
- Judul: Dokter Gila — Kumpulan Cerpen
- Penerbit: PT Tatkala Sekala Media
- Penulis: Putu Arya Nugraha
- ISBN: 978-623-98282-3-3
- Tebal: 198 halaman
- Cetakan pertama: Desember, 2025
Pemesanan: WA 0851 2438 6244 [Anima tokobuku]
Sinopsis
Ini adalah buku kumpulan cerita pendek yang barangkali sedikit berbeda dari buku-buku kumpulan cerpen yang sudah-sudah—yang ditulis seorang sastrawan-cerpenis atau orang-orang yang memang bergelut-intens di dunia tersebut. Buku ini ditulis oleh seorang dokter spesialis penyakit dalam yang nyaris tak pernah penuh dalam belajar dan bergaul dengan wacana-wacana atau pelaku-pelaku sastra—walaupun ia, penulis, memang pembaca sastra yang tekun.
Putu Arya Nugraha sepertinya memang menambah daftar nama dokter yang menulis sastra. Meski, tentu saja, Dokter Arya harus dibedakan dengan dokter-dokter lain yang sejak awal memang belajar dan menekuni dunia sastra. Ya, dalam dunia sastra, bisa dibilang, Dokter Arya baru belajar menulis cerpen belakangan ini. Awalnya ia menulis esai—dan barang tentu juga banyak menulis resep obat.
Cerpen-cerpen Dokter Arya tak jauh-jauh dari profesinya sebagai tenaga kesehatan, memang. Ia bercerita tentang seorang dokter idealis yang mengajar di kampus dengan rektor dan dekan yang korup; ia menulis seorang pemuda gila yang becita-cita menjadi dokter; ia berkisah tentang dokter yang memiliki sikap dan pemikiran yang “gila”; ia menyurat kisah dokter yang mengabdi di pedalaman Kalimantan; pula ia membabar hubungan asmara antara pasien dengan dokter yang tak dapat dihindarkan.
Tetapi, beberapa cerpen dalam buku ini juga bercerita tentang apa-apa yang ada di luar serba-serbi ke-dokter-an. Misalnya, Dokter Arya menulis tentang seorang gadis yang dihamili Lembu, atau buruh pemetik cengkeh yang patah hati dengan seorang pelacur, juga kisah-kisah cinta picisan layaknya cerita di majalah remaja. Selain itu, Dokter Arya juga menulis cerpen imajinatif seorang pemuda yang bertemu dan bercinta dengan gadis alien dari galaksi lain, pula kegelisahannya akan tradisi konservatif pernikahan antarkasta di Bali.
Jika mau menilik lebih dalam 14 cerpen yang tertuang dalam buku ini, Anda akan melihat sikap Dokter Arya terhadap banyak hal, mulai dari bagaimana seharusnya dokter berpikir dan bekerja, masyarakat yang seharusnya berpikiran rasional akan penyakit, sampai soal lingkungan dan hal-hal yang ideal lainnya—yang semakin menebalkan bahwa Dokter Arya tampaknya memang gelisah terhadap banyak hal, tak hanya satu dunia kedokteran belaka.
Ya, kami yakin, sikap semacam ini mustahil lahir dari seorang dokter yang hanya fokus pada profesinya saja—atau dokter yang terlalu egois dengan tidak memikirkan hal ikhwah sekitarnya—, tapi lahir dari sosok dokter yang memang belajar dan peduli akan banyak hal di luar dunia (dirinya) yang ia tekuni. Dan benar, Dokter Arya memang senang mengamati dan belajar banyak hal, termasuk sastra dan serba-serbinya. Ini bisa Anda ketahui lewat tulisan-tulisannya yang lebih dulu terbit.






















