SMA di Singaraja. Namun karena satu dan lain hal, ia justru berakhir di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar. Di sanalah jalan hidupnya mulai berbelok ─ secara perlahan namun berarti.

“Dulu sempat menyesal, sempat mikir salah jurusan karena merasa nggak cocok di Kesehatan. Tapi makin ke sini, mulai nyaman. Mungkin, memang jalannya ke sini,” ungkapnya.

Kendati demikian, cita-citanya menjadi polisi wanita belum sepenuhnya padam. “Setelah lulus nanti, saya mau coba daftar polwan dulu. Kalau nggak berhasil sekali, saya lanjut kuliah di bidang farmasi, sambil bekerja kalau bisa,” jelasnya.

Di sekolah, kini Bela aktif dalam berbagai kegiatan, termasuk kegiatan tulis-menulis. Ia tergabung dalam ekstrakurikuler Paskibra, klub membaca, dan jurnalistik. Dari semua kegiatan itu, justru jurnalistiklah yang membuka jalan baginya untuk mengenal dunia tulis-menulis.

“Awalnya saya ikut jurnalistik karena suka ngedit dan bikin desain. Tapi lama-kelamaan saya jadi terbiasa membaca dan mulai suka menulis,” katanya.

Melalui kegiatan jurnalistik di sekolah, Bela mulai belajar menulis berita, cerpen, laporan kegiatan, dan feature. Ia juga beberapa kali mengikuti lomba news anchor, esai dan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), meski hasilnya belum memuaskan.

“Dulu sering ikut lomba, tapi paling mentok juara harapan, atau terkadang hanya berharap juara,” ujarnya, tergelak.

Sesi foto bersama para pemenang lomba feature │Foto: tatkala.co/Dede

Kemenangan di lomba feature kali ini menjadi titik balik. Ia merasa perjuangan dan pembelajarannya selama ini terbayarkan. Dalam lomba itu, Bela menulis feature profil tentang guru Bahasa Indonesia sekaligus pustakawan di sekolahnya, yang berjudul: “Hasbi Romadhoni, Sang Penjaga Literasi di Sebelah Kantin”. Ceritanya sederhana, barangkali sangat sederhana dibanding peserta lain. Namun, tak disangka, kisah sederhana itu berhasil mengantarkannya menjadi juara satu pada lomba tersebut.

“Saya ikut lomba feature ini awalnya cuma coba-coba. Tapi ternyata hasilnya di luar dugaan. Padahal waktu nulis, saya banyak bingung dan naskahnya baru selesai mendekati hari pengumpulan,” ungkap Bela.

Bela mengaku sangat terbantu oleh bimbingan pembina jurnalistik di sekolahnya. Sang pembina sering memberikan nasihat sederhana, namun bermakna.

“Kata pembina saya, rajin-rajinlah menulis. Tidak harus jadi penulis untuk bisa menulis. Bisa saja jadi apoteker yang bisa menulis, atau perawat yang bisa menulis,” katanya menirukan pesan gurunya.

Ucapan itu ternyata menjadi penyemangat tersendiri bagi Bela. Ia mulai menyadari bahwa menulis bukan soal profesi, tapi soal kemauan dan kebiasaan. Kini, ia perlahan menemukan kesenangan dalam dunia yang dulu ia hindari, bahkan takuti.

“Sekarang saya mulai suka menulis cerpen, berita-berita untuk jurnalistik sekolah, dan suka baca-baca fiksi juga,” tuturnya dengan semangat.

Putu Bela Inggrid Cahyanti │Dok. Bela

Di balik penampilannya yang tenang, Bela dikenal sebagai sosok yang cerdas, kreatif, dan tekun. Sebagai seorang gadis yang berambut pendek dan berkacamata, membuatnya tampak seperti siswi yang penuh keseriusan. Namun tidak sepenuhnya demikian. Di balik itu, ia menyimpan rasa ingin tahu yang besar dan semangat untuk terus belajar.

“Menulis itu ternyata menyenangkan. Saya bisa cerita banyak hal tanpa harus ngomong,” katanya pelan, menutup perbincangan.

Keberhasilan Bela dalam lomba menulis feature menjadi contoh bagaimana minat dapat tumbuh lewat proses dan peluang. Dari yang awalnya tidak tertarik membaca dan menulis, ia kini berhasil menunjukkan kemampuannya di bidang jurnalistik. Hal tersebut memperlihatkan bahwa dengan bimbingan dan lingkungan yang mendukung, setiap siswa memiliki peluang untuk menemukan potensi terbaiknya. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

BACA JUGA:

Semangat Literasi dan Etika Digital di Pekan Jurnalistik UPMI Bali 2025
Tags: jurnalisjurnalistikSMK Kesehatan Bali MedikaUPMI Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tugas Terakhir | Cerpen Yuditeha

Next Post

Mata Air dan Air Mata, Sarana ‘Melukat’ untuk ‘Kebersihan’ Diri

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

by Made Adnyana Ole
October 17, 2026
0
Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

APA hubungan wayang wong Tejakula dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2027 yang akan digelar di Buleleng? Secara langsung,...

