25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bersih di Sekolah dengan Lipstik : “Literasi Penanganan Sampah Plastik”

Wayan Paing by Wayan Paing
November 20, 2019
in Esai
Bersih di Sekolah dengan Lipstik : “Literasi Penanganan Sampah Plastik”

Foto: Dok Wayan Paing

Banyak sekolah yang mencantumkan visi misi: meningkatkan prestasi, daya saing, berkarakter dan cinta terhadap lingkungan. Namun dalam implementasinya belumlah merata, terutama terkait masalah lingkungan. Hal ini terjadi karena banyak sekolah beranggapan prestasi nonakademis terutama bidang lingkungan tidak terlalu elegan dibandingkan dengan prestasi bidang akademik atau prestasi nonakademik cabang olahraga dan seni. Untuk itu perlu dilakukan upaya untuk “menyeimbangkan” semua elemen yang tercantum dalam visi dan misi tersebut.

Sistem pendidikan di Indonesia saat ini mengarahkan pada kegiatan literasi yang harus dilaksanakan di sekolah. Baik itu dalam kegiatan belajar mengajar di kelas ataupun kegiatan di luar kelas. Tujuannya jelas, untuk membentuk generasi yang siap menghadapi era globalisasi yang kian pesat perkembangannya.

Sekolah, dalam hal ini kepala sekolah yang bekerjasama dengan semua komponen terkait,, perlu mengupayakan kegiatan literasi yang mampu menjangkau dan dilaksanakan seluruh warga sekolah. Baik melalui program yang terintegrasi dalam kurikulum sekolah, maupun program khusus yang menyasar kegiatan literasi. Demikian halnya guru. Guru harus mampu menyisipkan kegiatan literasi dalam setiap pembelajarannya. Baik itu kegiatan yang disisipkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) maupun program khusus kegiatan literasi dalam materi pelajaran yang diajarkannya.

Selama ini, kegiatan literasi yang dilakukan di sekolah baru sebatas pelaksanaan permendikbud 23 tahun 2015 tentang penumbuhan budi pekerti. Dalam permen tersebut, pada pint F bagian VI disebutkan: Menggunakan 15 menit sebelum hari pembelajaran untuk membaca buku selain buku mata pelajaran (setiap hari).

Dalam pelaksanaannya, masih belum maksimal menumbuhkan kegemaran siswa dalam membaca untuk mendukung upaya keberhasilan kegiatan literasi di sekolah. Untuk itu, berbagai terobosan perlu dilakukan untuk memaksimalkan potensi warga sekolah dan lingkungannya untuk mendukung dan menyukseskan  kegiatan literasi.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan penggunaan “LIPSTIK”. Lipstik yang dimaksud di sini adalah akronim dari Literasi Penanganan Sampah Plastik.

Salah satu dasar pelaksanaan LIPSTIK di sekolah-sekolah terutama yang ada di Bali adalah Peraturan Gubernur Bali nomor 97 tahun 2018 tentang Pembatasan Timbunan Plastik Sekali Pakai. Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa kantong plastik adalah kantong yang terbuat dari atau mengandung bahan dasar plastik, dengan atau tanpa pegangan tangan yang digunakan sebagai wadah untuk mengangkat dan mengangkut barang. Sedangkan plastik sekali pakai yang selanjutnya disingkat PSP adalah segala bentuk alat/bahan yang terbuat dari atau mengandung bahan dasar plastik, latek sintetis atau polyethylene thermoplastik sintetic polymeric dan diperuntukkan untuk penggunaan sekali pakai. Tujuan peraturan tersebut diantaranya adalah untuk mencegah pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh penggunaan sampah plastik sekali pakai serta menjamin dan menjaga kelangsungan kehidupan makhluk hidup dan kelestarian ekosistem.

