12 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Harimu Terasa Kacau? Mungkin Karena Lagi ‘Mercury in Retrograde’

Putu Ayu Arundhati Gitanjali by Putu Ayu Arundhati Gitanjali
March 12, 2026
in Esai
Harimu Terasa Kacau? Mungkin Karena Lagi ‘Mercury in Retrograde’

Planet Merkurius, sumber: Canva

Tangkapan layar WhatsApp, sumber: dokumentasi penulis

MALAM itu, muncul notifikasi di layar ponsel saya. Pesan WhatsApp dari seorang teman.

“Kok masalah datang keroyokan ya?”

Beberapa detik kemudian ia mengirim pesan lagi.

“Mercuri ya… sampai kapan?”

Saya hampir tertawa saat membacanya. Bukan karena menganggap remeh masalah yang sedang ia hadapi, tetapi karena beberapa minggu terakhir istilah Mercury in Retrograde rasanya saya jumpai di mana-mana.

Beberapa hari sebelumnya, seorang teman lain mengirim tangkapan layar lewat direct message Instagram. Isinya adalah sebuah tweet dari akun astrologi di platform X yang mencoba mengaitkan konflik Israel dan Iran dengan posisi planet-planet.

Tangkapan layar DM Instagram, sumber: dokumentasi penulis

“I know it probably cocoklogi but bro…,” tulisnya.

Saya sendiri tidak pernah benar-benar percaya astrologi, saya menganggapnya sebagai hiburan. Tapi anehnya, selama periode Mercury in Retrograde pertama tahun 2026 ini, saya juga merasa hidup terasa sedikit kacau. Miskomunikasi dengan orang lain, sulit memahami sebuah pesan darri teman, sinyal internet tiba-tiba bermasalah, hingga kegiatan yang meleset dari rencana awal.

Apakah itu semua kebetulan? Atau memang mercury in retrograde ini benar adanya? Tanya saya dalam hati.

Percakapan dengan teman-teman, ditambah berbagai postingan yang terus muncul di beranda media sosial, membuat saya penasaran. Mengapa begitu banyak orang dengan mudah mengaitkan masalah yang dijumpai sehari-hari, dari hal sepele sampai peristiwa global, dengan satu fenomena astrologi bernama Mercury in Retrograde?

Apa sebenarnya Mercury in Retrograde?

Secara astronomi, mercury in retrograde atau merkurius bergerak mundur adalah fenomena optik. Planet Merkurius sebenarnya tidak mundur. Yang terjadi adalah ilusi dari perspektif pengamat di Bumi.

Merkurius mengorbit Matahari jauh lebih cepat daripada Bumi. Ketika kedua planet berada pada posisi tertentu dalam orbitnya, pergerakan Merkurius tampak melambat, berhenti, lalu bergerak ke arah berlawanan jika dilihat dari Bumi.

Peristiwa ini terjadi sekitar tiga hingga empat kali dalam setahun dan biasanya berlangsung selama tiga minggu. Seperti yang dilansir dari situs Almanac.com, pada tahun 2026, periode tersebut jatuh pada:

  • 26 Februari – 20 Maret
  • 29 Juni – 23 Juli
  • 24 Oktober – 13 November

Dalam sains, fenomena ini tidak memiliki pengaruh terhadap kehidupan manusia. Sejauh ini tidak ada bukti mutlak bahwa posisi Merkurius dapat mengacaukan komunikasi, merusak teknologi, atau memicu konflik.

Namun dalam astrologi, penjelasannya sedikit berbeda.

Astrologi mengaitkan Planet Merkurius dengan komunikasi, perjalanan, informasi, dan teknologi. Ketika planet ini memasuki fase retrograde (mundur), astrolog percaya bahwa area-area tersebut menjadi rentan “mundur” juga, rentan terhadap gangguan. Kesalahpahaman meningkat, perubahan rencana tiba-tiba, benda elektronik bermasalah, dan orang-orang cenderung merasa lebih emosional saat berkomunikasi.

Narasi inilah yang membuat banyak orang mulai menghubungkan berbagai kejadian sehari-hari dengan Mercury in Retrograde.

Mengapa orang masih memercayainya?

Ketertarikan manusia terhadap astrologi sebenarnya bukan hal baru. Dalam jurnal berjudul Astroscience: A Tool for Prediction vs. Introspection, Dr. Shipra Saxena (2024) menjelaskan bahwa astrologi sejak lama digunakan manusia sebagai alat untuk memprediksi peristiwa sekaligus sebagai sarana refleksi diri.