Read moreDetails

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
0
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

Read moreDetails

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails
Next Post
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

Mata Air dan Air Mata, Sarana 'Melukat' untuk 'Kebersihan' Diri

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan
Ulas Pentas

Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan

PENTAS teater tubuh berlangsung dua malam di Gedung Kesenian Cak Durasim Taman Budaya Jawa Timur, 1-2 November 2026. Malam pertama...

by Silvester Petara Hurit
November 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Esai

Kuasa dalam Perjanjian Jual Beli Tanah dan Bangunan

PEMBERIAN kuasa adalah suatu perjanjian yang memberikan kekuasaan kepada seseorang untuk menerima dan melaksanakan suatu urusan atas nama pemberi kuasa...

by I Made Pria Dharsana
November 4, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

LONTAR USADA KERALA

— Catatan Harian Sugi Lanus, 1 Nov 2026 * Kerala (sebuah negara bagian di India Selatan) memiliki kesamaan kultural yang...

by Sugi Lanus
November 4, 2026
Sastrawan di Seberang Lautan Tampak, Ada yang Tak Tampak di Pelupuk Mata
Esai

Sastrawan di Seberang Lautan Tampak, Ada yang Tak Tampak di Pelupuk Mata

SILATURAHMI, sembari menghitung almanak yang tanggal demi tanggalnya bergerak seirama dengan perputaran jarum jam dan garis edar matahari, kami—saya, dr....

by Hartanto
November 4, 2026
COCA Ubud, Merajut Musik, Film, Kuliner, dan Seni dalam Satu Rumah Kreatif
Pariwisata

COCA Ubud, Merajut Musik, Film, Kuliner, dan Seni dalam Satu Rumah Kreatif

DI Ubud, pengalaman menikmati musik, menonton film, menyantap hidangan, dan mengapresiasi seni kini memiliki satu ruang pertemuan. Namanya COCA Ubud....

by tatkala
November 3, 2026
Peringati Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda, Prima Mandiri School Asah Kreativitas dan Keberanian Siswa Lewat Berbagai Lomba
Pendidikan

Peringati Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda, Prima Mandiri School Asah Kreativitas dan Keberanian Siswa Lewat Berbagai Lomba

TIGA bendera kecil terangkat hampir bersamaan. Pertanyaan demi pertanyaan menguji ketangkasan para peserta. Ada yang sigap menjawab, ada pula yang...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam
Esai

Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam

BAHASA masyarakat tradisional menyimpan cara pandang yang khas dalam memahami dunia. Alam tidak hanya menjadi ruang tempat manusia hidup dan...

by I Ketut Suar Adnyana
November 3, 2026
Road to Bali Digifest 2026, UPMI Bali Dorong Mahasiswa Berani Berinovasi
Pendidikan

Road to Bali Digifest 2026, UPMI Bali Dorong Mahasiswa Berani Berinovasi

KECERDASAN buatan atau artificial intelligence (AI) semakin dekat dengan kehidupan mahasiswa. Teknologi ini menawarkan kemudahan dalam belajar dan berkarya. Namun,...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Tak Sekadar Memburu Juara, Jurnalis Muda Bali Belajar Memaknai Fakta di Pekan Jurnalistik UPMI Bali 2026
Pendidikan

Tak Sekadar Memburu Juara, Jurnalis Muda Bali Belajar Memaknai Fakta di Pekan Jurnalistik UPMI Bali 2026

FAKTA bisa menjadi cerita yang menggugah ketika berada di tangan yang tepat. Semangat itulah yang mengemuka dalam Pekan Jurnalistik Universitas...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026
Esai

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

PADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...

by I Gusti Made Darma Putra
November 2, 2026
Poem by Sugi Lanus | Yamuna
Poetry

Poem by Sugi Lanus | Yamuna

My Yamuna, I bow down to your love,which has kept me awake while drowning in your flow for thousands of...

by Sugi Lanus
November 2, 2026
Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu
Kritik Sastra

Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu

SATU cerpen mampu menghasilkan dua tafsir yang saling bertolak belakang. Fenomena ini muncul dan menarik perhatian saya ketika melakukan penilaian...

by I Kadek Adhi Dwipayana
November 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co