27 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

4:20 Hanya untuk “Chill” pada Acara “Ceng-Cet Riddim” di Kedai Kopi DeKakiang, Singaraja

Son Lomri by Son Lomri
April 22, 2025
in Panggung
4:20 Hanya untuk “Chill” pada Acara “Ceng-Cet Riddim” di Kedai Kopi DeKakiang, Singaraja

Acara “Ceng-Cet Riddim” di Kedai Kopi DeKakiang, Singaraja-Bali | Foto: Saka

SEBUAH lagu reggae dari King Masmus itu terdengar di meja DJ sedang diremix oleh 444 Kaum dalam acara “Ceng-Cet Riddim” yang diagendakan oleh Kolektif Gegap Gemilang di Kedai Kopi DeKakiang, Minggu, 20 April 2025.

420 adalah kode Hari Ganja Internasional. 4 (empat) diambil dari bulan April dan 20 diambil dari tanggal di bulan itu. Ada banyak versi yang dikaitkan dengan angka 420—yang konotasinya merujuk pada tokoh politik, lagu, dan atau penggunanaan cannabis sativa tadi.

Semisal, ada yang mengatakan jika 420 adalah diambil dari tanggal kelahirannya Adolf Hitler. Ada juga yang mengaitkannya dengan lagu Bob Dylan berjudul “Rainy Day Women #12 & 35”, yang mana jika 12 dikalikan dengan 5 akan menghasilkan 420.

Tapi yang lebih populer secara cerita, juga mendekati, kode 420 itu di dasari oleh kisah Geng Waldos yang beranggotakan 5 orang remaja dari SMA San Rafael di California pada kisaran tahun 1971. Kelima remaja itu adalah Steve Rafel, Dave Reddix, Jaffrey Noel, Larry Schwartz, dan Mark Gravich.

Suasana pada Acara “Ceng-Cet Riddim” di Kedai Kopi DeKakiang, Singaraja-Bali | Foto: tatkala.co/Son

Untuk menghisap ganja atawa nyimeng itu, 420 diambil dari jam 16.20 sore, sebagai waktu berkumpul mereka. Kelimanya bertemu di sebuah patung ahli mikrobiologi Prancis Louis Pasteur sepulang sekolah. Kebiasaannya menghisap mariyuana di patung itu, berawal ketika suatu waktu mereka mendengar kabar ada ladang ganja terbengkalai di Point Reyes milik seorang penjaga pantai.

Dan akhirnya sebuah petualangan mencari kebun itu pun direncanakan mereka. Sebelum pergi, menghisap ganja seperti sudah menjadi ritual yang menyenangkan. Pencarian kebun itu tak pernah sukses walaupun sudah berminggu-mingu dilakukan.

Tapi kebiasaan mereka bertemu di patung di jam yang sama, masih terus dilakukan hanya untuk menghisap daun itu. Alhasil, kode 420 dikenali sebagai waktu yang asik untuk nyimeng. Dan bagaimana kode itu hingga merebak ke seluruh dunia—hingga saat ini, adalah berkat kakak dari Dave ketika mengenalkannya ke Phil Lesh, yaitu basis Grateful Dead.

Dan Band itu kemudian menggunakan 420—sebagai kode ajakan nyimeng berjama’ah kepada penggemarnya di seantero dunia. Kabar 420 itu akhirnya menyeruak lebih serius, setelah salah satu wartawan dari majalah AS High Times tahu dan menyiarkannya lebih luas lagu dalam bentuk berita. Hingga kemudian meresmikan 20 April sebagai Hari Ganja Internasional.

Acara “Ceng-Cet Riddim” di Kedai Kopi DeKakiang, Singaraja-Bali | Foto: tatkala.co/Son

Dan Putu Mahardika sebagai ketua pelaksana acara “Ceng-Cet Riddim” di Kedai Kopi DeKakiang itu, menjelaskan akhirnya 4:20 identik dengan waktu sore-sore nyimeng ganja. Tapi dalam acara “Ceng-Cet Riddim” yang digagasnya itu—jangan salah—bukanlah acara untuk nyimeng.Tetapi hanya sekadar menikmati musik reggaenya saja di waktu sore.

“Menggunakan jam 4:20 sore itu sebenarnya hanya untuk gimmick saja, kami rayainnya dengan musik reggae yang dimixing DJ, ya, untuk chill saja,” kata Putu Mahardika yang di acara itu juga ia menjajakan beberapa botol arak dan menyediakan beberapa jajanan gratis.

Alternatif—Kreatif

Dan penampil dalam acara itu tidak hanya datang dari 444 Kaum, tetapi juga ada Nend, Ekaput, Irama Utara, dan Devs menjadi penampil pada malam itu. Mereka dari Buleleng. Acara ini dimulai pada kisaran jam 5 sorean dari yang direncanakan di jam 4:20 itu, diulur karena ditimpa hujan. Tidak apa, katanya. Musik terus berlanjut dimulai setelah hujan reda.