Menurut Campion (2012) dalam jurnal tersebut,  praktik astrologi sudah ada sejak peradaban Babilonia, Mesir, dan Yunani kuno. Pada masa itu, posisi benda langit sering digunakan untuk meramalkan musim panen, bencana alam, bahkan nasib para raja. Seiring waktu, astrologi berkembang menjadi sistem yang juga digunakan untuk memahami kepribadian dan pengalaman hidup seseorang.

Meski begitu, penelitian tersebut juga menekankan bahwa bukti ilmiah yang mendukung kemampuan astrologi dalam memprediksi kejadian secara konsisten masih sangat terbatas.

Adapun penelitian yang dilakukan Shubo Kou dan Xiyuan Ma (2023), mereka menjelaskan bahwa kepercayaan terhadap mercury retrograde dapat memengaruhi perekonomian. Studi tersebut menunjukkan bahwa harga saham di pasar Tiongkok cenderung mengalami penurunan selama periode mercury retrograde dan kembali naik setelah periode tersebut berakhir.

Menurut Kou dan Ma, fenomena ini berkaitan dengan psikologi takhayul yang memengaruhi suasana hati dan persepsi risiko para investor. Banyak orang memaknai mercury retrograde sebagai periode ketika berbagai hal cenderung berjalan tidak sesuai rencana. Keyakinan itu pun yang kemudian memengaruhi cara mereka mengambil keputusan.

Dalam psikologi, ada konsep confirmation bias. Manusia cenderung lebih mudah mengingat kejadian yang mendukung keyakinannya dan mengabaikan pengalaman yang tidak sesuai.

Jika seseorang percaya mercury retrograde menyebabkan miskomunikasi, ia mungkin akan lebih mengingat setiap kejadian miskomunikasi selama periode tersebut. Ketika komunikasi berjalan lancar, hal itu cenderung diabaikan.

Di era media sosial, pola ini menjadi semakin kuat. Meme, thread di platform X, hingga video TikTok terus mengulang narasi yang sama tentang mercury in retrograde. Lama-kelamaan, fenomena ini berubah menjadi semacam bahasa bersama di internet untuk membicarakan hari yang terasa kacau.

Hingga saat ini mungkin orang-orang mengaitkan fenomena Mercury in Retrograde ada pengaruhnya terhadap dinamika kehidupan manusia, cenderung tidak megetahui penjelasan astronominya. Ketika masalah datang bertubi-tubi, dari hal yang besar seperti ketegangan geopolitik antara Israel dan Iran hingga pertengkaran sepele dengan teman, menyalahkan posisi Merkurius terasa lebih mudah dibanding menerima bahwa hidup memang kadang berjalan tidak sesuai rencana, bisa datang kapan saja. Tanpa pengaruh pergerakan planet.

Ada perasaan yang menghibur ketika berkata, “Oh, lagi mercury in retrograde.”

Dengan melontarkan istilah itu kita merasakan ketenangan atau alasan atas terjadinya suatu kegagalan, membuat kita yakin ada sesuatu di luar diri kita-lah yang menjadi faktor kegagalan tersebut.

Bagi sebagian orang, astrologi mungkin sekadar hiburan. Bagi yang lain, ia menjadi cara untuk memahami kehidupan. Tidak ada salahnya kok, selama tidak dijadikan satu-satunya pedoman untuk menjalani hidup ini. [T]

Sumber:

Casad, B. J., & Britannica Editors. (2026, February 19). Confirmation bias. Britannica. https://www.britannica.com/science/confirmation-bias

Crockford, S. (2018). A mercury retrograde kind of day: Exploring astrology in contemporary new age spirituality and american social life. Correspondences, 6(1).

Longacre, C. (2026, March 10). Mercury retrograde dates. The Old Farmer’s Almanac. https://www.almanac.com/content/mercury-retrograde-dates

Ma, X., & Kou, S. (2023). Mercury, mood, and mispricing: A natural experiment in the chinese stock market. Available at SSRN 4455435.

Shipra Saxena, D. (2024). Astroscience: A Tool for Prediction Vs. Introspection: A Critical Analysis. International Journal For Multidisciplinary Research. https://doi.org/10.36948/ijfmr.2024.v06i04.26856

Penulis: Putu Ayu Arundhati Gitanjali
Editor: Adnyana Ole

Tags: Instagrammedia sosialMercury
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Langkah Kita’, Langkah Awal ‘Vertical Limit’ Menembus Batas

Next Post

Korban Dipermalukan, Pelaku Dilupakan: Kebusukan Moral ‘Victim Blaming’ di Indonesia

Putu Ayu Arundhati Gitanjali

Putu Ayu Arundhati Gitanjali

Mahasiswa Ilmu Komunikasi President University, Head of Local Project Department (Kepala Departemen Local Project) AIESEC (Association internationale des étudiants en sciences économiques et commerciales) in President University

Related Posts

Diobati Perempuan Penyembuh

by Angga Wijaya
March 12, 2026
0
Diobati Perempuan Penyembuh

DUA bulan belakangan saya sering merasa lelah. Saya pikir mungkin ini burnout, lelah tidak hanya pada fisik tapi juga mental....

