1 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Membaca Kembali Catatan Ekonomi dan Bisnis “CRM” di Masa Lalu

Cokorda Gde Bayu Putra by Cokorda Gde Bayu Putra
June 14, 2021
in Esai
“I Panti dan I Nganti” – Catatan Tumpek Landep

Cokorda Gde Bayu Putra || Ilustrasi tatkala.co/Nana Partha

Suatu pagi saya mendekat pada beberapa album dan dokumen di meja kerja almarhum Cokorda Raka Marutha (CRM). Seperti layaknya sebuah arsip lama, tentu ia diselumuti banyak debu dan tidak lagi terlihat cerah.

Perhatian saya lantas tertuju pada satu album berisikan kumpulan kliping tulisan CRM di beberapa media cetak antara tahun 1993-1999. Semasa hindupnya, CRM cukup tekun mengumpulkan dan menyimpan beberapa tulisannya yang dimuat di koran. Rasanya tak hanya sekedar bagian dari upaya pengarsipan semata, namun ia sengaja mempersiapkan beberapa informasi dan jejak kelana pemikirannya bagi para generasinya kelak.

***

Dalam waktu yang cukup singkat, tak seluruh potongan kertas itu habis saya baca. Pembacaan utuh hanya saya tujukan pada tiga potongan kertas yang ditulis di Koran Prima pada tahun 1993. Di minggu keempat Bulan Agustus 1993, CRM menulis Tips Untuk Anda dengan judul “Meraih Kepercayaan”.

Melalui tulisannya, CRM yang kala itu berprofesi sebagai Kepala Bagian Jasa Nasabah Bank Duta berupaya tidak saja larut dalam geliat keprofesiannya, namun juga mencoba memberikan warna lain seorang “Bankir” yang akrab juga dengan pena.

Tanpa bermaksud mencoba memperbandingkan dengan beberapa gaya bankir sejenis di masa lampau dan hari ini, namun sebuah wacana edukasi yang berisikan kiat-kiat kepada pelaku usaha pemula seakan mendekatkan relasi antara pihak bank dengan masyarakat kala itu.

Melalui tulisannya tersebut, CRM mencoba mengingatkan bahwa “kepercayaan” adalah sesuatu yang diidamkan bagi pelaku dunia usaha. Kepercayaan dalam kacamata CRM terdiri dari beberapa bentuk seperti: kepercayaan mendapatkan bantuan fasilitas kredit, mendapatkan kemitraan, permohonan perintah kerja hingga bantuan fasilitas modal bagi supplier.

Khusus bagi pengusaha kecil dan pemula, fenomena yang terjadi di lapangan adalah masih banyak terdapat keluhan akan kebutuhan suntikan modal. Terlebih stigma hari itu, para pengusaha kecil merasa cukup “lemah” dalam segala hal.

CRM dengan tegas mencoba menyampaikan bahwa anggapan tersebut sedikit keliru. Justru baginya, yang kecil lah yang lebih gesit dan lincah serta cenderung oportunis menatap masa depan asalkan:

  • Mampu mempresentasikan usaha dengan kalkulasi yang terukur baik peningkatan omzet maupun strategi pengendalian biayanya.
  • Memiliki sitem kerja yang jelas, termasuk desain tertib administrasi dan pembukuan.
  • Mampu memberikan gambaran kejelasan akan segmen pasar dan potensi permintaan serta memiliki ketahanan terhadap arus pesaing.
  • Memiliki kepastian legalitas usaha.
  • Membangun image sebagai orang yang dapat dipercaya dan minim catatan kelam masa lalu.
  • Memiliki komunikasi yang baik.

Walau hari ini arus bisnis telah bergerak dinamis dan jaman melesat menuju keterbukaan akses informasi, tampaknya catatan sederhana ini masih relevan menjadi sebuah informasi penting bagi para pengusaha pemula disaat bersentuhan dengan pihak bank, kreditor, suplier dan mitra usaha. Mendapatkan mitra usaha dan kepercayaan pihak kreditor merupakan keniscayaan dalam sebuah manuver organisasi bisnis berorientasi profit. Pengembangan usaha yang mengarah pada pertumbuhan dan keberlanjutan tentu sangat memerlukan kerjasama dan fasilitas pihak sektor jasa keuangan.

Dalam pandangan saya, pertumbuhan dan pemerataan ekonomi yang bertumpu pada pengembangan sektor UMKM pemula di tingkat desa patut menjadi perhatian serius sektor jasa keuangan.

