6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
in Budaya
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

Konferensi Pers Kasanga Festival 2026 (4/3)│Foto: tatkala/Dede

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan budaya tahunan ini hadir dengan wajah baru yang lebih terbuka, tertata, sekaligus tetap memberi ruang bagi kreativitas generasi muda. Festival yang memasuki tahun keempat ini akan berlangsung pada 6–8 Maret 2026 di kawasan Catur Muka dan Lapangan Puputan Badung.

Pengumuman konsep baru tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Graha Yowana Suci, Rabu, 4 Maret 2026. Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menegaskan bahwa tahun ini pelaksanaan festival mengalami sejumlah perubahan, terutama pada format parade ogoh-ogoh.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya penonton terpusat di satu titik, kini parade akan dikemas dengan konsep terbuka menyerupai peed aya (pawai) dalam Pesta Kesenian Bali. Format ini diharapkan mampu menyebarkan keramaian sepanjang rute, sekaligus memberi ruang atraksi yang lebih luas bagi para peserta.

“Tahun ini, konsep pelaksanaan mengalami penyegaran dengan sistem parade terbuka menyerupai peed aya pada Pesta Kesenian Bali, serta tanpa konser musik,” ujar Arya Wibawa.

Konferensi Pers Kasanga Festival 2026 (4/3)│Foto: tatkala/Dede

Ia menjelaskan bahwa seluruh ogoh-ogoh yang masuk nominasi 16 besar dari empat kecamatan akan mengikuti pawai utama.

“Sebagai gantinya, sistem karnaval atau mepeed diterapkan agar penonton tersebar di sepanjang rute dan tidak terpusat di Catur Muka, seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Rute parade pun dirancang melingkari pusat kota. Pawai akan dimulai dari depan Jayasabha (rumah jabatan Gubernur Bali), kemudian mengelilingi kawasan Catur Muka satu putaran. Setelah itu, iring-iringan ogoh-ogoh bergerak ke arah selatan hingga berakhir di Jalan Gajah Mada sisi selatan Lapangan Puputan Badung. Sepanjang perjalanan tersebut, setiap peserta diwajibkan menampilkan atraksi sejak garis start hingga titik akhir, sehingga pertunjukan tidak lagi terkonsentrasi di satu titik saja.

Bagi publik yang datang menyaksikan, pengalaman menonton pun akan terasa berbeda. Penonton dapat menyebar di berbagai titik rute, sementara ogoh-ogoh bergerak dengan iringan baleganjur dan koreografi para pengaraknya. Untuk menjaga keamanan dan kelancaran jalannya parade, panitia juga menyiapkan pembatas (barikade) di sepanjang Jalan. Pembatas ini dipasang guna mencegah penonton memasuki barisan ogoh-ogoh saat atraksi berlangsung, sekaligus memastikan para peserta dapat menampilkan karyanya secara optimal tanpa gangguan.

Konferensi Pers Kasanga Festival 2026 (4/3)│Foto: tatkala/Dede

Selain parade utama, suasana festival juga akan dihidupkan oleh beragam kegiatan seni dan lomba yang melibatkan banyak kalangan. I Gede Yogi Pramana selaku Wakil Ketua Panitia menjelaskan bahwa seluruh ogoh-ogoh akan mulai memasuki kawasan acara sejak dini hari pada 6 Maret.

“Loading dilakukan hingga pukul 14.00 WITA, dan ogoh-ogoh akan terparkir dari depan Jayasabha hingga Jalan Kaliasem sebelum pawai dimulai pukul 17.00 WITA,” jelasnya.

Selain parade ogoh-ogoh, Kasanga Festival 2026 juga menghadirkan lomba ogoh-ogoh mini (kategori mesin dan non-mesin), lomba sketsa ogoh-ogoh, lomba tapel, lomba baleganjur, hingga penampilan seni tradisional lainnya. Tak ketinggalan, parade ogoh-ogoh dari IGTKI yang menghadirkan kreativitas anak-anak juga akan turut meramaikan rangkaian acara.

Di sisi lain, aspek penilaian tetap menjadi perhatian serius. Perwakilan dewan juri, I Gede Anom Ranuara, menegaskan bahwa proses penilaian tidak hanya dilakukan di satu titik pertunjukan, melainkan sepanjang rute parade.