Read moreDetails

Korban Dipermalukan, Pelaku Dilupakan: Kebusukan Moral ‘Victim Blaming’ di Indonesia

by Muhammad Khairu Rahman
March 12, 2026
0
Korban Dipermalukan, Pelaku Dilupakan: Kebusukan Moral ‘Victim Blaming’ di Indonesia

Fenomena victim blaming — yaitu kecenderungan sosial untuk menyalahkan korban atas kekerasan atau kejahatan yang menimpa mereka — bukan sekadar...

Read moreDetails

Pariwisata, Ritual, dan Tanah Bali

by Agung Sudarsa
March 11, 2026
0
Pariwisata, Ritual, dan Tanah Bali

Ritual Lama, Tradisi Baru Malam menjelang Hari Raya Nyepi, yang dikenal sebagai Pengerupukan, pada mulanya merupakan ritual yang sangat sederhana....

Read moreDetails

Antara Sunyi Nyepi dan Gema Takbir: Menakar Kejujuran dalam Beragama

by I Gede Joni Suhartawan
March 11, 2026
0
Antara Sunyi Nyepi dan Gema Takbir: Menakar Kejujuran dalam Beragama

PANCASILA seringkali kita bicarakan seolah-olah ia adalah mantra ajaib yang otomatis menyatukan, padahal ia adalah sebuah "kesepakatan sunyi" yang menuntut...

Read moreDetails

Pergeseran Silaturahmi Idulfitri dan Krisis Komunikasi Antarpersona

by Ashlikhatul Fuaddah
March 11, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

LEBARAN tahun ini sepertinya akan terasa berbeda dari yang saya ingat waktu kecil. Bukan karena ketupat yang semakin jarang dibuat...

Read moreDetails

Takbiran dalam Gening: Ngempet Raga di Tanah Dewata

by Nur Kamilia
March 10, 2026
0
Takbiran dalam Gening: Ngempet Raga di Tanah Dewata

PERTEMUAN antara malam Takbiran (Idul Fitri) dan hari raya Nyepi di Bali bukan sekadar fenomena kalender yang langka. Peristiwa ini...

Read moreDetails

Perang Iran dan Kebangkrutan Solidaritas Multipolar

by Elpeni Fitrah
March 10, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

OPERATION Epic Fury sudah berjalan sebelas hari. Lebih dari 1.700 orang tewas. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dibunuh dalam...

Read moreDetails

Marwah yang Tak Terbeli

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

MELALUI sejarah kita tahu bahwa dari zaman ke zaman, kekuasaan selalu memiliki semacam bahasa untuk menjelaskan wajah kekuasaan itu. Dalam...

Read moreDetails

Ketika Imunisasi Terlewat, Campak Mengancam Anak

by Ni Made Erika Suciari
March 10, 2026
0
Ketika Imunisasi Terlewat, Campak Mengancam Anak

KEMAJUAN ilmu kedokteran telah membuat banyak penyakit menular sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi. Namun meningkatnya kembali kasus campak menjadi pengingat...

Read moreDetails

SIAPA BHATARA GURU DI KEMULAN (?) — MEMAHAMI KAWITAN DAN PITARA: Antara Atma yang Universal dan Jiwa yang Personal — [Bagian 2]

by Sugi Lanus
March 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Orang Bali memuja leluhur sebagai Jiwa Suci Personal (Pitara-Pitari) dan memuja leluhur sebagai Asal Muasal Kehidupan dan sekaligus Guru Kehidupan...

Read moreDetails
Next Post
Korban Dipermalukan, Pelaku Dilupakan: Kebusukan Moral ‘Victim Blaming’ di Indonesia

Korban Dipermalukan, Pelaku Dilupakan: Kebusukan Moral 'Victim Blaming' di Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sanggar Suara Mustika, Buleleng: Dari Gong Warisan Kakek Menuju Pesta Kesenian Bali

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Buleleng International Rhythm Festival, Ajang Pertunjukan Seni dan Ruang Persahabatan Antar Negara
Budaya

Buleleng International Rhythm Festival, Ajang Pertunjukan Seni dan Ruang Persahabatan Antar Negara

Rasa bangga dan syukur karena Buleleng kembali dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan budaya dunia. Buleleng International Rhythm Festival (BIRF) ini...