Hari ini tentu upaya  “meraih kepercayaan” seperti yang diulas oleh CRM patut diawali dengan upaya peningkatan Literasi Keuangan dan Inklusi Keuangan yang secara masif  dilakukan oleh sektor jasa keuangan, sehingga mampu mendorong peningkatan jumlah masyarakat/pengusaha kecil pemula yang dapat menentukan dan memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan yang pada akhirnya mendorong terciptanya kesejahteraan masyarakat.

***

Tulisan CRM berikutnya di media yang sama pada Minggu ke-2 September 1993 berjudul “Bisnis Monyet”. Berbeda dengan tulisan sebelumnya, kali ini CRM mencoba sedikit keluar dari kesan formal dalam gaya tulisannya.

Dengan menggunakan pemeran tokoh “I Wayan Jangki”, CRM mencoba mengilustrasiikan kegelisahan seorang pemain bisnis baru. Jangki yang merupakan Bachelor Bussiness tamatan luar negeri mencoba menggeluti bisnis barunya dibidang perhotelan padahal orang tuanya bertahun tahun telah sukses dengan usaha kayu yang dijalankan termasuk berhasil menyekolahkan Jangki keluar negeri dari hasil usaha kayu tersebut.

Ibunya lantas terpaksa merelakan keinginan Jangki untuk menjual usaha kayu di pertengahan tahun 1989 guna merintis bisnis hotel di bilangan Kuta. Dengan pakaian yang berdasi, Jangki merasakan kemewahan dan elitenya sebagai pengusaha hotel. Kesan rapi yang sama seperti ia rasakan sewaktu sekolah di luar negeri

Tak berselang lama, setelah Irak menyerang Kuwait, 2 Agustuis 1990, para wisman enggan datang ke Bali. Tingkat hunian jatuh di titik nadir, harga kamar turun drastis diobral dan Jangki terlihat sangat panik dengan kondisi ini. Dengan sedikit gegabah, ia memutuskan membangun ruko di halaman depan dan lobi dekat parkir dengan harapan akan cepat dapat menyewakannya.

Lebih celakanya, Jangki meminjam duit membangun ruko itu dari “Men Dukut” seorang rentenir papan atas.

Tanpa kalkulasi yang jelas, Jangki meminjam duit sebanyak 200 juta dengan bunga 4,5% padahal konstruksi ruko hanya menghabiskan 120 juta. Sisanya ia pakai membeli mobil BMW baru. Alhasil, proyeksi tinggalah proyeksi dan Jangki jatuh dalam situasi yang menyulitkan. Rukonya hanya terisi dua blok, dan yang lain tak kunjung laku terlebih wisatawan enggan menginap diselingi suasana bangunan ruko.

Lewat tulisan itu, CRM mencoba mengingatkan pembaca bahwa Jangki merupakan cerminan pengusaha dengan tipikal Monkey Bisnis yang patut dihindari dan cenderung emosional untuk mengalihkan bisnis baru yang terlihat up to date, padahal tanpa didukung oleh kalkulasi proyeksi bisnis yang matang serta pengalaman yang kuat. Lebih parah lagi loncatan usahanya tak sejalan dengan core bisnis sebelumnya.

Rasanya tulisan CRM ini cukup menarik saat situasi ekonomi sulit hari ini akibat dampak pandemic Covid-19. Saat para pengusaha pariwisata yang sedari lama telah merintis bisnis mencoba berlabuh pada sandaran bisnis yang lain, akankah tampil mendulang emas atau justru menuju pada jurang kegelapan? Tentu perlu sebuah hitungan yang matang dan cermat jika tidak mau terlihat seperti monyet. Heheeee,,,,.

Hal lain yang dapat dipetik dari tulisan CRM tersebut adalah perlunya penguasaan emosional dan kecerdasan spiritual dalam berpraktik sebagai seorang pebisnis. Kombinasi kedua kematangan tersebut, setidaknya mampu mengurangi dampak risiko bisnis masa depan serta menghindarkan Kita dari kepanikan bisnis maupun kepanikan keuangan yang mengarah pada kebangkrutan.   

***

Pembacaan saya yang terakhir pada tulisan CRM adalah Tip Untuk Anda berjudul “Ujung Tombak” yang terbit pada Minggu ke-1 Oktober 1993. Dengan menggunakan perumpaan peran seorang striker bola, CRM mencoba mengibaratkan posisi striker sebagai target man pencetak goal yang didalam perusahaan beorientasi profit berada pada posisi marketing sebagai pendulang keuntungan komersiil.

