6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Destinasi Wisata Amburadul: Lawan dan Tinggalkan!

Chusmeru by Chusmeru
November 9, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

BANYAK kasus yang terjadi dalam industri pariwisata di beberapa negara. Terbaru, warga lokal atau warlok menolak kehadiran wisatawan di negaranya. Alasannya beragam, mulai dari perilaku negatif wisatawan, kemacetan lalu lintas, hingga mahalnya harga properti di satu negara akibat pariwisata yang melaju pesat.

Demonstrasi besar terjadi di kota Barcelona, Spanyol. Warga setempat menolak pariwisata yang semakin tak terkendali di wilayah itu. Berbagai spanduk dibentangkan, bertuliskan: “Barcelona bukan untuk dijual”, “Wisatawan pulang”, “Kurangi pariwisata sekarang”, “Turis keluar dari lingkungan kami”.

Bukan hanya itu, warga bahkan menembaki wisatawan dengan pistol air. Apa yang dilakukan warlok Barcelona tentu merupakan akumulasi dari sekian lama pariwisata massal yang dibiarkan terjadi. Dampak seriusnya baru dirasakan sekarang.

Pulau wisata Capri di Italia menghentikan aktivitas pariwisatanya. Pemerintah setempat melarang kedatangan wisatawan, karena sedang dilanda krisis air. Sementara di Amsterdam, Belanda muncul kampanye untuk menolak wisatawan yang berperilaku negatif di wilayah itu.

Indonesia secara tegas memang tidak menolak kehadiran wisatawan asing. Namun berbagai kasus yang terjadi selama ini, membuat banyak pihak untuk berpikir tentang pentingnya mencegah overtourism dan perilaku buruk wisatawan.

Bali kini menjadi destinasi yang banyak menjadi bahan pergunjingan wisatawan. Kemacetan lalu lintas di Bali membuat wisatawan kesal. Perilaku wisatawan asing yang ugal-ugalan di Bali juga menjadikan Bali tak nyaman bagi sebagian wisatawan yang mendambakan ketenangan. Apalagi sebagian daerah di Bali baru saja diterjang banjir besar.

Berwisata di hari libur, apalagi long week end ke Puncak, Bogor atau ke Bandung sudah tidak nyaman lagi. Kemacetan lalu lintas pasti akan terjadi. Alih-alih menikmati liburan dengan santai, wisatawan justru mengalami lelah di jalan.

Menyikapi kondisi destinasi di beberapa negara, wisatawan mulai melirik destinasi underrated. Destinasi ini merupakan objek dan daya tarik wisata yang dianggap tidak begitu populer, tidak bermasalah dengan kemacetan, polusi, sampah, kerusakan lingkungan, maupun perilaku buruk wisatawan. Intinya adalah destinasi yang tidak dianggap penting, namun nyaman untuk dikunjungi.

Simbol Perlawanan

Mengunjungi destinasi underrated bukan hanya dapat menemukan destinasi alternatif yang tidak banyak masalah. Destinasi underrated dapat menjadi simbol bagi wisatawan untuk menolak destinasi wisata yang amburadul. Destinasi amburadul perlahan namun pasti akan ditinggalkan wisatawan.

Pilihan destinasi underrated cukup banyak. Merunut TimeOut, terdapat 24 destinasi wisata underrated di dunia yang menawarkan alternatif berwisata yang bagus namun sepi. Dalam daftar itu tidak terdapat destinasi terkenal seperti Bangkok maupun Bali ( detikTravel, 14 Juli 2024).

Beberapa destinasi baru diperkenalkan. Salah satunya adalah Filandia yang ada di Kolombia. Destinasi underrated ini menempati posisi pertama. Pemandangan khas pedesaan dan arsitektur warna-warni menjadi andalan. Dikenal pula sebagai “permata” dengan wilayah yang penuh perkebunan kopi, keindahan alam, dan suasana lokalnya. Filandia menjadi salah satu Desa Wisata Terbaik di dunia versi UN WTO.

Sedangkan untuk Indonesia, TimeOut menyebut Lombok sebagai destinasi wisata underrated. Lombok berada di posisi 24 sebagai destinasi wisata alternatif dunia. Meski Lombok kini mulai ramai dikunjungi wisatawan asing sejak berdirinya Sirkuit Mandalika, namun belum seramai dan seamburadul Bali.