by tatkala
March 12, 2026
Mlaspas dan Ngenteg Linggih Meru Tumpang Solas di Pura Ulun Danu Batur, Linggastana Ida Bhatari Sakti Dewi Danuh
Budaya

Mlaspas dan Ngenteg Linggih Meru Tumpang Solas di Pura Ulun Danu Batur, Linggastana Ida Bhatari Sakti Dewi Danuh

Masyarakat Desa Adat Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, melaksanakan upacara Mlaspas dan Ngenteg Linggih Meru Tumpang Solas Pura Ulun Danu...

by tatkala
March 12, 2026
Diobati Perempuan Penyembuh
Esai

Diobati Perempuan Penyembuh

DUA bulan belakangan saya sering merasa lelah. Saya pikir mungkin ini burnout, lelah tidak hanya pada fisik tapi juga mental....

by Angga Wijaya
March 12, 2026
Korban Dipermalukan, Pelaku Dilupakan: Kebusukan Moral ‘Victim Blaming’ di Indonesia
Esai

Korban Dipermalukan, Pelaku Dilupakan: Kebusukan Moral ‘Victim Blaming’ di Indonesia

Fenomena victim blaming — yaitu kecenderungan sosial untuk menyalahkan korban atas kekerasan atau kejahatan yang menimpa mereka — bukan sekadar...

by Muhammad Khairu Rahman
March 12, 2026
Harimu Terasa Kacau? Mungkin Karena Lagi ‘Mercury in Retrograde’
Esai

Harimu Terasa Kacau? Mungkin Karena Lagi ‘Mercury in Retrograde’

MALAM itu, muncul notifikasi di layar ponsel saya. Pesan WhatsApp dari seorang teman. “Kok masalah datang keroyokan ya?” Beberapa detik...

by Putu Ayu Arundhati Gitanjali
March 12, 2026
‘Langkah Kita’, Langkah Awal ‘Vertical Limit’ Menembus Batas
Pop

‘Langkah Kita’, Langkah Awal ‘Vertical Limit’ Menembus Batas

LEWAT single perdana “Langkah Kita”, Vertical Limit menandai langkah awal perjalanan karir bermusik mereka. Band yang digawangi empat remaja ini...

by Dede Putra Wiguna
March 12, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Prinsip ‘Lex Prior Tempore Potior Jure’ dalam Penyelesaian Konflik Kawasan Hutan —Analisis Kebijakan Pertanahan dan Kehutanan Indonesia

KONFLIK penguasaan lahan di kawasan hutan Papua menampilkan paradoks mendasar dalam kebijakan agraria dan kehutanan Indonesia. Di satu sisi, negara...

by I Made Pria Dharsana
March 12, 2026
Ogar-Ogar Ogoh-Ogoh Ketika Rock, Gamelan, dan Energi Banjar Menemukan Suaranya dalam Musik TRABASENJA
Panggung

Ogar-Ogar Ogoh-Ogoh Ketika Rock, Gamelan, dan Energi Banjar Menemukan Suaranya dalam Musik TRABASENJA

ADA sesuatu yang selalu terasa menjelang malam pengerupukan di Bali. Jalan-jalan desa mulai ramai, anak-anak muda berkumpul di bale banjar,...

by Pranita Dewi
March 12, 2026
Pariwisata, Ritual, dan Tanah Bali
Esai

Pariwisata, Ritual, dan Tanah Bali

Ritual Lama, Tradisi Baru Malam menjelang Hari Raya Nyepi, yang dikenal sebagai Pengerupukan, pada mulanya merupakan ritual yang sangat sederhana....

by Agung Sudarsa
March 11, 2026
Antara Sunyi Nyepi dan Gema Takbir: Menakar Kejujuran dalam Beragama
Esai

Antara Sunyi Nyepi dan Gema Takbir: Menakar Kejujuran dalam Beragama

PANCASILA seringkali kita bicarakan seolah-olah ia adalah mantra ajaib yang otomatis menyatukan, padahal ia adalah sebuah "kesepakatan sunyi" yang menuntut...

by I Gede Joni Suhartawan
March 11, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Pergeseran Silaturahmi Idulfitri dan Krisis Komunikasi Antarpersona

LEBARAN tahun ini sepertinya akan terasa berbeda dari yang saya ingat waktu kecil. Bukan karena ketupat yang semakin jarang dibuat...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 11, 2026
Takbiran dalam Gening: Ngempet Raga di Tanah Dewata
Esai

Takbiran dalam Gening: Ngempet Raga di Tanah Dewata

PERTEMUAN antara malam Takbiran (Idul Fitri) dan hari raya Nyepi di Bali bukan sekadar fenomena kalender yang langka. Peristiwa ini...

by Nur Kamilia
March 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co