Seperti mencetak seorang striker bola yang tangguh, mencari seorang marketing handal juga bukan perkara mudah. CRM menjelaskan bahwa pencarian bakat untuk memilih marketing wajib berpusat pada beberapa hal prinsip yaitu: lecture, knowledge dan art.  Selain pengujian pada teori, pencarian marketing juga ditentukan oleh kemampuan praktis dan pengalaman kerja utamanya segudang technical skill seperti: komunikasi, negosiasi, sampai teknik menjual.

Menariknya pula, dalam Tulisan itu CRM menerangkan bahwa makin hari peran marketing semakin nyata dan penting di era yang makin kompetitif. Tak mengherankan jika besaran biaya untuk mendapatkan marketing handal sama seperti membeli striker berkarakter haus goal sebagai bagian investasi yang nilainya akan sama dengan kontribusi yang diberikan demi kemajuan perusahaan di masa depan.

Bagi saya, pengulasan CRM yang memadukan sisi ekomomi dengan sepak bola merupakan suatu hal yang menarik dan tentu dilatarbelakangi kecintaan CRM yang mendalam dengan dunia sepak bola. Bakat bermain bolanya tumbuh didalam kultur keluarga pencinta bola. Dahulu, ayah dan kakeknya akftif dalam pergerakan organisasi sepak bola.

Sejak usia dini, CRM juga sering menjadi pilihan saat pertandingan antar sekolah. Dari beberapa piagam penghargaan semasa kuliah yang masih bisa diselamatkan terlihat bahwa CRM larut dalam berbagai aktivitas bola, seperti misalnya: Sepak Bola Rektor Cup Universitas Udayana mulai tahun 1983 sampai tahun 1985. Bahkan di usia 19 tahun, bersama Perseden Selection CRM berhasil memenangkan Juara II Turnamen Peringatan HUT ABRI XXXIV.

Tak banyak jejak dokumen tentang karier persepakbolaan CRM yang saya temukan, namun dari beberapa tuturan CRM pernah membela PON Bali, PS Unud, Perseden Denpasar dan sesekali turut ambil bagian bersama klub lokal Tunas Muda Ubud. Dari sana saya melihat bahwa bola tidak pernah lepas dalam hidupnya hingga Catatan “Ujung Tombak” dalam dunia pemasaran pun, ia gunakan dengan perumpaan “Striker Bola”.

***

Di tengah perkembangan yang kian dinamis memasuki masa revolusi industri 4.0, peran marketing hari ini tampaknya tidak saja bertumpu pada penguasaan kepribadian dan ketrampilan praktik pemasaran semata seperti yang diutarakan CRM di masa lalu, namun juga mampu adaptif dengan berbagai strategi pengembangan digital marketing.

Dalam dunia komputerisasi dan internet, segala upaya kegiatan pemasaran juga harus menggunakan perangkat elektronik internet yang berkombinasi dengan platform media sosial sehingga memudahkan komunikasi dan penyampaian informasi secara online.

Beberapa hari yang lalu, saya mendapatkan Masteplan Sektor Jasa Keuangan Indoenesia 2021-2025 yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan yang pada prinsipnya menumbuhkan upaya strategis pemulihan ekonomi nasional serta meningkatkan kebutuhan serta daya saing sektor jasa keuangan.

Fokus dari kerangka struktural masterplan tersebut selain penguatan ketahanan daya saing, adalah juga pengembangan ekosistem jasa keuangan dan akselerasi transformasi digital. Dalam kebijakan jangka pendek, sektor perbankan diharapkan sesegera mungkin membuat blueprint transformasi digital perbankan bagi semua kelompok usaha perbankan walau hanya difokuskan dahulu pada usaha yang bersifat syariah.

Di kesempatan yang lain beberapa hari yang lalu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan RI juga menyatakan bahwa sektor keuangan sejatinya tidak terpisahkan dari perkembangan digitalisasi ekonomi Indonesia. Hampir setiap individu dan perusahaan di Negara Indonesia pernah dan akan bersentuhan dengan sektor keuangan seperti payment, lending, deposit, transfer, currency.

Dalam percepatan pelayanan jasa keuangan berbasis digital yang berkontribusi pada percepatan pemulihan ekonomi nasional, maka dikatannya ke depan tsransfer uang dan pengajuan kredit tidak perlu lagi datang ke bank. Digitalisasi tersebut merupakan upaya memberikan pelayanan lebih cepat, lebih murah, lebih cepat dan menjangkau kawasan yang lebih jauh.

