6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Spiritualisme, Humanisme, dan Dunia yang Terfragmentasi

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
October 26, 2025
in Esai
Spiritualisme, Humanisme, dan Dunia yang Terfragmentasi

Ilustrasi tatkala.co | Dibuat dengan Canva

Kembali pada Kesadaran Kesatuan

Kita hidup di zaman serba cepat, penuh koneksi digital, namun justru miskin keintiman batin. Dunia yang tampak saling terhubung ini sebenarnya terfragmentasi: manusia terpisah dari alam, agama terpisah dari kemanusiaan, dan akal terpisah dari hati. Dalam pusaran modernitas, manusia kerap kehilangan arah, kehilangan makna, bahkan kehilangan jati dirinya. Di sinilah pentingnya merefleksikan kembali dua arus besar pemikiran—humanisme dan spiritualisme—yang sesungguhnya dapat menyembuhkan luka peradaban kita.

Humanisme Tanpa Jiwa, Spiritualitas Tanpa Arah

Humanisme di Barat lahir dari semangat pembebasan terhadap dogma abad pertengahan. Ia menempatkan manusia sebagai pusat nilai, sebagai makhluk bebas yang berpikir dan menentukan nasibnya sendiri. Namun dalam perkembangannya, humanisme yang semula membebaskan justru sering kehilangan ruh. Ketika rasio dijadikan satu-satunya ukuran, manusia menjadi “dewa kecil” yang merasa mampu mengendalikan segalanya, tapi di dalam dirinya sendiri muncul kehampaan.

Sementara itu, spiritualisme dalam banyak bentuknya cenderung melarikan diri dari realitas. Ia menekankan dimensi roh, tetapi sering memisahkan manusia dari dunia nyata—dari penderitaan, tanggung jawab sosial, dan panggilan kemanusiaan. Akibatnya, spiritualitas kehilangan makna sosialnya, sementara humanisme kehilangan kedalaman jiwanya.

Pandangan Guruji Anand Krishna: Humanisme Spiritual sebagai Jalan Tengah

Dalam pandangan Guruji Anand Krishna, kedua arus besar itu tidak perlu dipertentangkan. Beliau memadukannya dalam satu kesadaran baru yang disebut humanisme spiritual—sebuah pandangan bahwa manusia adalah cerminan ilahi yang harus mewujudkan kasih dan kesadaran di bumi. “Spiritualitas bukan tentang meninggalkan dunia,” kata Guruji, “tetapi tentang hidup sepenuhnya di dalamnya dengan kesadaran yang lebih tinggi.”

Humanisme spiritual melihat manusia sebagai jembatan antara langit dan bumi, antara roh dan materi. Ia menolak keterpisahan, menolak dikotomi antara Tuhan dan ciptaan, antara agama dan sains. Semua adalah satu tarikan napas kesadaran. Dari kesadaran inilah lahir rasa tanggung jawab untuk mencintai, melindungi, dan menghormati kehidupan dalam segala wujudnya.

Agama dan Fragmentasi Kesadaran

Ironisnya, dalam praktik keagamaan modern, manusia sering justru menjauh dari esensi ini. Agama, yang sejatinya adalah jembatan menuju kesadaran universal, kerap menjadi tembok pemisah antar manusia. Banyak yang sibuk menegaskan kebenaran sendiri sambil menafikan yang lain. Ritual dijalankan dengan disiplin, tetapi cinta dan welas asih—inti dari semua agama—hilang dari praktik hidup sehari-hari.

Guruji melihat fenomena ini sebagai bentuk fragmentasi kehidupan: manusia beribadah kepada Tuhan tetapi memusuhi ciptaan-Nya. Ia memuliakan teks, namun mengabaikan konteks kehidupan. Spiritualitas yang sejati, kata beliau, tidak memenjarakan Tuhan dalam kitab atau dogma, tetapi menemukan-Nya dalam setiap makhluk—dalam manusia, hewan, tumbuhan, gunung, sungai, dan samudra.

Alam sebagai Tubuh Kehidupan

Dalam visi humanisme spiritual, alam bukan objek eksploitasi, tetapi bagian dari kesadaran yang sama. Gunung, hutan, laut, dan udara bukan sekadar sumber daya, melainkan bagian dari tubuh kehidupan yang harus dijaga. Menyakiti alam berarti menyakiti diri sendiri, sebab manusia bukan penguasa bumi, melainkan penjaganya, menjaga kelestariannya.

Guruji sering menekankan bahwa spiritualitas sejati adalah ekospiritualitas—kesadaran ekologis yang bersumber dari cinta universal. Ketika kita menanam pohon, menjaga sungai, atau menyayangi hewan tanpa menyembelihkan untuk disantap di meja makan, kita sebenarnya sedang berdoa dengan tindakan. Di sinilah spiritualitas tidak lagi terbatas pada ruang ibadah, melainkan hadir dalam setiap langkah dan napas kehidupan.

Dari Fragmentasi Menuju Kesatuan

Dunia modern membutuhkan kebangkitan kesadaran ini. Fragmentasi hanya dapat disembuhkan dengan kesatuan batin yang melihat semua kehidupan sebagai ekspresi tunggal dari satu sumber. Dalam pandangan Guruji Anand Krishna, inilah inti dari semua ajaran suci: oneness, kesatuan dalam keberagaman. Ketika kesadaran ini tumbuh, tidak ada lagi “aku” dan “engkau”, tidak ada “umatku” dan “umatmu”—yang ada hanyalah kita, bagian dari satu kehidupan yang sama.

Spiritualisme dan humanisme tidak lagi bertentangan, melainkan berpadu dalam satu kesadaran cinta universal. Di sinilah agama kembali menemukan maknanya, bukan sebagai sistem kepercayaan yang memisahkan, tetapi sebagai jalan untuk menyadari kesucian seluruh kehidupan.

Penutup: Menjadi Manusia Seutuhnya

Kita dipanggil untuk menjadi manusia seutuhnya—yang berpikir dengan jernih, merasa dengan kasih, dan bertindak dengan kesadaran. Spiritualitas yang sejati bukan pelarian dari dunia, tetapi kehadiran penuh di dalam dunia. Ia bukan tentang mencari Tuhan di langit, tetapi menemukan Tuhan dalam kehidupan itu sendiri.

Jika setiap manusia hidup dengan kesadaran ini, fragmentasi dunia akan pulih dengan sendirinya. Alam akan kembali seimbang, manusia akan kembali saling menghormati, dan peradaban akan tumbuh dalam harmoni. Inilah dunia yang dibayangkan oleh Guruji: dunia yang berlandaskan pada humanisme spiritual—di mana cinta, kesadaran, dan kemanusiaan menyatu dalam satu denyut kehidupan. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

Tags: humanismeSpiritual
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Semangat Literasi dan Etika Digital di Pekan Jurnalistik UPMI Bali 2025

Next Post

Pandora Paradise: Renungan untuk Bali

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Pandora Paradise: Renungan untuk Bali

Pandora Paradise: Renungan untuk Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co