Adanya peraturan tersebut menunjukkan bahwa bahaya sampah plastik sudah sangat mendesak untuk segera ditanggulangi, setidaknya usaha untuk mengurangi penggunaannya. Salah satu caranya adalah pembentukan karakter untuk tidak lagi bergantung pada penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini merupakan tugas yang tidak ringan mengingat penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari sudah menjadi pola hidup kebiasaan yang melekat dan mendarah daging dalam kehidupan. Upaya yang konsisten, terencana, dan terarah harus segera diupayakan dalam segala lini kehidupan. Mulai dari keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Dalam penerapan LIPSTIK di sekolah, ada beberapa tahapan yang dapat dilakukan. Baik yang dilakukan secara terpisah maupun terintegrasi dalam pembelajaran. Langkah-langkah tersebut dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu:

  1. Cari dan diskusikan bahaya plastik.
  2. Jelajahi lingkungan sekolah dan merancang rencana aksi pemberantasan sampah plastik.
  3. Kumpulkan, pilah lalu kreasikan sampah plastik.

Pada tahap pertama, cari dan diskusikan bahaya plastik, ada beberapa kegiatan yang dapat dirancang, seperti:

  1. Siswa secara mandiri dan/atau berkelompok mencari berita mengenai bahaya sampah plastik bagi lingkungan. Informasi tersebut dicari oleh siswa melalui berita di televisi, radio, internet, koran, atau majalah.
  2. Siswa menuliskan berita dan sumber berita yang diperolehnya lalu memfotonya.

Tujuan siswa menuliskan dan memfoto laporan hasil menyimak berita adalah untuk menghindarkan siswa pada kegiatan copy paste, atau mengirimkan jawaban yang sudah dikirimkan temannya. Hal ini bertujuan untuk terus membiasakan diri siswa untuk mau dan mampu membaca dan menulis sebagai dasar kegiatan literasi.

  • Siswa mengirimkan foto ringkasan berita yang diperoleh melalui WA grup sekolah atau kelas.

Pembentukan grup WA dalam kegiatan ini sebaiknya dikorrdinasi oleh guru mata pelajaran atau guru kelas masing-masing. Hal ini dilakukan agar keberadaan media sosial dalam pembelajaran dan kegiatan lainnya di sekolah dapat dikontrol dengan baik. Kegiatan kontrol ini sangat perlu dilakukan untuk menghindarkan siswa pada penyalahgunaan media sosial. Hal ini juga merupakan salah satu bagian dari kegiatan literasi, yaitu literasi media dan literasi digital.

  •  Siswa menanggapi laporan temannya mengenai sampah plastik yang diunggah di grup WA dengan cara menuliskannya di lembar kertas lalu difoto dan diposting sebagai tanggapan dari unggahan temannya.
  • Semua siswa membuat kesimpulan bahaya sampah plastik dari berita yang diunggah dan diulas diWA grup.

Kesimpulan yang dibuat tentu saja harus mendapat perhatian serius dari guru. Hal ini diupayakan agar kesimpulan yang dibuat tidak keluar dari rambu-rambu tujuan yang telah dirancang.

Selain tujuan utama menumbuhkan jiwa letarat pada siswa, ada dua sikap yang hendak disasar pada bagian ini. Pertama,  tumbuhnya sikap kritis dalam penggunaan media sosial dan media digital sesuai dengan fungsi dan kegunaannya. Kedua, kemampuan siswa bekerja sama dalam kelompok.

Pada tahapan selanjutnya, jelajahi lingkungan sekolah dan merancang rencana aksi pemberantasan sampah plastik, langkah-langkah yang dapat ditempuh:

  1. Siswa secara berkelompok mengamati lingkungan kelas dan sekolahnya.
  2. Siswa menuliskan kondisi kelas dan lingkungan sekolah terkait keberadaan sampah plastik.
  3. Siswa secara berkelompok menyusun dan mengajukan rencana tertulis penanganan sampah plastik di kelas dan lingkungan sekolah.
  4. Mendiskusikan usulan tertulis dari masing-masing kelompok.

Setiap kelompok melakukan koreksi atas rencana yang telah disusun berdasarkan berbagai masukan dari kelompok lain dan gurunya.