Melihat arah perkembangan kedepan di berbagai jenis bisnis dan industri, tampaknya Digitalisasi dan Inovasi menjadi sebuah “Ujung Tombak” penting dalam memenangkan persaingan serta menciptakan keberlanjutan usaha. [T]

  • Tulisan ini tidak berupaya untuk mengkritik bahkan mempertentangkan apa yang ditulis oleh CRM di masa lalu, namun hanya mencoba menyambungkan dan merajutnya dengan beberapa realitas hari ini dan arah peta jalan masa depan.  Terlebih dalam membuka lembaran CRM di masa lalu itu, sesungguhnya Saya merasakan nostalgia yang mendalam, tidak saja dalam kedalaman pesan yang disampaikan namun juga bayan- bayang senyum wajahnya yang sangat berkesan.

____

BACA ARTIKEL COK BAYU PUTRA YANG LAIN

Tags: bisnisCokorda Gde Bayu PutraCokorda Raka MaruthaekonomiEkonomi dan BisnisPuri Ubud
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Melimpahlah Kenangan Baik Setelah Kepergian Bunda Erlina Kang Adiguna

Next Post

Luh Evi | Mengangkut Batu Pada Liku Jalan Pedawa

Cokorda Gde Bayu Putra

Cokorda Gde Bayu Putra

Dosen FEBP Universitas Hindu Indonesia dan mengabdi pada Yayasan Bina Wisata Kelurahan Ubud.

Related Posts

Menimbang Ulang ‘May Day’ Bagi Pekerja Budaya

by Arief Rahzen
May 1, 2026
0
Menimbang Ulang ‘May Day’ Bagi Pekerja Budaya

TIAP tanggal satu Mei tiba, ingatan kita biasanya langsung tertuju pada lautan manusia di jalanan protokol Jakarta. Memori kita terikat...

Read moreDetails

Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat

by Agung Sudarsa
April 30, 2026
0
Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat

Ilmuwan di Persimpangan Zaman Nama J. Robert Oppenheimer selalu menghadirkan paradoks: seorang ilmuwan jenius yang sekaligus menjadi simbol kegelisahan moral...

Read moreDetails

BALI SEDANG KRISIS KEBERANIAN? —‘Cari Aman’, ‘Koh Ngomong’ dan ‘Sing Nyak Uyut’ yang Menghancurkan Bali

by Sugi Lanus
April 30, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 29 April 2026 Di permukaan dan kasat mata: Bali sedang menghadapi darurat sampah. Pengerusakan hutan...

Read moreDetails

Rahasia Daya Tarik yang Tidak Bisa Dibeli atau Dipoles

by T.H. Hari Sucahyo
April 29, 2026
0
Rahasia Daya Tarik yang Tidak Bisa Dibeli atau Dipoles

DI tengah dunia yang begitu bising oleh standar dan penilaian, banyak orang tumbuh dengan keyakinan bahwa daya tarik ditentukan oleh...

Read moreDetails

Annam Brahman: Makanan adalah Tuhan

by Agung Sudarsa
April 28, 2026
0
Annam Brahman: Makanan adalah Tuhan

Dari Dapur Menuju Kesadaran Ungkapan Annam Brahman dari Taittiriya Upanishad sering terdengar sederhana, bahkan terasa “terlalu duniawi” untuk ukuran nilai-nilai...

Read moreDetails

Buku Terbit, Lalu Terlalu Banyak Selebrasi

by Angga Wijaya
April 28, 2026
0
Buku Terbit, Lalu Terlalu Banyak Selebrasi

BUKU terus lahir, hampir setiap waktu. Dari penulis lama, penulis baru; dari yang sudah punya nama, sampai yang masih mencari...

Read moreDetails

Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya

by Asep Kurnia
April 27, 2026
0
Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya

TAK dapat dipungkiri lagi bahwa Seba Baduy bukan lagi dimaknai hanya sebagai acara ritual sakral semata, tapi sudah melebihi dari...

Read moreDetails

Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan

by I Nyoman Tingkat
April 27, 2026
0
Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan

DUNIA mengakui1 April adalah tanggal olok-olok. Orang boleh berbohong pada 1 April yang disebut dengan April Mop. Tidak demikian dengan...

Read moreDetails

Masalahnya Bukan Hanya Anggaran

by Isran Kamal
April 27, 2026
0
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram

SETIAP kali angka besar muncul di ruang publik, reaksi yang mengikuti hampir selalu serupa, yakni cepat, emosional, dan penuh kecurigaan....

Read moreDetails

Ketika Orang Bali Terpapar Jadi Pasukan Payuk Jakan & Cicing Borosan

by Sugi Lanus
April 27, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 27 April 2027 Lihatlah berbagai kejadian orang Bali cekcok, adu mulut terbuka, saling berhadapan-hadapan, berkelahi...

