11 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Shorgum, Pesan Buat Buleleng

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
October 8, 2022
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

Masalah pangan sudah menjadi isu global. Dan ketika kita tergantung bahan pangan pada  negara lain, sedangkan negara yang kita gantungi itu sekarang bermasalah, otomatis dampak suplai pangan ke negara kita juga bermasalah.

Perang antara Rusia dan Ukrania yang tidak berkesudahan tentunya akan sangat berpengaruh terhadap keberadaan pangan dunia. Dan saat ini sudah banyak terjadi negara-negara mengalami krisis pangan dan masalah kelaparan.

Indeks kelaparan global di Indonesia pada tahun 2021 adalah 18. Tingkat kelaparan ini menduduki peringkat ketiga tertinggi di Asia Tenggara setelah Laos dan Timor Leste. Tingkat kelaparan yang masih masuk dalam level moderat itu—rata-rata global dari 135 negara yakni 17,9—menunjukkan masih ada kerentanan pangan di Indonesia.

Setiap rezim memiliki definisi masing-masing tentang pangan. Presiden Soekarno memberi nama “Kedaulatan Pangan”. Sementara pada era Orda Baru, Presiden Soeharto memilih nama “Ketahanan Pangan “.

Dua istilah ini memiliki makna dan meninggalkan jejak yang berbeda. Sebab pada prinsipnya “Kedaulatan Pangan” berarti masyarakat Indonesia memiliki sumber dan menghasilkan bahan pangan sendiri atau mandiri.

Sementara “Ketahanan Pangan” berarti melepaskan urusan sumber pangan asalkan kebutuhan terpenuhi. Kebijakan “Ketahanan Pangan” juga berimplikasi pada ketergantungan import bahan pangan, konglomerasi, dan semakin sempitnya pilihan bahan pangan pokok.

Kenyataannya Indonesia memiliki beragam sumber bahan pangan, seperti sorgum, umbi-umbian, jagung, kacang-kacangan, ikan serta hasil laut lainnya. Semua bahan itu merupakan keanekaragaman pangan tanah air, tetapi, anehnya, untuk kebutuhan pangannya sangat tergantung dengan negara lain.

Di Buleleng yang merupakan kabupaten paling utara dari Bali punya kondisi alamnya yang diakui memiliki potensi pertanian. Sejarah mengatakan bahwa Buleleng kaya karena hasil hasil buminya, dari barat sampai ke timur.

Dan sorghum atau jagung gembal merupakan tanaman yang sebenarnya merupakan ikon Buleleng, di mana pertama tanaman itu ditanam di areal persawaan sekitar Puri Buleleng, tempat Raja Buleleng tinggal. Sehingga nama tanaman itu diberi nama tanaman buleleng.

Di Lombok tanaman ini terkenal juga dengan nama tanaman buleleng. Sekarang justru di buleleng masyarakat banyak yang tidak tahu tentang tanaman buleleng yang merupakan ikon buleleng ini.

Tanggal 23 Agustus 2022 Presiden Jokowi saat memberikan arahan pada pertemuan KADIN se-Indonesia mengajak “Ayo menanam sorghum”. Arahan itu bukan tanpa alasan. Arahan ini dikeluarkan tentu karena Indonesia merupakan salah satu negara yang sudah pasti akan kena dampak dari perang Rusia-Ukrania.

Sudah pasti Buleleng yang merupakan bagian dari Indonesia akan kena dampaknya juga, dan tentunya kita tidak ingin krisis pangan itu terjadi.

Memang akan  ironis sekali, daerah agraris dan subur akan mengalami krisis pangan. Untuk itulah, pola kedaulatan pangan agar menjadi mandiri pangan yang berkelanjutan harus terus digalakkan.

Dan sorghum sebagai bahan pangganti beras sangat cocok dibudidayakan di daerah tadah hujan dengan geografis seperti di Buleleng ini.

Sorghum dari bijinya, batang dan daunnya memiliki manfaat, di mana bijinya bisa diolah menjadi beras yang merupakan bahan makanan sehat sebagai substitusi beras (Healthy food). Tepung shorgum bisa sebagai bahan industri kue/kuliner.