Acara “Ceng-Cet Riddim” di Kedai Kopi DeKakiang, Singaraja-Bali | Foto: Saka

Di meja DJ yang di depannya beberapa orang sedang berjoget, terbentang bendera Jamaica di meja itu. Dan beberapa orang itu terus berjoget seakan mengikuti tempo musiknya yang slow, menikmati lagu Vegan Vegetarian yang di mixing dj itu seakan sedang terbang—alias fly. Ya, arak membuatnya mabuk. Dan musik dj itu agaknya berhasil membuat siapa saja yang hadir dan larut kedalamnya—enjoy.

Acara merayakan 4:20 semacam ini sepoertinya baru kali pertama dilakukan oleh Kolektif Gegap Gemilang. Antusiasme orang-orang untuk hadir mendengarkan lagu reggae dengan space kedai yang sejuk di bawah pohon mangga rindang daun-daunnya itu, membuat suasana pengunjung terasa intim dan betul-betul dirasakan tambah chill ketika musik diperdengarkan.

Orang-orang hadir memesan kopi, lalu duduk. Orang-orang saling duduk berhadapan dengan teman sebaya atau pacarnya masing-masing. Mereka mengobrol sambil sesekali meliukan tubuhnya. Sebagaimana genre reaggae dengan rhythm musiknya yang khas, yang mendamaikan dan menjogetkan bahu seseorang.

“Ya, ini untuk mempertemukan orang-orang untuk bertemu dan ngobrol juga sih,” kata Putu Mahardika.

Acara “Ceng-Cet Riddim” di Kedai Kopi DeKakiang, Singaraja-Bali | Foto: tatkala.co/Son

Musik asal Pulau Karibia, Jamaika, ini dapat dibilang banyak pemianatnya bukan hanya karena musiknya yang enak didengar, tetapi wacana kedamaiannya juga terasa menyecap di jiwa. Musiknya bisa dinikmati secara musik dan liriknya. Hal itu bisa dilihat dari makna mendalam dari warna benderanya, seperti warna hijau, emas, dan hitam.

Negara ini barangkali satu-satunya negara yang tidak mengandalkan warna merah untuk mempresentasikan jiwa semangat dan optimis. Warna hitam dilambangkan sebagai kekuatan dan kreativitas rakyat Jamaika, sedang emas melambangkan sinar matahari dan kekayaan alam, dan warna hijau melambangkan harapan dan kekayaan pertanian mereka.

“Ganja itu kan tumbuhan. Banyak pula manfaatnya, tapi karena dilarang di negara kita, alternatifnya kita gunakan arak atau kopi untuk enjoy, yang penting sensasinya adalah reggae, kedamaian,” kata Putu Mahardika.

“Tidak lebih dari itu, hanya untuk chill. Acara ini betul-betul hanya sekadar untuk mendengar musik, dan bagaimana orang-orang datang dan mengobrol. Itu saja.” lanjut lelaki itu di sela gulung kabel selesai acara.

Acara “Ceng-Cet Riddim” di Kedai Kopi DeKakiang, Singaraja-Bali | Foto: Saka

Bagi Kolektif Gegap Gemilang, acara semacam itu pula dijadikannya sebagai bentuk latihan diri membuat event kreatif tanpa mesti menyentuh pelanggaran hukum. Dan mencari alternatif adalah kreatif.

Kolektif ini baru dibentuk oleh Putu Mahardika sendiri. Dan tidak hanya untuk menyoal acara reggae dalam merayakan 4:20—kecil-kecilan, katanya. Kolektif atau komunitas ini juga membuka diri untuk kolaborasi dengan komunitas lain dalam hal membuat event yang lain, semacam menjadi Event Organization (EO). [T]

Repoter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Sawig, Album “Lakuta”, dan Lakuta Bali Tour di Singaraja
Oratorium Panji Sakti, Ragam Nusantara dan “Shortcut” — Catatan Malam Apresiasi Seni HUT Kota Singaraja
Renggama, Kelompok Musik Anyar yang Tak Biasa-biasa Saja dari Bali Utara
Tags: kedai kopimusikSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menghidupkan Warisan Leluhur, I Gusti Anom Gumanti Pimpin Tradisi Ngelawar di Banjar Temacun Kuta

Next Post

Menjernihkan ‘Bias Citra’ Antara Dewi Danu, Jaya Pangus, dan Putri Cina

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails
Next Post
Menjernihkan ‘Bias Citra’ Antara Dewi Danu, Jaya Pangus, dan Putri Cina

Menjernihkan ‘Bias Citra’ Antara Dewi Danu, Jaya Pangus, dan Putri Cina

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co