Read moreDetails
Next Post
Luh Evi | Mengangkut Batu Pada Liku Jalan Pedawa

Luh Evi | Mengangkut Batu Pada Liku Jalan Pedawa

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Komunitas Perempuan Bali Utara Rayakan Pikiran Kartini
Budaya

Komunitas Perempuan Bali Utara Rayakan Pikiran Kartini

Di antara program Kartini sepanjang bulan April 2026, ada yang berbeda yang dilakukan oleh salah satu komunitas perempuan di Buleleng...

by tatkala
May 1, 2026
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’
Khas

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
HP 12 Jutaan Paling Worth It? —Ini Infinix Note 60 Ultra Harga dan Ulasan Lengkapnya
Gaya

HP 12 Jutaan Paling Worth It? —Ini Infinix Note 60 Ultra Harga dan Ulasan Lengkapnya

PASAR ponsel pintar di Indonesia kembali diramaikan oleh kehadiran perangkat yang mendobrak batas kewajaran spesifikasi di kelasnya. Infinix Note 60...

by tatkala
May 1, 2026
Menimbang Ulang ‘May Day’ Bagi Pekerja Budaya
Esai

Menimbang Ulang ‘May Day’ Bagi Pekerja Budaya

TIAP tanggal satu Mei tiba, ingatan kita biasanya langsung tertuju pada lautan manusia di jalanan protokol Jakarta. Memori kita terikat...

by Arief Rahzen
May 1, 2026
’Siti Mawarni Ya Incek’: Amarah dalam Nama Tuhan
Ulas Musik

’Siti Mawarni Ya Incek’: Amarah dalam Nama Tuhan

FENOMENA viralnya lagu “Siti Mawarni Ya Incek” tidak bisa dibaca sekadar lagu hiburan digital yang lewat begitu saja. Ia adalah...

by Ahmad Sihabudin
May 1, 2026
SWR Bali Kembali dari Istirahat Panjang, “Palas” Jadi Penanda Babak Baru
Pop

SWR Bali Kembali dari Istirahat Panjang, “Palas” Jadi Penanda Babak Baru

SETELAH hampir satu dekade tenggelam dalam kesibukan masing-masing, SWR Bali akhirnya kembali menyapa pendengar dengan karya terbaru bertajuk “Palas”. Band...

by Dede Putra Wiguna
May 1, 2026
‘Vision for All’ Hadirkan Penglihatan Lebih Jelas, 1000 Kacamata Resep bagi Warga Jimbaran
Kesehatan

‘Vision for All’ Hadirkan Penglihatan Lebih Jelas, 1000 Kacamata Resep bagi Warga Jimbaran

SUASANA pagi pada Kamis, 30 April 2026, di Wantilan Kuari, Jimbaran, terasa berbeda. Bukan sekadar hiruk-pikuk aktivitas yang terdengar sejak...

by Nyoman Budarsana
April 30, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Problem Keadilan dalam Pembagian Harta Bersama: Dari Norma ke Uji Konstitusi

Dia luka yang tidak pernah benar-benar terlihat dalam putusan pengadilan berkaitan dengan pembagian harta gono gini dalam perpisah/pecahnya perkawinan  karena...

by I Made Pria Dharsana
April 30, 2026
Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat
Esai

Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat

Ilmuwan di Persimpangan Zaman Nama J. Robert Oppenheimer selalu menghadirkan paradoks: seorang ilmuwan jenius yang sekaligus menjadi simbol kegelisahan moral...

by Agung Sudarsa
April 30, 2026
Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  
Panggung

Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  

SEJAK dibentuk pada 2008 di Bali, Dialog Dini Hari konsisten mempertahankan pendekatan musik yang tenang dan reflektif. Kini, band indie...

by Dede Putra Wiguna
April 30, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

BALI SEDANG KRISIS KEBERANIAN? —‘Cari Aman’, ‘Koh Ngomong’ dan ‘Sing Nyak Uyut’ yang Menghancurkan Bali

— Catatan Harian Sugi Lanus, 29 April 2026 Di permukaan dan kasat mata: Bali sedang menghadapi darurat sampah. Pengerusakan hutan...

by Sugi Lanus
April 30, 2026
Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik
Tualang

Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

NAMA Kabupaten Banyumas selalu identik dengan bahasa “Ngapak” yang sering dijadikan lelucon dalam film dan komedi. Banyumas lantas seolah mendapat...

by Chusmeru
April 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co