“Juri akan menilai dari start sampai finish. Jika ada pelanggaran, termasuk orang di luar regu masuk barisan, bisa langsung dikenakan pengurangan nilai,” tegasnya.

Penilaian tersebut mencakup kedisiplinan peserta, kerapian barisan, serta kesesuaian dengan revisi karya yang sebelumnya telah diberikan oleh tim kurator.

Konferensi Pers Kasanga Festival 2026 (4/3)│Foto: tatkala/Dede

Sementara itu, dukungan terhadap kreativitas para yowana juga diwujudkan melalui bantuan dana pembinaan. Kepala Bidang Tradisi Warisan Budaya Dinas Kebudayaan Denpasar, Ni Made Suniastari, menjelaskan bahwa setiap finalis 16 besar memperoleh dana pembinaan sebesar Rp30 juta.

Enam karya terbaik nantinya akan mendapatkan tambahan hadiah dengan rincian: juara I sebesar Rp50 juta, juara II Rp40 juta, dan juara III Rp30 juta. Sementara juara harapan I, II, dan III masing-masing menerima Rp20 juta, Rp15 juta, dan Rp10 juta.

Untuk kategori ogoh-ogoh mini mesin, hadiah disiapkan Rp10 juta, Rp8 juta, dan Rp6 juta bagi tiga besar. Sedangkan kategori non-mesin disiapkan Rp8 juta, Rp6 juta, dan Rp4 juta. Adapun lomba sketsa ogoh-ogoh disiapkan Rp5 juta, Rp4 juta, dan Rp3 juta bagi para pemenang.

Tak hanya menonjolkan parade dan kompetisi, Kasanga Festival 2026 juga menghadirkan ruang interaksi sosial melalui stan kuliner tradisional Bali yang dikelola oleh sekaa teruna-teruni (STT). Pengunjung dapat menikmati beragam sajian khas sambil menyaksikan festival. Pada saat yang sama, panitia juga menerapkan manajemen sampah dengan sistem pemilahan selama acara berlangsung.

Terkait curah hujan yang tidak menentu, bagi I Gede Yogi Pramana selaku Wakil Ketua Panitia, semua itu adalah kehendak alam, yang bisa dipersiapkan hanyalah antisipasi ketika hujan terjadi.

“Sesuai tema tahun ini, ‘Jala Sidhi Shuvita’ atau ‘memuliakan sumber air, kami sama sekali tidak membenci air. Jadi anugerah apapun itu dari Tuhan kami terima, meski itu adalah hujan. Apapun cuaca yang terjadi, kami sudah komitmen, pawai akan tetap pentas,” tegasnya.

Dengan konsep baru yang lebih dinamis serta penguatan tata kelola acara, Kasanga Festival 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi tontonan menjelang Nyepi, tetapi juga ruang apresiasi bagi kreativitas yowana Denpasar. Sebuah panggung budaya yang menegaskan bahwa tradisi dapat terus hidup, berkembang bersama semangat generasi mudanya. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: denpasarKesanga Festivalogoh-ogohTawur Kesanga
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

Next Post

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Bulan Bahasa Bali 2026 Ditutup, Tahun Depan Temanya ‘Wana Kerthi, Gemuh Landuh Sarwa Tumuwuh’

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Bulan Bahasa Bali 2026 Ditutup, Tahun Depan Temanya ‘Wana Kerthi, Gemuh Landuh Sarwa Tumuwuh’

GUBERNUR Bali secara resmi menutup pelaksanaan Bulan Bahasa Bali VIII di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Sabtu 28 Pebruari...

Read moreDetails

Selama Bulan Bahasa Bali 2026, Penyuluh Bahasa Bali Berhasil Konservasi 486 Cakep Lontar

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
179 Cakep Lontar Terawat dengan Baik di Gria Ida Pedanda Gede Made Gunung

SELAMA pelaksanaan Bulan Bahasa Bali, Februari 2026, Penata Layanan Operasional (Penyuluh Bahasa Bali) Dinas Kebudayaan Provinsi Bali berhasil melakukan konservasi dan...

