22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sorgum Makin Populer di Buleleng, Kini Panen Perdana di Desa Telaga

Redaksi Tatkala Buleleng by Redaksi Tatkala Buleleng
April 3, 2024
in Pertanian
Sorgum Makin Populer di Buleleng, Kini Panen Perdana di Desa Telaga

Panen sorgum di Desa Telaga, Busungbiu, Buleleng

SORGUM tampaknya makin populer di Buleleng. Banyak petani yang mulai menanamnya, dan makanan berbahan sorgum sudah mulai dikenal.

Di Desa Telaga Kecamatan Busungbiu, sorgum ditanam sejak Desember tahun lalu. Di desa itu sorgum dikembangkan oleh petani, Wayan Suarjana (55). Ia memiliki hamparan hamparan sorgum seluas 2 hektare.

Panen perdana dilakukan Jumat, 29 Maret 2024, bersama dua rekannya.

Sorgum atau jagung Buleleng sapu jagung adalah genus dari sekitar 25 spesies tumbuhan berbunga dalam keluarga rumput (Poaceae). Beberapa dari spesies ini ditanam sebagai sereal untuk konsumsi manusia. Biji sorgum merupakan makanan bergizi kaya protein , serat pangan , vitamin B , dan mineral .

Di Buleleng sendiri kini mulai dikembangkan sebagai alternatif pangan lokal dan bahan industri. Beberapa kecamatan seperti Kecamatan Seririt dan Busungbiu fokus dilakukan budidaya Sorgum.

Di Desa Telaga dilakukan panen pertama dan memperlihatkan hasil yang baik. Tanaman asal Afrika yang diyakini masuk ke Indonesia karena dibawa oleh pedagang dari India tersebut saat itu tumbuh subur dan berhasil dipanen dalam kondisi yang bagus.

Suarjana optimistis, dengan dukungan dari banyak pihak, panen sorgum bisa memenuhi harapannya. Jika itu terjadi, bukan suatu kejutan apabila nanti sorgum akan menghiasi ladang-ladang pertanian di Desa Telaga.

Pada panen tersebut Deputi III Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional, Andriko Noto Susanto, ikut memanen sorgum di Desa Telaga, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Bali.

Deputi III Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional, Andriko Noto Susanto, berharap masyarakat Desa Telaga mulai terbiasa menaman Sorgum. Selain karena memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, menanam Sorgum akan membuat pilihan pangan lokal menjadi semakin beragam.

“Produksi beras kita dibandingkan dengan konsumsi sekarang mulai agak tipis. Jadi salah satu pilihannya adalah bagaimana kita mendiversifikasi pangan dan komoditas pangan lokal penting yang bisa kita tanam di sini adalah Sorgum,” katanya.

Sorgum baginya adalah sumber pangan masa depan. Tanaman yang dapat tumbuh di lahan yang sangat kering itu juga bisa menjadi sumber pendapatan tambahan petani. Sorgum bisa menjadi pendamping hasil bumi lain, semisal padi, buah, dan sayuran.

Badan Pangan Nasional memastikan bahwa nantinya semua Sorgum yang dipanen di Desa Telaga atau di wilayah lain di Kabupaten Buleleng bisa terserap dengan sempurna. Skema untuk membuat sorgum bisa kembali menjadi kebanggaan masyarakat Buleleng, tak hanya sekadar tampil di lambang Kabupaten Buleleng, telah disusun oleh Badan Pangan Nasional.

“Kalau bisa ini (lahannya) diperluas. Nanti dari Badan Pangan Nasional akan memberikan dukungan melalui alat-alat untuk mengolah Sorgum. Yang dibutuhkan oleh petani kan Sorgum ditanam, diolah dengan baik, dan diserap oleh pasar sehingga bisa mendatangkan keuntungan,” kata Andriko.

Tahun ini sorgum sudah ditanam di lahan seluas 30 hektare di Buleleng yang tersebar di Kecamatan Kubutambahan, Kecamatan Sawan, Kecamatan Seririt, dan Kecamatan Busungbiu. Konsultan Pertanian dari Buleleng, I Nengah Suparna, mengatakan penanaman secara serius akan difokuskan di dua kecamatan, yakni Seririt dan Busungbiu.

“Lahan di dua kecamatan itu sudah lebih siap dibandingkan dengan di kecamatan yang lain. Antusiasme petani di sana juga menjadi alasan kenapa kami akan memfokuskan penanaman Sorgum di Kecamatan Seririt dan Busungbiu,” ujarnya.

Hasil panen di dua kecamatan tersebut diharapkan bisa memenuhi permintaan yang datang dari perusahaan-perusahaan yang mengolah Sorgum. Saat ini karena keterbatasan alat, Sorgum terpaksa dijual dalam bentuk gabah. Suparna berharap nantinya Sorgum bisa diserap dalam bentuk olahan.

Presiden Direktur PT Sorgha Sorgum Sejahtera, Diana Widiastuti, mengatakan siap menampung hasil panen sorgum dari para petani di Buleleng. Permintaan yang tinggi dan produksi Sorgum yang terbatas melatarbelakangi keputusannya tersebut.

Sorgum-sorgum itu nanti akan diolah dan dikemas sebagai makanan sehat. Targetnya adalah para ekspatriat dan turis asing di Bali.

