6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Saatnya Peduli Gizi yang Sering Terabaikan —Catatan di Bulan Vitamin A

I Putu Suiraoka by I Putu Suiraoka
February 13, 2026
in Esai
Saatnya Peduli Gizi yang Sering Terabaikan —Catatan di Bulan Vitamin A

Ilustrasi tatkala.co | Canva

ADA hal-hal penting dalam hidup yang bekerja dalam diam, sehingga orang cenderung jadi abai terhadapnya. Meski demikian ia tidak menuntut perhatian, tidak mengeluh ketika diabaikan, dan tidak segera terasa dampaknya ketika hilang. Vitamin A adalah salah satunya. Ia hadir sebagai zat gizi mikro yang sangat kecil dalam jumlah, tetapi besar dalam makna. Meski tidak setenar protein yang relatif sering muncul dalam iklan makanan, bahkan juga tidak sepopuler vitamin C yang identik dengan daya tahan tubuh. Namun tanpa banyak suara, Vitamin A menjaga sesuatu yang amat mendasar: cahaya di mata anak-anak, kekuatan tubuh mereka melawan penyakit, dan kesempatan mereka untuk tumbuh secara optimal.

Februari (dan juga Agustus) datang setiap tahun, dan bersama itu pula datang pengingat yang sering luput dari perhatian: Bulan Vitamin A. Di semua sudut negeri ini, di posyandu-posyandu sederhana, di balai desa, di puskesmas, para ibu menggendong anaknya, menunggu giliran menerima kapsul kecil berwarna biru atau merah. Sebagian datang dengan kesadaran penuh, sebagian lagi datang karena ajakan kader, dan tidak sedikit yang datang sekadar mengikuti kebiasaan. Bahkan yang tidak datangpun dihantarkan ke rumah oleh para kader. Orang boleh  memandang kegiatan itu sebagai hal sederhana—bahkan rutin. Namun sesungguhnya, di situlah berlangsung salah satu upaya paling nyata dalam melindungi generasi masa depan.

Kapsul kecil itu mungkin tampak remeh. Ia hanya ditelan dalam hitungan detik. Anak-anak kadang meringis karena rasanya, lalu kembali bermain seolah tak terjadi apa-apa. Tetapi di dalam tubuh mereka, Vitamin A mulai menjalankan perannya: memperkuat sistem imun, menjaga kesehatan mata, dan membantu pertumbuhan sel. Sesuatu yang tak terlihat, namun bekerja terus-menerus.

Sering kali kita mengira masalah gizi hanya milik mereka yang kekurangan makanan. Gambaran tentang anak kurus, perut kosong, dan wajah pucat kerap menjadi simbol utama. Padahal kekurangan gizi tidak selalu tampil dalam wujud yang mudah dikenali. Ada bentuk kekurangan gizi yang lebih sunyi—hidden hunger, kelaparan tersembunyi. Perut mungkin kenyang, tetapi zat gizi mikro mungkin saja tidak terpenuhi. Makanan tersedia, tetapi tidak beragam. Di sinilah Vitamin A sering menjadi korban ketidaksadaran.

Banyak keluarga merasa anaknya sudah makan dengan baik karena tidak pernah kelaparan. Sepiring nasi, lauk sederhana, mungkin ditambah makanan ringan kemasan—semua terasa cukup. Namun gizi bukan sekadar kenyang. Tubuh, terutama tubuh anak yang sedang tumbuh, memerlukan berbagai zat gizi untuk membangun jaringan, memperkuat organ, dan mengoptimalkan fungsi biologis. Vitamin A adalah salah satu kunci di dalamnya.

Peran Vitamin A pada penglihatan adalah yang paling dikenal. Ia membantu retina menangkap cahaya, terutama dalam kondisi redup. Tanpa Vitamin A yang cukup, seorang anak dapat mengalami rabun senja—kesulitan melihat saat cahaya minim. Ini bukan sekadar gangguan kecil. Pada kondisi berat dan berkepanjangan, kekurangan Vitamin A dapat menyebabkan mata kering, kerusakan kornea, bahkan kebutaan permanen. Tentunya ini Adalah sesuatu yang tragis, terlebih jika kita tahu bahwa sebagian besar kasusnya dapat dicegah.

Sebenarnya Vitamin A tidak hanya tentang Kesehatan mata saja. Ia adalah penjaga lapisan epitel, yaitu lapisan pelindung di saluran napas, pencernaan, dan juga kulit. Lapisan ini ibarat benteng pertama tubuh terhadap kuman. Ketika Vitamin A kurang, benteng itu menjadi melemah. Anak akan lebih mudah terkena infeksi, lebih sering sakit, dan lebih lama pulih. Dalam konteks kesehatan masyarakat, kecukupan Vitamin A bahkan dikaitkan dengan penurunan risiko kematian pada anak akibat penyakit infeksi.

Vitamin A bukanlah sekadar kebutuhan zat gizi personal, melainkan investasi kesehatan publik. Vitamin ini berkaitan dengan kualitas generasi, beban kesehatan, bahkan produktivitas jangka panjang. Menariknya, sumber Vitamin A sebenarnya tidak jauh dari kehidupan sehari-hari. Alam sudah menyediakan makanan dengan tanda warna-warni yang begitu mudah dikenali. Wortel dengan jingganya yang terang, labu kuning yang lembut, ubi oranye yang manis, bayam dan daun singkong yang hijau tua, pepaya dan mangga yang oranye hingga kuning yang ranum. Seolah mereka memberi pesan sederhana: warna cerah untuk masa depan yang cerah. Pada pangan hewani, Vitamin A hadir dalam bentuk yang siap digunakan tubuh—pada telur, susu, ikan, dan hati.