Read moreDetails

‘Maplalianan’ di Bulan Bahasa Bali 2026: Anak-anak SD Asyik Membuat Bola Kasti Berbahan Janur

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
‘Maplalianan’ di Bulan Bahasa Bali 2026: Anak-anak SD Asyik Membuat Bola Kasti Berbahan Janur

ANAK-anak yang terdiri dari laki-laki dan perempuan duduk melantai di Wantilan Taman Budaya Propinsi Bali. Meski dari sekolah yang berbeda,...

Read moreDetails

Anak-anak Muda Ramai-ramai Ramal Nasib di Stand Gotra Pangusada Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 26, 2026
0
Anak-anak Muda Ramai-ramai Ramal Nasib di Stand Gotra Pangusada Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

STAND Gotra Pangusada Bali yang ada dalam pameran Bulan Bahasa Bali VIII menjadi favorit pengunjung. Sejak pameran itu dibuka bersamaan...

Read moreDetails

‘Malajah Sambil Mapalianan’ di Bulan Bahasa Bali 2026: Anak-anak Ceria Belajar dan Bermain

by Nyoman Budarsana
February 26, 2026
0
‘Malajah Sambil Mapalianan’ di Bulan Bahasa Bali 2026: Anak-anak Ceria Belajar dan Bermain

PERCAYA atau tidak, agenda malajah sambil maplalianan (belajar sambal bermain) di ajang Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 menjadi favorit...

Read moreDetails

Warisan Lontar di Jembrana: I Ketut Arnyana Simpan 28 Cakep dan Tika Kuno

by Nyoman Budarsana
February 25, 2026
0
Warisan Lontar di Jembrana: I Ketut Arnyana Simpan 28 Cakep dan Tika Kuno

Rumah I Ketut Arnyana di Banjar Batuagung, Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana, mendadak menjadi pusat konservasi dan digitalisasi lontar, Rabu (25/2/2026)....

Read moreDetails

Workshop ‘Mababaosan Basa Bali’ untuk  OPD dan Penyiar Agar  Tak Takut Rapat Hari Kamis

by Nyoman Budarsana
February 25, 2026
0
Workshop ‘Mababaosan Basa Bali’ untuk  OPD dan Penyiar Agar  Tak Takut Rapat Hari Kamis

PEMERINTAH Provinsi Bali mewajibkan penggunaan Bahasa Bali setiap hari Kamis. Kebijakan itu sempat membuat sebagian Organisasi Perangkat Daerah (OPD) takut...

Read moreDetails

Penyuluh Bahasa Bali Temukan Saduran Lontar Sutasoma Tahun 1855 di Gria Suksuk Sibangkaja

by Nyoman Budarsana
February 25, 2026
0
Penyuluh Bahasa Bali Temukan Saduran Lontar Sutasoma Tahun 1855 di Gria Suksuk Sibangkaja

Konservasi, identifikasi dan digitalisasi lontar serangkaian dengan Bulan Bahasa Bali VIII kini berlanjut ke Kabupaten Badung. Kegiatan tersebut dipusatkan di...

Read moreDetails

Enam Wimbakara Serentak di Bulan Bahasa Bali 2026, Pengunjung pun Bingung Memilih

by Nyoman Budarsana
February 23, 2026
0
Enam Wimbakara Serentak di Bulan Bahasa Bali 2026, Pengunjung pun Bingung Memilih

Sebanyak enam lomba lintas generasi memikat perhatian pengunjung dalam rangkaian Bulan Bahasa Bali VIII, Sabtu (21/2/2026). Ragam wimbakara (lomba) yang...

Read moreDetails

Tari Barongsai, Bazar dan Tukar Kado pada Perayaan Valentine’s Day dan Imlek 2577 di DCC School

by Nyoman Budarsana
February 16, 2026
0
Tari Barongsai, Bazar dan Tukar Kado pada Perayaan Valentine’s Day dan Imlek 2577 di DCC School

Spirit multikultur tampak membumi di Denpasar Children Center (DCC School). Hal itu terwujud pada perayaan Valentine's Day dan Tahun Baru...

Read moreDetails
Next Post
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co