“Saat ini olahan Sorgum untuk wilayah Bali biasanya didatangkan dari Jakarta. Nanti kalau sudah bisa kita produksi di sini, kita akan masuk ke hotel, restoran, dan kafe. Saya yakin pasti laku,” kata Diana.

Apabila skema tersebut berjalan lancar, jalan untuk mengirim Sorgum Buleleng ke luar negeri akan terbuka lebar. Jika itu terjadi, bisa dipastikan senyum Suarjana dan para petani lain yang percaya pada Sorgum akan semakin mengembang. [T][Rls]

Editor: Adnyana Ole

Tags: bulelengDesa Telagapertaniansorgum
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

In Memoriam Yudhistira ANM Massardi: Sang Arjuna yang Mencari Cinta Itu Telah Tiada

Next Post

Hardiman; Sekali Lagi, Jalak Bali

Redaksi Tatkala Buleleng

Redaksi Tatkala Buleleng

Related Posts

Panen Perdana Padi “Semeton Buleleng”, Komitmen Swasembada Pangan di Buleleng

by tatkala
August 3, 2025
0
Panen Perdana Padi “Semeton Buleleng”, Komitmen Swasembada Pangan di Buleleng

KABUPATEN Buleleng, Bali, menorehkan tonggak baru dalam ketahanan pangan dengan menyelenggarakan panen perdana varietas padi unggulan lokal, Semeton Buleleng, pada...

Read moreDetails

Inovasi Fermentasi Limbah Tandusan Sebagai Pakan Ternak

by Redaksi Tatkala Denpasar
May 15, 2024
0
Inovasi Fermentasi Limbah Tandusan Sebagai Pakan Ternak

DENPASAR | TATKALA.CO – Limbah tandusan (proses pembuatan minyak kelapa secara tradisional ternyata bisa difermentasi untuk makanan ternak. Inovasi itu...

Read moreDetails

Alih Fungsi Sawah Tidak Terkendali: Subak Hilang, Wisatawan Tidak akan Datang

by Redaksi Tatkala Denpasar
February 6, 2024
0
Alih Fungsi Sawah Tidak Terkendali: Subak Hilang, Wisatawan Tidak akan Datang

DENPASAR | TATKALA.CO --- Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana Prof. Dr. I Wayan Budiasa, S.P., M.P., IPU, ASEAN Eng....

Read moreDetails

Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, “Melamar” Sebagai Desa Binaan Fakultas Pertanian Unud

by Redaksi Tatkala Tabanan
January 24, 2024
0
Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, “Melamar” Sebagai Desa Binaan Fakultas Pertanian Unud

TABANAN | TATKALA.CO -- Untuk keempat kali Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian (BEM FP Unud) menyelenggarakan Agricamp di Desa Marga...

Read moreDetails

Gagal Panen, Ada Asuransi Pertanian

by Redaksi Tatkala Buleleng
November 8, 2023
0
Gagal Panen, Ada Asuransi Pertanian

KINI ada asuransi untuk petani. Jika panen gagal, petani bisa tenang. Teorinya sesederhana itu. Tapia pa itu asuransi pertanian? Program...

Read moreDetails

Pepaya Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan

by tatkala
October 16, 2023
0
Pepaya Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan

PEPAYA termasuk buah tropis yang memiliki kepentingan komersial karena nilai nutrisi dan pengobatannya yang tinggi. Biji dan kulit pepaya yang...

Read moreDetails

Wine dari Jeruk Siam Kintamani

by tatkala
October 13, 2023
0
Wine dari Jeruk Siam Kintamani

WINE bukan hanya dari buah anggur. Kini terdapat upaya pengembangan minuman wine yang diolah dari buah jeruk siam. Pengolahan jeruk...

Read moreDetails

Subak Kulub Atas Tampaksiring Sudah Setahun Kekeringan Tanpa Solusi

by tatkala
September 20, 2023
0
Subak Kulub Atas Tampaksiring Sudah Setahun Kekeringan Tanpa Solusi

BAGAIMANA bisa subak sampai kekeringan? Itu pertanyaan yang aneh. Tapi ada yang lebih aneh, sudah tahu subak mengalami kekeringan, tapi...

Read moreDetails

Intelektual Jepang Memperkenalkan Teknologi Ratoon-rice Kepada Petani Padi di Jatiluwih

by tatkala
September 5, 2023
0
Intelektual Jepang Memperkenalkan Teknologi Ratoon-rice Kepada Petani Padi di Jatiluwih

DI JEPANG tidak ada subak. Itu sudah jelas. Oleh karenanya, saat pengabdian masyarakat di Subak Jatiluwih, Tabanan, mahasiswa Universitas Meiji,...

Read moreDetails

Biji Kakao Difermentasi Untuk Hasil Berkualitas

by tatkala
August 22, 2023
0
Biji Kakao Difermentasi Untuk Hasil Berkualitas

BIJI kakao sebaiknya difermentasi untuk mendapatkan kualitas yang lebih baik. Metode fermentasi diyakini akan menghasilkan biji kakao kering yang bermutu...

Read moreDetails
Next Post
Hardiman; Sekali Lagi, Jalak Bali

Hardiman; Sekali Lagi, Jalak Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co