Masalahnya bukan semata ketersediaan, tetapi kebiasaan dan pengetahuan. Kita berhadapan dengan pola makan yang monoton (dari segi bahan dan juga variasi menunya), preferensi anak pada makanan ultra-proses, keterbatasan akses pangan segar di beberapa wilayah, hingga kurangnya edukasi gizi membuat konsumsi sumber Vitamin A belum selalu optimal. Dalam keluarga dengan ekonomi terbatas, prioritas sering jatuh pada makanan yang mengenyangkan, bukan yang bergizi lengkap. Sekali lagi ini bukan soal salah atau benar, melainkan realitas yang perlu dipahami dengan empati.

Di sisi lain, modernitas juga membawa tantangan baru. Anak-anak semakin akrab dengan makanan cepat saji, minuman manis, dan camilan tinggi kalori namun rendah zat gizi. Fenomena ini memunculkan paradoks: anak bisa tampak gemuk tetapi tetap kekurangan zat gizi mikro. Tubuhnya mendapat energi berlebih, tetapi miskin vitamin dan mineral. Termasuk vitamin A pun bisa menjadi salah satu yang terlewat.

Karena itulah program suplementasi Vitamin A saat ini masih tetap relevan. Upaya ini menjadi jaring pengaman, terutama bagi anak-anak di wilayah dengan risiko kekurangan gizi. Pemberian kapsul dua kali setahun dirancang untuk mengisi cadangan tubuh dan menurunkan risiko dampak buruk kekurangan. Namun perlu diingat bahwa ini bukan pengganti makanan bergizi, melainkan pelengkap upaya pemenuhan gizi.

Bulan Vitamin A seharusnya tidak berhenti pada pembagian kapsul. Mestinya lebih menjadi momentum refleksi: sudahkah piring makan keluarga kita beragam? Sudahkah anak-anak dikenalkan pada sayur dan buah sejak dini? Sudahkah kita memandang gizi sebagai fondasi, bukan pelengkap? Perubahan besar sering berawal dari kebiasaan kecil. Menambahkan sayur berwarna di menu harian. Membiasakan anak mencoba buah lokal. Mengurangi dominasi makanan ultra-proses. Hal-hal sederhana ini, jika dilakukan konsisten, akan membentuk dampak jangka panjang.

Ada dimensi lain yang jarang dibicarakan: Vitamin A juga berbicara tentang keadilan sosial. Tentang bagaimana setiap anak, di kota maupun desa, di keluarga mampu maupun sederhana, memiliki hak yang sama untuk tumbuh sehat. Ketika seorang anak kehilangan kesempatan melihat dunia dengan jelas akibat kekurangan Vitamin A, itu bukan sekadar persoalan medis, tetapi juga persoalan sistem—akses, edukasi, dan perhatian.

Kita sering berbicara tentang mimpi anak-anak: ingin menjadi guru, dokter, atlet, seniman. Namun sebelum semua itu, ada prasyarat dasar: tubuh yang sehat. Mata yang mampu membaca, tubuh yang cukup kuat untuk belajar dan bermain, sistem imun yang tidak mudah tumbang. Zat gizi seperti Vitamin A bekerja di balik layar untuk memastikan semua itu mungkin.

Mungkin inilah yang membuat Vitamin A terasa “terlupa.” Karena vitamin ini tidak memberi efek instan, tidak menjanjikan perubahan dramatis, melainkan  bekerja perlahan, menjaga keseimbangan, memastikan proses tumbuh kembang berjalan semestinya. Tentunya harus kita sadari bahwa di dunia yang serba cepat dan instan, hal-hal yang bekerja pelan sering kali kurang dihargai. Bulan Vitamin A sejatinya adalah pengingat tentang kepedulian. Tentang bagaimana keluarga, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat saling menguatkan. Tentang bagaimana negara hadir melalui program kesehatan masyarakat. Dan tentang bagaimana setiap orang tua, dengan segala keterbatasannya, berusaha memberi yang terbaik bagi anak.

Vitamin A mengajarkan kepada kita bahwa hal kecil bisa bermakna besar. Bahwa masa depan tidak hanya ditentukan oleh hal-hal megah, tetapi juga oleh kapsul kecil, potongan kukusan labu kuning, irisan wortel di piring, atau semangkuk sayur bening yang tampak sederhana. Mungkin juga ketika seorang anak dapat menatap dunia dengan jelas, berlari dengan tubuh yang kuat, serta tumbuh dengan optimal, di situlah kita melihat hasil dari perhatian yang tampaknya sepele, namun sesungguhnya menentukan. Karena pada akhirnya, menjaga gizi anak bukan hanya soal hari ini, melainkan merawat untuk hari esok. [T]

Penulis: I Putu Suiraoka
Editor: Adnyana Ole

Tags: gizikesehatanmakanan bergizivitamin
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

Next Post

Puisi-puisi Maria Utami | Dongeng Robusta Nusantara

I Putu Suiraoka

I Putu Suiraoka

Dr. I Putu Suiraoka, M.Kes., dosen di jurusan Gizi, Poltekkes Denpasar

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Maria Utami | Dongeng Robusta Nusantara

Puisi-puisi Maria Utami | Dongeng Robusta Nusantara

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co