Batangnya bisa dipakai sebagai bahan industri farmasi dan kesehatan dan energi dengan kandungan bio-ethanol.  Batang dan daunnya juga bisa dijadikan bahan pakan ternak yang memiliki nilai gisi tinggi untuk ternak.

Secara khusus kandungan sorghum untuk kesehatan ternyata banyak juga di antaranya, dalam biji sorghum mengandung antioksidan yang bermanfaat dalam menangkal radikal bebas di mana radikal bebas dapat merubah sel sehat menjadi sel kanker.

Kandungan mineral dan kalsium pada sorghum mampu meningkatkan kadar insulin dalam darah sehingga makanan ini akan sangat baik dikonsumsi oleh penderita diabetes. Selain itu, kadar kalsium yang ada pada sorghum dapat mencegah osteoporosis atau tulang keropos.

Konsentrasi serat makanan yang tinggi pada sorghum sangat baik dikonsumsi untuk orang yang ingin menurunkan berat badan, karena dengan kadar serat tinggi akan memastikan rasa kenyang yang lebih lama dan menjaga perut dari rasa lapar. Fungsi kandungan serat yang tinggi akan membantu menurunkan kadar LDL (kolesterol jahat) dalam tubuh sehingga menurunkan resiko serangan jantung.

Selain  mengandung antioksidan, sorghum juga mengandung magnesium, vitamin E, vitamin B dan zat besi yang membantu tubuh terhindar dari penyakit kardiovaskular. Kadar serat yang tinggi dari sorghum pastinya akan dapat menjaga kesehatan saluran pencernaan.

Sorghum juga kaya akan kandungan mangan yang merupakan komponen dari tiroksin yang merupakan hormon yang penting dalam kelenjar tiroid, sehingga sangat bermanfaat untuk membantu fungsi kelenjar tiroid dalam tubuh.

Niacin atau vitamin B3 dalam sorghum berfungsi untuk mengubah makanan menjadi energi dan hal ini tentunya akan dapat memperlancar metabolisme tubuh dan meningkatkan kestabilan energi dalam tubuh. Juga kandungan fosfor dalam sorghum bermanfaat untuk mencegah terjadinya penurunan daya kognitif dan juga mampu mencegah penyakit alzheimer

Begitu banyaknya kegunaan sorghum untuk kehidupan kita, sehingga bukan tanpa alasan leluhur kita pendiri bumi Buleleng ini menjadikan sorghum atau jagung gembal sebagai simbul daerah Buleleng.

Tidak berlebihan kalau nantinya justru sorghum ini akan mampu meningkatkan kesejahtraan petani dan menjadikan Buleleng menjadi daerah yang mandiri pangan oleh tanaman Buleleng (sorghum) itu sendiri. [T]

[][][]

BACA esai lain dari Dokter Caput

Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran
Ternyata Stres Berguna Juga
Hamil Palsu dan Faktor Pikiran
Tags: bulelengketahanan panganpanganshorgum
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perempuan Peraih Nobel Sastra itu adalah Annie Ernaux

Next Post

Maling Pratima | Cerpen I Made Ariyana

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
0
Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

Read moreDetails

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

by Angga Wijaya
October 10, 2026
0
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

Read moreDetails

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
0
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

Read moreDetails

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

Read moreDetails

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

Read moreDetails

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026
0
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

Read moreDetails

Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

by Wayan Diana Putra
October 8, 2026
0
Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

LOMBA ceng-ceng kreasi diselenggarakan oleh Kelurahan Kapal sebagai bagian dari rangkaian Porseni dan Jong Fest 2026. Sebagai salah satu tangkai...

Read moreDetails

Gen Alpha sebagai Penentu Destinasi Wisata

by Chusmeru
October 7, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MEMBINCANG pariwisata, nyaris tak pernah dibahas keberadaan generasi Alpha atau Gen Alpha. Padahal secara statistik Gen Alpha di Indonesia memiliki...

Read moreDetails

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
0
Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

Read moreDetails

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
0
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

Read moreDetails
Next Post
Maling Pratima | Cerpen I Made Ariyana

Maling Pratima | Cerpen I Made Ariyana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga
Esai

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik
Buku Tatkala

Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik

Judul: Sandyakalaning Demokrasi - Sekumpulan Esai Sosial dan Politik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 9, 2026
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki
Ulas Film

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University
Persona

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya
Panggung

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca
Esai

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co