  • Siswa menyusun dan menuliskan kembali rencana yang telah diperbaiki untuk dapat dijalankan bersama.

Pada bagian terakhir ini, siswa diberi tugas berdasarkan kelompoknya masing-masing untuk menangani masalah sampah plastik pada bagian tertentu di sekolah. Misalnya, kelompok yang menangani sampah plastik di kelas, di ruang guru, perpustakaan sekolah, taman sekolah, dan lain sebagainya. Penunjukan lokasi masing-masing kelompok hendaknya mengedepankan kesepakatan bersama. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindarkan adanya kecemburuan antara kelompok yang satu dengan yang lainnya.

Pada langkah kumpul, pilah, lalu kreasikan sampah plastik ada beberapa langkah kegiatan yang dapat dilakukan:

  1. Mencari dan menuliskan informasi tentang cara pengolahan sampah plastik dari dari berbagai media.

Pada tahapan ini, siswa menyusun kumpulan tips atau tata cara mereduksi sampah plastik. Kumpulan tips ini bias berupa kliping Koran atau kumpulan tips yang yang diperoleh dari internet yang diprint dan dijilid. Dari berbagai tips yang diperoleh, masing-masing kelompok memilih salah satu cara mereduksi sampah plastik untuk dijadikan kreasi kelompok.

  • Mengumpulkan dan memilah sampah plastik yang telah dikumpulkan masing-masing kelompok.

Pada tahapan ini, siswa didorong untuk melakukan pencatatan semua kegiatan dan tahapan yang dilalui dalam proses memilah dan memilih bahan yang digunakan sebagai kreasi kelompok.

  • Membuat kreasi daur ulang sampah plastik.

Kegiatan dalam tahapan ini diberikan sebagai tugas rumah atau kegiatan dengan waktu khusus di sekolah. Hal ini dilakukan agar tugas yang diberikan tidak membebani tugas belajar siswa pada mata pelajaran lain.

  • Mendeskripsikan kreasi yang dibuat ke dalam sebuah laporan tertulis
  • Menyajikan hasil karya daur ulang sampah plastik.

LIPSTIK dirancang dalam tiga tahapan utama. Setiap tahapan dilalui melalui llima langkah yang dirancang sedemikan rupa. Tahapan dan langkah-langkah tersebut hendaknya dilaksanakan dengan tetap menyesuaikan dengan kondisi dan lingkungan sekolah masing-masing.

Melalui pelaksanaan LIPSTIK dengan tahapan dan langkah-langkah tersebut visi misi sekolah untuk mencetak generasi yang peduli terhadap lingkungan bisa diwujudkan tanpa meninggalkan tugas pokok yang wajib dilaksanakan setiap sekolah yaitu Gerakan Literasi Sekolah (GLS). [T]

Daftar rujukan

Peraturan Gubernur Bali nomor 97 tahun 2018

Permendikbud 23 tahun 2015 tentang penumbuhan budi pekerti

Tim Penyusun.  2016.  Panduan Gerakan  Literasi Sekolah di Sekolah Dasar. Jakarta: Direktorat

       Pembinaan Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian

       Pendidikan dan Kebudayaan.

Tags: LiterasiSampahsampah plastik
Share34TweetSendShareSend
Previous Post

Penonton Setia InstaStory Si Dia #Cerita Miris Jomblo Akut

Next Post

Di Gresik, Kebun Sayur yang Dikelola Marbot dan Tukang Becak Manfaatklan Limbah Air Wudhu

Wayan Paing

Wayan Paing

Lahir di Gulinten, 6 April 1983. Menjadi guru di Ababi, Abang, Karangasem. Saat mahasiswa suka sastra dan teater yang kini ingin ditekuninya kembali

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Di Gresik, Kebun Sayur yang Dikelola Marbot dan Tukang Becak Manfaatklan Limbah Air Wudhu

Di Gresik, Kebun Sayur yang Dikelola Marbot dan Tukang Becak Manfaatklan Limbah Air Wudhu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co