Sementara itu CNN Travel mencatat 18 destinasi wisata underrated di Asia yang layak untuk dikunjungi wisatawan. Kota Ipoh di Malaysia menjadi destinasi alternatif di urutan pertama di Asia. Ipoh merupakan distrik di Malaysia dengan perkebunan teh dan berhawa sejuk (CNN Indonesia, 26 Desember 2022).

Destinasi underrated Indonesia menurut CNN Travel bukanlah Lombok, melainkan Pulau Samosir, Sumatra Utara yang ada di posisi 10. Pulau Samosir merupakan pulau vulkanik di Danau Toba yang merupakan kawah terbesar di dunia.

Begitu banyak pilihan destinasi underrated, baik di dunia maupun di kawasan Asia. Semua destinasi itu masih nyaman untuk dikunjungi wisatawan. Memilih berkunjung ke destinasi alternatif itu akan dapat mengurangi derasnya arus wisatawan pada destinasi yang populer namun amburadul kondisinya. Sekaligus ini juga bentuk perlawanan wisatawan pada destinasi wisata amburadul.

Preferensi Wisatawan

Tidak semua destinasi wisata underrated tidak populer di mata wisatawan. Semua tergantung preferensi wisatawan untuk memilih destinasi underrated sesuai dengan karakteristik destinasinya. Banyak tokoh maupun pesohor yang mengunjungi destinasi yang tidak populer di Indonesia.

Destinasi wisata alam Pulau Moyo di Nusa Tenggara Barat dimanfaatkan sebagai tempat liburan tersembunyi bagi selebriti dunia seperti  Mick Jagger, David Bowie, hingga  David Beckham. Begitu pula Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur pernah menjadi destinasi liburan Gwyneth Paltrow, pemeran Pepper Potts di film Iron Man, dan pembalap MotoGP Valentino Rossi ( kemenparekaf.go.id, 15 November 2021).

Taman Nasional Gunung Leuser di Provinsi Nanggro Aceh Darussalam merupakan destinasi wisata underrated yang sempat dikunjungi peraih Oscar, Leonardo DiCaprio. Begitu pula Kepulauan Mentawai di Sumatra Barat, pernah dikunjungi bintang film Fast Furious, mendiang Paul Walker.

Semua pesohor maupun selebriti itu bukan sekadar asal-asalan memilih destinasi untuk berlibur. Mereka memang sengaja memilih tempat yang masih alami, sejuk, indah, bersih, dan belum banyak pengunjung. Artinya, mereka melawan dengan memilih destinasi wisata yang autentik dan meninggalkan destinasi amburadul.

Alasan wisatawan mengunjungi destinasi underrated lantaran menawarkan pengalaman yang lebih autentik daripada destinasi yang ramai dikunjungi. Destinasi itu menampilkan budaya lokal yang beragam, tradisi unik, atau pemandangan alam yang belum terlalu terjamah oleh wisata massal.

Destinasi underrated juga cenderung lebih tenang dan kurang ramai dibandingkan destinasi populer. Wisatawan bisa menikmati kebebasan untuk mengeksplorasi tanpa keramaian dan antrean yang panjang, serta memiliki kesempatan untuk merasakan atmosfer yang lebih damai.

Dengan mengunjungi destinasi underrated, wisatawan juga dapat memberikan dampak positif pada ekonomi lokal. Mereka dapat membantu mendukung bisnis kecil dan komunitas lokal, yang sering kali sangat mengandalkan pariwisata untuk pendapatan mereka.

Pada akhirnya, destinasi underrated memang dapat dipandang sebagai perlawanan terhadap pengelolaan pariwisata yang amburadul. Dengan catatan, destinasi underrated pun tetap perlu memiliki konsep yang jelas, agar tidak terjebak menjadi destinasi massal di kemudian hari. Begitu banyak pilihan berwisata. Saatnya lawan dan tinggalkan destinasi yang amburadul! [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Tags: Pariwisatapariwisata baliPariwisata Berkelanjutanpariwisata budaya
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Aksosma 2025: Ketika Mahasiswa PNB ‘Turun Aksi’ Lewat Pemberdayaan Digital

Next Post

Puisi-puisi Heski Dewabrata | Yang Ditulis dari Ruang Hampa

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Heski Dewabrata | Yang Ditulis dari Ruang Hampa

Puisi-puisi Heski Dewabrata | Yang Ditulis dari Ruang Hampa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co